Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Equilibrium: Jurnal Pendidikan

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Tata Rias dalam Mengurangi Pengangguran Usia Produktif di Kabupaten Enrekang Alvitriyanti, Devi; ., Suparman; ., Haerusman; ., Saidang; Hatta, M.
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17905

Abstract

Productive age unemployment is a social problem that has a direct impact on community welfare and regional economic growth. In Enrekang Regency, the increase in unemployment rates from year to year shows that the efforts to overcome it have not been optimal, especially for people who are not absorbed in the formal workforce. This study aims to examine the effectiveness of make-up training as a community empowerment strategy in reducing productive age unemployment. This study is also expected to provide alternative solutions based on non-formal education that are in accordance with local potential. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study showed that make-up training had a positive impact on improving participants' skills, building motivation for entrepreneurship, and giving rise to the initiative to open make-up services independently. Participants showed high enthusiasm in the learning process and some began to practice their skills in the community. This training has been proven to not only improve technical skills, but also shape entrepreneurial mindsets and economic independence. Therefore, skills training based on local potential such as make-up can be an effective and sustainable alternative solution in overcoming productive age unemployment in the region.
Relasi Modal Sosial dan Efektivitas Administrasi Publik dalam Era Digitalisasi Hatta, M.; ., Suparman
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.18038

Abstract

Perkembangan era digital telah mendorong perubahan besar dalam administrasi publik di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Enrekang. Namun, efektivitas pelayanan publik digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang diterapkan, melainkan juga dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial yang ada di tengah masyarakat. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bagaimana kepercayaan, jaringan sosial, dan norma kolektif berkontribusi dalam mendukung keberhasilan digitalisasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara modal sosial dan efektivitas administrasi publik di era digital, serta memberikan manfaat berupa rekomendasi strategi berbasis sosial dalam memperkuat implementasi pelayanan publik digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Kabupaten Enrekang pada Januari hingga Maret 2025. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer, berupa hasil wawancara mendalam dan observasi partisipatif, serta data sekunder dari dokumentasi laporan resmi instansi pelayanan publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta dilakukan member checking kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial yang kuat, berupa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, keterhubungan dalam jaringan komunitas, dan budaya gotong royong, secara signifikan mempercepat adopsi layanan digital. Sebaliknya, lemahnya modal sosial menyebabkan resistensi terhadap perubahan dan rendahnya efektivitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi administrasi publik sangat bergantung pada kekuatan sosial masyarakat, sehingga strategi pembangunan modal sosial perlu menjadi bagian integral dalam transformasi pelayanan publik di era digital.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Tata Rias dalam Mengurangi Pengangguran Usia Produktif di Kabupaten Enrekang Alvitriyanti, Devi; ., Suparman; ., Haerusman; ., Saidang; Hatta, M.
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17905

Abstract

Productive age unemployment is a social problem that has a direct impact on community welfare and regional economic growth. In Enrekang Regency, the increase in unemployment rates from year to year shows that the efforts to overcome it have not been optimal, especially for people who are not absorbed in the formal workforce. This study aims to examine the effectiveness of make-up training as a community empowerment strategy in reducing productive age unemployment. This study is also expected to provide alternative solutions based on non-formal education that are in accordance with local potential. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study showed that make-up training had a positive impact on improving participants' skills, building motivation for entrepreneurship, and giving rise to the initiative to open make-up services independently. Participants showed high enthusiasm in the learning process and some began to practice their skills in the community. This training has been proven to not only improve technical skills, but also shape entrepreneurial mindsets and economic independence. Therefore, skills training based on local potential such as make-up can be an effective and sustainable alternative solution in overcoming productive age unemployment in the region.
Relasi Modal Sosial dan Efektivitas Administrasi Publik dalam Era Digitalisasi Hatta, M.; ., Suparman
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.18038

Abstract

Perkembangan era digital telah mendorong perubahan besar dalam administrasi publik di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Enrekang. Namun, efektivitas pelayanan publik digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang diterapkan, melainkan juga dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial yang ada di tengah masyarakat. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bagaimana kepercayaan, jaringan sosial, dan norma kolektif berkontribusi dalam mendukung keberhasilan digitalisasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara modal sosial dan efektivitas administrasi publik di era digital, serta memberikan manfaat berupa rekomendasi strategi berbasis sosial dalam memperkuat implementasi pelayanan publik digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Kabupaten Enrekang pada Januari hingga Maret 2025. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer, berupa hasil wawancara mendalam dan observasi partisipatif, serta data sekunder dari dokumentasi laporan resmi instansi pelayanan publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta dilakukan member checking kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial yang kuat, berupa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, keterhubungan dalam jaringan komunitas, dan budaya gotong royong, secara signifikan mempercepat adopsi layanan digital. Sebaliknya, lemahnya modal sosial menyebabkan resistensi terhadap perubahan dan rendahnya efektivitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi administrasi publik sangat bergantung pada kekuatan sosial masyarakat, sehingga strategi pembangunan modal sosial perlu menjadi bagian integral dalam transformasi pelayanan publik di era digital.