Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Harvest Time of Sapu-Sapu Leaves (Baeckea frutescens L.) the Yield, Characteristics and Composition of Essential Oils Extached Using Steam-Hydro Distillation Method Elicia, Resta; Roanisca, Occa; Asriza, Ristika Oktavia
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol7.iss2.art10

Abstract

The sapu-sapu plant (Baeckea frutescens L.) is widespread in the Bangka Belitung Islands Province, thriving in sandy areas such as beaches and highlands with less fertile soil. This study aimed to determine the optimal harvest time for sapu-sapu leaves to obtain essential oils' highest yield and most desirable characteristics. The research focused on the duck-type sapu-sapu leaves, using five variations of harvest time (coded as A1, A2, A3, A4, and A5, representing leaves harvested at 1, 2, 3, 4, and 5 months of growth, respectively). Essential oil extraction was performed using the steam distillation method. The resulting oils were then analyzed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) to determine their chemical composition. The results showed that sample A1 (1-month growth) produced the highest essential oil yield at 0.74% (w/w). This sample also exhibited the most optimal essential oil characteristics: clear yellow color, characteristic sapu-sapu odor, warm bitter taste, solubility in 96% ethanol at 1:13, specific gravity of 0.8863 g/mL, optical rotation of (+) 10.28°, and refractive index of 1.474. GC-MS analysis revealed that the main compounds in the A1 sample were α-pinene (43.84%), β-pinene (13.56%), and 1,8-cineol (24.26%). The study concluded that while the variation in harvest time of sapu-sapu leaves did not significantly affect the yield, characteristics, or composition of the essential oils, there were slight differences in yield and color. Sample A1, representing the youngest leaves, produced the most optimal results.
PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM RUSEP DESA BATU BELUBANG MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK PENYEDAP RASA BERBASIS FERMENTASI IKAN Roanisca, Occa; Valeriani, Devi; Anggraeni, Anggraeni
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2368

Abstract

Mengonsumsi penyedap rasa Monosodium Glutamat (MSG) secara berlebihan dapat menimbulkan gejala Chinese Restaurant Syndrome yang memicu kerusakan pada otak, peradangan hati dan menghambat perkembangan kecerdasan anak serta mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf dan kanker. Desa Batu Belubang terkenal dengan produk rusep hasil fermentasi ikan teri. Rusep dapat dikembangkan menjadi kecap ikan dan digunakan sebagai penyedap rasa yang sehat dan bergizi. Kurangnya pengetahuan dan kreativitas mitra pelaku UMKM rusep dalam pengolahan rusep menjadi produk kecap ikan, maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam produksi kecap ikan yang memenuhi standar bersih dan dijadikan produk unggulan desa yang berdaya saing, menjalankan strategi pemasaran yang tepat untuk menjangkau pasar yang luas, serta meningkatkan jejaring kerja sama dengan mitra instansi terkait tingkat Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui pendampingan pelaku UMKM rusep Desa Batu Belubang dalam produksi kecap ikan. Formulasi kecap ikan tersebut akan dikombinasi dengan rempah-rempah dan lada putih Bangka Belitung untuk mendapatkan kualitas kecap ikan yang baik. Hasil yang telah dicapai dari program pengabdian ini adalah tersedianya produk kecap ikan berbasis fermentasi ikan yang berstandar bersih dan halal dengan bentuk desain stiker dan kemasan yang aman dan menarik. Komitmen mitra sasaran akan melanjutkan pengembangan kecap ikan rusep menjadi produk unggulan Desa Batu Belubang.
PENGEMBANGAAN KUBE BERKAH MANDIRI DESA SEMPAN MELALUI PEROLEHAN PERIZINAN PRODUK DAN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL Adisyahputra, Adisyahputra; Roanisca, Occa; Gus Mahardika, Robby; Yulia, Yulia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2110-2115

