Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ADVERSITY QUOTIENT WARGA BINAAN REMAJA DI LPKA KELAS II SUKAMISKIN BANDUNG Putra, M. Randi Gentamandika; Hidayati, Nur Oktavia; Nurhidayah, Ikeu
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 2, No 1 (2016): Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v2i1.2853

Abstract

ABSTRAKWarga binaan remaja memiliki hambatan dan tentangan yang lebih besar dibandingkan dengan remaja normal lainnya. Mereka lebih beresiko mengalami gangguan psikologis selama di LPKA, oleh karena itu Adversity Quotient menjadi salah satu aspek yang penting dimiliki warga binaan remaja dalam menghadapi hambatan tersebut. AQ dipengaruhi oleh daya saing, produktivitas, kreativitas, motivasi, dan belajar. Motivasi merupakan aspek yang masih jarang diberikan kepada warga binaan remaja, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan motivasi berprestasi dengan adversity quotient pada warga binaan remaja di LPKA kelas II Sukamiskin Bandung.Rancangan peneliti an ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Instrumen yang digunakan adalah Adversity response profile (ARP) quick take untuk mengukur adversity quotient dan instrumen motivasi berprestasi dengan rentang nilai validitas 0,316-0,751 dan nilai reabilitas 0,926 untuk mengukur motivasi berprestasi. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji spearmen-rank  untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 47 responden mempunyai motivasi berprestasi yang rendah ( 56% ) serta 52 (61,9%) responden  mempunyai adversity quotient yang sedang. Analisis korelasi Spearmen – rank  menunjukan bahwa adanya hubungan antara motivasi berprestasi dengan adversity quotient dengan nilai r = 0,724 dan p value = 0,00.Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara motivasi berprestasi dengan adversity quotient yang bersifat positif dengan tingkat keterikatan yang kuat dan signifikan.Pendekatan keperawatan melalui model ARCS serta dikolaborasikan dengan terapi kognitif merupakan intervensi keperawatan yang bisa digunakan dalam membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan adversity quotient pada warga binaan remaja. Kata kunci       : adversity quotient, motivasi berprestasi, warga binaan remaja ABSTRACTJuvenile inmates have obstacles and challenges are greater than normal teenager, they are more at risk of psychological disorders during in LPKA. Adversity quotient is important aspect for juvenile inmates in period of custody. AQ affected by competitiveness, productivity, creativity, motivation, and learning process. Motivation is one of the aspects that still not adequately given to the adolescent in period of custody yet, so that the aim of this study is to see the relationship between achievement motivation and adversity quotient among juvenile inmates at  LPKA class II Sukamiskin Bandung. The method that used in this study is descriptive correlative with total sampling technique and total respondent are 84 adolescent. This study used Adversity Response Profile (ARP) quick take to measure adversity quotient and achievement motivation instrument as the instrument with the range of validity between 0,316 – 0,751 and reliability value 0,926 to measure achievement motivation. Data were analyzed by frequency distribution to analyze univariate and spearman-rank test to analyze bivariate. Result of this study showed that 47 (56%)  respondents have low achievement motivation and 42 (61,9%) respondents have moderate adversity quotien Spearmen-rank analysis showed that the relationship between achievement motivation and adversity quotient with r value = 0.724 and p value = 0.00.This study conclude that there is relation between achievement motivation and adversity quotient positively with strong and significant bond. Nursing approach by using ARCS model collaborated with cognitive therapy can be used as nursing intervention to increase achievement motivation and adversity quotient in adolescent in period of custody. Keyword : adversity quotient, achievement motivation, juvenile inmates
KEBUTUHAN SPIRITUAL KELUARGA DENGAN ANAK PENDERITA PENYAKIT KRONIS Sujana, Elva; Fatimah, Sari; Hidayati, Nur Oktavia
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7480

