Chory Angela Wijayanti
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TEKANAN PEMBENTUKAN RUANG PUBLIK PADA REALITAS SOSIAL BERPOTENSI KONFLIK DI PRIMETIME NEWS METRO TV Wijayanti, Chory Angela
Scriptura Vol 5, No 2 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.82 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.5.2.39-45

Abstract

Demokratisasi media, menciptakan sebuah ruang publik yang menjadi peluang dan jembatan bagi interaksi masyarakat, untuk dapat mengatasi konflik sosial. Namun, karena banyaknya kepentingan yang terlibat, kontruksi realitas sosial di media massa seringkali malah menimbulkan kebencian atau stereotip pada kelompok tertentu yang terlibat dalam konflik. Hal ini semakin terasa saat konflik tersebut melibatkan perempuan yang terkait dengan industri seks, yang ditempatkan sebagai sebuah patologi sosial. Penelitian ini kemudian melihat bagaimana tekanan faktor-faktor dalam media massa terhadap pembentukan ruang publik pada peristiwa penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak di Surabaya, sebagai sebuah realitas sosial yang berpotensi konflik tersebut. Melalui metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough, dengan memfokuskan pada dimensi kedua, yaitu praktik wacana (discourse practice), hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor presenter sebagai individu pekerja media, rutinitas media, organisasi media, dan ekstra media, mempengaruhi konstruksi realitas sosial di media massa. Akibatnya, program talk show Primetime News menjadi tidak netral karena pada kenyataannya dikendalikan oleh para aktor media massa, yang mengontrol media massa dengan menduduki akses-akses untuk menseleksi tema, informasi, dan kontribusi.
DILEMA REPORTER TELEVISI SAAT MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK DALAM KEBERADAAN KONGLOMERASI MEDIA Reno N.S.R., Josua; Yoanita, Desi; Wijayanti, Chory Angela
Scriptura Vol 7, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.409 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.2.63-70

Abstract

Dalam melakukan kegiatan jurnalistik, seorang reporter televisi diharuskan untuk memberitakan sesuatu yang bersifat objektif dan ia harus bersifat independen. Hal ini diatur dalam kode etik jurnalistik yang selama ini menjadi pedoman bagi jurnalis Indonesia dalam melaksanakan tugasnya. Namun peneliti menemukan, keberadaan konglomerasi media di Indonesia rupanya berdampak pada keobjektifan sebuah berita. Pada kenyataannya, ideologi perusahaan pers rupanya kadang-kadang tidak sama dengan ideologi jurnalis yang tertuang dalam kode etik jurnalistik. Hal ini cenderung membuat seorang seorang reporter televisi merasa bingung dengan posisinya. Kondisi seperti ini menimbulkan dilema dalam diri reporter. Untuk mengetahui pengalaman dilema tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi
Motif dan Kepuasan Masyarakat Surabaya Dalam Mengakses Website IDN Times Sondak, Carolina Rebeka; Hadi, Ido Prijana; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan masyarakat Surabaya dalam mengakses website IDN Times. Website IDN Times merupakan website yang berdiri sejak 8 Juni 2014 dengan tagline ‘The Voice of Millennials and Gen Z’ dimana segmentasinya merupakan anak milenial sekitar usia 18-24 tahun. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu dunia maya, pelampiasan sosial dan emosional, pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar, serta menghabiskan waktu dan kebiasaan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji deskriptif serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan yang tertinggi adalah indikator pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar. Sedangkan yang terendah adalah pada indikator dunia maya.
Wacana Pemberitaan Separatisme Papua dalam Harian Jawa Pos Eryanto, Naomi Victoria; Lesmana, Fanny; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan antara pihak Aparat Pemerintah dan Kelompok Separatis masih belum menemukan penyelesaian. Hingga Desember 2018, terdapat banyak kasus yang terjadi dalam rangkaian peringatan Kemerdekaan Papua yang dirayakan tiap pada 1 Desember. Terdapat banyak peristiwa yang terjadi, diantaranya penangkapan, penembakan dan penyerangan. Banyak media nasional yang memberitakan, salah satunya Jawa Pos. Tiap media memiliki ideologi, untuk melihat wacana ideologi yang terbentuk maka dapat diteliti dengan Analisis Wacana. Theo Van Leeuwen dalam teorinya menjelaskan jika kita bisa melihat aktor sosial dimarjinalkan dengan melihat posisi aktor tersebut dijelaskan dalam teks berita. Hasilnya, Jawa Pos memiliki kecenderungan untuk berpihak kepada oposisi pemerintah dan pemerintah dengan memarjinalkan kelompok separatis.