Abstract

Desa Sempan memiliki potensi komoditas pertanian yang sangat tinggi, keadaan ini dimanfaatkan oleh sekelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Untuk mewadahi kegiatan produksi produk UMKM, ibu-ibu di Desa Sempan membentuk KUBE Berkah Mandiri. Produk UMKM yang terdapat di dalam KUBE tersebut belum memiliki perizinan produk. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi memfasilitasi perizinan produk, dan pemasaran berbasis digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan pendampingan langsung kepada anggota KUBE Berkah Mandiri. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, seluruh anggota KUBE Berkah Mandiri telah mendapatkan Sertifikat PKP, Sertifikat SPP-IRT, label stiker produk, dan telah memiliki akun di E-Commerce Shopee dalam rangka perluasan jaringan pemasaran berbasis digital.
Identifikasi Morfometrik Belangkas (Family: Limulidae) Di Pantai Tanjung Punai Kabupaten Bangka Barat Fuad, Akmal Nur; Aisyah, Siti; Pratiwi, Fika Dewi; Roanisca, Occa; Swandi, Monica K.
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 2 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5426

Abstract

Tanjung Punai is one of the beach in the coastal area of ​​West Bangka Regency which has conditions in the form of sandy beaches and mangrove ecosystems. These conditions support various biota that live and develop, one of which is the horseshoe crab. Horseshoe crab are aquatic invertebrates belonging to the phylum Arthropoda and the family Limulidae. The morphometric characters of horseshoe crab doves have different variations based on geographical area. This research aims to identify horseshoe crab based on morphology and morphometrics in Tanjung Punai Beach. The research was carried out in April-May 2022 at Tanjung Punai Beach, West Bangka Regency. The research method uses methods purposive sampling as well as data analysis using Independent Samples T-Test and simple linear regression analysis. The species found is Carcinoscorpius rotundicauda and Tachypleus gigas. The significance value is 0.00 (p < 0.05) and the t value thit > ttab shows that there are differences in the average morphometric characters between the two species.
Phytochemical Screening of Acetone Extract of Rambai Leaves (Baccaurea motleyana) and Its Bioactivity as an Antibacterial Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Fransiska, Destalia; Roanisca, Occa; Nurhadini, Nurhadini
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i4.6840

Abstract

Bacteria are one of the organisms that may cause disease in the human body. Some bacteria which often infect the human body are Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Both bacteria are pathogenic and possibly lead to various diseases such as diarrhea, urinary tract infections, and lung infections that have the potential to result in death. Treatment of infections caused by these bacteria can be done by giving antibiotics as therapy or a quick cure against infection. The use of antibiotics has side effects that result in resistance. Therefore, it is necessary to screen bioactive compounds with bioactivity as better antibacterial agents so that they can be developed into drugs that can cure diseases caused by bacteria. It is urgent to utilize natural antibacterials from plants to treat bacterial infections. This research aims to obtain the compound content, the total phenolic, and antibacterial activity of acetone extract of rambai leaves, so this research focused on rambai leaf acetone extract phytochemical content, total phenolic content, and antibacterial activity examination. Then, Phytochemical testing of rambai leaf acetone extract (Baccaurea motleyana) shows rambai leaves contain alkaloid compounds, tannins, flavonoids, saponins, steroids, and terpenoids that have the potential to be antibacterial. The examination of phenolic content was accomplished by using the Folin-Ciocalteau method. The total phenolic test results obtained were 68.63 mg EAG/g. Antibacterial testing was performed by implementing the disk diffusion method. Antibacterial testing of rambai leaf acetone extract Concentration of 20 %, 40%,60%, and 80%  showed consecutive results in inhibition zones of 3.86 mm, 6.48 mm, 6.55 mm, and 6.63 mm with weak to medium activity for E. coli bacteria. However, S. aureus  bacteria showed consecutive results in inhibition zones of 6.02 mm, 10.15 mm, 17.10 mm, and 19.46 mm with medium to intense activity. There has not been much research on rambai from Bangka Belitung, so there is an indispensable for further research regarding the total flavonoid and total alkaloid content of rambai leaves. Research may also carried out using a variety of solvents.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN HASIL LAUT MENJADI CAMILAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MENUJU MASYARAKAT SEHAT EKONOMI KUAT Roanisca, Occa; Nurhadini, Nurhadini; Layal, Kamalia; Robiana, Sella
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.775-782

