Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) melalui Media Video Animasi sumiyati, sumiyati; walin, walin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9442

Abstract

Deteksi dini kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri atau SADARI termasuk dalam tindakan preventif penyakit tidak menular. Informasi dan edukasi deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri telah dilakukan tenaga kesehatan kepada wanita usia subur. Namun dalam kenyataannya, masih banyak wanita usia subur yang belum melaksanakan SADARI secara rutin. Informasi dan edukasi SADARI perlu disampaikan secara berulang kali untuk meningkatkan pengetahuan tentang SADARI. Media promosi kesehatan merupakan upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya dan diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan. Salah satu media deteksi dini kanker payudara yang digunakan melalui audio visual dalam bentuk video animasi Pemeriksaan Payudara Sendiri. Video animasi digunakan dengan mudah karena dapat diputar berulang-ulang. Tujuannya meningkatkan pemahaman wanita usia subur tentang SADARI Metode pengabdian kepada masyarakat melalui ceramah, pemutaran video animasi, diskusi dan demonstrasi praktik SADARI, yang diikuti oleh 40 orang. Peserta pengabdian kepada masyarakat telah meningkat pemahaman dan keterampilan tentang SADARI. Peningkatan pemahaman tentang SADARI diharapkan wanita dapat melakukan secara teratur setiap bulan sebagai deteksi dini kanker payudara. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi melalui video animasi SADARI. Media edukasi melalui video dapat meningkatkan pengetahuan SADARI bagi wanita usia subur Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden serta diharapkan dapat disebarluaskan cara melakukan SADARI.
The Effectiveness of Three-Sided Splinting on he Degree of Pain in Patients with Closed Fractures of the Lower Extremities in the Emergency Room Geu, Yafet; Mardiyono, Mardiyono; Sudirman, Sudirman; Walin, Walin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.3001

Abstract

Trauma from accidents that cause fractures can lead to complications including epistaxis, internal organ injury, injury inflammation and respiratory syndrome. The occurrence of a fracture causes destruction of nerves and blood vessels which causes pain. Pain then increases in severity until the bone is immobilized. Pain in a fracture is not caused by the fracture itself, but by the injury to the tissue around the broken bone and the movement of the bone fragments. Correct dressing of the fracture can reduce pain in patients, especially for closed fractures. Three-sided splinting is one option to minimize movement in long bones because it is felt to be stronger to withstand movement because the broken bone is flanked from three opposite sides of the broken bone. Objective: To determine the effectiveness of three-sided splinting on the degree of pain in patients with closed fractures of the lower extremities. Methods: The research design used quasy experimental with pre-test and post-test control group design. The research sample was 30 respondents, the sample selection method used purposive sampling which was divided into control and intervention groups. The control group used two-sided splinting while the intervention group used three-sided splinting. Data analysis used demographic characteristics and research variables, namely three-sided splinting and pain levels. Bivariate analysis used Wilcoxon and Mean Withney. Results: Both groups of respondents experienced a decrease in pain levels after treatment but the decrease in pain levels was greater in the intervention group using three-sided splinting. The results showed that the three-sided splinting action was very effective in reducing the degree of pain with p=0.000. Conclusion: Three-sided splinting is proven to be more effective in reducing the degree of pain in patients with closed fractures of the lower extremities.
EKSTRAK IKAN MUJAIR SEBAGAI ALTERNATIF PERBAIKAN STATUS GIZI PENDERITA TUBERCULOSIS ANAK Walin, Walin; Sukrilah, Ulfah Agus; Riyadi, Sugeng; Prasetyo, Herry; Hastuti, Puji
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 1 (2024): MEI 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i1.11271

