Claim Missing Document
Check
Articles

Found 62 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Pembuatan Web Series “WFH: Webseries From Home” Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Raihan Triaffandra; Nurul Hasfi; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menerpa seluruh dunia secara cepat dan masif, terkhusus juga di Kota Semarang. Dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian akan bertambahnya kasus COVID-19, Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan tindakan pencegahan, dan penanganan akan penyebaran COVID-19 yang bertujuan untuk menurunkan meningkatkan kepedulian atas kesehatan diri sendiri dan orang lain yang akan berdampak pada turunnya kasus masyarakat yang terinfeksi virus. Tentunya peran dari berbagai aspek baik itu dari Pemerintah hingga masyarakat menjadi sangat penting dalam menangani pandemi COVID-19 saat ini. Penyampaian informasi tersebut perlu untuk selalu diperbaharui, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini sebagai salah satu bentuk dari komunikasi publik yang efektif. Komunikasi publik adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak yang lain. Karya Bidang ini mengakomodasi pada tujuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang dalam menyampaikan informasi, ajakan, dan tindakan yang sesuai pada saat kondisi pandemi COVID-19. Objek karya bidang penulis adalah membuat webseries berjudul “WFH: Webseries From Home” yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Semarang. Webseries ini berhasil rilis yang berjumlah 20 episode yang terbagi menjadi 2 season, dimana setiap 1 season memiliki 10 episode. Durasi yang dimiliki setiap episodenya adalah 15 menit hingga 20 menit. Program ini tayang melalui platform youtube milik Pemerintah Kota Semarang yang channelnya bernama “Semarang Pemkot”. Channel youtube tersebut dikelola langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang. Dalam pelaksanaanya terdapat 5 jobdeks yang menjadi inti dalam proses pra produksi, produksi hingga pasca produksi yaitu: Produser, Sutradara, Penulis Naskah, Director of Photography dan Editor Video.
OPINI PUBLIK DALAM GERAKAN TAGAR #PERCUMALAPORPOLISI DI MEDIA SOSIAL TWITTER Inny Aisyah; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum adanya media baru, opini kepada lembaga negara umumnya hanya bisa disampaikan oleh orang yang memiliki akses kepada lembaga yang dituju, Kini dengan adanya media sosial seperti Twitter, masyarakat bisa menyampaikan opininya dengan mudah tanpa perlu memiliki akses khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecenderungan opini publik kepada pihak kepolisian setelah terjadinya kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dan konsep opini publik yang dikategorisasikan menjadi positif dan negatif, kategorisasi data diuji reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Holsti, di mana data dianggap reliabel bila koefisien reliabilitasnya adalah 0,7 atau lebih. Hasil kategorisasi yang sudah diuji reliabilitasnya kemudian dideskripsikan secara kualitatif dengan analisis sintaksis. Data yang digunakan adalah dokumentasi 100 opini dengan tagar #PercumaLaporPolisi yang disampaikan pada periode 06-12 Oktober 2021. Analisis isi yang dilakukan menunjukkan bahwa kecenderungan opini publik kepada kepolisian dalam tagar #PercumaLaporPolisi adalah negatif, dengan presentase jumlah opini negatif sebesar 83%. Opini positif berisi narasi dengan sentimen pemberian saran, dukungan , serta harapan untuk polisi. Sedangkan opini negatif berisi narasi dengan sentimen simpati kepada korban, sindiran, dan kemarahan kepada pihak kepolisian.
Pengelolaan Manajemen Privasi Dalam Penggunaan Akun Finsta (Fake Instagram) Raina Arundati Putri; Triyono Lukmantoro; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya fenomena Finstagram yang dijadikan platform oleh anak muda, khususnya Gen-Z, untuk terbuka mengenai hal-hal yang personal dan sensitif di media sosial, dapat menjadi ancaman terhadap privasi mereka. Walaupun akun Finsta bersifat privat dan anonim, tetap tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kebocoran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman pengguna finsta mengelola privasi dalam mengekspresikan persoalan privat yang mereka alami dalam hal problem sosial maupun psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah metode penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam yaitu indepth interview dengan jumlah informan sebanyak lima orang. Teori yang digunakan sebagai acuan pada penelitian ini adalah Communication Privacy Management Theory. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa seluruh informan pernah mengekspresikan persoalan privatnya di finsta terkait problem sosial dan psikologis yang mereka alami. Hal privat tersebut biasanya mereka ungkapkan dengan fitur story yang ada di Instagram. Pengguna Finsta merasa bahwa mereka memiliki hak untuk mengontrol siapa saja yang memiliki akses terhadap informasi privat yang telah mereka bagikan pada akunnya. Dalam mengontrol dan memastikan privasinya terjaga di finsta, pengguna memiliki batasan-batasan privasi tertentu, serta melakukan berbagai strategi sosial seperti menahan diri untuk tidak melakukan pengungkapan, atau melakukan seleksi terhadap followers, dan juga menerapkan strategi teknologi dengan memanfaatkan fitur Instagram berupa close friend, private account, remove followers, dan hide story. Dalam melakukan manajemen privasi pengguna juga dipengaruhi oleh beberapa kriteria yaitu kriteria konteks, motivasi, serta risiko dan manfaat.
Analisis Faktor Penyebab Infotembalang Berhenti Beroperasi Yudhistira Dwiputra Handoko; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet sudah semakin pesat menyebabkan menjamurnya media online di Indonesia. Diantara banyaknya persaingan yang terjadi di antara media online, tidak sedikit media harus gulung tikar karena kalah bersaing. Penelitian ini digunakan untuk menyetahui faktor penyebab Infotembalang berhenti beroperasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan analisis arus komunikasi dan POAC. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in-depth interview dan observasi langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa arus komunikasi Infotembalang tidak berjalan dengan baik sehingga penerapan fungsi manajemen tidak berjalan. Mulai dari tahap planning Infotembalang mengambil langkah untuk merencakan suatu tujuan tanpa memperhatikan caracara dalam pelaksanaannya. Pada tahap organizing Infotembalang menggunakan pendekatan komunikasi dengan tim divisi, selanjutnya pada tahap actuating Infotembalang tidak menggunakan komunikasi yang efektif untuk menggerakan tim divisi, terakhir pada tahap controlling Pimpinan Redaksi Infotembalang tidak mengawasi semua hasil agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan pada tahap planning. Dari analisis teori manajemen POAC tersebut dapat dilihat bahwa hasil penelitian penerapan fungsi manajemen di Infotembalang menjelaskan bahwa Planning, Organizing, Actuating dan Controlling merupakan poin penting dalam manajemen komunikasi suatu perusahaan. Selain itu pimpinan redaksi Infotembalang juga tidak memegang penuh tanggung jawab untuk bersaing dengan media online kompetitor.
Tahapan Perkembangan Hubungan Antar Individu Menggunakan Aplikasi Kencan Online Bumble dalam Menuju Hubungan Romantis Aulia Triwardhana Noor Fathan Ramadhan,; Nurul Hasfi; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkembangan hubungan di zaman kemajuan teknologi ini pastinya memiliki peluang mengalami sebuah perubahan proses atau tahapan. Sebagaimana perkembangan hubungan yang biasanya dilakukan secara tatap muka atau langsung, kini dapat dilakukan dengan menggunakan mediasi oleh aplikasi kencan online Bumble yang merupakan salah satu bukti kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tahapan perkembangan hubungan antar individu menggunakan aplikasi kencan online Bumble dalam menuju hubungan romantis dengan menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dan paradigma post-positifistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara mendalam serta teknik analisis Miles dan Huberman yang didasari oleh Model Tahapan Perkembangan Hubungan Menuju Komitmen Mark Knapp’s, dibantu oleh Teori Penetrasi Sosial dan Teori Proses Informasi Social (SIP). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses tahapan perkembangan hubungan Mark Knapp’s setelah di implementasikan pada komunikasi antar pribadi pengguna aplikasi kencan online Bumble menjadi empat tahap meliputi initiating, experimenting, intensifying, dan integrating. (1) Pada tahapan pertama, intiating terdapat pembentukan citra atau image selaras dengan Selective Self-Presentation pada Teori Proses Informasi Sosial dan pemilihan kata di pesan pertama. (2) Tahap kedua yakni experimenting, ditemukan bahwa terdapat kegiatan bertukar informasi dengan menggunakan pertanyaan umum/pengetahuan serta kegiatan seperti stalking dan screening. (3) Tahap ketiga intensifying, terdapat pembahasan informasi bersifat privasi didasari pengungkapan diri. Pada tahap ketiga dan keempat terjadi kegiatan pengungkapan diri / Self-Disclosure yang selaras dengan Teori Penetrasi Sosial. (4) Tahap keempat integrating, hubungan antar individu memutuskan untuk menuju hubungan sebagai pasangan romantis “pacar” serta menghapus aplikasi kencan online Bumble sebagai bentuk komitmen. Simpulan penelitian ini yakni tahapan perkembangan hubungan menuju komitmen Mark Knapp’s terjadi dari tahap initiating, experimenting, intensifying, dan integrating dengan kegiatan yang dilakukan oleh informan di setiap tahapan. Penelitian ini merekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti perkembangan hubungan romantis di aplikasi kencan online, dimana trend yang terjadi pada riset penelitian ini dapat diterapkan atau tidak di aplikasi kencan online lain. Serta perluasan pada bentuk perkembangan hubungan romantis selain “pacaran” yang terjadi di aplikasi kencan online.
PEMBINGKAIAN ATLET PEREMPUAN PADA AJANG OLIMPIADE TOKYO 2020 DI MEDIA ONLINE OKEZONE.COM DAN KOMPAS.COM Chrisintya Mauli Sitorus; Wiwid Noor Rakhmad; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media reporting on female athletes still has some problems. Starting from stereotypes, sexism, objectification, commodification, and their voices that aren't represented proportionally. In Indonesia, the masculine culture embedded in sports and media often ignores the abilities and achievements of female athletes. This study used the critical constructivism paradigm to find out how female athletes are represented through the framing in the online media Okezone.com and Kompas.com during the 2020 Tokyo Olympics. This study used Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki's framing analysis. This model divides framing into four elements; syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. Ten news, each from online media Okezone.com and Kompas.com from 22 July - 23 August 2021 used as data for this study. Findings from this study indicate that news titles published by Okezone.com are the result of commodification based on the objectification of female athletes' physical appearances. This can be seen through the syntactic structure used in headlines and leads. The dominant script structure prioritizes "who" and "what" and didn't fulfill the news comprehensiveness as it should. The thematic structure can be seen by the choice of words and how the sentences used in the news tend to objectify women by reducing their appearance. The dominant rhetoric emphasizes diction that focused on physical appearance. Meanwhile, Kompas.com news headline shows gender sensitivity in reporting female athletes. This can be seen by how Kompas.com's syntax emphasizes female athletes' struggles and their career journeys. The syntactic structure of news presented by Kompas.com fulfills the 5W+1H element of news and emphasizes the "how" element. The thematic structure highlights female athletes' achievement as the main theme. The rhetorical structure of the selected photos or images shows the professionalism of female athletes. Findings from this study also show that the representation of female athletes through the media framing of Okezone.com is that female athlete are described as attractive-looking figures seen from their style of dress, glamor life, and their appearance on the field. Meanwhile, there are five representations of female athletes by Kompas.com; (1) Tough, (2) Achievers, (3) Having a high fighting spirit, (4) Responsible, (5) Able to penetrate gender boundaries in sports and (6) Sportive.
Pengalaman Remaja Perempuan Menjalani Kekerasan dalam Pacaran Zahra Adiba Salsabila; Hedi Pudjo Santosa; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan pola perilaku yang kasar, tidak menyenangkan, dan digunakan untuk mengerahkan kontrol serta kekuasaan atas pasangan. Hal kekerasan ini dapat dimaknai sebagai tindakan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan meliputi kekerasan fisik emosional, ekonomi, ataupun pembatasan aktivitas dalam sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendalami mengenai pengalaman remaja perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh korban. Berdasarkan hasil penelitian, keempat informan remaja perempuan mengkonfirmasi adanya kekerasan dalam pacaran yang dilakukan oleh pasangannya sendiri. Dalam penelitian ini mengetahui bagaimana informan menunjukkan perasaan dan mengkomunikasikannya dengan pasangan. Terdapat 5 (lima) bentuk kekerasan yang ditemukan, yaitu fisik, verbal, seksual, ekonomi, dan pembatasan aktivitas. Penelitian ini menemukan alasan mempertahankan hubungan kekerasan selain hasrat, keintiman, komitmen oleh masing-masing informan, faktor lain yang menjadi alasan bertahan juga didasari karena adanya kedekatan hubungan keluarga karena adanya alasan ketidaktegaan untuk mengakhiri sebuah hubungan yang sudah terjalin dengan melibatkan banyak pihak selain antar pasangan. Sebagai remaja yang memiliki usia rentan dalam memaknai hubungan membuat beberapa diantara mereka memaklumi setiap tindakan kekerasan. Adapun proses komunikasi yang dilakukan tiga dari empat informan memilih untuk mengkomunikasikan saat konflik sudah mereda sedangkan informan lain menghadapi sebuah konflik dengan menyelesaikan dan mencari solusi pada saat itu juga.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PROGRAM SUMUR RESAPAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA DI MEDIA ONLINE Hilmy Zharief Hidayatullah; Nurul Hasfi; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan permasalahan yang belum terselesaikan di DKI Jakarta. Kebijakan penanggulangan banjir yang diupayakan Pemprov DKI Jakarta selalu menuai sorotan publik. Hal tersebut tidak terlepas dari peran media massa yang memberikan porsi khusus seputar pemberitaan banjir Jakarta. Media online arus utama seringkali memiliki perbedaan perspektif, ideologi, dan agenda media. Perbedaan tersebut menciptakan bingkai tertentu yang berdampak pada bagaimana khalayak memahami sebuah isu atau peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana pembingkaian media online (Detik.com, Kompas.com, dan Tempo.co) terhadap program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta; (2) Mengevaluasi pemberitaan program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta dalam perspektif etika jurnalisme lingkungan. Media massa perlu memperhatikan etika jurnalisme dalam memberitakan isu lingkungan sehingga mampu mendorong publik untuk peduli terhadap perubahan dan perbaikan kualitas lingkungan hidup. Peneliti memilih dan menganalisis sejumlah 30 berita dari ketiga media selama periode 1-31 Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdang Pan dan M. Kosicki. Hasil penelitian ini menemukan bahwa media online menggunakan tiga tema dalam memberitakan program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta, yaitu: (1) Anggaran program sumur resapan; (2) Perjalanan proyek sumur resapan; dan (3) Efektivitas program sumur resapan. Masing-masing tema memiliki sentimen framing yang berbeda untuk mendukung atau menentang program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta. Kompas.com membingkai secara negatif dengan cenderung menentang program sumur resapan sebagai upaya penanggulangan banjir Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan dalam bingkai Detik.com dan Tempo.co, keduanya cenderung membingkai secara positif dengan mendukung pihak Pemprov DKI Jakarta selaku penyelenggara program sumur resapan. Pembingkaian Detik.com tidak sepenuhnya positif karena menekankan normalisasi sungai sebagai solusi yang tepat dalam penanggulangan banjir Jakarta pada tema efektivitas program sumur resapan. Selain itu, ketiga media masih belum seutuhnya menerapkan tiga poin kode etik jurnalisme lingkungan dari International Federation of Environmental Journalists (IFEJ). Temuan ini menegaskan bahwa pemberitaan ketiga media online agar lebih berimbang dan memperhatikan etika jurnalisme lingkungan.
Produksi Program Feature “Jawa Tengah Hari Ini” di Stasiun TVRI Jawa Tengah (Peran : Reporter) Muhammad Fazer Mileneo; Nurul Hasfi; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TVRI Jawa Tengah adalah lembaga penyiaran publik yang bertugas menyiarkan informasi dengan nilai edukasi kepada masyarakat. Sebagai salah satu wujud tanggung jawab dalam menjadi sarana pelestarian budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, TVRI Jawa Tengah memiliki salah satu program berita yaitu Jawa Tengah Hari Ini. Program ini memuat salah satu segmen Mini Feature yang berisi informasi berita ringan. Feature sendiri merupakan liputan berita yang sifatnya informatif, edukatif, menghibur, meyakinkan, serta memberi nilai-nilai kemanusiaan (human interest) sehingga bisa membuat simpati atau empati yang menontonnya tergugah dan tidak terikat waktu (timeless). Pelaksanaan karya bidang ini hadir untuk mengisi segmen Mini Feature tersebut dengan konten yang mengangkat tema besar tentang budaya sesuai dengan tugas TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Adapun tema besar tersebut dibagi dalam beberapa kategori meliputi kesenian, wisata, kuliner, sejarah, dan ritual/tradisi. Pelaksanaan karya bidang ini berlangsung dengan memproduksi sebanyak 48 konten liputan dengan durasi rata-rata 5-7 menit penayangan. Konten liputan ini tayang di Stasiun TVRI Jawa Tengah pada bulan April-Juli 2022 dan ditayangkan ulang melalui kanal YouTube “Karbid TVRI”. Dalam pelaksanaannya, terdapat 4 jobdesk utama dalam proses praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi : produser, director, reporter, dan juru kamera.
MEMAHAMI FENOMENA KOMUNIKASI HYPERPERSONAL DI INSTAGRAM : STUDI PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT OLEH PENGGUNA INSTAGRAM Yasirul Amri Muhammad; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pengguna Instagram tidak hanya memiliki satu akun saja, namun juga memiliki akun kedua lainnya untuk membagikan hal – hal pribadi kepada teman dekat saja. Penelitian ini bertujuan tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pengguna second account melakukan komunikasi hyperpersonal dengan teman dekat yang menjadi pengikutnya melalui pengalaman subjektif dari individu yang mengalami realitas secara langsung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah self-expansion theory, komunikasi hyperpersonal dan teori aturan hubungan atau relationship rules theory. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan paradigma interpretatif, di mana penelitian untuk memahami perilaku pengguna akun Instagram anonim sebagai subjek penelitian. Subyek penelitian terdiri dari enam informan yang memiliki dan aktif selama minimal 1 tahun untuk berinteraksi mempertahankan hubungan pertemanannya melalui second account Instagram. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pengguna second account melakukan komunikasi hyperpersonal untuk dapat mempertahankan hubungan pertemanan dekat melalui berbagai fitur yang dimiliki. Hubungan pertemanan yang terjadi antar pengguna second account dalam penelitian ini adalah friendship of reciprocity dan receptivity dimana didalam hubungan tersebut telah muncul mutual positive regard dengan adanya kepercayaan, dukungan emosional, dan berbagi hal – hal yang diinginkan. Selanjutnya pengguna second account menggunakan fitur private account untuk membatasi dan memilih siapa saja yang dapat terhubung dengan akunnya. Pengguna second account memiliki caranya sendiri untuk mengatasi konflik apabila terjadi pada teman yang terhubung di second account seperti tindakan avoiding dengan cara mute atau hide di instagram story serta fitur block dan remove followers.
Co-Authors Abdulhakim Arrofi Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Utama, Pradipta Aditya Ihatra, Dzikri Agus Iswanto Agus Naryoso Ahmad Maryudi Ahmed, Jamshaid Ahsan Yunus Ahsani Taqwim Aminuddin Ahsani Taqwim Aminuddin Aji Nurkafi, Fabi Alda Retania, Vira Amida Yusriana Amida Yusriana Amida Yusriana Annisa Hidayati Arif Hidayat Armaulida, Annisa Asri Bryllianissa, Fadhilla Aulia Triwardhana Noor Fathan Ramadhan, Avian Savitri, Lulu Bramantyo Utomo, Abdiel Chrisintya Mauli Sitorus Daeng Lanta Mutiara Rato R Daniel Panogari Dinaharilala Olivia, Randrianarison Elfa Dhiotami, Adeillia Emban Ibnurusyd Mas’ud Erica Pinasthika, Emilia Faizal Maghriza, Mukhammad Fatwa Faturachmat Fendardi Yudha Pratama Fillmore Galih Wibisana, Kuirinus Firdaus, Muhammad Rifki Gonçalves, Miguel Hanny Nurmalita Anggadewi Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pujo Santoso Himmatul Ulya I. Nabila, Dethisa Inny Aisyah Irsyadiah, Uli Zahro Islahuddin, Islahuddin Joyo Nur Suyanto Gono Kartoredjo, Ruiz Levay Jonothan Kevina Ukraina, Vadhillah Khairunnisa, Almira Larassati Setiawan, Zahwa Lintang Ratri Rahmiaji Louisa Yunita Pia Duna Luthfi Maulana Adhari Luz Rimban Maharani, Mandu Micah R. Fisher Moch Lukluil Maknun, Moch Lukluil Mochammad Imron Awalludin Muchamad Yulianto Muhammad Adnan Muhammad Alif K. Sahide Muhammad Bariqi Najman Muhammad Fazer Mileneo Muhammad Nur Rohman Rachman Nadya Nadya Nayla Zahra Luthfia Noven Harjadi, Christian Noviananda, Dhandy Nur Hidayati, Ayuk Nurist Surayya Ulfa Nurul Syifa, Salsa Pamungkas, Yoma Bagus PRAJWALITA PRAJWALITA Pravidya Salsabiila Primada Qurrota Ayun Rafika Thalia Utami Rahadianto, Anugrah Rahma Aulia, Zulfa Rahma Az Zahra Laksmitha Raihan Triaffandra Raina Arundati Putri Ranti Dinda Cintya Razania Sani, Inatsan Retno Palupi Rifat Farihi, Haikal Roch Aris Hidayat, Roch Aris S Rouli Manalu Sandy Allifiansyah Siti Halimah Larekeng Siwi Gayatri SUNARTO Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunyoto Usman Sunyoto Usmand Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Theresa Christya A Tia Nanda Dwi Hernawati Triswanti, Ririn Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo U Simanullang, Friska Ulfa Mawaddah Afriliani Vira Amalia Riansyah Widya Hapsari, Arinta Wijayanto Wijayanto Wike Widyaswarawati Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yasirul Amri Muhammad Yofiendi Indah Indainanto Yudhistira Dwiputra Handoko Yuwanto Yuwanto Zahra Adiba Salsabila Zulfalia Az Zahra, Annisa