Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai Media Kultur Nannochloropsis sp Sakdia Dismayanti; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.178-186

Abstract

Nannochloropsis sp adalah fitoplankton yang biasa digunakan sebagai sumber makanan alami zooplankton, seperti Rotifer (Brachionus plicatilis). Nutrisi dan kualitas air pada media kultur sangat berpengaruh pada kepadatan Nannochloropsis sp. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik pupuk organik cair limbah ikan patin (Pangasianodon hypohthalmus) terhadap tingkat kepadatan Nannochloropsis sp. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2023 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya (MLB) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau dan di Laboratorium Zooplankton Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair limbah ikan patin memberikan pengaruh terhadap populasi Nannochloropsis sp. Perlakuan terbaik didapatkan pada Pupuk Conwy (PC) dengan populasi sel sebanyak 11139x104±364.04 sel/mL, namun dari hasil uji statistik pada perlakuan dengan POC dosis 12,5 mL/L menunjukkan populasi sebanyak yang tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk Conwy (PC). Kisaran parameter kulitas air dalam media kultur selama penelitian yaitu suhu 21°C-27°C, pH 7,70-9.20, DO 4,29-6,88 mg/L, salinitas 25-41 ppt, nitrat dan fosfat berkisar antara <0.02-8,10 mg/L dan 0,35-3,62 mg/L, serta warna pada media kultur Nannochloropsis sp. selama penelitian terus meningkat hingga pada puncak populasi.
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai Media Kultur Tetraselmis chuii Enjel Natali Kristin; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.201-210

Abstract

Limbah ikan patin merupakan suatu produk yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair dan dapat membantu mengurangi masalah lingkungaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) sebagai media kultur Tetraselmis chuii. Bibit T.chuii yang digunakan berasal dari pengkulturan Balai Besar Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (kontrol), P1 (5 mL/L), P2 (7,5 mL/L), P3 (10 mL/L), P4 (12,5 mL/L) dan PC (pupuk conwy PA 1 mL/L. Puncak kepadatan sel tertinggi setelah PC terjadi pada P4 dengan dosis 12,5 ml/L, dengan kepadatan populasi tertinggi sebesar 359,83x104±19,66 sel/ml pada hari ke-7 dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,34 sel/mL/hari. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang optimum dan masih dapat di toleransi untuk pertumbuhan dan reproduksi T. chuii yaitu suhu dengan nilai Suhu 23-27°C, pH 8,1-9,8, DO 5,05-6,10 mg/L, salinitas 30-36 ppt, nitrat 0,030-2,568 mg/L, fosfat 0,45-1,99 mL/L, dan warna media kultur selama penelitian terus meningkat mulai dari hijau muda/cerah hingga hijau tua/pekat pada masa puncak populasi.
Pemanfaatan Larutan Daun Ketapang (Terminalia catappa) terhadap Perbaikan Parameter Kimia Air Media Pertumbuhan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Tri Putri Handayani; Saberina Hasibuan; Syafriadiman Syafriadiman
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.250-260

Abstract

Daun ketapang (Terminalia catappa) merupakan salah satu bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk menurunkan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan dosis terbaik larutan daun ketapang terhadap perbaikan parameter kimia air media pertumbuhan ikan jelawat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat taraf perlakuan dan tiga kali pengulangan. P0 (kontrol), Penggunaan larutan daun ketapang dengan dosis 2 g/L (P1), P2 dosis 4 g/L, P3, dosis 6 g/L. Daun ketapang diblender hingga menghasilkan bubuk halus, selanjutnya bubuk halus ditimbang masing-masing, yaitu 20 g, 40 g, dan 60 g, kemudian dilarutkan menggunakan air panas dengan suhu 100°C sebanyak 1 L untuk masing-masing perlakuan, diaduk dan seduhan disaring. Larutan berupa cairan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharaan dengan volume air 9 L/perlakuan. Pemberian larutan daun ketapang memberikan pengaruh nyata terhadap perbaikan parameter kimia air media pertumbuhan ikan jelawat. Perlakuan dosis terbaik adalah P2 dengan menghasilkan pertumbuhan berat mutlak sebesar 1,46 ±0,57 g, dan panjang mutlak sebesar 0,93 ±0,57 cm.
Penggunaan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) untuk Pertumbuhan Chlorella sp dan Azolla microphylla pada Media Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Anastasya Dwi Kinanti; Saberina Hasibuan; Novreta Ersyi Darfia
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.284-291