Abstract

Pasien TB paru mengalami penurunan berat badan yang drastis. Hal ini dapat diatasi dengan memperbaiki pola asupan nutrisi khususnya protein dan menjalani pengobatan. Asupan protein tersebut bisa didapatkan dari ikan termasuk mujahir yang memiliki komposisi dan asam amino esensial. Namun bila dikonsumsi secara langsung terasa bau amis.  Untuk menutupi bau dan rasa amis itu perlu dibuat ekstrak dan dikaji kandungan dalam ekstrak Ikan mujahir tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan ekstrak ikan mujair (Oreochromis mossambicus) sebagai usaha untuk meningkatkan status gizi bagi penderita tuberculosis. Metode penelitian pembuatan ekstrak ikan mujair  dilakukan dengan proses       ekstraksi / hidrolisis melalui mesin ekstraksi dengan ditambahkan pelarut aquades dan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa    kandungan kadar air sebesar 1,33 %, kandungan abu 3,16 %, kadar lemak 16,87 %, kadar protein 54,08 % dan kandungan karbohidrat sebesar 24,56 %. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisa terhadap cemaran logam berat seperti pb, Cd, Hg dan As tidak ditemukan atau tidak terdeteksi. Cemaran mikroorganisme salmonella spp, shigella sp dan clostridia juga menunjukkan hasil negative. Kadar air dan kadar abu ada pada kategori rendah masing-masing sebesar 1,33 % dan 3,16 % yang  berarti kualitas ekstrak ikan mujair sangat layak untuk dikonsumsi sebagai usaha untuk meningkatkan status gizi bagi penderita tuberculosis. 
LATIHAN SENAM KEGEL DENGAN PENURUNAN INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA WIRASANA PURBALINGGA Subandiyo, Subandiyo; Dwi Widayanti, Esti; Riyadi, Sugeng; Walin, Walin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1050-1057

Abstract

Masalah yang biasanya terjadi pada lansia adalah inkontinensia urin dan merupakan masalah yang sering dialami oleh lansia. Di Indonesia jumlah penderita inkontinensia urin sangat signifikan. Pada tahun 2008 sekitar 18%  yang terdapat di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.  Dari data di Indonesia angka kejadian inkontinensia urin juga penangananya masih kurang , hal ini disebabkan karena masyarakat belum tahu tempat yang tepat untuk berobat disertai kurangnya pemahaman tentang inkontinensia urin (Kemenkes, 2012).         Berbagai terapi yang diberikan dan salah satunya terapi guna mereduksi adanya inkontinensia pada  urin adalah melalui latihan senam kegel. Senam kegel  ini, dapat menurunkan tingkat frekuensi berkemih dan dengan cepat membangun kembali kekuatan otot-otot dasar panggul. Tujuan Pengabdian Masyarakat : untuk mengetahui penurunan inkontinensia urin pada lansia. Metode pengabdian masyarakat : pada pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan pendampingan untuk melakukan latihan Kegel baik kelompok maupun individu . Evaluasi dilaksanakan setelah pendampingan adalah sebagai berikut.Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diikuti sebanyak 24 peserta, kategori menurut umur sebagian besar berusia antara 50 sampai dengan 64 tahun (74%), dengan jenis kelamin perempuan   62% serta 38 % laki-laki, untuk peserta sebagian besar masi tinggal bersama pasanganya dan keluarga (anak, menantu) sebanyak 90%. Praktek dalam melakukan senam kegel secara bersama pada awal pertemuan masih susah untuk menemukan otot dasar panggul, pada hari dan minggu berikutnya dilakukan kunjungan untuk monitor latihan senam kegel di rumah secara mandiri ada yang dalam frekuensi latihan masih kadang-kadang lupa, untuk prakteknya semakin hari semakin baik untuk menemukan otot dasar panggul dan bisa melaksanakan sendiri, ini dibuktikan saat selesai senam kegel tidak merasakan sakit daerah abdomen. Hasil evaluasi catatan berkemih peserta didapatkan berkemih mampu di toilet sebesar 66%, berkemih dengan tanpa disadari dalam jumlah sedikit 26%, berkemih tanpa disadari dalam jumlah banyak 8%.