Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH KOMINUSI DENGAN MENGGUNAKAN BALL MILL TERHADAP KARAKTERISTIK ORE NIKEL DARI MOROWALI Hatimah, Husnul; Amin, Idi; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.102 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i1.19

Abstract

Nikel merupakan salah satu barang tambang yang sangat berharga dan memiliki yang tinggi di pasaran dunia. Untuk memanfaatkan nikel yang terdapat di wilayah Indonesia agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi maka dilakukan pengolahan mineral dengan menggunakan alat ball mill yang digunakan untuk pengecilan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mineral laterite Morowali serta pengaruh banyak bola dan variasi waktu terhadap karakteristik mineral laterite Morowali. Variasi bola yang digunakan yaitu 5 bola, 10 bola, dan 15 bola dan untuk variasi yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Penelitian ini mempelajari tentang bagaimana Particle Size Distribution sampel ore nikel dari Morowali, karakteristik sampel ore nikel dari Morowali, kadar Ni dalam sampel, serta fase-fase yang terdapat pada sampel. Hasil analisa elemen menggunakan XRF didapatkan mineral laterit dari Morowali termasuk jenis limonit karena kandungan besi (Fe) yang didapatkan sebanyak 13,8255 % yang lebih tinggi dari kandungan magnesium (Mg) didapatkan 5,1324% dan hasil XRD didapatkan fasa yang dominan fasa lizardite dan fasa clinoclore. Pada pengaruh variasi bola, semakin banyak bola yang digunakan maka semakin banyak kandungan Nikel (Ni) yang terekspos. Didapatkan kandungan nikel sebanyak 1,93%. Pada variasi waktu, semakin lama waktu yang digunakan untuk ball mill bahwa semakin banyak kandungan nikel (Ni) yang terlepas dari pengotornya dan didapatkan kandungan nikel sebanyak 1,91%.
PERBANDINGAN BATUBARA DAN CaSO4 SEBAGAI REDUKTOR DALAM PROSES REDUKSI BIJIH NIKEL LATERIT Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Agus, Tri Gustiany; Nur, Muhammad Aslam; Prameswara, Gyan; Amin, Idi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.255 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i1.25

Abstract

Berdasarkan data ESDM pada Tahun 2020 Indonesia memiliki 52% cadangan nikel yang ada di dunia. Cadangan nikel di Indonesia ini sebagian besar (90%) tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Pirometalurgi konvensional merupakan metode pengkayaan mineral yang sering digunakan namun memiliki kelemahan dimana dibutuhkan energi yang besar dan berakibat pada biaya yang besar. Oleh karena itu saat ini banyak dilakukan penelitian untuk mengembangkan proses pirometalurgi suhu rendah dengan memanfaatkan reduktor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan dua jenis reduktor, yaitu batubara dan CaSO4 serta melihat peranannya dalam proses reduksi selektif. Dua jenis reduktor, yaitu batu bara dan CaSO4, masing-maing dicampur dengan ore nikel dengan perbandingan berat 1:4 dan 1:10. Proses reduksi selektif dilakukan dengan kalsinasi menggunakan furnace pada variasi suhu 800oC, 900oC, dan 1000oC selama 120 menit. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa reduktor CaSO4 pada suhu 1000oC menghasilkan % recovery yang lebih tinggi mencapai 36% dibandingkan dengan batubara yang hanya mencapai 17%. Kandungan Sulfur pada CaSO4 akan berikatan dengan besi membentuk FeS dan kalsium akan berikatan dengan silikat. Proses pemisahan secara magnetik lebih lanjut diperlukan untuk memisahkan pengotor-pengotor non-magnetik yang terbentuk, yaitu FeS dan CaSi2O5 sehingga akan didapatkan % recovery nikel yang lebih tinggi. Sedangkan hasil yang tidak optimal pada batubara disebabkan karena rendahanya kandungan karbon, serta tingginya kandungan zat pengotor dan air.
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN PENAMBAHAN SILIKA TERHADAP %REDUKSI Ca(OH)2 PADA SEMEN Islamia, Nurul; Arninda, Andi; Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.588 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.262