Abstract

Prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kabupaten Bangka Barat. Desa Air Nyatoh merupakan desa dengan potensi hasil laut sangat tinggi, sehingga ketersediaan sumber protein tinggi. Permasalahan yang dihadapi masyarakat yakni kurangnya pengetahuan dan kreativitas dalam pengolahan hasil laut menjadi produk yang lebih bervariasi dan bergizi tinggi menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan protein. Oleh karena itu, pada kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat ini dilakukan pendampingan kepada ibu-ibu PKK Desa Air Nyatoh untuk memproduksi makanan tambahan stunting berupa abon, crackers dan bakso berbahan baku sea food. Pada makanan tambahan tersebut akan ditambah temulawak dan madu yang dapat meningkatkan nafsu makan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam produksi camilan berbasis hasil laut sebagai pencegah stunting dan dijadikan produk unggulan desa yang berdaya saing. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan secara langsung ke mitra sasaran. Hasil pada kegiatan ini, tim pengabdi melakukan sosialiasi dan pendampingan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran untuk memproduksi produk camilan yang memenuhi standar bersih. Melalui kegiatan ini mitra sasaran dibekali pengetahuan mengenai tata cara pengajuan sertifikat PIRT, tata kelola UMKM agar terjaga eksistensi dan pengembangannya, serta asupan yang tepat bagi anak stunting. Kegiatan pendampingan secara langsung formulasi produk abon, crackers dan bakso dengan kombinasi temulawak dan madu telah dilakukan oleh tim pengabdi dan mitra sasaran.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MASKER PEEL OFF PUCUK KAYU LUBANG Timonius flavescens (Jacq.) Baker MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA AIK ABIK Gus Mahardika, Robby; Roanisca, Occa; Henri, Henri; Aprilia, Selvy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.161-165

Abstract

Dusun Aik Abik memiliki potensi tumbuhan obat yang sangat tinggi. Masyarakat masih sering memanfaatkan tumbuhan obat sebagai terapi pengobatan. Tumbuhan kayu lubang (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) sering digunakan masyarakat setempat untuk perawatan wajah dan mengobati jerawat. Tumbuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk turunan masker peel off yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan desa. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi mentransfer inovasi pengolahan pucuk kayu lubang sebagai masker peel off untuk mendukung pemanfatan tumbuhan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa sosialisasi dan pendampingan secara langsung kepada mitra sasaran perangkat lembaga adat Dusun Aik Abik dan masyarakat.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra sasaran memahami cara formulasi masker peel off berbahan pucuk kayu lubang dan menerima desain kemasan yang telah dicetak oleh tim pengabdi. Komitmen mitra sasaran akan melanjutkan pengembangan masker peel off menjadi produk unggulan Dusun Aik Abik.
SINTESIS α-TERPINEOL DARI MINYAK ATSIRI TUMBUHAN SAPU-SAPU DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI KATALIS ASAM ALAMI BUAH JERUK KUNCI DAN ASAM SINTETIS Ependi, Eresti; Roanisca, Occa; Nurhadini, Nurhadini
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/76wtwt95

Abstract

Synthesis is an integration of two or more existing elements to produce a new result. Key orange (Citrus x microcarpa Bunge) is a Bangka Belitung plant that contains citric acid with a high acidic taste. Its high acidic nature can be used as a catalyst that can accelerate the reaction rate in synthesizing an α-terpineol compound from α-pinene contained in broomstick essential oil. The synthesis of α-terpineol can be done using combined and uncombined catalysts, namely 15% sulfuric acid, 99.5% acetic acid and natural citric acid from key lime juice. This study aims to determine the optimum composition of the catalyst combination of sulfuric acid, acetic acid and key lime juice in synthesizing α-terpineol compounds and the level of α-terpineol produced from the synthesis. The optimum result of the combination of catalysts that can synthesize α-pinene into α-terpineol quite well is using 15% sulfuric acid as much as 1 ml, 99.5% acetic acid as much as 1 ml and citric acid from key orange juice as much as 3 ml. The results of α-terpineol content of each catalyst are Product 1 by 33.14%, Product 2 by 6.36%, Product 3 by 1.00%, Product 4 by 17.32% and Product 5 by 18.43%.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PENDAPATAN SENTRA “RUSIP BETAPAK” DESA BATU BELUBANG BANGKA TENGAH MELALUI PRODUK PENYEDAP RASA YANG SEHAT DAN AMAN Fahrul Syarif, Ahmad; Roanisca, Occa; Notonegoro, Hartoyo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1309-1318

