Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Substrat Dan Pemilihan Co-Substrat Media Kultur Yang Sesuai Terhadap Pertumbuhan Dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus Firmus Dari Perairan Nusa Lembongan Bali, Indonesia Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33278

Abstract

Udang merupakan sumber protein hewani yang banyak diminati masyarakat karena citarasa enak dan bergizi. Udang merupakan komoditas perikanan ekspor. Upaya pemenuhan kebutuhan ekspor udang saat ini telah dilakukan budidaya intensif. Budidaya intensif telah terjadi pemberian pakan yang berlebih sehingga terbentuk limbah organik di dasar tambak. Limbah pakan mengakibatkan terbentuknya senyawa nitrit dan amoniak yang toksik bagi udang. Komponen utama limbah ini adalah protein. Protein harus di dekomposisi menjadi asam amino oleh bakteri proteolitik. Salah satu bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik adalah bakteri Bacillus Firmus dari simbion sponge Chalinula Pseudomolitba. Tujuan penelitian adalah melakukan optimasi substrat dan pemilihan co-substrat media kultur yang sesuai terhadap pertumbuhan dan aktivitas protease ektraseluler Bacillus Firmus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Penelitian terdiri dari uji optimasi substrat, pemilihan Co-substrat C dan N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada media kultur dengan subtrat susu skim 1% dengan nilai 0,110 c/jamdan 12,566 c IU/ml. Sumber C terbaik adalah glukosa dengan nilai 0,124 c/jamdan 16,094 cIU/ml. Sumber N terbaik adalah amonium nitrat dengan nilai sebesar 0,137 c/jamdan 19,046 c IU/ml. Shrimp is a source of protein and have good taste. Shrimp is an export commodity. Shrimp cultivation is developing to be intensive. Intensive cultivation uses large amounts of feed. not all of the feed is eaten. leftover feed becomes waste. Feed waste produces nitrite and ammonia. Ammonia is toxic. Feed waste must be cleaned. Decomposition process by proteolytic bacteria. Bacillus Firmus is a proteolytic bacterium from the symbiont sponge Chalinula Pseudomolitba. The research aims to optimize the substrate and select the co-substrate. The study used a laboratory experimental method. The research consisted of a substrate optimization test, selection of Co-substrate C and N. The results showed that Bacillus Firmus had the best growth rate and protease activity on 1% skimmed milk substrate with values of 0.110 c/hour and 12,566 c IU/ml. The best source of C is glucose with a value of 0.124 c/hour and 16,094 c IU/ml. The best source of N as ammonium nitrate with values of 0.137 c/hour and 19,046 c IU/ml.
PENGARUH PENGGUNAAN FERMENTASI TEPUNG Lemna sp. PADA PAKAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Marlia Ulfa Puspitasari; Johannes Hutabarat; Vivi Endar Herawati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 17, No 1 (2018): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.381 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v17i1.622

Abstract

Lemna (Lemna sp.) merupakan salah satu bahan pakan alternatif sebagai sumber bahan pakan yang keberadaannya berlimpah di alam. Lemna mengandung nutrisi yang cukup baik yaitu protein kasar sebesar 23,47%, lemak kasar sebesar 3,99%, serat kasar sebesar 29,92%, abu sebesar 23,6%, serta bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) sebesar 19,02%. Serat kasar daun lemna sulit dicerna oleh ikan. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun lemna sp. yang telah di fermentasi ke dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila (O. niloticus) dengan bobot individu rata-rata 5,40±0,06 g/ekor. Pakan diberikan pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 secara at satiation. Ikan uji dipelihara selama 42 hari dengan padat tebar 1 ekor/l. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A, B, C dan D dengan konsentrasi masing-masing sebesar 0, 2,5, 5 dan 7,5%. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju perumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi daun lemna memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER dan RGR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Dosis optimum tepung lemna sebesar 3,91% mampu menghasilkan TKP maksimal sebesar 98,66 g, dosis optimum tepung lemna sebesar 4,11% mampu menghasilkan EPP maksimal 62,11%, dosis optimum tepung lemna sebesar 3,96% mampu menghasilkan PER maksimal sebesar 1,82% dan dosis optimum tepung lemna sebesar 3,98% mampu menghasilkan RGR maksimal sebesar 1,79%/hari.Kata Kunci: fermentasi;lemna sp.; pemanfaatan pakan; pertumbuhan; kelulushidupan, O.niloticus
PENGARUH KOMBINASI TEPUNG IKAN DAN TEPUNG JEROAN BANDENG YANG BERBEDA PADA PAKAN BUATAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN JUVENIL UDANG WINDU (Penaeus monodon) Pinandoyo Pinandoyo; Muhammad Bahrus Syakirin; Vivi Endar Herawati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 19, No 1 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v19i1.1068

