Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI Daphnia sp. YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KOMBINASI AMPAS TAHU DAN BERBAGAI KOTORAN HEWAN DALAM PUPUK BERBASIS ROTI AFKIR YANG DIFERMENTASI Wibisono, Muhamad Ary; Hastuti, Sri; Herawati, Vivi Endar
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.063 KB)

Abstract

Daphnia sp. merupakan alternatif pakan alami  yang seringkali digunakan memenuhi kebutuhan  pertumbuhan benih ikan. Kandungan nutrisi dalam tubuh Daphnia sp.. Bergantung pada pupuk yang digunakan. Nutrisi ini dapat berasal dari bahan organik tersuspensi dan bakteri yang diperoleh dari pupuk yang ditambahkan ke dalam media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi Daphnia sp. yang dibudidayakan dengan kombinasi ampas tahu dan berbagai kotoran hewan dalam pupuk berbasis roti afkir yang difermentasi serta, kombinasi terbaik  terhadap pertumbuhan dan produksi Daphnia sp.. Padat penebaran Daphnia sp. yaitu 100 ind/l. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan . Perlakuan dalam penelitian ini yaitu Perlakuan A  (0%  kotoran , 50% ampas tahu dan 50% roti afkir), B (25% kotoran ayam, 25% ampas tahu  dan 50% roti afkir),  C (25% kotoran kambing, 25% ampas tahu dan 50 % roti afkir, D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) dengan Jumlah total kombinasi yaitu 200 g/l. Data yang diamati meliputi kepadatan populasi, biomassa,kepadatan fitoplankton, kandungan nutrisi dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ampas tahu dengan berbagai kotoran hewan dalam pupuk berbasis roti afkir yang difermentasi menunjukan bahwa Perlakuan D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) menghasilkan kepadatan populasi tertinggi yaitu 2270.67 ind/ml pada fase stasioner, dikarenakan pada Perlakuan D memiliki kandungan Nutrisi (NPK) pupuk organik setelah fermentasi sebesar Nitrogen (N): 3,99; Phosphor (P): 1,33; dan Kalium (K): 2,34. Perlakuan D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) menghasilkan Biomassa sebesar  389 gram, dan kepadatan fitoplankton tertinggi sebesar 52135 sel/ml.  Daphnia sp. was one of alternative natural feeds that oftenly used to fulfill the needs of fish growth. Nutrition contained on the Daphnia sp. depended on the fertilizer that used. This nutrition could be came from suspended organic matters and bacteria that gained from the fertilizer that added to the culture media. This research was aimed to knew the production of Daphnia sp. which cultured with combined tofu waste and animal feces in the fertilizer based on the fermented bread waste and knew the best treatment according to the growth and Daphnia sp. production. The density of Daphnia sp. was 100 ind/ml.  This research used experimental methods with complete randomize design of 4 treatments and the repetition of counted population as 3 times. Treatments on this research was Treatment A  (0% feces , 50% tofu waste and 50% bread waste), B (25% chicken mannure, 25% tofu waste  and 50% bread waste),  C (25% sheep feces, 25% tofu waste and 50% bread waste, D (25% quail feces, 25% tofu waste and 50% bread waste) with the total ammount of the combination was 200 g/l. Data that observed during this research were population density, biomass, fitoplankton density, nutrition content, and water quality. The result of this research showed that the additition of combined tofu waste with some animal feces on the fertilizer based on fermented bread waste gave Treatment D (25% quail feces, 25% tofu waste dan 50% bread waste) as the best treatment with the population density valued by 2270.67 ind/ml. during the stasioner phase, because Treatmment D had nutrition contain (NPK) on the organic fertilizer after fermentation was Nitrogen (N): 3,99; Phospor (P): 1,33; and Kalium (K): 2,34. Treatment D (25% quail feces, 25% tofu waste dan 50% bread waste) resulted Biomass 385.3 grams, and fitoplankton density was valued 52135 cells/ml.
THE EFFECT OF ADDITION OF INDIAN COPPERLEAF FLOUR AND TAOGE FLOUR COMBINATION IN ARTIFICIAL FEED ON FEED UTILIZATION EFFICIENCY AND GROWTH OF TILAPIA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Hernowo, Ilham Agung; Pinandoyo, Pinandoyo; Hutabarat, Johannes; Herawati, Vivi Endar
Aquacultura Indonesiana Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.539 KB) | DOI: 10.21534/ai.v21i1.168