Abstract

Semen dapat bereaksi dengan air membentuk kalsium hidrosilikat (CSH) dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang mempengaruhi kualitas pada semen. Ca(OH)2 dapat menurunkan kekuatan pada bangunan yang mengakibatkan keretakan dan umur bangunan yang singkat. Salah satu cara mereduksi jumlah Ca(OH)2 pada semen adalah dengan menambahkan material yang mengandung silika seperti limestone (SiO2 = 1.44%), andesite (SiO2 = 23.98%), fly ash (SiO2 = 39.67%) dan trass (SiO2 = 53.32%). Material tersebut dapat mengikat dan mereduksi Ca(OH)2 hingga membentuk CSH pada semen sehingga meningkatkan kekuatan pada bangunan. Penentuan % reduksi Ca(OH)2 dilakukan dengan proses ekstraksi dengan HCl. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, dengan parameter variasi material silika pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, dan 14 hari diperoleh %reduksi Ca(OH)2 pada limestone berturut-turut adalah 26.09 %, 44.29 %, 62.86 %, dan 81.05 %. Pada Andesite  berturut-turut adalah 54.52 %, 62.48 %, 87.11 %, dan 90.14 %. Pada fly ash berturut-turut adalah 39.74 %, 63.61 %, 87.87 %, dan 89.00 %. Pada trass berturut-turut adalah 81.05 %, 90.52 %, 93.93 %, dan 96.21 %. Dari keempat material silika, yang paling berpengaruh dalam mereduksi Ca(OH)2 dari waktu ke waktu pada semen yaitu pada penambahan trass dengan persentase penurunan optimal sebesar 96.21 %.
PERILAKU LEACHING DARI ROASTED LATERITE ORE DALAM PENINGKATAN REKOVERI LOGAM Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v2i2.500

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh roasting terhadap karakteristik mineral bijih laterit. Roasting dilakukan dengan menggunakan muffle furnace pada temperatur 280 °C dan 610 °C selama 3 jam. Raw material dan sampel hasil roasting kemudian di karakterisasi dengan menggunakan x-ray fluorescence dan spektrometri x-ray diffraction. Analisis x-ray diffraction mengkonfirmasi keberadaan lizardite, geotit, dan hematite dalam raw ore. Selain itu, perubahan fasa yang menarik diamati selama proses roasting, dengan geotit yang berubah menjadi hematit pada suhu 280 °C dan lizardite yang berubah menjadi enstatite menjadi forsterite pada suhu 610 °C. Selain itu, konsentrasi logam menunjukkan peningkatan secara keseluruhan dengan meningkatnya suhu pemanggangan, kecuali untuk Zn. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengolahan bijih laterit. Khususnya, proses roasting dapat meningkatkan kemampuan leaching laterit, yang berpotensi memudahkan proses ekstraksi dan pemurnian selanjutnya. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang perubahan mineralogi yang disebabkan oleh roasting, sehingga memberikan informasi yang berharga untuk optimalisasi teknik pengolahan bijih laterit.
PENGARUH PENAMBAHAN KCL TERHADAP KUALITAS KARAGENAN EUCHEUMA COTTONII Leying, Fahrilla Trisya; Arninda, Andi; Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penambahan kalium klorida (KCl) dalam proses ekstraksi karagenan dari rumput laut Eucheuma cottonii untuk meningkatkan viskositas dan kekuatan gel karagenan. Penambahan KCl digunakan untuk memperkuat jaringan gel polisakarida, yang mempengaruhi kualitas karagenan dalam berbagai aplikasi industri. Pada penelitian ini, rumput laut Eucheuma cottonii diperlakukan dengan variasi konsentrasi KCl (4%, 6%, dan 8%) dalam larutan alkali yang terdiri dari NaOH, KCl, dan air. Proses perendaman dilakukan pada suhu 65°C selama 2 jam, diikuti dengan pengeringan dan penghancuran sampel untuk kemudian dianalisis viskositas dan kekuatan gelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KCl 4% menghasilkan viskositas rata-rata 844,6 cP, sementara KCl 6% dan 8% menghasilkan viskositas yang lebih rendah, masing-masing 789,6 cP dan 623,6 cP. Untuk kekuatan gel, penambahan KCl 4% menghasilkan kekuatan rata-rata 311,08 g/cm², sementara pada KCl 6% dan 8%, kekuatan gel meningkat menjadi 479,3 g/cm² dan 530,5 g/cm², secara berturut-turut. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan KCl 8% terbukti optimal dalam meningkatkan kualitas karagenan, dengan viskositas 623,6 cP dan kekuatan gel 141,3 g/cm². Penelitian ini menyimpulkan bahwa KCl memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas karagenan yang diekstrak dari Eucheuma cottonii.
Studi Pengaruh Konsentrasi Solvent Dan Kondisi Operasi Terhadap Persen (%) Recovery Nikel Pada Proses Atmospheric Leaching Ore Laterite Asal Morowali Dengan Asam Sulfat Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Prameswara, Gyan; Suherman, Ahmad Faqih
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.760

