Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Gema Wiralodra

PENGARUH MODEL BELAJAR AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2015): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer (GQGA); untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori; untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap prestasi belajar matematika siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK N I Kandanghaur kelas X yang berjumlah 320 siswa yang terbagi menjadi 8 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas dengan cara random kelas (acak), untuk kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Setelah kedua kelas diberikan perlakuan yangberbeda kemudian diberikan tes akhir yaitu tes prestasi belajar matematika. Dari hasil tes yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui rata-rata, varians, simpangan baku dari kedua kelas sampel dan dilanjutkan dengan melakukan analisis uji hipotesis yaitu menguji normalitas dengan uji Chi-Kuadarat, menguji homogenitas dengan uji F, dan uji t untuk menjawab hipotesis penelitian. Hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh rata-rata kelas eksperimen 74,16 dan rata-rata kelas kontrol 61,54 . Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji-t dan diperoleh terdapat perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer dengan yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Perbedaan prestasi yang terjadi, dikarenakan adanya dua perlakuan yang berbeda dalam hal ini prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan metodepembelajaran ekspositori. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer terhadap prestasi belajar matematika siswa.
ANALISIS KECENDERUNGAN KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI SEGITIGA Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 7 No. 1 (2016): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal materi segitiga; (2) mengetahui kecenderungan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada materi segitiga berdasarkan kriteria Watson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Wiralodra Indramayu. Subjek penelitian sebanyak 6 mahasiswa dari kelas kelas semester II A yang terdiri atas 2 mahasiswa yang masing-masing berasal dari kelompok atas, menengah, atau bawah yang memiliki kesalahan terbanyak. Analisisdata yang digunakan berdasarkan argumen yang dikemukakan oleh Milles and Huberman (dalam Moleong), yakni: reduksi data, renyajian data, penyimpulan. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan dapat disimpulkan yakni (1) Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal materi segitiga secara umum masih perlu ditingkatkan, pemahaman konsep harus dipahami dengan baik sehingga bisa mengetahui langkah prosedur penyelsaiannya jawabannya; (2) Kecenderungan kesalahan berdasarkan kriteria Watson sangat beragam secara umum kesalahan terbanyak yakni id, ip dan shp. Indikator kriteriaWatson terbanyak itu berkaitan dengan data tidak tepat (id), (prosedur tidak tepat (ip), masalah hierarki keterampilan (shp).
PEMBELAJARAN MATEMATIKA: STRATEGI PEMBELAJARAN ‘BLACK TEA’ DALAM MEMINIMALISIR LEARNING OBSTACLE SISWA Muhamad Galang Isnawan; Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 11 No. 2 (2020): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v11i2.125

Abstract

Pembelajaran matematika dalam implementasinya mengalami masalah dalam hal learning obstacle yang dialami siswa cenderung lebih tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, ada salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan mampu mengurangi learning obstacle yang dialami siswa, yaitu strategi pembelajaran ‘Black Tea’. Strategi ini didasarkan pada filosofi interpretive and critical pedagogy. Adapun beberapa langkah pembelajaran dalam strategi pembelajaran tersebut adalah: (1) guru melakukan analisis pendahuluan mengenai learning obstacle apa saja yang dialami siswa dalam pembelajaran matematika; (2) guru sengaja melakukan kesalahan pada saat proses pembelajaran; (3) guru memastikan siswa menyadari bahwa guru melakukan kesalahan; (4) guru meminta siswa untuk mengkonfirmasi perbaikan yang diberikan; dan (5) guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan perbaikan atas kesalahan yang dilakukan guru.
Learning trajectory: Bagaimanakah Mengajarkan Pecahan Menggunakan Konteks Makanan Tradisional? Luthfiyati Nurafifah; Mochammad Taufan; Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 2 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i2.155

Abstract

Pembelajaran matematika, khususnya di sekolah dasar harus memperhatikan konteks tempat siswa tinggal. Salah satu konteks pembelajaran yang bisa disajikan yakni makanan tradisional. Konteks makanan tradisional dapat membantu siswa memahami konsep pecahan. Oleh sebab itu penelitian ini, bertujuan untuk menghasilkan desain learning trajectory materi pecahan menggunakan konteks makanan tradisional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni research design. Sedangkan partisipan yang terlibat dalam proses eksperimen yakni siswa kelas V di salah satu sekolah negeri yang ada di Kabupaten Indramayu. Selanjutnya, setelah proses eksperimen dilakukan analisis retrospektif dari data observasi, wawancara dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dari hasil penelitian di analisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu: data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari penelitian, yaitu pembelajaran dengan menggunakan learning trajectory pada siswa kelas V mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa, guru, maupun orang tua. Namun pada saat pembelajaran dilaksanakan, hambatan pembelajaran dengan menggunakan desain learning trajectory yaitu keterbatasan waktu dalam pembelajaran. Karena pembelajaran untuk sekolah dasar harus menggunakan tahapan dari dasar, sehingga memerlukan waktu yang banyak. Hasil pembelajaran yang diperolehpun lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan konsep desain learning trajectory. Kata Kunci: Hypothetical Learning Trajectory (HLT), Design Research, Pecahan, Makanan Tradisional.
Technological, Pedagogical and Content Knowledge untuk Guru Matematika di Era Digital: Literature Review Rasilah Rasilah; Jarnawi Afgani Dahlan; Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i1.165

