Chory Angela Wijayanti
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Penggemar Boy Group K-pop TOMORROW X TOGETHER (TXT) dalam Melakukan Fan Engagement pada Media Sosial Priscilia Trisyanti Halim; Astri Yogatama; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktisi relasi publik memiliki peran penting untuk membangun hubungan dengan publiknya, tidak terkecuali pada industri K-pop. Hubungan baik yang terjalin dengan publik didukung oleh usaha relasi publik yang baik dapat memicu fan engagement. Penelitian ini akan membahas bagaimana motivasi penggemar boy group K-pop TOMORROW X TOGETHER (TXT) melakukan fan engagement pada media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam. Terdapat 5 (lima) informan yang merupakan penggemar dari boy group K-pop TOMORROW X TOGETHER (TXT) pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat 2 (dua) jenis motivasi yang dimiliki para penggemar, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kedua jenis motivasi tersebut masing-masing memiliki 5 (lima) sub motivasi di dalamnya. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa para penggemar dapat melakukan praktik relasi publik secara daring menggunakan e-WOM.
Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Rachel Vennya Pada Kasus Karantina COVID- 19 di Kompas.com dan Okezone.com Patrick Jonathan Lugito; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas yang dibangun oleh Kompas.com dan Okezone.com dalam kasus karantina COVID-19 yang dialami Rachel Vennya. Rachel Vennya kabur dari karantina setelah pulang dari Amerika Serikat. Berita yang peneliti ambil yaitu berita mengenai kasus karantina Rachel Vennya mulai tanggal 13 Oktober - 12 Desember 2021. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis yaitu framing model Pan&Kosicki dengan empat elemen yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian ini yaitu Kompas.com mengkonstruksi pemberitaan Rachel Vennya dalam kasus ini adalah sebagai seorang selebgram yang kabur dari karantina. Informasi mengenai Rachel Vennya sebagai selebgram yang kabur menjadi dominan sehingga informasi mengenai oknum TNI yang terlibat menjadi samar. Okezone.com mengkonstruksi realitas pemberitaan Rachel Vennya sebagai tokoh utama yang bertanggung jawab dalam kasus ini.
Transmedia Storytelling ‘The Star Seekers’ oleh Boy Band Tomorrow X Together Jessica Kristian Mantiri; Gatut Priyowidodo; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korea kini menjadi pop culture yang baru karena budayanya dikonsumsi dan diekspor secara global. Budaya dapat dipertukarkan dengan mudah melalui konvergensi media yang mudah diakses. Dengan storytelling yang kini menjadi cara yang efektif untuk mengkomunikasikan pesan-pesan di media, transmedia storytelling digunakan oleh industri hiburan sebagai media promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Transmedia Storytelling 'The Star Seekers' oleh Tomorrow X Together boyband. Transmedia yang digunakan untuk penelitian ini didasarkan pada tiga platform termasuk YouTube, Webtoon, dan Wattpad (Webnovel). Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode content analysis (Krippendorf, 1980), dalam kategori content analysis relasional. Analisis relasional ini berfokus pada strength, sign, and direction untuk setiap konsep dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media memiliki keunggulan yang berbeda. YouTube yang menonjolkan elemen audiovisual tidak menonjolkan karakterisasi dalam segi storytelling karena produk video musik berfokus pada kelima anggota TXT sebagai pemeran utama. Webtoon yang berfokus pada visualisasi melalui ilustrasi dan dialog pendek menonjolkan elemen karakter dengan menampilkan ekspresi pada ilustrasi yang ditampilkan sehingga tidak terkesan monoton. Pada webnovel plot dapat dinikmati pembaca dengan sudut padang orang ketiga limited-omniscient yang dapat menciptakan kedekatan emosional antara audiens dengan salah satu karakter pada webnovel. Dengan adanya kelima elemen pada YouTube, Webtoon, dan Webnovel, ketiga produk ini disimpulkan merupakan produk utama narasi The Star Seekers menjadikan ketiganya bagian dari directed transmedia storytelling dalam pengkategorisasiannya.
Bingkai Citra Eiger pada Pemberitaan “Eiger VS YouTuber DuniaDian” di Kompas.com dan Detik.com Aurellia Nathania Adityaputri; Gatut Priyowidodo; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eiger mengirimkan surat keberatan kepada YouTuber DuniaDian atas video ulasan produk kacamata sepeda pada 28 Januari 2021. Dian merespon teguran dengan menyatakan kekecewaan melalui akun Twitternya. Tagar #Eiger menjadi viral, Eiger langsung mengunggah permintaan maaf pada hari yang sama pada akun Twitternya. Krisis ini diliput oleh berbagai media, termasuk Kompas.com dan Detik.com. Media melakukan framing dalam memberitakan peristiwa. Framing merupakan pemilihan selektif dari berbagai aspek realitas agar lebih menonjol dibandingkan lainnya. Berita yang diambil berasal dari periode tanggal 28-29 Januari 2021. Metode yang digunakan adalah analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki, dengan empat elemen yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian adalah Kompas.com dan Detik.com memberitakan kelengkapan kasus surat keberatan antara Eiger dan YouTuber DuniaDian. Kedua media menunjukkan keberimbangan dengan menulis berita dari sudut pandang korban, publik, pakar, selebriti, perwakilan komunitas, hingga perusahaan. Melalui pemberitaannya, Kompas.com dan Detik.com menunjukkan bingkai citra negatif Eiger sebagai pihak bersalah akibat mengirimkan surat keberatan kepada Dian. Namun, Kompas.com & Detik.com juga menunjukkan strategi pemulihan citra negatif Eiger melalui permintaan maafnya. Kompas.com menuliskan peristiwa hingga tuntas dengan menunjukkan resolusi konflik, yang sesuai dengan slogan “Jernih Melihat Dunia”. Namun, Detik.com lebih detail dalam menyampaikan pemberitaan, merupakan bagian dari komitmen “vivid description” oleh Detik.
Representasi Patriarki dalam Film “Penyalin Cahaya (Photocopier)” Atha Nilakandi Oknadia; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tahun 2021, Komnas Perempuan menyebutkan patriarki sebagai salah satu faktor meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Patriarki merupakan sebuah sistem yang menempatkan kepentingan laki-laki di atas segala-galanya di berbagai aspek kehidupan, sedangkan perempuan ditempatkan sebagai sebagai kaum subordinat. Fenomena ini diangkat dalam sebuah film berjudul “Penyalin Cahaya (Photocopier)”. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi patriarki di dalam film yang mengangkat isu terkait kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dibantu dengan kode-kode televisi John Fiske yang terbagi menjadi level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa representasi patriarki di dalam film menunjukkan kepemimpinan dan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan, terbentuknya identitas perempuan oleh laki-laki, dan kemampuan laki-laki dalam memanipulasi kesalahannya terhadap perempuan.
Proses Adopsi Inovasi New Media oleh Pengurus Gereja GKI Darmo Satelit di Tengah Pandemi COVID-19 Evalyn Mayrilia Soetanto; Jandy Edipson Luik; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja GKI Darmo Satelit merupakan salah satu Gereja GKI di Sinode Wilayah Jawa Timur yang paling awal dalam melakukan peralihan ke dalam ruang daring. Gereja GKI yang sangat lekat dengan kultur tatap muka harus beradaptasi dengan pertemuan via daring. Melalui pra-observasi awal peneliti, terdapat lima jenis new media yang diadopsi yang antara lain WhatsApp, Instagram, Facebook, Youtube dan Zoom sebagai saluran mediasi informasi maupun misi gereja yang dilakukan secara online. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses adopsi new media oleh Gereja GKI Darmo Satelit di tengah pandemi COVID-19. Dimana penelitian terkait adopsi inovasi dalam bidang new media masih jarang ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan lima tahapan proses adopsi yang terdiri dari pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Dimana pada ke-3 tahapan awal, pejabat gereja memiliki kemiripan proses adopsi. Dalam tahap implementasi, misi-misi Gereja tetap dapat tersalurkan dan terlaksana melalui penggunaan ke-5 jenis new media. Meskipun new media hanya dapat berperan sebagai alternatif, pelengkap, dan tambahan, kondisi pandemi membuat kemudahan dan kelebihan yang ditawarkan new media sangat membantu aktivitas Gereja.
Parasocial Relationship between Parents Viewers with Korean Drama Actors Aurelia Angelica Ng; Jandy Luik; Chory Angela Wijayanti
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 1 (2023): April 2023
Publisher : Communication Science Department - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.1.1-17