Abstract

AbstrakKomponen  biaya produksi terbesar yang diserap oleh pakan, adalah  50-70 %  dari total biaya produks.i Bahan baku  tepung jeroan bandeng  diharapkan dapat  menekan  biaya produksi  dan limbah jeroan bandeng sebagai salah satu bahan alternaif dalam pembuatan pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing dengan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan menggunakan  kombinasi tepung jeroan bandeng  dan tepung ikan. Perlakuan A (0% ; 60%), B (20% ; 40%), C (40% ; 20%) dan D (60% ; 0%).  Pakan diberikan sebanyak 4 kali sehari yaitu pada pukul 08.00, 13.00, 17.00 dan 23.00 sebanyak 8% dari bobot biomassa udang.  Materi yang digunakan adalah juvenile udang windu dengan rata-rata bobot biomasa  0,75-1,29  g.  Juvenil udang dipelihara dengan kepadatan 30 ekor dalam ember dengan volume air 30 L dan salinitas 25 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan berbentuk crumble dengan kombinasi persentase tepung jeroan bandeng dan tepung ikan  yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap RGR, EPP, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PER, tapi tidak berpengaruh nyata (P˃0,05) terhadap SR juvenile udang windu. Perlakuan B memberikan pertumbuhan relatif tertinggi yaitu 4,90%/hari. Nilai rasio efesiansi protein dan efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi diperoleh dari perlakuan B sebesar 1,69 dan 56,96%. Kelulushidupan udang windu berkisar antara 83,33-87,78%. Kisaran kualitas air masih dalam kondosi yang layak untuk media budidaya udang windu. Berdasarkan penelitian dapat dwasimpulkan bahwa penggunaan substitusi 20% tepung jeroan bandeng dalam pakan buatan memberikan pertumbuhan dan kelulushidupan udang windu terbaik. Kata Kunci: Tepung Jeroan Bandeng, Penaeus monodon, Efisiensi Pakan, Pertumbuhan, Kelulushidupan.*) Corresponding Author pinandjaya@yahoo.com AbstractTotal production cost component of 50-70% was absorbed by the food. Accordingly, to reduce the cost of tiger shrimp production to try of waste utilization as an material alternative for feed substitution. The experiment method was used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates each. Treatment has different ratio Innards flour (%) and Fish flour (%). Treatment A (0% : 60%), B (20% : 40%), C (40% : 20%) and D (60% : 0%). The Feed given 4 times a day which was at 08.00, 13.00 17.00 and 23:00 as much as 8% of the weight of the shrimp biomass. The material used juvenile tiger shrimp with an average weight of 0.75 - 1.29 g biomass. Juvenile tiger shrimp maintained at a density of 30 head in a bucket of water with a volume of 30 L and salinity 30 ppt. The results showed that the artificial feeding crumble-shaped with a different substitution milkfish innards flour has a high significantly (P<0.01) on the RGR, EPP, and the PER had significantly effect (P<0.05), and but had no significantly effect (P˃0.05) on SR juvenile shrimp. Value of relative growth rate was highest in treatment B 4.90%/day. The best of protein efficiency ratio and feeding efficiency was obtained in treatment B 1.69 and 56.96%. Survival rate ranged of tiger shrimp between 83.33 - 87.78%. Range of water quality was still in decent condition for shrimp cultivation media. Based on the research, it could be concluded that using substitution of 20% innards milk fish flour in the feed artificial provides the best growth and survival rate of shrimp. Keywords: Innards Milkfish Flour, Penaeus monodon, feed  efficiency, growt , survival rate.
Optimasi Kondisi Inkubasi Kultur (Suhu dan Agitasi) Terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus firmus Asosiasi Sponge (Porifera: Demospongiae) dari Nusa Lembongan Bali Indonesia Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35001