Abstract

ABSTRAKKeluarga dengan anak penderita penyakit kronis membutuhkan dukungan baik secara moril maupun spiritual. Dukungan akan kebutuhan spiritual tidak jarang dianggap hal yang kurang penting. Keluarga melaporkan belum terpenuhinya kebutuhan spiritual selama menunggu anak di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan spiritual manakah yang paling dibutuhkan keluarga dengan anak penderita penyakit kronis di ruang rawat inap anak RS Al Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel 39 responden dengan teknik purposive sampling dengan kuesioner yang kembangkan dari konsep kebutuhan spiritual keluarga menurut Ruth A. Tanyi dengan nilai uji validitas 0,33-1 dan nilai reliabilitas 0,93. Analisis menggunakan analisis statistic deskriptif yang menghasilkan distribusi frekuensi serta persentase masing-masing dimensi kebutuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dimensi dengan kebutuhan tertinggi adalah kebutuhan terhadap keyakinan (57,4%), diikuti oleh kebutuhan terhadap kekuatan (57,1%), kebutuhan terhadap family’s preference (52,3%), kebutuhan terhadap spiritual anggota keluarga (41%), kebutuhan terhadap makna dan tujuan (39%), dan kebutuhan terhadap hubungan (37,8%). Penelitian ini menunjukan bahwa dimensi kebutuhan terhadap keyakinan merupakan dimensi kebutuhan spiritual keluarga yang dirasa paling utama oleh responden. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar perawat dapat meningkatkan pelayanan tentang asuhan keperawatan spiritual dengan pengembangan protap dengan memasukan enam dimensi ke dalam protab yang ada, disediakan ruang tunggu yang tenang untuk keluarga dalam beribadah, adanya konseling antara perawat dan keluarga, dan menyediakan bacaan-bacaan tentang kebutuhan spiritual keluarga. ABSTRACTFamilies with children with chronic illness need support both morally and spiritually. Support for spiritual needs is not uncommonly perceived as less important. The family reported not having fulfilled the spiritual needs while waiting for the child in the hospital. The aim of this research is to know the description of spiritual needs which is most needed family with children suffering from chronic illness in the inpatient room of RS Al Islam Hospital Bandung. This research used quantitative descriptive. Total sample 39 respondents with purposive sampling technique with a questionnaire developed from the concept of spiritual family needs according to Ruth A. Tanyi with validity test value 0,33-1 and reliability value 0,93. The analysis used descriptive statistic analysis which produces frequency distribution and percentage of each need dimension. The results of this study indicate that the dimension with the highest need is the need for confidence (57.4%), followed by the need for strength (57.1%), the need for family's preference (52.3%), the need for spiritual family members (41 %), Need for meaning and purpose (39%), and need for relationship (37.8%). This study showed that the dimension of need to belief is a dimension of the spiritual needs of families that are considered most important by the respondents. Based on the results of this study it is suggested that nurses can improve the service of spiritual nursing care with the development of protap by including six dimensions into the existing protab, provided a quiet waiting room for families in worship, counseling between nurses and families, and provide readings about The spiritual needs of the family. 
Gambaran Stressor dan Strategi Koping pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ramadhanti, Intan Febryani; Hidayati, Nur Oktavia; Rafiyah, Imas
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 5, No 2 (2019): Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v5i2.16635

Abstract

Perubahan yang terjadi dalam masa transisi siswa SMA menjadi mahasiswa cenderung menjadi stressor bagi mahasiswa tahun pertama keperawatan. Stressor tersebut dapat berasal dari internal, keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial. Ketika menghadapi stressor, mahasiswa akan menggunakan strategi koping yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stressor dan strategi koping pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 113 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stressor dan COPE Inventory yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif (frekuensi dan persentase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stressor yang paling banyak dirasakan oleh mahasiswa tahun pertama Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran berasal dari pendidikan yaitu jadwal kuliah yang berubah-ubah/tidak tepat waktu yang dirasakan 111 (98,2%) mahasiswa. Sedangkan strategi koping yang cenderung digunakan yaitu emotion focused coping sebanyak 65 (57,5%) mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini adalah hampir seluruh mahasiswa merasakan stressor yang berasal dari pendidikan yaitu jadwal kuliah yang berubah-ubah/tidak tepat waktu, dan sebagian besar mahasiswa cenderung menggunakan strategi koping emotion focused coping. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan ketika ada perubahan jadwal kuliah setiap koordinator mata kuliah mengkonfirmasi kepada mahasiswa beberapa hari sebelumnya, kemudian TPBK dan dosen wali diharapkan untuk selalu melakukan bimbingan pada mahasiswa secara aktif dan berkelanjutan. Kata Kunci        : Mahasiswa Keperawatan, Strategi Koping, Stressor, Tahun Pertama
Nomophobia in Nursing Students at Padjadjaran University Haryati, Evi Annisa; Widianti, Efri; Hidayati, Nur Oktavia
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v6i2.26292

