Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MONITORING PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL KB ORAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Putri Devy Septya; Martanty Aditya; Hendra Godeliva Adriani
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v1i2.93

Abstract

Abstrak Pil KB oral merupakan salah satu alat kontrasepsi paling banyak digunakan oleh para wanita untuk mencegah kehamilan. Namun pil KB juga memiliki efek samping yang dapat meningkatkan tekanan darah ?140 mmHg (sistolik) dan ?90 mmHg (diastolik) atau dikenal dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan kontrasepsi pil KB oral dapat menimbulkan resiko terjadinya hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literture review dengan sumber data melalui pencarian secara menyeluruh dengan mesin pencari PubMed dan Google Scholar untuk menemukan artikel sesuai kriteria inklusi dan ekslusi dengan kata kunci tertentu dalam periode 2010-2020 kemudian dilakukan review. Hasil penelusuran yang didapatkan yaitu 3 artikel ilmiah secara observasional dengan menggunakan metode cohort dan cross sectional. Hasil dari literature review ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi pil KB oral dapat menimbulkan risiko terjadinya hipertensi. Hal tersebut dibuktikan dari artikel ilmiah yang memiliki nilai p-value dibawah 0,05. Namun adapula yang membuktikan bahwa penggunaan kontrasepsi oral di usia muda tidak menyebabkan hipertensi pascamenopause serta terdapat artikel yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan pil KB kombinasi yang didapatkan dari klinik AS dengan penggunaan pil KB kombinasi yang didapatkan tanpa resep dokter tapi penggunaan pil KB perlu lebih di pantau agar tidak terjadi resiko yang diinginkan. Kata Kunci : Hipertensi, literature review, pil KB Abstract Oral contraceptive pills are one of the most widely used contraceptives for women to prevent pregnancy. However, oral contraceptive pills also have side effects, one of which is increasing blood pressure to ? 140 mmHg (systolic) and ? 90 mmHg (diastolic) or known as hypertension. This study aimed to determine whether the use of oral contraceptive pills poses a risk of developing hypertension. The method used in this study was literature review whose data were sourced from thorough searches with the PubMed and Google Scholar to find articles according to the inclusion and exclusion criteria with certain keywords in the 20102020 and then reviewed. The results obtained were 7 scientific articles observed using a case control and cross sectional methods. The results of this literature review indicate that the use of oral contraceptive pills can increase the risk of developing hypertension. This is evidenced by scientific articles with a p-value below 0.05. However, there is also evidence that the use of oral contraceptives at a young age does not cause postmenopausal hypertension and there is an article stating that there is no significant link between the use of combination birth control pills obtained from U.S. clinics and the use of combination birth control pills obtained without a doctor's prescription but the use of birth control pills needs to be monitored more so that there is no desired risk. Keywords: Hypertension, literature review, oral contraceptive pills
EVALUASI PENYESUAIAN DOSIS OBAT PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI KOMUNITAS INDONESIA KIDNEY CARE CLUB (IKCC) Venty Yuliasari; Martanty Aditya; Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v1i2.97

