Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Susanti, Tuti; Hendrizal, Hendrizal; Hidayat, Hafiz
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif (creativity thinking skill) siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V Sekolah Dasar se-Gugus 8 Bukittinggi. Modul ini dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Tahap Analysis dilakukan dengan menganalisis kebutuhan guru dan siswa terkait bahan ajar yang inovatif. Tahap Design merancang kerangka modul yang memuat tahapan PjBL, meliputi penentuan pertanyaan mendasar, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian, dan evaluasi pengalaman. Tahap Development menghasilkan produk berupa modul pembelajaran PjBL yang divalidasi oleh para ahli (ahli materi, ahli media, dan praktisi). Selanjutnya, tahap Implementation dilakukan melalui uji coba terbatas pada siswa kelas V. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis PjBL ini sangat layak dan efektif untuk digunakan. Penilaian dari para validator menunjukkan kategori "sangat baik" dengan persentase rata-rata kelayakan di atas 90%. Uji coba pada siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif mereka, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Modul ini terbukti mampu menstimulasi siswa untuk menghasilkan ide-ide baru, memecahkan masalah secara kreatif, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek. Dengan demikian, modul pembelajaran PjBL ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Peran ganda dalam bullying: analisis siswa sekolah dasar sebagai korban dan pelaku bullying Hidayat, Hafiz; Adriantoni; Ronvy, Al Shaffaat; Handayani, Puji Gusri; Sari, Anggun Purnama; Idris, Doni Aizus
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1175000

Abstract

Mengingat Sekolah Dasar (SD) merupakan masa pembentukan karakter siswa, korban dan pelaku bullying pada SD saat ini menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena korban dan pelaku bullying, dan menguji perbedaan korban dan pelaku bullying ditinjau dari perspektif gender. Desain penelitian ini adalah kuantiatif jenis deskriptif komparatif. Sebanyak 150 siswa SDN “X” di Kota Padang diberikan kuesioner untuk diisi guna mengumpulkan data, yang kemudian dikaji menggunakan analisis deskriptif dan MANOVA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa korban dan pelaku bullying di SD berada dalam kategori sangat rendah. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan bullying baik korban maupun pelaku ditinjau dari perspektif gender, di mana laki-laki lebih rentan menjadi korban dan pelaku bullying dari pada perempuan. Untuk mengatasi permasalah tersebut implikasi yang dapat diberikan berupa intervensi psikologis baik pada korban maupun pelaku bullying bagi siswa yang memiliki skor korban dan pelaku bullying kategori tinggi dan sedang, berupa pemberian layanan konseling individu untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan. Kemudian, juga memberikan upaya preventif kepada seluruh siswa yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah agar tidak mudah menjadi korban ataupun pelaku bullying.