Abstract

Hallyu or Korean wave has been rapidly growing on the last few decades. Hallyu has brought South Korea’s cultures including Korean dramas worldwide, including Indonesia. The rise of technology and new media has also given more space for content distribution and access for media actors and audiences. Hence, Korean drama has a high popularity in Indonesia, with audiences from various kinds of demographic backgrounds, including parents. One of the reasons of the high interest towards Korean drama is due to the interesting actors. The high interest towards Korean drama actors are often related to the concept of parasocial relationship, which is a one-sided relationship between audiences and media persona. This research aims to determine the parasocial relationship that exists between parents viewers and Korean drama actors. The research method that is used in this study is qualitative case study with semi-structured interview as the data gathering technique. The result of this study shows that the parasocial relationship that exists belongs in the entertainment-social value level due to the informants who find the personas to be entertaining, attractive, and as references for their daily decisions. The parasocial relationship is also found as a form of media effect especially in terms of media cultivation and third person effect.
Audience Reception on the Toxic Relationship in “Persona: Collector” Nicky Christian Paparang; Chory Angela Wijayanti
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 2 (2023): August 2023
Publisher : Communication Science Department - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.2.99-113

Abstract

Men and women have the same chance to experience toxic relationship. However, there are not many data or cases that show men can become victims in toxic relationship. “Persona: Collector” is one of the movies that raises issue about toxic relationships from woman to man. Therefore, this research used a qualitative descriptive approach and uses Stuart Hall reception analysis method to know how audience interpreting the toxic relationship message in “Persona: Collector. The data being collected through observation and in-depth interviews with four informants aged between 20-30 years. They are men and women who had experience of toxic relationship, also man and woman who never being in toxic relationship. There are two major analysis about audience reception from the movie, such as form of obsession in relationship and foolishness because of obsessive love. Informant reception divided into three positions in the form of obsession in relationship, that is dominant hegemonic, negotiated, and oppositional. In the second concept, audience reception divided only in two positions, dominant hegemonic and negotiated. Their positions can be different because each informant have different background, such as experience itself and/or seen also heard other people stories about toxic relationship. The other factors come from their knowledge, beliefs, and gender.
Opinions of Gen Z Surabaya Regarding the Effectiveness of the Spokes Character Ronald Mcdonald in Communicating McDonalds' Brand Image. Amadea Daphne Isjwara; Inri Indrayani; Chory Angela Wijayanti
Journal of Content and Engagement Vol 2 Issue 2 (2024): August 2024
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.2.2.166-181

Abstract

This research was conducted to determine the opinion of Gen Z in Surabaya regarding the effectiveness of Ronald McDonald's Spokes Character in communicating the McDonald's brand image. McDonalds as a fast-food restaurant uses a mascot to communicate its brand image, namely Ronald McDonald. The elements that determine the effectiveness of spokes character include Relevance to product, Expertise and Nostalgia. To measure the effectiveness of the spokes character, opinions were measured among Gen Z Surabaya, which is the dominant population and is interested in McDonalds. Gen Z Surabaya's opinion will be based on three progressive stages, namely Awareness, Acceptance and Action. So, to find out the opinion of Gen Z Surabaya regarding Ronald McDonald's spokes character, researchers conducted descriptive research with a quantitative approach. The method used was a survey of 100 Gen Z McDonald's Surabaya customers. The results of the research show that the Opinion of Gen Z Surabaya regarding the Effectiveness of Ronald McDonald's Spokes Character in Communicating the McDonalds Brand Image is positive and Expertise as the favourable element.
Public opinion on Indonesia's capital relocation policy: a netnographic analysis Gatut Priyowidodo; Chory Angela Wijayanti
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i2.6936