Abstract

Perkembangan budidaya udang secara intensif, diikuti pula oleh permasalahan limbah organik sisa pakan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah organik adalah dengan bioremediasi menggunakan probiotik. Komponen utama limbah organik pakan ini adalah protein. Oleh sebab itu, konsorsium probiotik merupakan bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus firmus yang bersimbiosis dengan sponge Chalinula pseudomolitba merupakan bakteri yang menghasilkan enzim protease ektraseluler yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa yang sederhana. Bakteri Bacillus firmus memiliki potensi untuk dijadikan probiotik. Diperlukan informasi tentang kondisi suhu dan agitasi inkubasi yang optimal untuk mendapatkan biomassa sel bakteri Bacillus firmus dalam pembentukan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji optimasi suhu dan agitasi dalam inkubasi kultur terhadap pertumbuahn dan aktivitas protease ekstraseluler bakteri Bacillus firmus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi suhu dan agitasi inkubasi kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi kultur dengan suhu inkubasi 30 oC dengan nilai sebesar 0,194 c dan 34,660 d IU/ml. Selain itu juga memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi agitasi inkubasi 150 rpm dengan nilai sebesar 0,124 b dan 40,039 b IU/ml.The development of intensive shrimp farming is also followed by the problem of organic waste from feed residues. One way to overcome the problem of organic waste is bioremediation using probiotics. The main component of this feed organic waste is protein. Therefore, the probiotic consortium is a proteolytic bacteria. Bacillus firmus bacteria in symbiosis with Chalinula pseudomolitba sponge is a bacterium that produces extracellular protease enzymes that can hydrolyze proteins into simple compounds. Bacillus firmus bacteria have the potential to be used as probiotics. Information about optimal temperature conditions and incubation agitation is needed to obtain cell biomass of Bacillus firmus bacteria in the formation of probiotics. The purpose of this study was to test the optimization of temperature and agitation in culture incubation on the growth and activity of extracellular proteases of Bacillus firmus bacteria. The study used a laboratory experimental method. Research has successfully carried out the optimization test of culture incubation temperature and agitation. The results showed that Bacillus firmus had the best growth rate and protease activity in culture conditions with an incubation temperature of 30 oC with values of 0.194 c and 34.660 d IU/ml. In addition, it also has the best growth rate and protease activity at 150 rpm agitated incubation conditions with values of 0.124 b and 40.039 b IU/ml.
Penngaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda dari Jenis Zooplankton (Artemia salina, Brachionus rotundiformis dan Oithona similis) terhadap Performa Pertumbuhan Phronima sp. Muhammad Burhanuddin Yusuf; Suminto Suminto; Vivi Endar Herawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 2 (2020): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v4i2.6475

Abstract

Phronima sp. merupakan salah satu hyperiid amphipoda yang berpotensi digunakan sebagai pakan alami untuk ikan dan udang. Phronima sp. memiliki habitat persebaran yang sangat luas mulai dari perairan laut hingga estuari. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda dari jenis zooplankton (A. salina, B. rotundiformis dan O. similis) dan mendapatkan jenis zooplankton terbaik sebagai pakan alami terhadap performa pertumbuhan Phronima sp. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Phronima sp. yang digunakan sebagai organisme uji merupakan koleksi yang dimiliki oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan A (A. salina), perlakuan B (B. rotundiformis) dan perlakuan C (O. similis) dengan 4 pengulangan. Phronima sp. dikultur dengan kepadatan awal 3 ind/L pada masing-masing perlakuan selama 20 hari dimana setiap 4 hari sekali dilakukan sampling kepadatan populasi. Pakan alami yang diberikan untuk masing-masing perlakuan adalah sama, yaitu berdasarkan bobot biomassa sebesar 720 µg/L. Konversi akhir jumlah pakan yang diberikan pada perlakuan A (A. salina): 240 ind/L, B (B. rotundiformis): 6400 ind/L, dan C (O. similis): 1300 ind/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami dari jenis zooplankton yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap populasi total, populasi juvenile, populasi betina bertelur, laju pertumbuhan populasi dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap populasi Phronima sp. stadia dewasa. Dari ketiga jenis zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami tidak ditemukan jenis terbaik, tetapi perlakuan B (B. rotundiformis) menunjukkan hasil tertinggi daripada perlakuan yang lain dengan menghasilkan jumlah individu diakhir pemeliharaan sebanyak 96,30±5,10 ind/L (terdiri dari stadia juvenile 76,84±4,45ind/L, stadia dewasa 15,58±1,77 ind/L dan stadia betina bertelur 3,92±0,57 ind/L), serta laju pertumbuhan populasi sebesar 17,33±0,27 %.Kata Kunci : Phronima sp.; pakan alami; performa pertumbuhan
Optimasi pH Dan Salinitas Media Kultur Terhadap Pertumbuhan Dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus Firmus Dari Ekosistem Padang Lamun Nusa Lembongan – Bali. Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
Journal of Tropical Marine Science Vol 5 No 2 (2022): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.882 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v5i2.2862

