Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Perancangan sistem informasi kependudukan Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Akbar Gunawan; Ani Umyati; Kulsum Kulsum; Ade Irman Mutakin
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12771

Abstract

Kantor Desa sukamaju merupakan desa yang berada di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Selama ini dikantor Desa Sukamju pencatatan data mobilitas penduduk masih dilakukan dengan cara manual dan banyaknya penumpukan berkas berkas data penduduk sehingga pada saat diminta laporan harian bulanan maupun tahunan menjadi terlambat. Maka dari itu penulis merancang sistem informasi management penduduk dikantor Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten untuk mengetahui primary key sebagai kode unik dan banyaknya DFD (Data Flow Diagram) dan mempermudah pembuatan laporan agar tidak terjadi keterlambatan pembuatan laporan penduduk yang diminta oleh oleh Kecamatan dan data yang dicari tidak menjadi sulit maka dari itu penulis membuat database mobilitas kependudukan dengan menggunakan Microsoft Access dan untuk pemecahan masalahnya sedangakan untuk mengetahui permasalahannya menggunakan sebuah metode tree diagram dan pengujian aspek funcionaliti dan usability untuk pengujian aplikasi berjalan dengan baik atau tidaknya dengan penyebaran kuesioner sebanyak 15 responden. Presentase kelayakan usability sebanyak 86,5%.
Optimasi biaya transportasi penentuan lokasi baru gudang distribusi menggunakan metode center of gravity di UMKM Batik Banten XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12382

Abstract

UMKM Batik Banten XYZ adalah tempat usaha yang memproduksi Batik Banten dan berlokasi di Serang, Banten. UMKM Batik Banten XYZ melakukan distribusi untuk empat kota yakni Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Bogor. Penelitian pada UMKM Batik Banten XYZ dilakukan untuk menentukan lokasi gudang baru untuk meminimalisasi biaya pengiriman ke konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Center of Gravity. Dari hasil penelitian didapatkan lokasi gudang baru dengan titik koordinat X sebesar 11 dan titik koordinat Y sebesar 4 yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur. Dengan lokasi gudang baru tersebut maka akan meminimumkan jarak tempuh dan biaya transportasi sebesar masing-masing 36,8 % dari jarak dan biaya transportasi awal.
Analisa Jabatan dan Beban Kerja Operator Pada Divisi Asphalt Mixing Plant PT. Prayoga Pertambangan dan Energi Akbar Gunawan; Ibrahim Nur Farabi
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1493

Abstract

Analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang pegawai, atau dapat pula dikemukakan bahwa analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu tertentu. operator di unit bisnis Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Prayoga Pertambangan dan Energi. Pengolahan data analisa jabatan Berdasarkan Beban Kerja dilakukan dengan melakukan perhitungan manual beban kerja yang di dapat oleh setiap operator, dan melakukan perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan. Beban kerja terkecil operator mesin Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah 384 menit, beban kerja operator weloader & genset adalah sebesar 399 menit, beban kerja operator mesin emulsi adalah 40 menit, beban kerja operator jembatan timbang 60 menit.Jumlah kebutuhan pegawai dari beban kerja terkecil operator mesin adalah sebanyak 1 orang, operator weloader & genset adalah sebanyak 1 orang, operator mesin emulsi adalah sebanyak 1 orang, operator jembatan timbang adalah sebanyak 1 orang. Sedangkan jumlah kebutuhan pegawai dari beban kerja terbesar operator mesin Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah sebanyak 2 orang, operator weloader & genset adalah sebanyak 2 orang, operator mesin emulsi adalah sebanyak 1 orang, operator jembatan timbang adalah sebanyak 1 orang.
ANALISIS PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PT XYZ MENGGUNAKAN METODE AMERICAN PRODUCTIVITY CENTER DAN CRAIG-HARRIS Putiri Bhuana Katili; Akbar Gunawan; Utami Damayanti; Kulsum Kulsum; Bobby Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62009

