Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Penerapan Media Aplikasi Permainan Apollo Comet untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Nur Azizah; Suryanti Suryanti; Nadi Suprapto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3440

Abstract

Pembelajaran saat ini tentu tidak lepas dari aktivitas yang berhubungan dengan teknologi, begitupun dengan pembelajaran yang diharapkan mampu membawa peserta didik untuk menguasai dan mampu menggunakan teknologi secara efektif. Tantangan pembelajaran saat ini adalah menurunnya motivasi belajar peserta didik berkaitan dengan keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang dirasa kurang menarik oleh peserta didik. Selama pembelajaran daring, peserta didik terbiasa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menggunakan gadget, termasuk memainkan game online. Berkaitan dengan hal tersebut, pengembangan media aplikasi permainan Apollo Comet perlu dilakukan berdasarkan tahap pengembangan ADDIE. Aplikasi permainan Apollo Comet merupakan adaptasi dari permainan ular tangga yang dimainkan dalam bentuk aplikasi melalui gadget. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan model quasi experimental design dengan instrumen pengumpulan data berupa tes motivasi hasil adaptasi model ARCS oleh Keller yang dilaksanakan selama tiga pertemuan yang melibatkan 80 siswa kelas 6 SDN Keboansikep 1. Berdasarkan data yang diperoleh, aplikasi permainan Apollo Comet mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Pendekatan SETS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Fandu Zakariya Firdaus; Suryanti Suryanti; Utiya Azizah
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan multimedia interaktif berbasis pendekatan SETS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar yang meliputi kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan model 4D. Model pengembangan ini terdiri dari empat tahapan; pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV SDN Klakahrejo I/578 Kota Surabaya. Uji coba dilakukan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi, pengamatan, tes, dan angket respon siswa. Data hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (1) kevalidan multimedia interaktif berbasis SETS yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 3,75 dengan kategori sangat valid; (2) kepraktisan multimedia interaktif berbasis SETS dapat dilihat dari keterlaksanaan RPP dengan skor rata-rata keterlaksanaan RPP sebesar 3,70 berkategori sangat baik dan aktivitas siswa yang mengalami peningkatan dari pertemuan ke pertemuan.; (3) keefektifan multimedia interaktif berbasis SETS dapat dilihat dari respon siswa yang positif dan sebagian besar skor N-Gain yang diperoleh menunjukkan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis pendekatan sets untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar telah valid, praktis, dan efektif.
Mengkaji Pembuatan Garam Gunung Krayan dalam Etnosains Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Sri Kantina; Suryanti Suryanti; Nadi Suprapto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3360

Abstract

Etnosains merupakan pembelajaran dalam perspektif budaya yang berkaitan dengan fenomena alam. Pembelajaran IPA SD dalam perspektif etnosains dijadikan inovasi yang memberikan gambaran pengetahuan masyarakat yang dikaji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengeksplor konsep sains ilmiah berkaitan dengan budaya di Krayan Kalimantan Utara. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif fenomenologis dengan 10 partisipan terdiri dari peserta didik, guru, kepala SDN 006 Krayan dan Kepala suku Dayak Lundayeh. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak konsep ilmiah yang dapat digali dari etnosains, seperti proses pembuatan garam gunung Krayan dikaitkan dengan konsep kalor dan perubahan wujud benda. Dengan demikian peserta didik selain memahami konsep sains ilmiah juga akan mencintai budaya mereka sendiri.
Peningkatan Kualitas Guru, Sebanding dengan Peningkatan Pendidikan? Arya Setya Nugroho; Suryanti Suryanti; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3354