Abstract

Sponges are sponges that live on the bottom of the water. Sponges have a symbiotic relationship with bacteria. Chalinula pseudomolitba is a type of sponge that lives in the waters of Nusa Lembongan Bali and has the symbiotic bacterium Bacillus firmus. Bacillus firmus has proteolytic activity by producing extracellular protease enzymes. These bacteria have the potential to be developed into probiotics in remediating protein in organic waste left over from shrimp pond feed. In an effort to produce Bacillus firmus bacteria for probiotics, it is necessary to optimize the pH and salinity of the culture media. The purpose of this study was to optimize the pH and salinity of Bacillus firmus bacterial culture media from the symbiont sponge Chalinula pseudomolitba which has proteolytic activity. The research used aboratory experimental method. Research has succeeded in conducting tests to optimize pH and salinity of culture media on the growth and activity of extracellular protease enzymes in bacteria. The results showed that Bacillus firmus had the best growth rate and protease activity under culture conditions with a pH of 8 with values of 0,174 and 31,763 IU/ml, respectively. In addition, it also has the best growth rate and protease activity at media salinity of 30 ppt with values of 0,186 and 35,278 IU/ml.
Efisiensi Penambahan Tepung Bayam Anting (Acalypha indica) dan Limbah Tauge (Vigna radiata) Pada Pakan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Grenda Audia Wuryas Pradita Negara; Pinandoyo Pinandoyo; Vivi Endar Herawati; Muhammad Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 21, No 2 (2022): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v21i2.2008

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan menggunakan penambahan tepung bayam anting dan tepung timbah tauge kacang hijau terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan pada benih ikan gurame. Meode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuannya pakan adalah perlakuan dengan perbandingan tepung bayam anting dan tepung limbah tauge, dengan kadar protein 31 – 32 %, untuk perlakuan A; (0:0), B; (8:0). C; (3:3) dan B; (0:8) yang diperoleh dari perhitungan formulasi pakan. Pemberian pakan secara at satiation merupakan salah satu strategi dalam pemberian pakan yang tepat, diharapkan dapat memacu pertumbuhan yang cepat (compensatory growth), meningkatkan efektifitas pemanfaatan pakan dan menjaga kualitas air. Ikan uji yang digunakan adalah ikan gurami dengan panjang individu rata-rata 7,0±0,24 cm dan bobot individu rata-rata 6,04±0,2 g/ekor. Pemberian pakan pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00. Ikan uji dipelihara dengan padat tebar 10 ekor/wadah menggunakan wadah ember 20 liter dengan masa pemeliharaan 42 hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi ratio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Perlakuan EPP yang terbaik adalah perlakuan C 95,92±2,49%, nilai PER 3,00±0,077%. Perlakuan dengan laju pertumbuhan relatif terbaik adalah perlakuan C yaitu RGR 6,11±0,07 %/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan selama penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan benih ikan gurami. 
Analisis Kesesuaian Lahan Tambak Bandeng Berdasarkan Aspek Produktivitas Primer Di Desa Tambak Bulusan, Karang Tengah, Kabupaten Demak Muhammad Ainun Niam; Vivi Endar Herawati; Istiyanto Samidjan; Seto Windarto
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i3.44719

Abstract

Ikan bandeng (C. chanos) adalah jenis ikan yang mendiami daerah air payau yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan akan dikembangkan di berbagai daerah. Ikan bandeng di Desa Tambak Bulusan sebagian besar dibudidayakan di tambak ekstensif, sistem budidaya ekstensif dilakukan tanpa adanya pemberian pakan tambahan pada ikan sehingga seluruh hidupnya memanfaatkan ketersediaan pakan alami berupa plankton dan klekap di tambak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan air untuk budidaya kolam dan menganalisis potensi produksi budidaya ikan bandeng di Desa Tambak Bulusan berdasarkan nilai ketersediaan plankton sebagai sumber pakan alami dan distribusi klorofil sebagai parameter untuk analisis produktivitas primer yang terkait dengan parameter lingkungan. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus yang terdiri dari 2 tahap, yaitu proses pengumpulan dan analisis. Pengumpulan data penelitian dilakukan langsung di 8 titik penelitian yang berbeda dan melakukan wawancara dengan petani pertanian. Data yang diperoleh kemudian diproses menggunakan ArcGis 10.8. Hasil akhir penelitian ini adalah luas tambak Desa Tambak bulusan ± 670 ha masuk dalam kategori cukup bagus (S2) dan juga masuk dalam kategori fit bersyarat (S3). Analisis nilai hasil untuk rentang produktivitas primer di kolam adalah 108-140 mgC/m3/hari, dengan hasil tersebut perairan di area penelitian menunjukkan nilai mesotrofik yaitu perairan dengan nilai sedang. Milkfish (C. chanos) is a type of fish that inhabits brackish water areas that are widely cultivated in Indonesia and will be developed in various regions. Milkfish in The Village of Tambak Bulusan are mostly cultivated in extensive ponds, extensive cultivation systems are carried out without the provision of additional feed to the fish so that the whole life takes advantage of the availability of natural feed in the form of plankton and macro algae n the pond. The purpose of this study was to analyze the suitability of water land for pond cultivation and analyze the production potential of milkfish cultivation in Bulusan Pond Village based on the value of plankton availability as a natural feed source and chlorophyll distribution as parameters for primary productivity analysis related to environmental parameters. The method in this study uses a case study consisting of 2 stages, namely the process of collection and analysis. The data collection of research was conducted directly at 8 different research points and conducted interviews with agricultural farmers. The data obtained is then processed using ArcGis 10.8. The final result of this study is the area of tambak Bulusan village pond ± 670 ha is included in the category of quite good (S2) and also included in the category of conditional fit (S3). The analysis of the value of the results for the primary productivity range in the pool is 108-140 mgC/m3/day, with the results of the waters in the research area showing mesotrophic value i.e. waters of moderate value.
Analisis Kesesuaian Perairan Nyamplungan, Karimunjawa Untuk Budidaya Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Nurjanah, Lailatul; Desrina, Desrina; Herawati, Vivi Endar
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.74319

Abstract

Tiram mutiara (Pinctada maxima) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sampai saat ini belum ada budidaya tiram mutiara yang dilakukandi perairan Jawa. Keterbatasan informasi mengenai lokasi yang sesuai untuk budidaya menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lokasi perairan yang diduga memiliki potensi untuk budidaya tiram mutiara. Perairan Nyamplungan, Karimunjawa diduga memiliki potensi sebagai wilayah budidaya tiram mutiara dengan daya dukung berupa arus perairan yang lambat serta kualitas air yang masih baik, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung ke lapangan, kemudian data hasil pengukuran diintegrasikan menggunakan ArcGIS 10.8. ArcGIS 10.8 merupakan software yang sering digunakan untuk melakukan analisis spasial dan banyak diterapkan pada bidang akuakultur untuk melakukan analisis kesesuaian perairan. Berdasarkan integrasi kesesuaian perairan, luas perairan yang sesuai untuk budidaya tiram mutiara (P. maxima) metode long line yang tergolong kedalam kelas sangat sesuai (S1) seluas 107,95 (10,17%) ha; kelas sesuai (S2) seluas 668,58 (62,98%) ha; dan kelas tidak sesuai (S3) memiliki luas wilayah sebesar 285,10 (26,85%) ha. Berdasarkan hasil analisis daya dukung perairan, total luas perairan yang dapat digunakan untuk budidaya mutiara seluas 776,53 ha.
The use of maggot (Hermetia illlucens) oil in artificial feeds on the growth performance and survival rate of saline tilapia (Oreochromis niloticus) Windarto, Seto; Shiddieqi, Hasbi Ash; Prayitno, Slamet Budi; Suryanto, Damang; Putro, Sapto Purnomo; Herawati, Vivi Endar
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29962