Abstract

Minimnya ketersediaan sumber mata air layak konsumsi menjadikan air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi salah satu alternatif yang dipilih masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) dalam beberapa tahun terakhir, produksi AMDK tumbuh rata-rata sebesar 8%. Maraknya perusahaan air minum dalam kemasan, tentunya membuat beberapa produsen air minum berupaya untuk meningkatkan produktivitasnya. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang mengolah air baku menjadi berbagai produk air minum dalam kemasan. Selama ini perusahaan belum melakukan pengukuran produktivitas secara menyeluruh, melainkan hanya evaluasi melalui laporan laba rugi per tahun. Perusahaan sampai saat ini hanya mengetahui besarnya laba yang diperoleh, namun tidak mengetahui secara pasti faktor apa saja yang menyebabkan meningkatnya laba dan produktivitas. Penelitian bertujuan untuk menghitung hasil pengukuran produktivitas yang dilakukan pada PT XYZ menggunakan metode American Productivity Center (APC) dan Craig-Harris, mengevaluasi tingkat produktivitas yang dilakukan menggunakan analisis pohon masalah, dan memberikan usulan upaya perbaikan yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas pada PT XYZ menggunakan metode 5W+1H. Metode yang digunakan adalah American Productivity Center, Craig-Harris, Analisis Pohon Masalah, dan 5W+1H. Setelah melakukan pengukuran produktivitas, diketahui bahwa terjadi penurunan indeks produktivitas tenaga kerja sebesar 0,41% pada tahun 2016, penurunan indeks profitabilitas modal sebesar 34,48% pada tahun 2016 dan 38,09% pada tahun 2017, serta penurunan indeks profitabilitas total sebesar 4,41% pada tahun 2016 dan 4,14% pada tahun 2017. Setelah itu, dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab turunnya produktivitas atau profitabilitas dengan analisis pohon masalah yang dilanjutkan dengan memberikan rancangan usulan upaya perbaikan untuk peningkatan produktivitas dengan 5W+1H
PENGUKURAN NILAI EFEKTIVITAS MESIN REAKTOR A700 di PT. ARCHROMA INDONESIA CILEGON PLANT Akbar Gunawan; Hadi Setiawan; Fajri Humaedi
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4091

Abstract

Semakin tinggi teknologi yang digunakan oleh industri, maka akan semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan perawatan terhadap mesin tersebut. PT. Archroma Indonesia-Cilegon Plant merupakan perusahaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dalam memenuhi permintaan pasar atau konsumen, maka perusahaan dituntut untuk menjalankan produksinya secara produktif dan efisien dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas produksinya. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin reaktor A700. data yang diperlukan antara lain adalah data kapasitas produksi perusahaan, waktu delay mesin, waktu breakdown dan waktu planned downtime Rata-rata nilai OEE mesin reaktor A700 pada periode bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Februari 2017 adalah sebesar 40.98% dan masih belum memenuhi nilai standar kelas dunia berdasarkan Japan Institute of Plan Maintenance (JPIM).Six Big Losses masing-masing losses, yaitu Setup And Adjustment Loss yaitu sebesar 53%, Reduced Speed Lossdengan total persentase sebesar 19.2%, Equipment Failure Loss sebesar 11.6%, Idling Minor Stoppages sebesar 9.9%, Rework Loss sebesar 6.3% dan Scrap/Yield Loss sebesar 0%. nilai OEE tidak mencapai nilai 100% atau sempurna, sehingga perlu adanya perbaikan atau peningkatan agar dapat mencapai nilai OEE yang sempurna.
PEMETAAN POTENSI INDUSTRI KREATIF UNGGULAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI Akbar Gunawan; Putiri Bhuana Katili; Mukti Lestari
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2086

Abstract

Industri kreatif adalah bentuk pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu dengan cara menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. Industri kreatif memiliki peluang untuk terus meningkat, sebab industri kreatif sangat responsif menyerap akumulasi fenomena-fenomena sosial di masyarakat dan menuangkan ke dalam konteks produk dan jasa. Bila dilihat dari sudut pandang PDB (produk domestik bruto), ketenagakerjaan dan aktivitas perusahaan, industri kreatif juga memiliki kontribusi yang nyata dan signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun pemahaman masyarakat dan instansi-instansi terkait terhadap prospek perkembangan industri kreatif dinilai masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan (roadmap) terhadap industri kreatif berdasar ke 15 subsektor yang telah ditentukan Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Tujuan berikutnya memetakan industri kreatif yang diunggulkan di kota Cilegon untuk memaksimalkan potensi industri kreatif dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shift share untuk mengetahui dampak riil pertumbuhan ekonomi serta kontribusi industri kreatif dan DEA (Data Envelopment Analysis) untuk memetakan industri kreatif unggulan dilihat dari tingkat efisiensinya. Hasil penelitian ini menunjukan pertumbuhan ekonomi kota Cilegon lebih cepat dibanding provinsi Banten (nilai Dij/dampak riil pertumbuhan) positif, industri kreatif memiliki kontribusi nyata dan signifikan. Berdasar tingkat efisiensinya subsektor industri kreatif yang diunggulkan di kota Cilegon adalah kerajinan dan fesyen (memiliki nilai efisiensi 1). 
Human resource scorecard untuk Mengukur Kinerja Sumber Daya Manusia pada Perusahaan Baja Nuraida Wahyuni; Robi Setiawan; Akbar Gunawan; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62006

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi baja batangan. Saat ini manajemen sedang fokus untuk merancang pengukuran kinerja sumber daya manusia berkala agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan model pengukuran kinerja sumber daya manusia. Pendekatan human resource scorecard (HRSc) digunakan dengan tujuan untuk menyelaraskan pengukuran dengan tujuan perusahaan berdasarkan perspektif balanced scorcard (BSc). Ada tiga tahap dalam merancang pengukuran, yang pertama merupakan tahap perancangan, tahap pengukuran, dan tahap Analisa. Hasil dari tahap pertama didapatkan bahwa PT. XYZ memerlukan suatu model pengukuran kinerja sumber daya manusia dengan menggunakan konsep HRSc berdasarkan empat perspektif BSc, yaitu perspektif finansial, perspektif customer, perspektif proses internal dan bisnis, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, Didapatkan 30 key performance indicator (KPI). Hasil yang didapatkan pada tahap pengukuran adalah bobot dari setiap KPI. Tahap Analisa merupakan tahap try-out model dengan traffic light scoring system. Dengan basis tahun percobaan adalah tahun 2019, didapatkan skor pengukuruan sebesar 75.25 yang berada pada kategori cukup baik.
Pengukuran Tingkat Kelelahan Kerja Karyawan pada Departemen Operation Director PT. XYZ Ani Umyati; Ekana Kusumaningrum; Wahyu Susihono; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9477

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh PT. XYZ memasok kebutuhan listrik di kawasan Industri yang berada di Kota Cilegon. Perusahaan tersebut memiliki tiga Departemen, yaitu Operation Director, Planning & Commerce Director, dan Finance & Adm Director. Sekitar 80% proses pembuatan energi listrik dilakukan oleh Departemen Operation Director. Besarnya peranan Departemen Operation Director mengakibatkan besar pula tanggung jawab dan peranan dari semua yang terlibat pada Departemen ini. Hal tersebut dapat meningkatkan potensi kelelahan yang dialami oleh para pekerja di Operation Director Departemen. Gejala kelelahan seperti mengantuk, haus, tidak fokus, pegal pada punggung, pusing, dan lelah pada mata sering kali dialami oleh para pekerja pada saat beraktivitas. Namun sampai saat ini belum ada pengukuran tingkat kelelahan para pekerja, sehingga belum ada ukuran yang terkuantifikasi terkait besaran tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survey menggunakan kuesioner Industrial Fatique Research Committe (IFRC) yang terdiri dari 30 pertanyaan yang dapat mengkuantifikasi tingkat kelelahan berdasarkan 4 (empat) aspek. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 54 orang responden memiliki rerata kelelahan kerja pada Divisi Logistic Manager sebesar 78 ± 5,00 dengan kategori tinggi, Divisi Operation Manager sebesar 68,85 ± 15,66 dengan kategori sedang, dan Divisi Maintenance Manager sebesar 64,20 ± 9,40 dengan kategori sedang. Dari data diatas terlihat bahwa bagian Divisi Logistic Manager mengalami tingkat kelelahan yang paling tinggi dibandingkan dengan bagian yang lain yang terdapat di Departemen Operation Manager.
Analisa Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Akbar Gunawan; Mentari Indria Cahya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1550

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan serta pencapaian tujuan instansi. Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat dibutuhkan terutama untuk menjalankan dan mengoperasikan suatu instansi pemerintahan. Sumber daya manusia yang dimaksud disini, adalah para pegawai yang bekerja di instansi itu sendiri. Pegawai merupakan faktor yang utama dan sangat berperan penting didalam instansi yaitu sebagai perencana, pelaksana, pengawas serta pengendali kegiatan instansi. Kuesioner yang mengacu pada Hirarki Kebutuhan Maslow. Setiap pertanyaan dalam kuesioner dibagi menjadi beberapa kriteria sesuai dengan Hirarki Kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologi, kebutuhan komunikasi (kebutuhan rasa aman dan kebutuhan prestasi), kebutuhan aktualisasi diri, dan loyalitas sebagai faktor independent. Kemudian faktor dependent atau yang ingin diukur adalah kinerja. Berdasarkan  pada pengolahan dengan regresi linier, maka diperoleh nilai R Square 0,496 yang menyatakan kelima variabel motivasi memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil korelasi maka didapatkan nilai korelasi kebutuhan fisiologis (X1)= 0.417, kebutuhan komunikasi (X2)= 0.008, kebutuhan prestasi (X3)= 0.413, kebutuhan aktualisasi diri (X4)= 0.484, loyalitas (X5)= 0.176. Faktor yang memiliki hubungan yang paling kuat terhadap motivasi adalah kebutuhan aktualisasi diri.
IDENTIFIKASI RISIKO PEMBUATAN KUE GIPANG SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KHAS BANTEN DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Nurul Ummi; Akbar Gunawan; Muhamad Ridwan
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2107

Abstract

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan kue gipang sebagai salah makanan ringan olahan khas Banten membuat pemilik usaha (owner) dan beberapa karyawan yang merupakan sanak keluarga dan para tetangga sekitar rumah pemilik harus memperhatikan kualitas dan kuantitas produk kue gipang yang dihasilkan dengan beberapa risiko kendala yang harus dihindari seperti kurangnya stok produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan, kurangnya stok bahan baku (beras atau ketan kualitas super, kacang tanah, asam jawa, gula pasir) dan modal, cuaca buruk selama proses produksi hingga pengiriman, dan risiko kendala lain seperti penyimpanan produk jadi yang menumpuk di gudang produksi atau gudang distributor (supplier) sehingga dapat menyebabkan produk rusak. CV. Putri Jaya Mandiri adalah salah satu produsen industri rumahan (home industry) makanan lokal tradisional yang bergerak di bidang pembuatan kue gipang khas Banten. CV. ini terletak di Jalan Kharisma, Kampung Magelaran Cilik, Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Dalam satu pekan CV. ini dapat menghasilkan lima box kue gipang siap konsumsi, dimana tiap satu box berisi 20 bungkus besar atau 30 bungkus kecil kue dalam kemasan, dengan rata-rata permintaan konsumen pasar mencapai 10 box per-minggu terlebih saat menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti idul fitri atau idul adha. Dalam menghindari atau menurunkan risiko kendala produksi hingga pemasaran produk kue gipang dapat digunakan metode identifikasi risiko yang mungkin dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). 
Co-Authors Ade Irman Ade Irman Mutakin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman SM Ade Irman, Ade Alia Badra Pitaloka, Alia Badra Alifia Puspa Septianingrum Amelia Rachmawati Ananta, Surya Atmadilaga Ani Umyati Ani Umyati Arini Syafira Utami Asep Ridwan Asih Machfuzhoh Atia Sonda Bobby Kurniawan Budi Darma Maulana Cindy Christine Miranda Damasa G Desmiani Denni Kartika Sari Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dhena R. Barleany Dhena Ria Barleany Dina Estining Tyas Lufianawati Dyah Lintang Trenggonowati Ekana Kusumaningrum Enny Fitriyanti Erien Amelia Erlin Filiandini Evi Febianti Evi Febianti Fajri Humaedi Fani Rahma Damayanti Fellek Getu Tadesse Ferro Ferdinant, Putro Galih, Restu Azi Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawank Hafair Mubarak Ibrahim Nur Farabi Intan Nauroh Iqbal Iqbal Iveline Anne Marie Kadarsah Suryadi Kee Evelyne Khairiyyah Rusydi khatili, putiri buana kulsum kulsum Kulsum M.T. M.Naufal Muadz Mentari Indria Cahya Merdiana Dewantari, Nustin Muhamad Ridwan Muharni, Yusraini Mukti Lestari Mutakin, ade irman Nuraida Wahyuni Nurul Ummi Nustin Merdiana Dewantari Pramesti, Dini Purbasari, Intan Puti Nur Hardiyanti Putiri B. Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Buana Khatili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Ratna Ekawati Restu Wigati, Restu Retno Sulistyo Dhamar Lestari Rettrikar Kiswindyatmoko Ria Barleany, Dhena Rifan Maulana Rizki Akbari Robi Setiawan Saeful Mutaqin S., Ade Irman Saleh, Afiatta Ilhan Selviroh, Selviroh Shera Dwi Andini Sirajuddin Sirajuddin Syahputra, Galang ulfah, Maria Ummi, Nurul Utami Damayanti Vidya Nursekha Wahyu Susihono Yanuar Sutanto Zainal Abidin