Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementation of Magic Book to Improve Critical Thinking and Mathematical Communication Abilities of Elementary School Students Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Mutianingsih, Ninik; Prayitno, Lydia Lia
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 7 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/reimann.v7i1.86

Abstract

The use of digital mathematics teaching materials is one alternative to improve students' 21st century skills in mathematics learning. Mathematics Digital Creative (MAGIC) Book is one of the digital teaching materials that has been developed to improve students' critical thinking and mathematical communication skills. This quantitative research uses an experimental approach with a one-shot case study design. The subjects used in this study were four schools in the Surabaya and Sidoarjo areas, with a sample size of 65 students. The results of data analysis show that the average value of students' critical thinking skills is 74.29 with the highest value of 91.67 and the lowest value of 43. The average value of mathematical communication skills is 97.9 and the lowest is 40. The t-statistical test found that the t-count value was 4.604 with a degree of freedom of 128 and sig. of 0.037 which is greater than the value of α = 0.05 and the mean difference value of 9.73. It can be concluded that the application of MAGIC Book in mathematics learning in Elementary Schools can provide positive results in improving students' critical thinking and mathematical communication skills, especially in the main material of Greatest Common Divisor (GCD) and Least Common Multiple (LCM).
Development of Mathematics Digital Creative (Magic) Book for Elementary School Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Susiloningsih, Wahyu
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol. 5 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

The digitalization of education is a logical consequence of changing times. No one could have predicted that technology would be adopted so quickly by industry and society. The Covid-19 pandemic has cause students, teachers and schools to carry out teaching and learning activities by relying on digital technology. The use of e-book is becoming a trend because it is more environmentally friendly and more economical. The purpose of this research is to develop a 4C-oriented Mathematics Digital Creative (Magic) Book for elementary school students to determine the development process, feasibility, and effectiveness of its use. The results of the research show that the users gave a positive rating for the MAGIC Book. The use of digital modules provides benefits in learning, especially in online learning.
Analysis of The Elementary School Teachers’ Ability to Use Technology on The Mathematics Online Learning Faizah, Hanim; Sugandi, Eko
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v5i1.11021

Abstract

In Indonesia, the implementation of online mathematics learning does not always run smoothly, there are various obstacles that occur, such as the lack of gadgets owned by teachers or students, internet networks are still weak, etc. So that the readiness of mathematics teachers in managing online learning is very necessary, especially in utilizing technology. Thus, it is necessary to analyze the readiness of mathematics teachers in carrying out online learning. In this study, we aim to describe (1) online mathematics learning in primary schools during the COVID-19 pandemic; (2) the ability of elementary school teachers to use technology during online learning, especially in learning mathematics; and (3) the content that teachers use to present online learning. We conducted research by distributing an online survey to 56 primary school teachers, over a period of approximately two weeks of data collection. The findings in this study are that most mathematics teachers in schools still use whatsApp and google meet or zoom media in conducting online learning, elementary school teachers still have not mastered learning technology well, and most teachers are still limited to using video downloads from YouTube, PPT and conventional books to present learning.
PENERAPAN TEORI WALLAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED Cahyanti, Rika Dwi; Mutianingsih, Ninik; Prayitno, Lydia Lia; Sugandi, Eko
EDUPEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v9i1.3361

Abstract

Pembelajaran matematika ini menuntut peserta didik untuk berfikir kreatif dalam memecahkan suatupermasalahan. Pemecahan masalah ini diterpakan dengan menyelesaikan soal open ended, soal tipe ini sangatmenuntu siswa untuk berfikir kreatif. Pada soal open ended ini nanti nya dikerjakan oleh peserta didik yangkemudian dianalisis dengan menerapkan teori wallas. Teroi wallas ini terdpat empat tahapan dioantranya tahapanberfikir kreatif yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Subjek penelitian ini diambil tiga subjekberdasarkan kategori Tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Ketiga subjek diberikan soal open ended yangselanjutnya dianalisis dengan menerapkan teori wallas. Dari hasil penelitian diperoleh hasil dari ketiga kategori,pertama untuk kategori tinggi dan kategori sedang mampu menyelesaikan tiga tahapan yaitu tahap persiapan,inkubasi, dan verifikasi. Kedua untuk kategori rendah, pada kategori ini hanya mampu menyelesaikan satu tahapanyaitu tahapan persiapan. Pada teori wallas terdapat 4 tahapan, sedangkan pada tahapan ke empat yaitu iluminasi,ketiga kategori belum mampu menyelesaikan sampai tahapan ini. Berdasarkan hasil analisis ketiga kategori kurangteliti dalam mencermati perintah yang ada pada soal, Dimana perintah pada soal diminta untuk menuliskanjawaban lebih dari satu, sedangkan ketoga kategori hanya menuliskan satu jawaban, sehingga ketiga kategoribelum memenuhi tahapan iluminasi.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Evaluasi: Panduan Praktis untuk Guru SMA Antartika Sidoarjo Prayitno, Lydia Lia; Sugandi, Eko; Maftuh, Moh Syukron
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i2.132