Motif dan Kepuasan Subscriber Menonton Program Mata Najwa di YouTube Channel Narasi TV Diwangsa, Lidya Crisnanda; Aritonang, Agusly Irawan; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan subscriber menonton Program Mata Najwa di YouTube channel Narasi TV. Narasi TV adalah startup yang didirikan Najwa yang menayangkan Mata Najwa. Program Mata Najwa adalah acara talkshow yang membahas news dan politik. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu hiburan dan relaksasi, hubungan antar pribadi, mencari informasi, dan persahabatan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji deskriptif, serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan tertinggi adalah mencari informasi, sedangkan yang terendah adalah hubungan antar pribadi. Tetapi kesenjangan terbesar ada pada indikator hiburan dan relaksasi. Dapat dikatakan subscriber mendapatkan kepuasan terbesarnya dalam indikator hiburan dan relaksasi.
Analisis Isi Pesan Kekerasan Dalam Film Animasi Anak-Anak Pemenang Piala Oscar Tahun 2015-2019 Lina Hokgy Mawarsari; Chory Angela Wijayanti; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film animasi anak-anak adalah film yang dibuat dengan teknik animasi yang diperuntukkan kepada anak-anak. Film yang mendapatkan klasifikasi G dan PG dari MPAA dianggap aman untuk dilihat atau dipertontonkan kepada anak-anak karena minim adegan kekerasan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Film animasi anak-anak yang bahkan bisa memenangkan piala Oscar yang merupakan penghargaan film yang bergengsi, didalamnya masih memiliki adegan kekerasan. Dengan menggunakan metode analisis isi, penelitian ini menemukan bentuk-bentuk kekerasan yang terdapat dalam kelima film animasi anak-anak yang memenangkan piala Oscar tahun 2015-2019. Kekerasan yang ada dalam film animasi anak-anak terbagi menjadi empat kategori yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan tidak langsung, dan kekerasan terhadap objek. Nyatanya dalam film animasi anak-anak kekerasan-kekerasan tersebut tetap ada dikarenakan perlunya konflik untuk jalannya cerita. Cara penyampaian kekerasan itupun dibentuk memiliki sifat yang disebut kekerasan-estetik, yaitu kekerasan yang ditampilkan sebagai sebuah seni.
Analisis Isi Brand Identity Grab Dalam Episode Iklan #KitaVSCorona Di YouTube Jocelin Alice Agape; Chory Angela Wijayanti; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bulan Maret 2020, seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami pandemi coronavirus atau Covid-19. Presiden Joko Widodo menginstruksikan pada masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Hal ini membuat masyarakat tidak banyak berpergian. Untuk itu, Grab membuat kampanye berupa video episode iklan di YouTube dengan judul #KitaVSCorona. Yaitu upaya Grab Indonesia untuk melawan Covid-19 serta mencegah penularan pada karyawan, mitra, dan pengguna aplikasi. Metode penelitian ini menggunakan analisis isi. Tujuannya untuk mengetahui elemen brand identity yang ditampilkan melalui elemen iklan di dalam episode #KitaVSCorona. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara mengkoding setiap iklan dalam episode #KitaVSCorona di YouTube. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa elemen brand identity yang paling banyak ditampilkan melalui elemen iklan adalah, elemen nama melalui elemen seen words dan elemen warna melalui elemen picture dan color. Sedangkan elemen brand identity yang paling sedikit dimunculkan melalui elemen iklan adalah, elemen tagline melalui elemen heard words.
Representasi Feminisme Dalam Serial La Casa de Papel (Money Heist) Juan Arthur Samosir; Daniel Budiana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran media komunikasi massa dalam film sebagai alat untuk menyampaikan pesan dalam peradaban modern yang dapat memberikan dampak pada masyarakat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pesan representasi feminism dalam serial “La Casa de Papel”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotika John Fiske. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori feminism, kode televisi, film, dan representasi. Temuan dalam penelitian ini terdapat representasi gerakan feminisme gelombang kedua.