Abstract

Tilapia is one of the commodities favored by the community and is widely cultivated in Indonesia. At this time, the development of tilapia cultivation has entered the location of marine and brackish waters, known as saline tilapia. The increase in tilapia cultivation has increased feed production, so the price of raw materials, especially fish oil, has increased. The source of crude fat that is usually used in feed formulations is fish oil, but the availability of fish oil is limited, so the price is increasing. One of the alternatives that can replace fish oil is maggot oil. Maggot contains 42-48% lipids. The purpose of this study is to find the effect of giving maggot oil on the growth and survival of saline tilapia. The method used was experimental, with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and three replications. The treatments tested were treatment A (control), B (1.5 ml of maggot oil), C (2 ml of maggot oil), D (2.5 ml of maggot oil)) on 100 grams of feed. The saline tilapia used was 1.4-1.9 grams/head. The fish were reared for 30 days in 15-liter volume containers, ten fish density, and were fed three times a day. The results showed that fish oil substitution using maggot oil (H. illucens) significantly affected FUE, SGR, absolute weight, FCR, and SR of saline tilapia. The best dose of maggot oil was found in treatment B with a dose of 1.5 ml/100 grams of feed capable of producing FUE (88.783.80%), SGR (7.980.23%/day), absolute weight (41 .17 4.57gram), FCR (1.130.05), and SR (1000.00%).Keywords:BSFBrackish waterSGRProductionWeight
Co-Authors Achmad Zulfa Juniarto Agung Sudaryono Aninditia Sabdaningsih Aninditia Sabdaningsih Annisa Amalia Awanis Budiati, Heri Delianis Pringgenies Desrina Desrina Diana Rachmawati Elsyaday Widhi Cahyono, Elsyaday Widhi Erni Nur Cahyanti, Erni Nur Ester Susanti, Ester Falstiyan Syahendra, Falstiyan Fhibia Jati Gilar Pandu Ananto Grenda Audia Wuryas Pradita Negara Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hariyadi, Putut Henni Kusuma Hernowo, Ilham Agung Hutabarat, Yohannes Ido Istiaji Nugroho, Ido Istiaji Istiyanto Samidja Istiyanto Samidjan Johannes Hutabarat Laksono Trisnantoro Lintang Dian Saraswati M Arfan Marlia Ulfa Puspitasari Mohamad Elvino Andi Rahmawan Mohammad Bahrus Syakirin Muhammad Ainun Niam Muhammad Burhanuddin Yusuf Muhammad Muin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nailul Izzah Nailulmuna, Zumalallail Nurjanah, Lailatul Nurmanita Rismaningsih Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pangestika, Putri Riana Pinandoyo Pinandoyo Pinandoyo, P Pramana, I Nengah Gunaya Putut Har Riyadi Ratna Widiastuti Ratri, Kartika Sulistyaning respati, septina dwi Restiana Wisnu Ariyati Retno Nur Chahyaningrum, Retno Nur Rismaningsih, Nurmanita Ristiawan Agung Nugroho Riyand Sahara, Riyand Samidjan, Istiyanto Sapto P Putro Saputra, Ega Satrio Adi Wicaksono Seto Windarto Shiddieqi, Hasbi Ash Slamet Budi Prayitno Solly Aryza Suminto Suminto Suminto Suminto Suryanto, Damang Susilo Adi Widyanto Titik Susilowati Tristiana Yuniarti Ulva Rohmanawati Wibisono, Muhamad Ary Widodo Widyantoko, Widodo Windarto, Seto YS Darmanto