Claim Missing Document
Check
Articles

KOMBINASI PASTEURISASI TERMAL DAN NON TERMAL PADA SARI BUAH JERUK Hawa, La Choviya; Komar, Nur; Wirayanti, Dani
-
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.443 KB)

Abstract

Sari buah jeruk merupakan alternatif produk olahan jeruk yang banyak diminati masyarakat. Pemanasan merupakan cara konvensional yang biasa digunakan dalam pengolahan untuk mengurangi kontaminasi mikroba pada produk pangan. Proses tersebut menjamin keamanan produk, tetapi kemungkinan rusaknya cita rasa, nutrisi, dan sifat fisikokimia tidak dapat dihindari, sehingga perlu adanya alternatif pengolahan secara non-termal. Penelitian ini mengkombinasikan teknologi pengolahan dengan minimal heat treatment dengan perlakuan suhu (35, 40, 45, dan 50ºC) dan waktu pemberian pulsed electric field (60, 70, 80, dan 90 detik) pada tegangan 40kV/cm untuk menginaktivasi total mikroba dan bakteri asam laktat (BAL) yang terdapat pada sari buah jeruk segar sekaligus meminimalisir terdagradasinya nutrisi serta sifat fisiknya. Kombinasi perlakuan (50ºC; 90 detik; 40kV/cm) dapat menurunkan total mikroba sebanyak 5.2 log cycle dan BAL 3.8 log cycle. Kondisi sifat fisikokimia tidak signifikan terpengaruh ( Fhitung < Ftabel ).  
ANALISIS KUALITAS YOGHURT SANTAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH TROPIS PADA VARIASI SUHU INKUBASI Riana, Eki; Hendrawan, Yusuf; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.082 KB)

Abstract

Yogurt adalah susu asam berbahan baku dari susu hewani yang dihasilkan dari proses fermentasi susu oleh campuran bakteri asam laktat. Pembuatan yogurt menggunakan bahan baku susu hewani memiliki beberapa kelemahan yaitu harga yang relatif mahal, dan bagi beberapa orang susu hewani dapat menyebabkan terjadinya Lactose intolerance dan protein intolerance. Santan kelapa dipilih sebagai salah satu substitusi bahan baku yogurt karena memiliki warna dan kekentalan yang mirip dengan susu sapi full cream. Nutrisi yang terkandung dalam santan kelapa juga sesuai bagi pertumbuhan bakteri asam laktat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok dua faktorial, yaitu penambahan ekstrak buah lokal (naga, nanas dan jeruk manis) dan suhu inkubasi (400C, 450C dan 500C). Hasil dari perlakuan tersebut kemudian diuji karakteristik fisik viskositas dan kadar air, kerakteristik kimia yaitu pH, kadar lemak dan vitamin C serta karakteristik mikrobiologi yaitu total BAL. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan analisis sidik ragam Two- Way ANOVA. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa penambahan ekstrak buah lokal dan suhu inkubasi tidak berbeda nyata terhadap nilai viskositas, kadar air, pH, kadar lemak, vitamin C dan total BAL. Nilai viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak buah naga dengan suhu inkubasi 40°C sebesar 108.33 cP Sedangkan kadar air terendah terdapat pada yoghurt dengan pemberian ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 40°C yaitu 44.00%. Sedangkan nilai tertinggi pH sebesar 4,06 pada pemberian ekstrak buah naga dengan suhu 50°C. Nilai kadar lemak terendah terdapat pada perlakuan penambahan jeruk manis dengan suhu 50°C sebesar 3,27% dan Kandungan vitamin C terbanyak terdapat pada penambahan ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 45°C sebesar 8,56ppm. Nilai tertinggi total bakteri asam laktat (BAL) yang dihasilkan terdapat pada yoghurt dengan pemberian ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 40°C sebesar 90.67x105 CFU/g.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN KOMERSIAL DALAM PEMBUATAN HIDROLISAT PROTEIN DARI LIMBAH CAIR SURIMI Sumarlan, Sumardi Hadi; Wibisono, Yusuf; Hawa, La Choviya; Nurwindi, Linda Luvi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.903 KB)

Abstract

Limbah cair surimi mengandung 2220mg/L protein terlarut dalam air. Tingginya kandungan protein tersebut menjadikan limbah cair surimi berpotensi untuk dijadikan hidrolisat protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain pada proses hidrolisis protein dari limbah cair surimi terhadap kandungan protein dan amonia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yakni konsentrasi penambahan enzim dan waktu pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Konsentrasi enzim yang digunakan yakni 1, 2, 3, 4, dan 5% (b/v) dengan lama hidrolisis 48 jam dan diamati pada 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Parameter yang diamati adalah kandungan protein, amonia dan kadar air dari hidrolisat protein. Pada penelitian ini, didapat pemurnian enzim papain sebesar 5.85 kali dengan aktivitas spesifik sebesar 0.000212899 U/mg. Kandungan protein hidrolisat protein dari limbah cair surimi menurun dari jam ke-0 hingga jam ke-48. Penurunan kandungan protein terbanyak terjadi pada konsentrasi penambahan enzim sebesar 1% (b/v) dengan penurunan kandungan protein dari 2220mg/L menjadi 498mg/L. Kandungan ammonia hidrolisat meningkat dari jam ke-0 hingga jam ke-48 dengan perlakuan terbaik terjadi pada konsentrasi penambahan enzim 1%(b/v) dengan kenaikan kandungan amonia tertinggi yakni dari 5.62mg/L menjadi 170.64mg/L. Kadar air hidrolisat mengalami kenaikan seiiring dengan bertambahnya konsentrasi enzim yang ditambahkan dalam limbah cair surimi dengan kisaran nilai 78.993% - 95.016%.
Aplikasi Mikrokontroller Pada Pembangkit Pulsa Tegangan Tinggi dengan Pengaturan Waktu Pengolahan Untuk Pasteurisasi Sari Buah Apel Putri, Ratna Ika; Syamsiana, Ika Noer; Hawa, La Choviya; Meilany, Diah
INKOM Journal Vol 3, No 1-2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.593 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.40

Abstract

Saat ini pasteurisasi sari buah apel menggunakan metode termal dengan menggunakan pemanasan antara 60C-100C yang dapat menyebabkan kehilangan vitamin,nutrisi esensial perubahan warna, rasa dan bau. Pulse electric field (PEF) merupakan metode pengolahan pangan non termal dengan memberikan kejutan listrik berupa pulsa tegangan tinggi ke bahan makanan melalui elektroda yang ditempatkan pada chamber selama beberapa detik pada suhu kamar.  Tujuan makalah ini adalah  mendesain pembangkit pulsa tegangan tinggi dengan menggunakan high voltage transformator pada pasteurisasi sari buah apel berbasis pulse electric field (PEF) dengan pengaturan waktu pengolahan serta menganalisis kebutuhan energi spesifik masukan selama proses dan perubahan jumlah mikroba yang terkandung dalam sari buah apel hasil pasteurisasi dengan variasi waktu pengolahan.  Berdasarkan hasil simulasi dengan simulasi menggunakan multisim 8 didapatkan bentuk gelombang pembangkit tegangan tinggi berbentuk pulsa dan hasil pengukuran menunjukkan tegangan dan arus rata-rata yang dihasilkan rangkaian sebesar 17kV dan 0,48mA.  Kuat medan listrik yang dikirim ke chamber sebesar 0,65kV/cm.  Semakin lama waktu pengolahan PEF maka total mikroba yang dikandung juga semakin turun tetapi energi spesifik masukan yang dibutuhkan akan meningkat.  Penurunan total mikroba terbesar pada waktu pengolahan 60 detik sebesar 93,53% yang membutuhkan energi spesifik sebesar 175KJ/l.Kata kunci: PEF(pulse electric field), pasteurisasi, energi
Proses Delignifikasi Kandungan Lignoselulosa Serbuk Bambu Betung dengan Variasi NaOH dan Tekanan Larasati, Indri Asiani; Argo, Bambang Dwi; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.03