Abstract

Tilapia is a superior freshwater commodity in Indonesia. The problem with tilapia farmers is the high price of commercial feed because raw materials are still imported. Alternative materials are needed to reduce the cost of feed. One of the treatments is by substituting local raw materials that can stimulate the growth of tilapia, namely by substituting a combination of earrings spinach flour and bean sprouts in the artificial feed that is useful to spur the growth of cultivated tilapia. This study aims to determine the best dose substitution and effect of earrings spinach flour and waste sprouts flour on artificial feed to the efficiency of feed utilization and growth of tilapia fish (Oreochromis niloticus). The method used is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions. Test fish used was tilapia with an average weight of 3.37 ± 0.16 grams which were kept in a bucket of 15 L. water. The combination of earrings amaranth flour and bean sprouts flour used was in the ratio of 0%: 0% (A), 100 %: 0% (B), 50%: 50% (C) and 0%: 100% (D). Observation variables included the efficiency of feed utilization, growth, life pass, and water quality. The best results of this study were 50%: 50% (C) with, RGR, EPP, FCR, PER, TKP and Survival, respectively, 76.60 ± 3.07% / day, 76.60 ± 3 , 07%, 1.31 ± 0.05, 2.25 ± 0.04% 91.37 ± 1.45 grams and 86.67 ± 6.67a%. Water quality results in maintenance in the optimal range.
Maggot Meal (Hermetia illucens) Substitution on Fish Meal as Source of Animal Protein to Growth, Feed Utilization Efficiency, and Survival Rate of Milkfish (Chanos chanos) Herawati, Vivi Endar; Pinandoyo, Pinandoyo; Windarto, Seto; Hariyadi, Putut; Hutabarat, Johannes; Darmanto, YS; Rismaningsih, Nurmanita; Prayitno, Slamet Budi; Radjasa, Ocky Karna
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 27 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.862 KB) | DOI: 10.4308/hjb.27.2.154