Abstract

Permintaan nikel di dunia meningkat seiring dengan perkembangan teknologi baterai. Penggunaan nikel sebagai bahan baku baterai dikarenakan kemampuannya dalam menghantarkan energi listrik. Bijih nikel laterit jenis limonit merupakan bijih yang keberadaannya paling banyak namun belum dimanfaatkan dengan baik. Metode yang sesuai untuk mengolah bijih nikel limonit kadar rendah adalah dengan menggunakan proses hidrometalurgi, dimana Atmospheric Acid Leaching (AAL) dianggap paling efektif dari segi energi dan recovery nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi solvent asam sulfat (0,5-2M), rasio solid (bijih nikel laterit) terhadap liquid solvent (5%-25%), dan durasi leaching (0-240 menit) terhadap recovery nikel pada proses atmospheric leaching. Hasil yang didapatkan pada penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi solvent dan durasi leaching meningkatkan recovery nikel yang didapatkan. Sedangkan perbandingan jumlah solid (bijih laterit) terhadap liquid (solvent asam sulfat) menurunkan nilai recovery nikel. Hasil terbaik yang didapatkan pada penelitian ini diperoleh pada konsentrasi asam sulfat 2M, dengan rasio S/L 5%, dan durasi leaching 250 menit. Persen recovery nikel terbaik yang didapatkan pada penelitian ini mencapai nilai >63%.
OPTIMIZATION OF LATERITE ORE GRINDING PROCESS USING BALL MILL WITH RESPONSE SURFACE METHOD Prameswara, Gyan; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Amin, Idi; Hatimah, Husnul
Metalurgi Vol 37, No 3 (2022): Metalurgi Vol. 37 No. 3 Desember 2022
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.874 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v37i3.655

Abstract

Dependence and interaction between several operating conditions that affect the grinding process using a ball mill such as the number of balls, grinding duration, and rotational speed on particle size at 80% product mass (P80) and mineral liberation have been obtained in this study using a CCD (central composite design) of response surface method (RSM). The grinding process was carried out in a cylindrical ball mill with a diameter and length of 18.6 cm and 21.5 cm, respectively, as well as a steel ball with a diameter of 2.5 cm and a weight of 100 grams/ball. The optimum data for the grinding process was obtained with the smallest response value of P80. It was known that the number of balls and grinding duration have a significant effect on the reduction of the P80 value in the sample. The model that can describe the influence of process variables on the P80 value was obtained with good accuracy. The character of the mineral content of the sample was observed with the X-Ray Diffraction (XRD) pattern and the elemental concentration. Minerals that have a smaller hardness scale are easier to liberate and more exposed. The P80 value of the initial material was 1560.89 µm, while at the optimum condition the P80 grinding process was reduced to 513.29 µm.
Optimization and Kinetics of Terbium Leaching from Lapindo Mud using Sulfuric Acid as the Leaching Agent Supriadi, Harry; Suyanti, Suyanti; Astuti, Widi; Handini, Tri; Sujoto, Vincent Sutresno Hadi; Prameswara, Gyan
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 1 Year 2025 (April 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20252