Abstract

Limbah ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan pakan alami, efisiensi serapan hara bagi tanaman dan nutrien bermanfaat untuk media hidup bagi ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis POC terhadap pertumbuhan Chlorella sp dan Azolla microphylla pada media pemeliharaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang optimal. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian dosis POC limbah ikan patin P0 (Kontrol), POC P1 (0,875 mL/L), POC P2 (2,625 mL/L), dan POC P3 (5,250 mL/L). Limbah organ dalam ikan yang digunakan sebanyak 750 g, ditambahkan 150 g gula merah dan 75 g garam, dicampurkan hingga homogen. Pupuk difermentasi selama 2 minggu, dan proses pemupukan dilakukan pada wadah berisi air sebanyak 40 L per perlakuan menjadi 35 mL/L; 105 mL/L; dan 210 mL/L. Hasil yang diperoleh pada pemberian POC limbah ikan patin memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Chlorella sp dan A.microphylla pada media pemeliharaan ikan nila. Dosis terbaik adalah P2 dengan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 1.88±0.035 g, panjang mutlak 1.74±0.032 cm, LPS 1.11± 0.050 dan SR 93% selama 28 hari.
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) terhadap Pertumbuhan Azolla microphylla pada Media Air Gambut Dicki Alexs Sandro Syam; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pupuk organik cair (POC) limbah ikan patin mengandung unsur hara N, P, dan K. Unsur hara tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan populasi Azolla microphylla di media air gambut yang dapat memperbaiki parameter kualitas air gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan patin terhadap pertumbuhan A. microphylla di media air gambut serta memperoleh dosis POC limbah ikan patin yang terbaik untuk pertumbuhan A. microphylla. Penelitian ini telah dilaksanakan di bulan Mei sampai Juni 2023 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian POC limbah ikan patin yang berbeda dengan dosis P0 (kontrol), P1 (1,25 mL/L), P2 (1,5 mL/L), P3 (1,75 mL/L), dan P4 (2 mL/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan A. microphylla. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 1,5 mL/L dengan rata-rata laju pertumbuhan relatif sebesar 59,55 g/hari, pertambahan biomassa 1786,66 g, dan kepadatan 3504,26 ind/m2. Selanjutnya nilai parameter kualitas air selama penelitian untuk suhu (28-30 0C), TDS (79,66-134,33 mg/L), warna air gambut coklat terang hingga coklat gelap, kecerahan (13,4-16,3 cm), pH (3,4-5,5), DO (5,1-5,5 mg/L), alkalinitas (17,00-31,90 ppm), CO2 (9,78-34,77 mg/L), nitrat (3,83-7,12 mg/L), dan orthofosfat (1,05-3,94 mg/L).
Uji Toksisitas Akut dan Sub Lethal Limbah Cair Kelapa Sawit Terhadap Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Taufik Hidayat; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.354-365

Abstract

Peningkatan produksi kelapa sawit akan berdampak pada peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan ikan asli perairan Indonesia terutama terdapat di sungai, danau dan perairan umum lainnya sehingga berpotensi tercemar limbah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor. Pada uji pendahuluan tujuh perlakuan dan dua kali ulangan, pada uji toksisitas akut lima taraf perlakuan tiga kali ulangan dan pada uji sublethal empat taraf perlakuan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada uji toksisitas akut dan sub–lethal ada pengaruh limbah cair kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan jelawat dan perlakuan dalam uji sub-lethal yang terbaik terdapat pada konsentrasi P1 (1,98 mL/L) dengan bobot mutlak 2,37 g, laju pertumbuhan spesifik 1,63% dan kelulushidupan 100%. Nilai batas aman biologi limbah cair kelapa sawit untuk ikan jelawat, yaitu 1,98 mL/L. Gambaran histologi struktur jaringan usus ikan jelawat terlihat adanya kerusakan seperti edema, hemoragi dan nekrosis. Parameter kualitas air seperti suhu air berkisar antara 26-28˚C, pH berkisar antara 6-7,9, DO berkisar antara 3,1-4,3 mg/L, CO₂ berkisar antara 8,2-14,1 mg/L dan amoniak berkisar 0,0052- 0,0568 mg/L. Nilai LC50 96 jam yaitu 198.58 mL/L
Pertumbuhan dan Hematologi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Pakan Diperkaya Tepung Daun Kelor dan Dipelihara pada Media Bersalinitas Jernihtayanti Jernihtayanti; Windarti Windarti; Saberina Hasibuan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.66-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kesehatan ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara dalam media bersalinitas dengan pemberian pakan pelet yang diperkaya tepung daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian dilakukan selama April hingga Desember 2023 dengan dua tahap: pemeliharaan selama 60 hari dan infeksi Aeromonas hydrophila pada hari ke-61 s/d hari ke-75. Lima perlakuan diterapkan: kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), serta penambahan tepung daun kelor sebanyak 20 g (P1), 30 g (P2), dan 40 g (P3) per kg pakan. Hasil menunjukkan perlakuan P3 memberikan pertumbuhan dan imunitas terbaik, dengan pertambahan panjang dan berat mencapai 4,73 cm dan 10,70 g, laju pertumbuhan spesifik 1,41%, serta efisiensi pakan 46,83%. Kelulushidupan ikan setelah diuji tantang mencapai 65% (P3) dibandingkan KP hanya 18,33%. Kondisi hematologi ikan yang diberi tepung daun kelor menunjukkan total eritrosit 3,06 × 10⁶ sel/mm³, kadar hemoglobin 9,5 g/dL, kadar hematokrit 35,3%, total leukosit 13,55 × 10⁴ sel/mm³, dan kadar glukosa darah 51,43 mg/dL. Penambahan tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan kesehatan ikan gurami serta daya tahannya terhadap infeksi bakteri
Abundance of Zooplankton in Striped Catfish (Pangasianodon sp) Culture on Feeding Fish Offal Fajar Alfisyahrin; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 5 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.5.1.40-50

Abstract

The research was conducted from Agustus - September 2020 at the Aquaculture Environmental Quality Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau. This study aims to determine the effect of feeding made from fish offal on the growth of catfish and the abundance of zooplankton. The method used was a completely randomized design experiment with one factor, five treatments, and three replications. The treatment used P0 = without giving fish offal pellets, P1 =25% of fish offal pellets, P2 = 50% of fish offal pellets, P3 = 75% of fish offal pellets, and P4 = 100% of fish offal pellets. Parameters observed were zooplankton abundance, diversity index, dominance index, specific growth rate, survival, and water quality. The results of the provision of fish offal pellets affected the abundance of zooplankton. The best treatment in this study was the P2 (50% fish offal pellets) with the results of zooplankton abundance of 6686 ind/L, a specific growth rate of 2.80%, a feed conversion ratio of 1.25, and survival rate of 83.33%. Water quality parameters during the research were classified as good, and the temperature was 28-29 0C, pH 6.7-7.0, DO 6.7-7.2 mg/L, and NH3 0.0022- 0.0045 mg/L.
Pertumbuhan dan Hematologi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Pakan Diperkaya Tepung Daun Kelor dan Dipelihara pada Media Bersalinitas Jernihtayanti, Jernihtayanti; Windarti, Windarti; Hasibuan, Saberina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.66-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kesehatan ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara dalam media bersalinitas dengan pemberian pakan pelet yang diperkaya tepung daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian dilakukan selama April hingga Desember 2023 dengan dua tahap: pemeliharaan selama 60 hari dan infeksi Aeromonas hydrophila pada hari ke-61 s/d hari ke-75. Lima perlakuan diterapkan: kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), serta penambahan tepung daun kelor sebanyak 20 g (P1), 30 g (P2), dan 40 g (P3) per kg pakan. Hasil menunjukkan perlakuan P3 memberikan pertumbuhan dan imunitas terbaik, dengan pertambahan panjang dan berat mencapai 4,73 cm dan 10,70 g, laju pertumbuhan spesifik 1,41%, serta efisiensi pakan 46,83%. Kelulushidupan ikan setelah diuji tantang mencapai 65% (P3) dibandingkan KP hanya 18,33%. Kondisi hematologi ikan yang diberi tepung daun kelor menunjukkan total eritrosit 3,06 × 10⁶ sel/mm³, kadar hemoglobin 9,5 g/dL, kadar hematokrit 35,3%, total leukosit 13,55 × 10⁴ sel/mm³, dan kadar glukosa darah 51,43 mg/dL. Penambahan tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan kesehatan ikan gurami serta daya tahannya terhadap infeksi bakteri.
Uji Toksisitas Akut dan Sub Lethal Limbah Cair Kelapa Sawit Terhadap Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Hidayat, Taufik; syafiadiman, Syafriadiman; Hasibuan, Saberina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Peningkatan produksi kelapa sawit akan berdampak pada peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan ikan asli perairan Indonesia terutama terdapat di sungai, danau dan perairan umum lainnya sehingga berpotensi tercemar limbah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor. Pada uji pendahuluan tujuh perlakuan dan dua kali ulangan, pada uji toksisitas akut lima taraf perlakuan tiga kali ulangan dan pada uji sublethal empat taraf perlakuan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada uji toksisitas akut dan sub–lethal ada pengaruh limbah cair kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan jelawat dan perlakuan dalam uji sub-lethal yang terbaik terdapat pada konsentrasi P1 (1,98 mL/L) dengan bobot mutlak 2,37 g, laju pertumbuhan spesifik 1,63% dan kelulushidupan 100%. Nilai batas aman biologi limbah cair kelapa sawit untuk ikan jelawat, yaitu 1,98 mL/L. Gambaran histologi struktur jaringan usus ikan jelawat terlihat adanya kerusakan seperti edema, hemoragi dan nekrosis. Parameter kualitas air seperti suhu air berkisar antara 26-28˚C, pH berkisar antara 6-7,9, DO berkisar antara 3,1-4,3 mg/L, CO₂ berkisar antara 8,2-14,1 mg/L dan amoniak berkisar 0,0052- 0,0568 mg/L. Nilai LC50 96 jam yaitu 198.58 mL/L.
Co-Authors ', Nasrizal ', Riduan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abner Arie Pranata Novemberian Marpaung Achmad Purnomo Adelia Renata Agusta, Dian Asa Ahmad Fauzan Saputra Alif Saputra Anastasya Dwi Kinanti Anggriani, Yuli Aprianto, Bagus Aprilia Dwiningtias Aris Tarkus Atria Martina Aufa Kevin Bagus Aprianto Bambang Djadmo K Bambang Djadmo Kertonegoro Christine Natalina Darfia, Novreta Delilla, Silvia Deni Efandry Simatupang Dhearesta, Anugrah Aurora Dian Asa Agusta Dian Asa Agusta Diana Novita Dianita, Ici Dicki Alexs Sandro Syam Dimas Oky Pratama Dismayanti, Sakdia Drastinawati &#039; Edi Putra Edi Yusuf Adiman Ek Putra Toyibin Sianipar Eka Oktavia Br. Limbong Eka Sandra Bayu Eko Candra Eko Hanudin Eko Hanudin Enjel Natali Kristin Fajar Alfisyahrin Febriani, Rivi Febriyanto, Andi Gea, Noveria Gimin Gimin Gimin Ginting, Dicky Efrata Hamsar Susilo Dinata Handayani, Tri Putri Harnita Harni Harsadi, Asri Henni Syawal Hotria Mayesi Pakpahan Husna, Hidayatul Ibnu Hadzqi Ici Dianita Imelda Wardani Indra Suharman Irsal simbolon ismet, M.Yorasoki Jernihtayanti Jernihtayanti Jernihtayanti, Jernihtayanti Joel Rikardo Sinaga Juandi Juandi Kamiso Handoyo Nitimulyo Kamiso Handoyo Nitimulyo Khairun Nisa Khairun Nisa Khairuniah Khairuniah Kinanti, Anastasya Dwi Kori Cahyono Kristin, Enjel Natali Lukito, Gayon Marthalena Agustini Sihite Masril Masril Maya Kurniati Mei Silfia Situmorang Monalisa Hasibuan Mouch Roddy Mudinillah, Adam Muhammad Fadhli Muhammad Fajar Fadillah Muhammad Nailizzafir Muhammad Nandy Syahputra Muhammad Rafi Nugraha Murib, Darli Mustafa Kamal Nababan, Tri Manda R Nana Trilanda Natalina, Christine Netti Aryani Niken Ayu Pamukas Nirmala &#039; Novan Rumbata Novreta Ersyi Darfia Nur Asiah Nuraini El Fajri Nuraini Nuraini Nurhadi, Mhd Ilham Nurul Hidayat NURUL HIDAYAT Paiturrahman Sirait Pratama, Dimas Oky Purba, Constantine Putri, Adlia Tri Rahmat Imam Mainil Rahmat Iman Mainil Rahmayuni, Apriliza Ramadhan, Dandi Ramadinal Riski Lubis Ranny Sirait Rhino Pamungkas Rinaldi Rinaldi Rivi Febriani Rizky Ramadhan Rizky Ramadhan, Rizky Roni Mahiwal Pohan Safutri, Dewi Noliyan Sakdia Dismayanti Sapri Sapri Saputra, Alif Sari, Sri Nadila Sekar Asmara Dhewanty Sherina Nur Afifah Sianipar, Ek Putra Toyibin Silvia Delilla Silvia Delilla Simatupang, Deni Efandry Sri Midawati Agustina Panjaitan Sri Nadila Sari Sri Purwahyuningsih Sri Yusnita Suryaldi Aldo Syafriadiman, Syafriadiman Syahkila Syahkila Syam, Dicki Alexs Sandro Taradifa, Shintia Tardilus Tardilus Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tetty Marta Linda Tevania Shafira Tri Manda R Nababan Tri Putri Handayani Vadissa Putri Utami Vina Damayanti Vina Okto Viana Wahyu Lestari Wardana, Amelia Suci Windarti Windarti Windarti Windarti Yose Riadi Yulia Eka Putri, Yulia Eka Yunus, Ahmad Yusron Al Anshory Harahap Zalukhu, Ida Yanti