Abstract

Standar mutu bangsa yang berkembang adalah kualitas pendidikan yang baik. Kualitas pendidikan yang baik ditentukan oleh kompetensi dan kualitas guru yang baik. Permsalahan kualitas guru yang rendah di Indonesia membuat sebagian orang bertanya-tanya akan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui metode studi pustaka ini dikaji kompetensi guru, permasalahan guru, upaya peningkatan kualitas guru, dan korelasi peningkatan kualitas guru dengan peningkatan mutu pendidikan dari berbagai sumber pustaka. Hasil menunjukkan bahwa 1) kepala sekolah dan pemerintah terkait memberikan dorongan dan pemantauan kinerja guru, dengan harapan tidak ada guru yang malas untuk berkembang; 2) mengoptimalkan kelompok kerja guru di setiap gugus, kecamatan, hingga kabupaten; 3) memberikan bantuan beasiswa untuk meningkatkan standar keilmuan guru; 4) mendorong peran aktif guru dalam program pemerintah termasuk sekolah penggerak dan guru penggerak; 5) meningkatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dengan mengetahui gabaran kualitas guru harapannya kedepan kualitas guru semakin baik dan memberikan daya dorong terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pergurun tinggi diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Pengembangan Buku Ajar IPA Berbasis Model Pembelajaran Inkuiri untuk Melatihkan Keterampilan Saintifik Siswa Sekolah Dasar Aris Dwi Winanda; Suryanti Suryanti; Widowati Budijastuti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar IPA berbasis model Inkuiri yang valid, praktis dan efektif untuk melatihkan keterampilan saintifik siswa di sekolah dasar. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model 4-D (four-D Model) dan diuji cobakan pada siswa di SDI Darul Hikmah, Krian tepatnya di Kelas IV A dan B dengan jumlah 20 siswa dimasing-masing kelas. Penelitian ini menggunakan one Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, dan tes. Analisis dalam penelitian ini meliputi: validitas, kepraktisan dan keefektifan menggunakan perhitungan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) buku ajar IPA valid ditinjau dari validasi berkategori baik dan layak digunakan; (2) kepraktisan buku ajar IPA ditinjau dari: (a) Respon siswa dengan kategori sangat baik, (b) keterlaksanaan RPP berkategori baik, (3) keefektifan ditinjau dari: (a) hasil belajar siswa secara klasikal dengan kategori sangat baik, (b) Hasil keterampilan Saintifik siswa meningkat.  Kesimpulan penelitian ini, bahwa buku ajar IPA berbasis model inkuiri yang dikembangkan memenuhi unsur valid, praktis dan efektif sehingga layak digunakan untuk melatihkan keterampilan saintifik siswa sekolah dasar. Implikasi dari penelitian ini adalah buku ajar IPA model inkuiri yang dikembangkan layak digunakan untuk melatihkan keterampilan saintifik siswa sekolah dasar dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan saintifik siswa sekolah dasar.
Pengembangan Multimedia Interaktif IPA Materi Cuaca untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Sekolah Dasar Ahmad Roy Januar Pratama; Suryanti Suryanti; Zainul Arifin Imam Supardi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3975

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan multimedia interaktif IPA materi cuaca untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas III SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dan model pengembangan 4D (define, design, development, dan dissemination). Uji coba skala kecil menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan subjek berjumlah 5 peserta didik dan uji coba skala besar menggunakan desan control group pretest-posttest dengan subjek berjumlah 30 peserta didik (15 peserta didik kelas eksperimen dan 15 peserta didik kelas kontrol). Subjek penelitian sebelumnya telah dipilih dengan teknik  random sampling. Instrumen penelitian, terdiri atas: (1) instrumen validasi menggunakan lembar validasi media yang diisi dua validator ahli media dan materi; (2) instrumen kepraktisan menggunakan lembar keterlaksanaan dan lembar respons; (3) instrumen keefektifan menggunakan lembar tes. Metode pengambilan data dilakukan dengan validasi, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia interaktif IPA memperoleh persentase kevalidan sebesar 89% (sangat valid). Kepraktisan multimedia interaktif IPA yang ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran memperoleh 90,62% (sangat baik) dan ditinjau dari respons siswa mendapatkan 80,71% (sangat praktis). Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa media yang dikembangkan yaitu multimedia interaktif IPA pada materi cuaca dikatakan sangat layak sebagai media pembelajaran.