Abstract

Bioetanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi dengan  bantuan mikroorganisme. Proses pembuatan bioetanol ini melalui beberapa tahapan yaitu proses pretretment, proses hidrolisis, proses fermentasi, dan proses distilasi. Proses pretretment merupakan proses yang penting dalam pembuatan bioetanol dikarenakan proses ini menjadi tolak ukur dari proses selanjutnya. Bioetanol dapat dibuat dari bahan-bahan yang mengandung gula. Salah satunya adalah tanaman bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi NaOH dan tekanan terhadap kandungan lignoselulosa serbuk bambu betung. Proses delignifikasi pada penelitian bambu betung ini menggunakan NaOH sebagai alkali dan pemanasan bertekanan menggunakan autoclave dengan tekanan absolute 3 bar, 3.5 bar, dan 4 bar. Adapun kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin kontrol (non-treatment) adalah 10,81%., 45,02% dan 28,35%. Setelah dilakukannya pretreatment diketahui bahwa terjadi penurunan kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin yaitu pada perlakuan tekanan absolute 3 bar dan konsentrasi NaOH 1,5M kandungan hemiselulosa terendah adalah 2,96%, kandungan lignin terendah adalah 3,71% dan kandungan selulosa terendah yaitu 18,38%. Untuk kandungan selulosa tertinggi adalah pada perlakuan tekanan absolute 4 bar dan konsentrasi NaOH 1,5M yaitu 30,52%.
Rancang Bangun Prototype Mesin Pengupas Kulit Singkong (Manihot esculenta) Tipe Drum Silinder Berdinding Mild Steel Profil L Bahri, Saepul; Ahmad, Ary Mustofa; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.03

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan hasil komoditi pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Dalam meningkatan produksi pengolahan produk singkong dibutuhkan perbaikan teknologi salah satunya pada proses pengupasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rancang bangun dan menguji hasil kinerja  prototype mesin pengupas kulit singkong tipe drum berdinding mild steel profil L. Prinsip pengupasan kulit singkong yaitu drum silinder berdinding besi L yang memiliki bentuk sudut siku berfungsi sebagai mata pisau yang akan berputar dan mengiris permukaan bahan secara kontinyu seiring putaran silinder pengupas. Tahapan penelitian ini yaitu meliputi pendekatan fungsional, struktural dan pengujian. Parameter pengujian pada prototype mesin yaitu massa bahan, persentase kerusakan hasil pengupasan, persentase kulit yang tidak terkupas dan efisiensi pengupasan. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis data dengan design eksperimental yang menggunakan 1 faktorial rpm (diameter pulley) yang terdiri dari 5 level yaitu  3, 4, 5, 6 dan 7 Inch dengan ulangan sebanyak 3 kali. Pengujian prototype mesin dilakukukan selama 5 menit dengan kapasitas input 5 kg. Perlakuan kecepatan yang dihasilkan yaitu 27,95 ; 33,33 ; 42,51 ; 50,97 dan 70,3 rpm. Efisiensi hasil pengupasan tertinggi yaitu sebesar 90% pada pulley berukuran 6 inch dengan kecepatan putar 50,97 rpm. Pada perlakuan yang sama diperoleh persentase tingkat kerusakan bahan tertinggi yaitu sebesar 20,98%. Pada perlakuan dengan kecepatan 70,3 rpm menghasilkan efisiensi pengupasan terendah yaitu sebesar 57,31%, namun dengan tingkat kerusakan yang terendah juga yaitu yaitu sebesar 8,21%.
STUDI VARIASI KADAR AIR TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK LERAK (SAPINDUS RARAK) Hawa, La Choviya; Sutan, Sandra Malin; Turofiq, I’anna
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.753 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.01.3

Abstract

ABSTRAKPerancangan alat untuk penanganan, pengeringan, pengolahan dan penyimpanan biji-bijian sangat memerlukan data sifat fisik dan mekanik. Penentuan sifat fisik dan mekanik lerak dilakukan pada rentang kadar air 11,36–26,27%. Panjang, lebar, dan tebal rata-rata pada kondisi kadar air 11,36% adalah 23,85 mm, 21,77 mm, dan 20,86 mm berturut-turut. Pada rentang kadar air 11,36–26.27%, hasil penelitian pada parameter ketiga dimensi aksial, diameter rata-rata menunjukkan peningkatan secara linear, luas permukaan dari 1578,17-1846,47 mm2, kebulatan mengalami penurunan dari 0,93 menjadi 0,92. Bulk density mengalami penurunan dari 0,69 gr/cm3 menjadi 0,61 gr/cm3 dan true density menunjukkan peningkatan dengan perubahan kadar air biji yaitu 0,82-1,00 gr/cm3. Porositas meningkat dari 14,65-36,68% dengan peningkatan kadar air pada rentang 11,36–26,27%. Nilai coeficient of static friction menunjukkan peningkatan dengan peningkatan kadar air dan secara berturut-turut rentang nilai dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah stainless steal, papan triplek, kardus, plat besi dan kaca. Pemberian uji tekan lerak pada tingkat kadar air yang berbeda menunjukkan nilai tekan yang mengalami peningkatan pada panjang adalah 63,71 N hingga 97,12 N, sedangkan lebar dan tebal menunjukkan penurunan yaitu 154,19 N menjadi 67,67 N dan 130,30 N menjadi 71,88 N.Kata Kunci : Kadar Air; Lerak (Sapindus rarak); Sifat Fisik; Sifat Mekanik ABSTRACT The design of tools for handling, drying, processing and storing grains requires data on physical and mechanical properties. Determination of physical and mechanical properties of lerak carried out in the range of water content 11.365-26.271%. The average length, width, and thickness in the condition of 11.365% water content were 23.85 mm, 21.77 mm, and 20.86 mm respectively. In the range of water content of 11.36 -26,27%, the results of research on the parameters of the three axial dimensions, the average diameter showed an increase in linear, surface area from 1578.17-1846.47 mm2, roundness decreased from 0.93 to 0.92. Bulk density decreased from 0.69 gr/cm3 to 0.61 gr/cm3 and true density showed an increase with changes in seed moisture content from 0.82 gr/cm3 to 1.00 gr/cm3. Porosity increased from 14.65%-36.68% with an increase in water content in the range of 11.36-26.27%. The coefficient value of static friction os shows an increase with an increase in water content and successively ranges of values from the largest to the smallest are stainless steals, plywood boards, cardboard boxes, iron plates, and glass. The application of the compressive test of lerak at different levels of water content showed that the compressive value that increased in length was 63.71-97.12 N, while width and thickness showed a decrease of 154.19 to 67.67 N and 130.03 N to 71.88 N.Keywords : Moisture Content; Lerak (Sapindus rarak); Physical Properties Mechanical Properties
Analisis Fisikokimia Chip dan Tepung Talas (Colocasia esculenta) pada Perlakuan Kadar Air dan Kecepatan Penggilingan Indriani, Dina Wahyu; Sugiarto, Yusron; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.02

Abstract

Colocasia esculenta (Umbi talas) memiliki kandungan serat yang tinggi apabila dibandingkan dengan umbi ketela rambat yaitu sekitar 0,6-0,8 g/100g, dan protein sekitar 2-6g/100g yang mana kandungan ini dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia sebagai sumber protein dan serat yangbaik bagi tubuh manusia. Akan tetapi dengan nilai serat dan protein yang terdapat pada umbi tersebut dapat mengalami kerusakan yang dikarenakan kandungan kadar air yang tinggi, serangan mikroba dan kerusakan lain ketika pemanenan dan penyimpanan sehingga dilakukan alternatif lain yakni diolah menjadi tepung talas. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan tepung dengan menggunakan disc mill yang bertujuan meningkatkan keseragaman ukuran butiran tepung talas yang dihasilkan serta mampu mengoptimasi produk hasil olahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan dua faktorial yaitu kadar air chip talas (10, 15, dan 20%) dan kecepatan penggilingan tipe disc mill (1000, 2000, dan 3000 rpm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa chips talas dengan kadar air 10, 15 dan 20% didapatkan dalam rentang waktu 100, 85 dan 75 menit. Dengan nilai karakteristik pada perlakuan tepung talas 20% diperoleh kadar protein sebesar 4,19%, kadar lemak 0,46%, kadar abu 4,01% dan kadar karbohidrat sebesar 82,35%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kadar air chip berpengaruh terhadap karakteristik kimia dalam pembuatan tepung talas.
PERUBAHAN FISIKO-KIMIA CABAI PUYANG (PIPER RETROFRACTUM VAHL.) PADA PENGERINGAN HOT AIR DRYER Hawa, La Choviya; Yosika, Nur Ida Winni; Laily, Amirada Nur; Affifah, Firdiani Nur; Maharani, Dewi Maya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.58 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.02.6

Abstract

ABSTRAKCabai puyang (Piper retrofractum Vahl.) adalah komoditas tanaman herbal yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara, terutama Indonesia. Komoditas ini umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu dan bumbu dapur. Di kalangan akademisi, cabai puyang banyak mendapatkan perhatian karena sifat anti kanker, anti mikroba, dan potensial sebagai anti virus demam berdarah. Salah satu proses terpenting dalam pengolahan cabai puyang adalah pada proses pengeringan. Blanching dipilih sebagai pra-perlakuan sebelum pengeringan untuk mempercepat proses pengeringan dan mempertahankan kualitas produk cabai puyang kering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blanching pada mikrostruktur, kadar air, sifat fisik, dan kandungan kimiawi cabai puyang kering menggunakan hot air dryer pada suhu 50, 60 dan 70ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan blanching menyebabkan kerusakan pada dinding sel cabai puyang, tekstur melunak sehingga penurunan kadar air pada sampel blanching lebih cepat dibanding nontreatment. Perubahan sifat fisik berupa dimensi terjadi secara cepat pada sepertiga waktu pengeringan awal. Perubahan massa sampel nontreatment dan blanching pada akhir pengeringan relatif sama pada kisaran 31,8%. Kandungan antioksidan, fenol dan piperin pada sampel nontreatment relatif lebih tinggi daripada sampel blanching pada seluruh suhu pengeringan.Kata Kunci : Antioksidan; Cabai Puyang; Fenol; Kadar Air; Piperin; Sifat Fisik  ABSTRACT Cabya (Piper retrofractum Vahl) is a native herb comodity  in Southeast Asia, especially in Indonesia. This commodity commonly used as tradisional drink (jamu) and spices.  Among academics, cabya gets a lot of attention becouse of its anti cancer, anti microbial, and potential as an anti dengue virus. One of the most important process in the processing of cabya is drying process. Blanching as a pretreatment can increase drying rate and maintain quality of dried products. The aim of this research were to evaluate the effect of blanching on microstructrure, moisture content, physical  and chemical properties of dried cabya which used hot air dryer at different temperature: 50, 60 and 70ºC. The results showed that blanching treatment caused damage to the cell walls of cabya, softened texture so that the decrease of water content in blanching samples were faster than nontreatment. Changes in physical properties in the form of dimensions occured quickly in one third of the initial drying time. The change of mass in nontreatment and blanching samples were relatively the same which ranged of 31.8%. The antioxidant, phenol and piperine content in nontreatment samples are relatively higher than blanching samples at all drying temperatures. Keywords : Antioxidant; Cabya; Phenol; Moisture Content; Piperine; Physical Properties
KARAKTERISTIK PENGERINGAN CABAI PUYANG (PIPER RETROFRACTUM VAHL.) MENGGUNAKAN PENGERINGAN ALAMI (OPEN SUN DRYING) Yosika, Nur Ida Winni; Hawa, La Choviya; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.522 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.03.3

Abstract

ABSTRAKCabai puyang (Piper retrofractum Vahl.) merupakan salah satu jenis tanaman herbal di Indonesia. Cabai puyang mempunyai kadar air yang tinggi sehingga mudah rusak dan busuk oleh miroorganisme pembusuk. Pengeringan sinar matahari umumnya digunakan untuk mem- perpanjang umur simpan dan mempertahankan kandungan piperin, fenol, dan antioksidan. Pada penelitian, diamati perubahan karakteristik cabai puyang segar dan cabai puyang dengan perlakuan blansing selama proses pengeringan sinar matahari. Karakteristik yang diamati yaitu kadar air, laju pengeringan, dan sifat fisik cabai puyang. Proses pengeringan selama 24 jam, yang dibagi menjadi 4 hari. Radiasi sinar matahari selama proses pengeringan yaitu 350-1229 W/m2. Suhu lingkungan rata-rata pengeringan antara 24,5-33,8 °C. Penyusutan cabai puyang selama proses pengeringan mencapai 65-69%. Kadar air setelah pengeringan pada cabai puyang segar 9,53% dan cabai puyang blansing 7,56%. Pra perlakuan blansing dapat mempersingkat waktu pengeringan. Model matematika yang tepat untuk menggambarkan karakteristik pengeringan cabai puyang yaitu model MidiliKata kunci : Cabai Puyang; Laju Pengeringan; Model Matematika; Pengeringan Sinar Matahari; Sifat Fisik ABSTRACTCabai puyang (Piper retrofractum V.) has been known as a traditional herb in Indonesia. Cabai puyang has high moisture content, so it was easily spoiled by microorganism. Open sun drying usually used to extend safe life and retain biological value of cabai puyang. In this study, drying characteristics   of cabai puyang with and without pretreatment blanching will be observed. Drying characteristics were physical properties, moisture content and drying characteristics of cabai puyang were investigated. Dry- ing time was 24 h which was divided into 4 days. Solar radiation during the drying process range from 350-1229 W/m2, relative humidity 49,4%, and wind speed 0,6 m/s. The temperature was ranged from 30,5-50,8 °C. The shrinkages during the drying process were 65-69%. The moisture content of non- blanching cabai puyang is 9,53% and cabai puyang blanching is 7,56%. Pretreatment blanching also reduced drying time. The mathematical model chosen to describe the drying behavior of cabai puyang is Midili  Keywords : Cabya, Drying Rate, Mathematical Model, Open Sun Drying, Physical Properties 
Co-Authors Addieny Sugesti Affifah, Firdiani Nur Aini Nurrachmani Bahari Amalia, Isdyana Fitri Amirada Nur Laily Anang Lastrianto Anang Lastriyanto Anggi Akhmad Ervantri Angky Wahyu Putranto Ari Musthofa Ahmad Ary Mustofa Ahmad Azizun Maslachatul Mawla Bagus Imam Bintoro Bambang Dwi Argo Bambang Susilo Devi Farah Azizah Dewi Masyithoh Dewi Maya Maharani Diah Meilany Dina Wahyu Indriani Dina Wahyu Indriani Dyah Ayu Arum Ambarwati Elfira Puspita Sari Elok Zubaidah Emmanuelita Siburian Erwan Erwan Fauz Navilatusyahara, Rona Niswaturojwa Firli Fibbianti Firman Jaya Habibah, Hanna Fauziah Hajar, Kania Syafi’atul Hanna Fauziah Habibah Heder Djamaludin Helmi, Raditya Inggar Rayi Agatha Izza, Ni’matul Izzati, Syifa Rahadian Jati Batoro Kamila, Jasmine Salma Keenan Abdurachman Putra Khoiril Anam, Khoiril Lailani Irsyada, Siti Armilda Laily, Amirada Nur Laksono Trisnantoro Lamerkabel, J. S. A. Langgeng Setyono, Langgeng Laras Putri Wigati Larasati, Indri Asiani M. Yusuf Makhfudhi Meilany, Diah Mochamad Bagus Hermanto Mochamad Junus Musthofa Lutfi Natalia Eka Jayasari Naura Lulu Farhanrika Nur Ida Winni Yosika Nur Komar Nur Komar Nurwindi, Linda Luvi Raditya Helmi Ratna Ika Putri Rhomadhona, Widya Riana, Eki Ridwan Efendi Rifki Hidayat, Mohamad Rika Prastiwi Rini Yulianingsih Rizki Damaiyanti, Dewi Ratih Saepul Bahri Sandra Sandra Sasongko Aji Wibowo Sasongko Aji Wibowo Sasongko Aji Wibowo Sawali, Rizka Khairunnisa Shinta Rosalia Dewi, Shinta Rosalia Siswidiyanto Siswidiyanto Siti Asmaniyah Mardiyani Siti Asmaul Mustaniroh Siti masithah Fiqtinovri Subiantoro Bangun Sumardi H. S. Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi Hadi Sumarlan Sumardi HS Syamsiana, Ika Noer Tanti Nirwana Tambunan Taufiq . Teuku Augibran Givari Tian Nur Ma’rifat Turofiq, I’anna Umroh Qothrun Nada Utami Yolanda BR Ginting Vincentia Veni Vera Wahyu Puji Setiawan Wahyunanto Agung Nugroho Widya Rhomadhona Wigati, Laras Putri Wirayanti, Dani Yudha Al Maarif Yusron Sugiarto Yusuf Hendrawan Yusuf Wibisono Zamzam, Muhamad Adam