Motif dan kepuasan followers Lambe Turah dalam Mendapatkan Informasi pada Akun @lambe_turah di Instagram Gabrielle Twozzy Galih Ananta; Chory Angela Wijayanti; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uses and gratifications tidak melihat yang dilakukan media terhadap khalayak, tetapi apa yang dilakukan orang terhadap media. Khalayak saat ini justru lebih mengarah ke media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui motif dan kepuasan followers Lambe Turah dalam mendapatkan informasi pada akun @lambe_turah di Instagram. Maka dari itu melalui penelitian ini dapat mencari informasi yang didapat followers pada Lambe Turah.Penelitian ini menggunakan metode online survey, pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Penelitian ini menggunakan sampel followers Lambe Turah dengan kriteria jenis kelamin, usia 20-34 tahun, pendidikan terakhir, profesi, dan lama mengakses. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Peneliti menggunakan tiga indikator uses and gratifications for new media menurut Yeniçıktı, N. T. & Tarakcı, N. (2016) yaitu share/communication, social escape, dan information.Hasil penelitian dari tiga indikator yang memiliki hasil tertinggi terdapat pada indikator information, dengan kesenjangan tertinggi dibanding dengan share/communication dan social escape. Secara keseluruhan hasil analisis data gratifications sought lebih kecil dari gratifications obtained. Dapat diartikan bahwa followers mendapatkan kepuasan yang lebih dari motif.
Star Studies Terhadap Image Danilla Riyadi Sintya Kumala Dewi; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui image seperti apa yang dikonstruksikan oleh Danilla Riyadi. Penelitian ini menggunakan metode star studies oleh Richard Dyer, dengan pendekatan kualitatif deskripstif. Image yang dikonstruksikan Danilla Riyadi adalah sosok perlawanan untuk mencapai kebebasan, dengan cara mendobrak batasan-batasan yang ada. Dengan image yang ditunjukkan secara visual, verbal, dan non-verbal, Danilla mengonstruksikan image sebagai feminisme postmodern dengan mematahkan stereotip perempuan identik dengan sifat yang lemah dan emosional. Feminisme postmodern beranggapan bahwa yang membuat seorang perempuan bermakna adalah dirinya sendiri, bukan karena orang lain (laki-laki) yang memaknainya.
Co-Authors Agatha Giovanny Puteri Radja Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Amadea Daphne Isjwara Andre Christian Andriani, Lina Aritonang, Agusly Irawan Aritonang, Agusly Irawan Astri Yogatama Atha Nilakandi Oknadia Aurelia Angelica Ng Aurellia Nathania Adityaputri Carolina Rebeka Sondak Caroline Monica Sutanto Celine Rea Emmanuela Cristianingrum, Bihannovi Cynthia Andriana Tjitra Daniel Budiana Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Diana Prasetya Diwangsa, Lidya Crisnanda Eliana Ariesta Dewantari Eryanto, Naomi Victoria Eva Maria Gusta Francisca Evalyn Mayrilia Soetanto Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Farren Anatje Felicia Goenawan Gabrielle Twozzy Galih Ananta GATUT PRIYOWIDODO Gatut Priyowidodo Hartono, Lukas Hizkia Nihand Haripradipta Ido Prijana Hadi INRI INDRAYANI Jandy Luik Jane Elisabeth Sutanto Jendry Johanis Sengkey Jessica Idelia Soekardjo Jessica Kristian Mantiri Jocelin Alice Agape Jonathan Allen Cahyanugraha Josua Reno N.S.R. Juan Arthur Samosir Kevin Limantara Lady Joanne Tjahyana Leonard Refinchie Lidya Crisnanda Diwangsa Lina Hokgy Mawarsari Maudy Christina Johanna Wuwung Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Michelle Sunartio Monica, Cindy Ayu Natasha Christa Purnama Naviri Siswanto Netta Christine Tjahjono Nicky Christian Paparang Patrick Jonathan Lugito Prawiyadi, Lisyeana Prayogo, Fransisca Priscilia Trisyanti Halim Raden Ayu Yotari Kezia Rahadi Reno N.S.R., Josua Rikhana, Priscilla Christy Sintya Kumala Dewi Sondak, Carolina Rebeka Sumanti, Justianus Joshua Tabita Ovina Tipta Santa Tampubolon Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Wahyuni, Poppy Wibowo, Andreas Setya Yeremia Tulude Ambat Yosua Rononuwu Zherlinda Kurniawan