Abstract

The pros and cons of relocating the National Capital City have remained an unresolved issue across different regimes. When President Joko Widodo took concrete action to relocate IKN legally, the DPR approved through Law (UU) Number 3 of 2022 concerning the National Capital City (IKN), which was passed on January 18, 2022; the public immediately responded with acceptance and rejection. The dynamics of public conversations and comments through social media are intense. This research aims to answer public responses regarding the new relationship between the centre and the areas after passing the IKN Law. Using the netnography method, data were downloaded from the comment section of eight (8) YouTube accounts– CNBC Channel, detik.com, Narasi, TV One, Metro, RH Channel, RG Channel, and ILC Channel. This study employed thematic analysis and data processing with NVIVO 14 application. The research findings show that the eight YouTube accounts with more than 25,000 comments were categorised into two major themes. The first is an optimistic theme that expresses approval for the relocation of IKN. The reason is to improve welfare (Java-outside Java), long-term development planning, pro to the people, and show strong leadership to bridge the centre and regions. The two pessimistic themes expressed rejection, citing concerns about natural damage, potential corruption due to limited government finances, social inequality, and not being pro-people. This research recommends that the IKN relocation policy be understood optimistically and holistically, especially in central-regional relations and equitable distribution of economic access for a more prosperous Indonesia.
Co-Authors Agatha Giovanny Puteri Radja Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Amadea Daphne Isjwara Andre Christian Andriani, Lina Aritonang, Agusly Irawan Aritonang, Agusly Irawan Astri Yogatama Atha Nilakandi Oknadia Aurelia Angelica Ng Aurellia Nathania Adityaputri Carolina Rebeka Sondak Caroline Monica Sutanto Celine Rea Emmanuela Cristianingrum, Bihannovi Cynthia Andriana Tjitra Daniel Budiana Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Diana Prasetya Diwangsa, Lidya Crisnanda Eliana Ariesta Dewantari Eryanto, Naomi Victoria Eva Maria Gusta Francisca Evalyn Mayrilia Soetanto Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Farren Anatje Felicia Goenawan Gabrielle Twozzy Galih Ananta Gatut Priyowidodo GATUT PRIYOWIDODO Hartono, Lukas Hizkia Nihand Haripradipta Ido Prijana Hadi INRI INDRAYANI Jandy Luik Jane Elisabeth Sutanto Jendry Johanis Sengkey Jessica Idelia Soekardjo Jessica Kristian Mantiri Jocelin Alice Agape Jonathan Allen Cahyanugraha Josua Reno N.S.R. Juan Arthur Samosir Kevin Limantara Lady Joanne Tjahyana Leonard Refinchie Lidya Crisnanda Diwangsa Lina Hokgy Mawarsari Maudy Christina Johanna Wuwung Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Michelle Sunartio Monica, Cindy Ayu Natasha Christa Purnama Naviri Siswanto Netta Christine Tjahjono Nicky Christian Paparang Patrick Jonathan Lugito Prawiyadi, Lisyeana Prayogo, Fransisca Priscilia Trisyanti Halim Raden Ayu Yotari Kezia Rahadi Reno N.S.R., Josua Sintya Kumala Dewi Sondak, Carolina Rebeka Sumanti, Justianus Joshua Tabita Ovina Tipta Santa Tampubolon Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Wahyuni, Poppy Wibowo, Andreas Setya Yeremia Tulude Ambat Yosua Rononuwu Zherlinda Kurniawan