Abstract

This study investigated the impact of solid/liquid ratio, solvent concentration, temperature, and leaching time on the recovery of rare earth elements (REEs), particularly terbium, from Lapindo mud using sulfuric acid as a leaching agent. The objective was to optimize the leaching conditions and identify the most appropriate kinetic model for describing the extraction process. Leaching experiments were conducted under various solid/liquid ratios, sulfuric acid concentrations, temperatures, and time. The findings revealed that the maximum terbium recovery of 94.51% was achieved at a solid/liquid ratio of 0.5, and 18 M sulfuric acid was used as the leaching agent for the extraction process at 200 °C for 30 minutes. Kinetic analysis proved that the Zhuravlev-Leshokin-Templeman (ZLT) model best described the leaching process. The calculated reaction's apparent activation energy (Ea) was 27.96 kJ/mol, indicating that a combination of chemical reactions and diffusion mechanisms controls the leaching process. These insights are crucial for optimizing the extraction of terbium and other REEs from Lapindo mud, offering significant potential for industrial applications in recovering valuable materials from waste sources. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Pelatihan Pengolahan Air yang Berkelanjutan di Desa Pasiang, Polewali Mandar Prameswara, Gyan; Setyorini, Dwi; Dahlan, Masbin; Assagaf, Iman Pradana A.; Raihan, Ahmad Zaki
Journal of Community Services in Sustainability Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Community Services in Sustainability (Oktober 2024)
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jocss.v2i2.374

Abstract

The increasing demand for sustainable water treatment in regions with constrained access to clean water underscores the necessity for targeted interventions. This community service initiative (PKM) focused on establishing a sustainable water treatment training program in Pasiang Village, Polewali Mandar, with an emphasis on biofiltration technology. Utilizing a SWOT analysis and a pre- and post-program evaluation framework, the study assessed both the challenges and opportunities related to implementing a localized water treatment system. Findings highlighted the community’s reliance on groundwater sources and limited familiarity with surface water treatment technologies as primary obstacles. The training program encompassed both informational sessions on biofiltration technology and hands-on practice in operating the treatment system. Evaluations revealed notable advancements in participants' competencies, including a 50% improvement in practical skills, a 47% increase in technology utilization, and a 40% gain in foundational knowledge. Participant satisfaction ranged from 85% to 100% across program aspects, with particularly high ratings in program benefits and alignment with community needs. The adoption of biofiltration technology has demonstrated its viability as a sustainable water treatment solution in rural contexts, supported by substantial community engagement and comprehension of the technology. This PKM program thus offers a replicable model for developing sustainable water treatment training frameworks adaptable to similar communities.
The effect of NaOH concentration on silica leaching process from rice husk ash in South Sulawesi Province, Indonesia Rahim, Herlina; Prameswara, Gyan; Gusmadi, Muh. Irfan Wijaya; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Rekayasa Proses Vol 18 No 1 (2024): Volume 18, Number 1, 2024
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.81242

Abstract

The issue of waste and raw material sources has become common in the processing industry. The ideal solution is to use waste as a substitute for primary material. The processing of rice husk waste for silica extraction can aid in resolving the issue of solid waste accumulation in the agricultural industry. The extraction process begins with burning and ashing the husk waste to increase the silica content. At 750 oC, the silica content increased to 88.06%. The leaching process was carried out to dissolve Si, and observe the behavior of other major elements, such as K, Ca, and P, from rice husk ash. Leaching was carried out in a 3-neck flask with external heating. The effect of the concentration of NaOH solution on elements recovery was studied in this experiment. The highest recovery of Si, K, Ca, and P reached 89.94%, 89.04%, 61.37%, and 78.61%, respectively, at 3 N NaOH concentration, 120 minutes, 300 rpm, and 10% S/L ratio. There was also a precipitate of Na3PO4 formed in the product solution after being left for 24 hours. This provides insight into the decantation process before precipitation using Al(OH)3 in zeolite production.