Abstract

Rusip merupakan produk penyedap rasa khas Bangka Belitung yang dibuat dari fermentasi ikan teri dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Di Desa Batu Belubang, khususnya di Sentra "Rusip Betapak", rusip diolah secara tradisional sebagai penyedap rasa lokal. Untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, tim pengabdi dari Universitas Bangka Belitung (UBB) mengembangkan inovasi pengolahan rusip menjadi saus ikan alami tanpa bahan kimia sintetis, yang lebih higienis dan sehat. Program ini melibatkan pemberian fasilitas rak penjemuran ikan yang sesuai standar kebersihan, pelatihan pengolahan, desain produk, dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan langsung kepada mitra Sentra “Rusip Betapak", serta evaluasi dan monitoring hasil kegiatan. Mahasiswa UBB juga dilibatkan dalam mendukung pemasaran digital sebagai bagian dari pemberdayaan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan mitra memahami teknik pengolahan saus ikan yang higienis, mampu memanfaatkan fasilitas penjemuran, dan mengembangkan desain serta strategi pemasaran produk. Komitmen mitra untuk melanjutkan inovasi ini diharapkan mampu menjadikan saus ikan sebagai produk unggulan Desa Batu Belubang, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat eksistensi produk di pasar lokal maupun nasional.
Inhibition of α-Glucosidase Activity and The Toxicity of Tristaniopsis merguensis Griff. Leaf Extract Robby Gus Mahardika; Occa Roanisca; Fajar Indah Puspita Sari
Elkawnie Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v6i1.5732

Abstract

Abstract : This study aims to determine the antidiabetic activity and toxicity of the acetone extract of Tristaniopsis merguensis Griff leaf. The antidiabetic test was the α-glucosidase inhibition method, while the toxicity test used the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The acetone extract possessed antidiabetic activity with an IC50 value of 8.83 ± 0.31 (μg/mL). This value is not much different from the positive control of quercetin which has an IC50 value of 6.04 ± 0.14 (μg/mL). The characteristics of the FT-IR spectrum of acetone extract showed that Tristaniopsis merguensis leaf has the groups Ar-OH (phenolic), -OH (hydroxyl), C=O (ketone) and C=C (aromatic). Based on the toxicity test, the Tristaniopsis merguensis leaf acetone extract has an LC50 value of 959.25 ppm which means that the acetone extract is toxic. Therefore, the acetone extract of Tristaniopsis merguensis might be the potential agent of antidiabetic.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dan toksisitas dari ekstrak aseton daun Tristaniopsis merguensis Griff. Uji aktivitas antidiabetes ditentukan berdasarkan metode inhibisi enzim α-glucosidase, sedangkan toksisitas ditentukan berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak aseton memiliki aktivitas antidiabetes dengan nilai IC50 8,83 ± 0,31 (μg/mL). Nilai ini tidak jauh berbeda dengan kontrol positif quersetin yang memiliki nilai IC50 6,04 ± 0,14 (μg/mL). Karakteristik spektrum FT-IR ekstrak aseton menunjukkan bahwa daun Tristaniopsis merguensis memiliki gugus fungsi Ar-OH (fenolik), -OH (hidroksil), C=O (keton) dan C=C (aromatik). Berdasarkan uji toksisitas, ekstrak aseton daun Tristaniopsis merguensis memiliki nilai LC50 sebesar 959,25 ppm yang berarti bahwa ekstrak aseton bersifat toksik. Oleh karena itu, ekstrak aseton dari Tristaniopsis merguensis berpotensi untuk dijadikan agen antidiabetes.