Abstract

ABSTRACT  During the industrial revolution of 4.0, everything becomes easily accessible. One of its developments is information and communication technology. The high use of a smartphone as communication tools can cause dependency which is characterized by repeatedly checking smartphones which can cause addiction so that it can cause fear or phobia, commonly known as Nomophobia. The aim of this study was to determine the overview of nomophobia in Nursing students at Padjadjaran University. This research used a quantitative descriptive method with cross-sectional approach. Samples were taken using a total sampling technique from the population of an active student of the Bachelor program in the year of 2016, 2017, 2018 and 2019 Faculty of Nursing, Padjadjaran University. Data were collected using the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) and analyzed using descriptive frequency distribution. The results of this study showed that the majority of respondents 559 (63.5%) showed moderate nomophobia, as many as 243 respondents (27.6%) showed severe nomophobia and 79 respondents (9%) showed mild nomophobia. The conclusion of this study is that majority of respondents belong to the category of moderate nomophobia. Therefore, it is recommended for the following institution to be able to develop policies that regulate the use of smartphones in the context of clinical education and practice.ABSTRAKPada era revolusi industri 4.0 segala sesuatunya semakin mudah diakses. Salah satu perkembangannya adalah teknologi informasi dan komunikasi. Tingginya penggunaan alat komunikasi smartphone dapat menimbulkan ketergantungan yang ditandai dengan selalu memeriksa smartphone yang dapat menimbulkan suatu kecanduan sehingga dapat menimbulkan ketakutan atau fobia yang lebih dikenal dengan sebutan Nomophobia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nomophobia pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dari populasi mahasiswa aktif program Sarjana angkatan 2016,2017,2018 dan 2019 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Nomophobia Questionnaire (NMP-Q dan dianalisis secara deskriptif  distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar  responden 559 (63,5%) menunjukkan nomophobia sedang, sebanyak 243 responden (27,6%) menunjukkan nomophobia berat dan sebanyak 79 responden (9%) menunjukkan nomophobia ringan. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden tergolong kedalam kategori nomophobia sedang. Oleh karena itu, disarankan bagi pihak instansi untuk dapat mengembangkan kebijakan yang mengatur penggunaan smartphone dalam konteks pendidikan dan praktikum klinis.
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Achir Yani S. Hamid Achir Yani S. Hamid Adistie, Fanny Agustien, Mia Amalia Agustin, Yulian Mutiara Agustina, Habsyah Safaridah Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ajeng Andini Sutisnu Akmal Sybromillsy Alam, Ismailah Alawiyah, Siti Haiva Amilia Rosada Andini, Wilda Angga Rizkiawan Anjelina, Dina Aprilia, Nike Ardianti, Aprilia Aulia Arunita, Yulpiana Ayu K.W, Fauziah Dyan Cahyani, Eka Maulidya Dani Ramdani, Dani Destia Khairunnisa, Destia Dewi, Nadya Puspita Dewi, Syafira Dina Agustina Suwito Dinda Sari Agustina Efendi, Rahayu Putri Efri Widianti Ermiati Ermiati Etika Emaliyawati Fadilah, Tria Nurhayyu Fatimah, Sari Fauzania, Syifa Nurul Feni Agustina Hamidah Nurhalimah Harris, Marissa Mouthia Haryati, Evi Annisa Iceu Amira D.A Ikeu Nurhidayah Imas Rafiyah Iwan Shalahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Kharisma, Puji Adi Kusumah, Indra Lia Sari Lukman Haqim M. Randi Gentamandika Putra, M. Randi Gentamandika Mamat Lukman Maria komariah Mela Yulianti Melliany Safitrie Mentari, Vanessa Zian Mufaj, Elda Nurfadila Muspratiwi, Dea Nabila Salsabila Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Della Monika Senja Nisa Humaerotul Jannah Nita Fitria Nofadina, Hanifah Nurhalimah, Hamidah Nurjanah, Lilis Siti Nurul Damarwulan Poddar, Sandeep Prawesti, Sabrina Junieta Qurhadzam, Muhammad Galiem Rabbani, Hasna Ramadhanti, Intan Febryani Ramdhona, Dinyatul Arba Ratih Kusuma Dewi Regita, Yasmina Dwi Rery Yuliani Pratiwi Restuning Widiasih Rhamelani, Putri Rivalda, Neneng Serenity, Kinar Setiani, Haniifah Setiani Setiawan Setiawan Shafira Rizki Amalia Siti Nur Fatimah Sujana, Elva Sukma Senjaya Sumarna, Umar Suryani S Suryani Suryani Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Toharudin Toharudin Tutik Sri Hariyati Utami, Syafiah Ihsan Yani, Pebri