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peranan kerangka Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran untuk guru matematika Era digital. Artikel ini merupakan hasil kajian literature dengan sumber kajian berupa artikel baik jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal international yang terakreditasi. Tujuan penulisan artikel ini untuk pengembangan guru matematika yang mengindikasikan perlu adanya profesionalitas guru matematika, terutama pada kompetensi pedagogik dan profesional. Salah satu kerangka yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional adalah Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Dengan TPACK, guru matematika diharapkan dapat mengembangkan kemapuan pedagogic, kempuan pembuatan konten yang diintegrasikan dengan teknologi dalam pembelajaran pada materi matematika sehingga mampu membentuk karakter dan kepribadian siswa yang teritegrasi dengan teknologi saat disekolah. Kerangka kerja teknologi, pedagogis, dan pengetahuan konten (TPACK) memberikan pemahaman tentang pengetahuan guru di tiga bidang dan bagaimana hal itu digunakan untuk mengajar secara efektif dengan teknologi maka perlu dilakukan penelitian-penelitian tentang TPACK
Mengungkap Kesulitan Keluarga Dalam Membimbing Belajar di Masa Pendemi Covid 19: Exploratory Case Study Nasir Nasir; Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i1.166

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran yang semestinya tatap muka atau luring menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau disebut dengan daring. Hal ini berdasarkan surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pembelajaran jarak jauh ini menuntut anak untuk menguasai materi pembelajaran yang diberikan guru secara online. Kelas-kelas di sekolah sudah tergantikan dengan group-group pembelajaran diaplikasi ponsel. Hal ini tentu tidak mudah bagi semua elemen pendidikan, terutama keluaraga (orang tua) menghadap transisi pembelajaran ini. Partisipasi orang tua dalam menemani anak-anaknya belajar secara daring di rumah sangat penting, sehingga orang tua dapat membimbing belajar anaknya dengan baik. Menurut Hasbullah (1997) bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah mengembangkan kepribadian anak dan mendidik anak di rumah serta mendukung pendidikan di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada keluarga atau orang tua yang anaknya di SD (10), SMP (6), dan SMU (6) di wilayah Indramayu Jawa Barat tahun 2020/2021 secara purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon kesulitan keluarga (orang tua) dalam membimbing belajar anaknya di masa pandemi Covid 19. Untuk mempermudah deskripsi kesulitan keluarga (orang tua) dalam membimbing belajar anaknya di masa pandemi Covid 19, peneliti menggunakan instrumen observasi wawancara kesulitan kesulitan keluarga (orang tua) dalam membimbing belajar anaknya di masa pandemi Covid 19 dan solusi kesulitan keluarga (orang tua) dalam membimbing belajar anaknya di masa pandemi Covid 19. Analisa data dilakukan secara deskriptif analitik observasi wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Anak jadi lebih sering menatap handphone. Solusi orang tua orang tua memberika batasan untuk bermain hp; 2) Pengeluaran uang lebih banyak untuk membeli kuota internet. Solusi orang tua adalah menyuruh anaknya menabung atau menyisahkan uang jajan untuk membeli kuota internet disamping diberi bantuan kuota dari pemerintah ; 3) Pembelajaran PJJ kurang efektif. Solusi orang tua adalah orang tua berharap pihak sekolah memberikan tugas yang sewajarnya tidak membebani anak. Sehingga anak dapat terbantu dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah; dan 4) Sulitnya dalam mengontrol anak. Solusi orang tua adalah pembagian tugas dengan anggota keluarga lainnya dalam mengawasi anak saat sekolah ataupun pekerjaan rumah
Penggunaan Algebraic Experience Materials Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Nandang Nandang; Fitriyani Fitriyani; Farid Gunadi; Sudirman Sudirman
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i1.230

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa materi sistem persamaan linear dua variabel yang menggunakan Algebraic Experience Materials; (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa materi sistem persamaan linear dua variabel yang tidak menggunakan Algebraic Experience Materials; (3) untuk mengetahui pengaruh penggunaan Algebraic Experience Materials terhadap hasil belajar siswa materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain posttest only control design. Populasi pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VIII tahun pelajaran 2019/2020 di suatu MTs Negeri yang ada di Indramayu dan sampel diambil sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes. Data hasil tes dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik uji-t. Berdasarkan analisis data diperoleh: (1) hasil belajar siswa materi sistem persamaan linear dua variabel yang menggunakan Algebraic Experience Materials diperoleh rata-rata sebesar 35,31; simpangan baku sebesar 8,97, dan varians sebesar 80,46; (2) hasil belajar siswa materi sistem persamaan linear dua variabel yang tidak menggunakan Algebraic Experience Materials diperoleh rata-rata sebesar 25,33; simpangan baku sebesar 5,53; dan varians sebesar 30,58; (3) hasil uji hipotesis menggunakan uji-t’, diperoleh thitung = 4,34 dan tkritis = 2,06, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan Algebraic Experience Materials terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel.
Pembelajaran STAD Pasca Pandemi COVID-19 dan Dampaknya Terhadap Sikap, Keterampilan, dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Denni Ismunandar; Mela Andriani; Sudirman Sudirman; Mochammad Taufan
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.266

Abstract

Pada akhir tahun 2021, Covid - 19 telah melandai dan sekolah mulai memberlakukan pembelajaran secara blended learning. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sikap dan keterampilan siswa terhadap hasil belajar siswa pasca pandemi Covid-19 menggunakan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD). Subyek penelitian ini adalah salah satu SMK Negeri di Indramayu kelas XII Jurusan TKJ. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan oleh guru. Sample pada penelitian ini adalah siswa jurusan TKJ yang terdiri dari 33 siswa. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan peneliti menggunakan persamaan regresi linier dua prediktor untuk mencari besar pengaruh sikap dan keterampilan terhadap hasil belajar siswa. Hasil analisis regresi adalah dengan . Artinya sikap dan keterampilan siswa bersama – sama mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 17,2%. Masih ada faktor lain sebesar 82,8% yang mempengaruhi hasil belajar siswa