Abstract

High protein content in maggot is one of the advantages for increasing fish growth through artificial feed. This study aimed to find the best optimization and feed formulation for fish meal substitution with maggot meal on growth, feed utilization efficiency, and survival rate of milkfish (C. chanos). Milkfish (C. chanos) with an average weight of 0.62±0.01 gram/fish was used as test fish. Feeding is carried out at 07.00 a.m., 12.00 p.m., and 17:00 p.m. through fixed feeding rate method. The tested fish was kept for 42 days with a stocking density of 1 fish/l. The experimental design used was a completely randomized design with five treatments and three replications. The treatments which had been done were fish meal substitution with maggot meal as follows: A (0%), B (25%), C (50%), D (75%), and E (100%). The research parameters included total feed consumption (TFC), feed utilization efficiency (FUE), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), survival rate (SR), and water quality. The results showed that the fish meal substitution with maggot meal had a significant effect (p<0.05) on FUE, PER, RGR and had no significant effect (p>0.05) on TFC and SR. The best treatment of each treatment is in treatment C with a composition of 50% maggot meal substitution on fish meal which resulted in a TFC value of 40.17±4.58, FUE of 27.51±0.77, PER of 0.83±0.03%, and RGR of 2.34±0.10.
Pengaruh Pemberian Pakan Phronima sp. Substitusi Artemia sp. Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Ratri, Kartika Sulistyaning; Hutabarat, Johannes; Herawati, Vivi Endar
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 (2) 2020
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.515 KB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas yang paling baik untuk dikembangkan pada kegiatan budidaya. Salah satu penunjang keberhasilan budidaya yaitu ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Phronima sp. merupakan alternatif pengganti pakan alami Artemia sp.Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh substitusi Phronima sp. dengan Artemia sp. terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan udang vaname (L. vannamei) serta untuk mengetahui dosis substitusi terbaik.Hewan uji yang digunakan adalah 450 ekor udang vaname dengan bobot rata-rata 0,029±0,001 gr/ekor dipelihara dengan padat tebar 27 ekor dengan volume air 6 liter. Masa pemeliharaan selama enambelas hari.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis yang digunakan yaitu perlakuan A (100% Artemia sp.), B (75% Artemia sp. dan 25% Phronima sp.), C (50% Artemia sp. dan 50% Phronima sp.), D (25% Artemia sp. dan 75% Phronima sp.), dan E (100% Phronima sp.). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3kali sehari yaitu pagi (07.00 WIB), siang hari (13.00 WIB) dan sore hari (19.00 WIB). Data yang diamati adalah Laju Pertumbuhan Relatif (RGR), Pertumbuhan Panjang Mutlak, Bobot Biomass, Laju Pemanfaatan Pakan Alami (Grazing rate), Kelulushidupan (SR), dan Kualtas Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kombinasi dosis 75% Artemia sp. dan 25% Phronima sp. (B) menghasilkan nilai tertinggi pada RGR sebesar 0,350±0,001%; pertumbuhan panjang mutlak 1,77±0,06cm; bobot biomass 0,0101±0,00004; kelulushidupan 0,95±0,06%. Kombinasi dosis 100% Artemia sp. (A) menghasilkan nilai tertinggi pada grazing rate sebesar 21,84±0,04ind/hari. Kualitas air selama masa pemeliharaan sudah optimal dengan nilai kualitas air pada suhu berkisar antara 28-30,20C; pH 8; oksigen terlarut (DO) 4,26-5,38 mg/l; salinitas 25-28 ppt.
Penggunaan Latoh (Caulerpa Lentifera) Dengan Kepadatan Berbeda Untuk Pertumbuhan Phronima sp. Pangestika, Putri Riana; Ariyati, Restiana Wisnu; Herawati, Vivi Endar
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 (2) 2020
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.999 KB)