Abstract

Latar Belakang: Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya. Situasi ini perlu diselesaikan dengan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI yang mendukung proses pembelajaran yang dilakukan.Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Metode: SMA Antartika Sidoarjo menjadi lokasi pelatihan ini yang melibatkan 61 guru yang dilaksanakan dalam durasi waktu satu bulan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu service learning terdiri tahapan identifikasi kebutuhan, integrasu pembelajaran, pemberian pelayanan, kolaborasi dengan pihak terkait, refleksi, dan evaluasi. Ada empat platform digital yang dilatihkan dalam pelatihan ini yaitu Gemini AI, Quizizz, Kahoot, dan Quizlet.Hasil: Pelatihan ini terlaksana secara lancar sehingga memberikan pemahaman mendalam pada guru tentang pemanfaatan AI dalam menyusun alat evaluasi. Hasilnya memberikan keterampilan praktis para guru di SMA Antartika Sidoarjo dalam memanfaatkan teknologi AI melalui platform digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Evaluasi dan refleksi dilakukan oleh tim dan diperoleh informasi bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru tetapi juga menginspirasi guru meningkatkan efektifitas pembelajaran di kelas masing-masing sesuai mata pelajarannya dan memberikan kontribusi pada penerapan teknologi AI yang inovatif dalam pembelajaran.
KOMPETENSI CALON GURU MATEMATIKA MENGEMBANGKAN LKPD DITINJAU DARI PERSPEKTIF MEA Prayitno, Lydia Lia; Mutianingsih, Ninik; Harmono, Bayu Akbar; Mawaddah, Iffa Waidatul; Ula, Nur Shuhufil; Sugandi, Eko; Chamidah, Amalia
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7930

Abstract

Penerapan kurikulum Merdeka, seorang guru dituntut mengarahkan proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, kreatif, menyenangkan, dan memerdekakan siswa untuk belajar melalui pengembangan LKPD berbasis MEA. 26 calon guru matematika terlibat dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi kompetensi calon guru matematika dalam mengembangkan LKPD ditinjau dari perspektif MEA. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan calon guru yang menempuh Pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari calon guru ketika menempuh mata kuliah Program Pengalaman Lapangan. Data dianalisis menggunakan prosentase kompetensi calon guru berdasarkan perspektif MEA. Hasil analisis data berdasarkan indikator perspektif MEA diperoleh 76,92% calon guru belum kompeten mengembangkan LKPD dan sisanya kompeten. Akan tetapi, ada kelemahan dari LKPD yang dikembangkan oleh calon guru matematika yaitu belum memenuhi prinsip self assessment yang seharusnya ada pada LKPD dan pemberian Latihan mandiri perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Implikasinya perlu ada pembekalan bagi pengampu mata kuliah yang mengajarkan pengembangan LKPD untuk memperhatikan sasaran pembuatan LKPD yang memperhatikan latar belakang siswa secara keseluruhan sehingga dapat mengakomodir situasi di kurikulum Merdeka. Para pengampu mata kuliah juga perlu mengikuti perkembangan masa yang ada agar para calon guru tidak mengalami kebingungan dalam mengonstruk pengetahuan melalui petunjuk di LKPD.
Development of Geometric Transformation E-module Assisted by GeoGebra Software to Enhance Students' Mathematical Abilities during the COVID-19 Pandemic Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Rofiki, Imam
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v14i2.43950

Abstract

During COVID-19 pandemic, teaching and learning was changed from face-to-face learning to online learning. There were many obstacles in learning mathematics by online-based learning. Such as geometric transformation, some material needs to be represented by a graphic or image, so that students will be easier to learn. This research was aimed to develop geometric transformation e-module assisted by GeoGebra software. The method of this research was used 4D-model developed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. The final draft of the e-module was validated by media and material expert. The final results of this research showed that E-module was valid and feasible to be used in geometric transformation learning process. The feasibility of the module was proven by the average score of the validity test was 88% and 86.67%, that can be converted to very good criteria. Small group trial in using e-module obtained student responses is 82.30% which means that the e-module is good and easy to use. This study has implications in education, that can be used to enrich students' knowledge in the learning process of geometric transformation material, increasing student’s activity, motivation, and learning outcomes.Selama pandemi COVID-19, proses belajar mengajar diubah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Banyak kendala dalam pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis online. Seperti transformasi geometri, beberapa materi perlu direpresentasikan dengan grafik atau gambar, agar siswa lebih mudah mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul transformasi geometri berbantuan perangkat lunak GeoGebra. Metode penelitian ini menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel. Draf akhir e-modul divalidasi oleh ahli media dan materi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa E-modul sudah valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran transformasi geometri. Kelayakan modul dibuktikan dengan skor rata-rata uji validitas 88% dan 86,67% yang dapat dikonversi menjadi kriteria sangat baik. Uji coba kelompok kecil dalam penggunaan e-modul diperoleh respon siswa sebesar 82,30% yang berarti e-modul sudah baik dan mudah digunakan. Penelitian ini berimplikasi pada pendidikan, yaitu dapat digunakan untuk memperkaya pengetahuan siswa dalam proses pembelajaran materi transformasi geometri, meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa.