Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KEJADIAN INSOMNIA BERDASAR KARAKTERISTIK DAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI PANTI WREDHA PUCANG GADING SEMARANG Evi Rianjani; Heryanto Adi Nugroho; Rahayu Astuti
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.905 KB)

Abstract

Secara individu, pada usia diatas 55 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah. Hal ini akan menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologi. Penyakit yang umum dijumpai pada lansia adalah penyakit gangguan tidur atau insomnia. Berdasarkan data di Panti Wredha Pucang Gading Semarang terdapat 50% lansia yang mengalami keluhan gangguan tidur diantaranya disebabkan oleh faktor kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian insomnia berdasarkan karakteristik dan tingkat kecemasan pada lansia di Panti Wredha Pucanggading Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di panti Wredha Pucang Gading Semarang, sebanyak 115 orang dan sampel yang diambil adalah seluruh anggota populasi kecuali lansia yang tidak memenuhi criteria inklusi sehingga sampel berjumlah 97 orang. Variabel independent adalah karakteristik responden (umur dan jenis kelamin) serta tingkat kecemasan. Variabel dependent adalah kejadian insomnia pada lansia. Uji statistik yang digunakan korelasi Pearson Product Moment,Rank Spearman dan Chi Square (x2). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh rata-rata umur responden yaitu sebesar 69,9 tahun, sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 51 responden (52,6%), rata-rata skor tingkat kecemasan responden yaitu sebesar 32,42, rata-rata skor kejadian insomnia responden yaitu sebesar 30,10. Ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian inomnia pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang didapatkan hasil r = 0,921 nilai p-value 0,000, Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian inomnia pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang didapatkan hasil X2 = 78,036 dan nilai p-value 0,000, Ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kejadian inomnia pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang didapatkan hasil r = 0,952 nilai p-value 0,000. Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka dapat dismpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin dan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia. Diharapkan lansia dan pengurus panti dapat lebih mengantisipasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kecemasan pada lansia, dan dapat mengatasi masalah yang dialaminya secara bersama-sama untuk dapat mengurangi tingkat kecemasan sehingga dapat mengurangi kejadian insomnia pada lansiaKata kunci: lansia, usia, jenis kelamin, tingkat kecemasan, insomnia
HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN JATUH PADA LANJUT USIA DI KELURAHAN NGIJO GUNUNG PATI SEMARANG Ariastika Irine Sofyan; Heryanto Adi Nugroho; Rahayu Astuti
FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.356 KB)

Abstract

Jatuh merupakan kejadian terbesar kecelakaan pada lanjut usia. Kejadian jatuh harus dicegah agar jatuh tidak terjadi berulang-ulang. Salah satunya adalah dengan cara identifikasi faktor resiko, di antaranya adalah kondisi lingkungan fisik rumah yang berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian jatuh pada lanjut usia, jenis penelitian correlation study, pendekatan cross sectional, dengan subyek penelitian adalah lanjut usia yang tinggal di kelurahan Ngijo, Gunung Pati Semarang. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2010 di Kota Semarang. Jumlah populasi sebanyak 201 responden dan sampel 133 responden. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur 69 tahun dengan pendidikan lanjut usia tertinggi SD. Responden yang pernah jatuh(n=46) dan tidak pernah jatuh(n=87). Kondisi lingkungan yang membahayakan(n=79) dan lingkungan tidak membahayakan(n=54). Ada hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian jatuh pada lanjut usia (?<0,05), berarti bahwa kondisi lingkungan fisik rumah mempengaruhi kejadian jatuh pada lanjut usia, sebagian besar lanjut usia yang pernah mengalami kejadian jatuh memiliki kondisi lingkungan fisik rumah yang membahayakan Berdasarkan hasil tersebut perlu pendidikan kesehatan, penyuluhan dan komunikasi dengan warga mengenai pentingnya memodifikasi kondisi lingkungan fisik rumah yang aman bagi lanjut usia dalam meminimalkan kejadian jatuh pada lanjut di rumahKata Kunci : jatuh, lanjut usia, lingkungan fisik
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA DI STIMART AMNI SEMARANG, JAWA TENGAH Endah Fitriasari; Heryanto Adi N; Rahayu Astuti
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.61 KB)

Abstract

Perilaku agresif remaja merupakan suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini didasari keadaan emosi secara mendalam dari setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan emosional yang dapat diproyeksikan ke lingkungan, ke dalam diri atau secara destruktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku agresif remaja yaitu keluarga, masyarakat, sekolah, dan teman sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian correlational study dengan rancangan cross sectional. Proses penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 19-22 juli 2010 di STIMART AMNI SEMARANG dengan metode proportional stratified random sampling, jumlah sampel 142.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 responden (43,7%) agresif dan 80 responden (56,3%) tidak agresif. Ada hubungan yang signifikan antara faktor keluarga, masyarakat, sekolah dan teman sebaya dengan perilaku agresif remaja pada pelajar di STIMART AMNI Semarang, Jawa Tengah dengan (p value< 0,05). Berdasar hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa diperlukan adanya penyuluhan atau diskusi interaktif tentang pentingnya pemilihan teman secara selektif bagi remaja (pelajar), sebagai bahan pertimbangan untuk memformulasi kembali berbagai aktifitas positif yang melibatkan peran serta remaja sebaya (pelajar). Penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor tersebut atau faktor lain yang lebih mendukung dengan pengkajian yang lebih mendalam tentang pengaruhnya terhadap agresifitas remaja, misal umur, gender, intelegensi, sosio ekonomi keluarga, keteladanan guru dan kepala sekolah maupun fasilitas rekreasi atau hiburan remaja. Sebagai pertimbangan bagi penelitian selanjutnya diperlukan adanya penggunaan metode penelitian yang berbeda dan pengembangan kuesioner penelitian.Kata kunci : Perilaku Agresif, Remaja
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KADER POSYANDU DI KELURAHAN PURWOSARI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Erma Handarsari; Agustin Syamsianah; Rahayu Astuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.525 KB)

Abstract

Indonesia still have nutritional problems that requires serious handling. Posyandu (Integrated Service Post) is part of a society which is the spearhead in the implementation of government programs especially those related to health issues. In this case, including nutrition problems in the handling of malnutrition. Health officials cooperating with the cadres Posyandu in supplementary additional meal/food and monitoring weight gain. The goal in this devotion is to increase the cadre's ability to manage the Posyandu, nutritional knowledge and creativity to made additional meal/food for toddler to achieve optimal health care in Posyandu. The method used is counseling, guidance, practice and competition between cadres that can increased ability as a volunteer in society service. The sample in this devotion is 37 cadres residing in the village Purwosari, Mijen district ,Semarang City. Results of this devotion showed increased abilities, knowledge and skills of cadres,. The results of pre-test and post-test all the training materials showed an increased level cadre's knowledge. While the increase in skill can be seen from variability of ten kinds of dishes snack menu creativity of the cadre's results.Keywords : Posyandu cadres, knowledge, skills
KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI PONDOK PESANTREN PUTRI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Rahayu Astuti; Ali Rosidi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.587 KB)

Abstract

Anemia is a nutritional problem in Indonesia. Prevalence of anemia in adolescents still high,whereas in adolescents living in boarding schools showed a higher prevalence. The purpose ofthe study analyzed the differences of levels of hemoglobin (Hb) based on student characteristics,menarche status and body mass index (BMI). This study is an analytic with cross-sectionaldesign. Population were all female students from two boarding schools (pesantren) who was inMranggen the District of Demak. The entire student also attending formal education inMadrasah Tsanawiyah. Sampling with the inclusion and exclusion criteria. The variablesstudied were hemoglobin levels were measured by Cyamethemoglobin, student identity dataincluding age, class, medical history, number of children, father education and menarche status,and body mass index (BMI). Statistical analysis used univariate and bivariate analysis of theMann Whitney test and Kruskal Wallis test. Data normality test used Kolmogorov Smirnov test.The level of significance was 5%. The results showed that of 213 girls studied, who suffer fromanemia 159 people (74,6%). Lowest hemoglobin level of 7,56 g/dL, the highest 14,80 g/dL, anaverage of 11,15 g/dL and standard deviation 1,46 g/dL. There is a significant difference (p =0,000 and p = 0,007) mean Hb level by grade and age. There were no differences in mean Hblevels by categories of children, father education, menarche status, and BMI categories (p>0,05). Keywords: hemoglobin levels, anemia, menarche status, BMI, boarding school
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DALAM DARAH (Studi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang) Raden Roro Dwi Irawati; Wulandari Meikawati; Rahayu Astuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.035 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.36-46

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Millitus (DM) telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Banyak faktor yang disebut sebagai pencetus timbulnya Penyaki Jantung Kronik (PJK) pada penderita diabetes salah satunya yaitu lemak darah yang abnormal. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida dalam darah pada penderita DM. Metode: Jenis penelitian adalah explanatory research dengan metode penelitian pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 orang. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga sedangkan variabel terikatnya adalah kadar trigliserida dalam darah. Data umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, riwayat keluarga diperoleh melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan Index Masa Tubuh (IMT) dan konsumsi makanan tinggi karbohidrat menggunakan Food Frequency Quesstionnairre (FFQ). Kadar Trigliserida dalam darah diukur menggunakan Rayto Auto analyser. Analisis data menggunakan Pearson Product Momen, dan Chi Square. Hasil: Status gizi 27 subjek (54%) tergolong normal. Sebagian besar subjek (78%) tidak memiliki riwayat hipertrigliseridemia pada keluarga. Sebanyak 34 subjek (68%) melakukan aktivitas fisik berupa olahraga. Tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Trigliserida
PENGARUH PERENCANAAN PULANG TERHADAPKESIAPAN PASIEN PULANG PADA PASIEN IBUNIFAS DI RSPANTI WILASA CITARUM SEMARANG Ari Serawati P; Maria Suryani; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.739 KB)

Abstract

Perencanaan pulang merupakan bagian penting dari program keperawatan pasien. Perencanaan pulang dapat dilakukan pada semua pasien, terutama pada pasien nifas. Kesiapan ibu sebelum pulang perlu diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti pendarahan saat pulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan pulang terhadap kesiapan pulang pasien pada pasien nifas di RS Pantiwilasa Citarum Semarang. Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 56 pasien ibu nifas yang ada di RS Pantiwilasa Citarum Semarang dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan pulang pasien sebelum dilakukan perencanaan pulang sebagian besar menyatakan siap  yaitu sebanyak 49 (87,5%). Kesiapan pulang pasien setelah  dilakukan perencanaan pulang sebagian besar menyatakan siap  yaitu sebanyak 53 (94,6%) responden. Ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dilakukan perencanaan pulang dan setelah dilakukan perencanaan pulang dengan uji ’’Wilcoxon Match Pairs Test’’ didapatkan nilai p value 0,046. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perawat perlu mengevaluasi pelaksanaan discharge planning dalam mempersiapkan pasien menghadapi pemulangan.   Kata kunci :perencanaan pulang, kesiapan pulang  
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI DAN BLADDER TRAINING TERHADAP WAKTU ELIMINASI BAK PERTAMA PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL Fitrotun Navisah; Machmudah -; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.15 KB)

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi melalui sayatan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Pada persalinan sectio caesarea dengan anestesi spinal Ibu sering kali tidak mampu merasakan bahwa kandung kemihnya penuh dan tidak mampu memulai atau menghambat berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas mobilisasi dini dan bladder training pada ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment, dengan rancangan penelitian post test - only non equivalent control group. teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 responden untuk kelompok perlakuan mobilisasi dini dan 16 responden untuk kelompok perlakuan bladder training. uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu eliminasi BAK pertama pada ibu post section caesarea dengan diperoleh nilai ρ-value 0,032 karena nilai ρ < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektivitas antara mobilisasi dini dan bladder training terhadap waktu eliminasi BAK pertama pada ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI AXILLA DAN DI FEMORAL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM USIA PRASEKOLAH DI RSUD AMBARAWA Riskha Masruroh; Sri Hartini Mardi Asih; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.984 KB)

Abstract

Kompres merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh. Lokasi kompres turut mempengaruhi penurunan suhu tubuh. Lokasi kompres diantaranya yaitu di ketiak (axilla), di lipatan paha (femoral) dan di dahi (frontal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh anak demam usia prasekolah di RSUD Ambarawa. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni (true eksperiment). Jumlah sampel 76 anak usia prasekolah yang mengalami demam dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh anak demam sebelum diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 37,8°C sedangkan di femoral rata-rata 37,8°C. Suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 36,5°C sedangkan di femoral rata-rata 37,1°C. Penurunan suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 1,3°C sedangkan di femoral rata-rata 0,7°C. Ada perbedaan yang bermakna suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat di axilla dengan p value 0,000 dan di femoral p value 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam dengan p value 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa di axilla lebih efektif dibandingkan di femoral. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan masukan dan bahan informasi bagi perawat dalam pemilihan intervensi keperawatan khususnya penanganan demam pada anak.
PENGARUH TERAPI BERMAIN M ENGGUNTING KAIN FLANEL TERHADAP PENINGKATAN P ERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DALAM KEGIATA N MENGGUNTING DI TK TARBIYATUL ATHFAL 31 SEMARANG Hesti Dian Permata; Sri Hartini M.A; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.648 KB)

Abstract

Perkembangan motorik dapat dilatih dengan kegiatan bermain. Menggunting merupakan salah satu kegiatan bermain yang paling anak sukai, dengan kegiatan menggunting motorik halus pada anak akan terasah. Menggunting merupakan salah satu kegiatan bermain dengan menggunakan koordinasi jarijari tangan yang bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak, menggunting bukan hanya dengan media kertas saja tetapi juga bisa menggunakan media lain yaitu dengan menggunakan kain flanel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain menggunting kain flanel terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pre and post design, jumlah responden 39 dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 39 siswa. Uji statistik yang digunakan Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi bermain menggunting kain flanel terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak di TK Tarbiyatul Athfal 31 Semarang dengan p value 0,000. Hasil penelitian ini merekomendasikan bagi institusi TK Tarbiyatul Athfal 31 Semarang agar terapi bermain menggunting kain flanel dapat dijadikan salah satu terapi bagi anak untuk meningkatkan motorik halus.