Abstract

Phronima sp. merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki banyak keunggulan, diantaranya yaitu kandungan nutrisi yang tinggi, memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva ikan, dan dapat dibudidayakan secara massal. Ketersediaan Phronima sp. belum dikembangkan secara maksimal, sehingga perlu dikembangan kultur Phronima sp. Kultur Phronima sp. banyak dilakukan dengan menggunakan rumput laut jenis Caulerpa Lentifera. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian perlu dilakukan mengenai pengaruh pengguanaan latoh (C. Lentifera) dengan kepadatan berbeda dengan substrat berpasir untuk optimasi pertumbuhan Phronima sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji padat penebaran yang terbaik C. Lentifera untuk pertumbuhan Phronima sp. dan laju pertumbuhan spesifiik (SGR) pada C. Lentifera, berat Biomassa Phronima sp., laju pertumbuhan Phronima sp. dan kualitas air pada padat penebaran yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Metode penelitian ini, yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 pengulangan. Empat perlakuan tersebut meliputi A (C. Lentifera 0 gram/m2), B (C. Lentifera 20 gram/m2), C (C. Lentifera 40 gram/m2), dan D (C. Lentifera 60 gram/m2). Masing-masing dengan kepadatan awal Phronima sp. 3 individu/liter. Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR) pada C. Lentifera, laju pertumbuhan (r) pada Phronima sp., kepadatan populasi Phronima sp., biomassa Phronima sp. dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari kepadatan populasi Phronima sp.,biomassa Phronima sp. dan kualitas air diperoleh pada perlakuan D, yaitu 9,97±0,04ind/hari, 0172,67±1,90ind/l pada fase stasioner, 3,28±0,11 gram. Nilai kualitas air pada media kultur pemeliharaan dalam kisaran yang optimal untuk kultur Phronima sp. Kesimpulannya, pengguanan latoh (C. Lentifera ) dengan padat penebaran 60 gram/m2 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kepadatan populasi, dan biomassa Phronima sp., tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kepadatan populasi fase Lag Phase.
Pengaruh Hufa (Highly Unsaturated Fatty Acid) dalam Pakan Komersial terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis Sp.) pada Fase Pembesaran respati, septina dwi; Herawati, Vivi Endar; Subandiyono, Subandiyono
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 (2) 2020
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nereis sp. merupakan spesies cacing laut yang termasuk kedalam polychaeta. Nereis sp. sering dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk induk udang terkait dengan kandungan utama asam lemak untuk mempercepat kematangan gonad. Penambahan HUFA diduga mampu menstimulasi protein pakan dan menunjang pertumbuhan, kelulushidupan, serta kandungan nutrisi. Penelitian dilakukan pada September 2019-Mei 2020 di MSTP Jepara. Hewan uji yang digunakan berupa cacing laut sebanyak 45 ekor per wadah pemeliharaan, dengan berat kisaran 14-16g. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pemberian pakan komersial tanpa penambahan HUFA (A), dengan penambahan 0,75 ml HUFA (B), 1 ml HUFA (C), dan 1,25 ml HUFA (D). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan HUFA berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap RGR, TKP, EPP, PER, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Nilai RGR, EPP, PER, dan SR tertinggi pada perlakuan dengan penambahan 1,25 ml HUFA (D) dengan nilai berturut-turut 5,67±0,33g/hari, 85,18±2,66g, 2,03±0,05%, dan 100±0,00%, sedangkan nilai TKP tertinggi pada perlakuan penambahan 1 ml HUFA (C) yaitu dan 24,61±5,25g. Hasil proksimat asam lemak tertinggi adalah dari perlakuan dengan penambahan 1,25 ml HUFA (D) yaitu menghasilkan EPA dan DHA sebesar 1,835 dan 1,048 dari proksimat awal EPA dan DHA sebesar 0,271 dan 0,244. Cacing laut yang diberi pakan dengan penambahan HUFA meningkatkan kandungan EPA dan DHA cacing, serta mampu mengoptimalkan penyerapan pakan yang diberikan. 
Pengaruh Pemberian Pakan Tepung Maggot dan Parutan Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Cacing Laut (Nereis sp.) Saputra, Ega; Herawati, Vivi Endar; Pinandoyo, Pinandoyo
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 (2) 2020
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ega Saputra, Vivi Endar Herawati, Pinandoyo. 2021. Pengaruh Pemberian Pakan Tepung Maggot dan Parutan Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Cacing Laut (Nereis sp.). Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. 3(2): 103- 114. Cacing laut  digunakan sebagai pakan induk udang. Pakan merupakan salah satu  faktor pertumb uhan dala m budidaya cacing laut (Nereis sp.). T ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan tepung maggot dan parutan kelapa sebagai performa pertumb uhan dan kandungan nutrisi cacing laut (Nereis sp.). Cacing laut (Nereis sp.) dikultur dengan kepadatan 100 ekor/wadah pada masing -masing perlakuan sela ma 35 hari. Frekuensi pe mberian pakan 2 kali sehari dengan metode fix feeding rate 5% dari bobot bio massa. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3  ulangan yaitu perlakuan A (tepung maggot 50% dan parutan kelapa 50%), B (tepung maggot 75% dan parutan kelapa 25%), C (tepung maggot 25% dan parutan kelapa 75%) dan D (tepung maggot 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian  pakan  tepung  maggot  dan  paruta n  kelapa  berpengaruh sangat  nyata  (P<0,01)  terhadap Kelulushid upan dan EPP,  berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap per tumb uhan mutlak, SGR, T KP dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada nilai FCR. Nilai pertumbuhan mutlak, SGR, EPP, dan SR tertinggi    pada perlakuan D  (tepung  maggot  100%)  dengan  nilai  berturut -turut 0,40±0,01g, 3,15±0,03%, 48,31%±2,15 dan 99,67%±0,58.  Sedangkan  nilai   T KP   berkisar   32,33-  35,61%,   dan   nilai   FCR   berkisar   sebesar   2,07-3,28%.Kandungan protein  tertinggi  pada  perlakuan  D  (tepung  maggot  100%)  sebesar  54,05%  dan  lemak tertinggi pada perlakuan B (tepung maggot 75% dan parutan kelapa 25%) sebesar 22,82%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pakan tunggal bersumber dari hewani (tepung maggot 100%) dapat dimanfaatkan sebagai pertu mb uhan, EPP dan kandungan nutrisi cacing laut (Nereis sp.)
Pengaruh Pemberian Thalassiosira sp. Dan Navicula sp. Terhadap Performa Pertumbuhan dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis sp.) Herawati, Vivi Endar
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 (2) 2020
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Maulia Rahma Putri, Johannes Hutabarat, Vivi Endar Herawati. 2021. Pengaruh Pemberian Thalassiosira Sp. Dan Navicula Sp. Terhadap Performa Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis Sp.). Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. Jurnal Sains Teknologi Akuakultur, 4(1): 1-11. Thalassiosira sp. dan Navicula sp. merupakan jenis fitoplankton yang berpotensi digunakan sebagai pakan alami untuk Nereis sp. karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Thalassiosira sp. dan Navicula sp. terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp., serta mengetahui jenis pakan terbaik terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp. Penelitian dilakukan di Marine Science Techno Park (MSTP) Undip Jepara-Jawa Tengah pada bulan April-Mei 2020. Hewan uji yang digunakan yaitu cacing laut (Nereis sp.) yang berumur 15-30 hari, dengan panjang rata-rata 4-6 cm/ekor dan berat rata-rata 0,09-0,12 g/ekor. Media pemeliharaan yang digunakan berupa substrat pasir mangrove ketebalan 10 cm dengan padat tebar 140 ekor. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pukul 07.00 dan 19.00 WIB dengan masa pemeliharaan selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis yang digunakan yaitu perlakuan A (Thalassiosira sp. 100%), perlakuan B (Navicula sp. 100%) serta perlakuan C (Thalassiosira sp. 50% + Navicula sp. 50%). Data yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak, Kelulushidupan (SR), Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR), Laju Pemanfaatan Pakan Alami (Grazing Rate) dan Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukkan nilai pertumbuhan mutlak, SGR dan Grazing Rate tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian pakan B (Navicula sp. 100%) yaitu 0.043±0.02gr, 3.3±0.4 cm, 0.95±0.30%/hari dan 159380.57±2077.39 ind/hari. Nilai Kualitas air pada media pemeliharaan dalam kisaran optimal. Kesimpulannya yaitu pemberian Thalassiosira sp. dan Navicula sp. berpengaruh nyata (P<0.05)  terhadap pertumbuhan panjang namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kelulushidupan cacing laut (Nereis sp.). 
Growth and Survival Rate of Tilapia (Oreochromis niloticus) Larvae Fed by Daphnia magna Cultured With Organic Fertilizer Resulted From Probiotic Bacteria Fermentation Vivi Endar Herawati; Johannes Hutabarat; . Pinandoyo; Ocky Karna Radjasa
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 22 No. 4 (2015): October 2015
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.308 KB) | DOI: 10.4308/hjb.22.4.169

Abstract

Daphnia magna is a potential feed for fish. The aim of this research was to find the best treatment and effect of D. magna culture addition from fermented organic fertilizer, to growth and survival rate of Oreochromis niloticus larvae. There were five treatments, each with three repetitions used in the study. All treatments used chicken dung, and different combinations of rice bran, coconut oilcake waste and tilapia larvae. Feeding on tilapia was given by ad libitum method for five times a day until 14 days. Water quality during the research was maintained at temperature 28–29°C, DO 0.3 ppm and pH 8.1–8.2. Observed variables include relative growth rate, survival rate, food consumption rate and water quality. Our results showed that D. magna cultured by fermented organic fertilizer for tilapia larvae (O. niloticus) had high significant effect (p < 0.01) on the relative growth rate and survival rate. Treatment of D. magna cultured by 1.2 g/L chicken manure, 0.9 g/L rice bran and 0.3 g/L coconut oilcake showed the highest value on the relative growth rate (10.86%); survival rate (98.46%) and food consumption at first week (106.43%) and second week (152.76%).
Maggot Meal (Hermetia illucens) Substitution on Fish Meal as Source of Animal Protein to Growth, Feed Utilization Efficiency, and Survival Rate of Milkfish (Chanos chanos) Vivi Endar Herawati; Pinandoyo Pinandoyo; Seto Windarto; Putut Hariyadi; Johannes Hutabarat; YS Darmanto; Nurmanita Rismaningsih; Slamet Budi Prayitno; Ocky Karna Radjasa
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 27 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.862 KB) | DOI: 10.4308/hjb.27.2.154

Abstract

High protein content in maggot is one of the advantages for increasing fish growth through artificial feed. This study aimed to find the best optimization and feed formulation for fish meal substitution with maggot meal on growth, feed utilization efficiency, and survival rate of milkfish (C. chanos). Milkfish (C. chanos) with an average weight of 0.62±0.01 gram/fish was used as test fish. Feeding is carried out at 07.00 a.m., 12.00 p.m., and 17:00 p.m. through fixed feeding rate method. The tested fish was kept for 42 days with a stocking density of 1 fish/l. The experimental design used was a completely randomized design with five treatments and three replications. The treatments which had been done were fish meal substitution with maggot meal as follows: A (0%), B (25%), C (50%), D (75%), and E (100%). The research parameters included total feed consumption (TFC), feed utilization efficiency (FUE), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), survival rate (SR), and water quality. The results showed that the fish meal substitution with maggot meal had a significant effect (p<0.05) on FUE, PER, RGR and had no significant effect (p>0.05) on TFC and SR. The best treatment of each treatment is in treatment C with a composition of 50% maggot meal substitution on fish meal which resulted in a TFC value of 40.17±4.58, FUE of 27.51±0.77, PER of 0.83±0.03%, and RGR of 2.34±0.10.
Co-Authors Achmad Zulfa Juniarto Agung Sudaryono Aninditia Sabdaningsih Aninditia Sabdaningsih Annisa Amalia Awanis Budiati, Heri Delianis Pringgenies Desrina Desrina Diana Rachmawati Elsyaday Widhi Cahyono, Elsyaday Widhi Erni Nur Cahyanti, Erni Nur Ester Susanti, Ester Falstiyan Syahendra, Falstiyan Fhibia Jati Gilar Pandu Ananto Grenda Audia Wuryas Pradita Negara Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hariyadi, Putut Henni Kusuma Hernowo, Ilham Agung Hutabarat, Yohannes Ido Istiaji Nugroho, Ido Istiaji Istiyanto Samidja Istiyanto Samidjan Johannes Hutabarat Laksono Trisnantoro Lintang Dian Saraswati M Arfan Marlia Ulfa Puspitasari Mohamad Elvino Andi Rahmawan Mohammad Bahrus Syakirin Muhammad Ainun Niam Muhammad Burhanuddin Yusuf Muhammad Muin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nailul Izzah Nailulmuna, Zumalallail Nurjanah, Lailatul Nurmanita Rismaningsih Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pangestika, Putri Riana Pinandoyo Pinandoyo Pinandoyo, P Pramana, I Nengah Gunaya Putut Har Riyadi Ratna Widiastuti Ratri, Kartika Sulistyaning respati, septina dwi Restiana Wisnu Ariyati Retno Nur Chahyaningrum, Retno Nur Rismaningsih, Nurmanita Ristiawan Agung Nugroho Riyand Sahara, Riyand Samidjan, Istiyanto Sapto P Putro Saputra, Ega Satrio Adi Wicaksono Seto Windarto Shiddieqi, Hasbi Ash Slamet Budi Prayitno Solly Aryza Suminto Suminto Suminto Suminto Suryanto, Damang Susilo Adi Widyanto Titik Susilowati Tristiana Yuniarti Ulva Rohmanawati Wibisono, Muhamad Ary Widodo Widyantoko, Widodo Windarto, Seto YS Darmanto