Abstract

Abstrak Ginjal kronik merupakan penyakit yang terjadi karena penurunan fungsi ginjal yang progresif dan menyebabkan kerusakan ginjal atau gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan melakukan evaluasi terhadap kesesuaian penggunaan dosis obat pada pasien penderita penyakit ginjal kronis pada stage 3 hingga end stage renal disease berdasarkan dengan derajat keparahan ginjal yang dialami oleh pasien. Jenis penilitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara online menggunakan google formulir yang kemudian akan dilakukan pengolahan data dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan berdasarkan dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit ginjal kronis pada stage 3 hingga end stage renal disease dengan atau tanpa penyakit komorbid, memiliki data hasil tes laboratorium berupa nilai serum kreatinin , mengisi data penggunaan obat rutin dengan lengkap. Total responden yang memenuki kriteria tersebut sebanyak 42 pasien dengan rentang usia 15 sampai 84 tahun serta mengonsumsi obat secara rutin. Sampel yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif penggunaan dosis obat, frekuensi pemberian, dosis obat yang digunakan pasien akan berdasarkan dengan perhitungan glomerular filtration rate (GFR) yang dilakukan dengan menggunakan data nilai serum kreatinin, usia, dan jenis kelamin pada masing-masing pasien. Analisis hasil penelitian diperoleh bahwa dari 42 terdapat 19 pasien (45%) mendapatkan terapi obat yang memenuhi kesesuaian dosis seharusnya dan 23 pasien (55%) mendapatkan terapi obat yang tidak memenuhi kesesuaian dosis. Kata Kunci : Dosis Obat, GFR, Kesesuaian Dosis, Penyakit Ginjal Kronis. Abstract Chronic kidney is a disease that occurs due to a progressive decline in kidney function and causes kidney damage or kidney failure. This study aims to analyze and evaluate in appropriate for use of drug doses in patients with chronic kidney disease at stage 3 to end stage renal disease based on the degree of kidney severity experienced by the patient. This type of research is nonexperimental research by collecting data online using a google form which will then be processed with a descriptive design. Data were collected based on inclusion criteria, for patients with chronic kidney disease at stage 3 to end stage renal disease with or without comorbid disease, having laboratory test results data in the form of serum creatinine values, filling in complete data on routine drug use. The total number of respondents who met these criteria were 42 patients ranging in age from 15 to 84 years and who consumed drugs regularly. The sample obtained is then analyzed descriptively using drug dosage, frequency of administration, drug dose used by the patient will be based on the calculation of the glomerular filtration rate (GFR) which is carried out using data on the serum creatinine value, age, and sex in each patient. The analysis of the results showed that out of 42 there were 19 patients (45%) who received drug therapy that fulfilled the appropriate dosage and 23 patients (55%) received drug therapy that did not meet the dosage suitability. Keywords : Chronic Kidney Disease, Drug Dosage, Dosage Suitability, GFR.
Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) pada Pasien Rawat Jalan Penyakit Ginjal Kronis Tahap Akhir di Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia cabang Jawa Timur : Metode Cross Sectional Feliadewi Ruth; Martanty Aditya; Muhammad Hilmi Aftoni
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstraksReaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD)merupakan efek samping yang timbul dari penggunaanobat dengan dosis normal. ROTD dapat menyebabkanpenurunan kualitas hidup, peningkatan frekuensi kedokter dan kematian, namun kejadian ROTD padapenderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tahap akhirterutama pada pasien rawat jalan belum banyakditeliti. Penderita PGK memiliki risiko lebih besarmengalami ROTD. Hal ini dikarenakan pada penderitaPGK tahap akhir, ginjal mengalami penurunan fungsiginjal dan obat yang dikonsumsi dapat terakumulasidalam tubuh. Oleh karena itu, dilakukan penelitianuntuk mengetahui kejadian ROTD pada pasien rawatjalan Pasien Ginjal Kronis tahap akhir. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya korelasiantara obat-obat yang berpotensi ROTD dengankejadian ROTD pada pasien rawat jalan PGK tahapakhir.Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional.Data demografis dan status ROTD dikumpulkanmelalui Lembar Pengumpul Data (LPD) yangdisebarkan secara online pada anggota KomunitasPasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) cabang JawaTimur. Data penggunaan obat akan dikelompokkanmenjadi obat yang berpotensi ROTD dan obat yangtidak berpotensi ROTD, kemudian dilakukan analisisdengan uji Chi-square untuk mengetahui ada tidaknyakorelasi antara obat yang berpotensi ROTD ddengankejadian ROTD pada pasien rawat jalan PGK tahapakhir. Penelitian ini mendapatkan 62 responden yangmemenuhi inklusi. Dari uji antara hasil karaktersitikdan kejadian ROTD diketahui bahwa ada korelasiantara alergi dengan kejadian ROTD (p=0,018)sedangkan pada kategori lain tidak ditemukan adanyakorelasi. Berdasarkan hasil uji Chisquare antarapenggunaan obat yang berpotensi ROTD dengankejadian ROTD pada pasien rawat jalan tahap akhirtidak memiliki korelasi (nilai p=0,812). Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak adakorelasi antara obat yang berpotensi ROTD dengankejadian ROTD pada pasien rawat jalan PGK tahapakhir (nilai p=0,812).Kata Kunci: HD, PGK, pasien rawat jalan, ROTDAdverse Drug Reaction (ADR) in Outpatients in EndStage Renal Disease (ESRD) at TheIndonesian Dialysis Patient Community in East Java :Cross Sectional MethodAbstractAdverse Drug Reaction (ADR) is a side effect arisingfrom the use of drugs with normal doses. ADR mightdecrease quality of life, increase frequency to doctor,and death, but the incidence of ADR in patients withEndStage Renal Disease (ESRD), especially inoutpatients has not been much studied. ESRD sufferershave a greater risk of experiencing ADR. This isbecause in ESRD patients, the kidneys have decreasedand the drugs consumed can accumulate in the body.Therefore, a study was conducted to determine theincidence of ADR in outpatients in the final stage ofESRD. The purpose of this study is to determinewhether the presence or absence of drugs that discussADR with the incidence of ADR in ESRD.This study use cross sectional method. Demographic dataand ADR status were collected through the data werecollected by distributing online form to members of theIndonesian dialysis patient community in east java. Drugdata had grouped into drugs that potential ADR and drugsthat no potential for ADR, then an analysis is performedwith a Chi-square test to find out is there a correlationbetween potential ROTD drugs and the incidence of ADRin outpatients in ESRD. There are 62 respondents in thisstudy who fulfilled the inclusion. From the test betweenthe characteristic of characteristics and ADR it is knownthat there is a correlation between allergies and theincidence of ADR (p = 0.018) while in other categorieshave no correlation found. Based on the results of the Chisquare test between the use of potential ADR drugs withthe incidence of ADR in outpatients in the final stage ofthe patient did not have a correlation (p value = 0.812).From this study it can be concluded that there is nocorrelation between potential ROTD drugs with theincidence of ROTD in end-stage CKD outpatients (p =0.812).Keywords: ADR, ESRD, Hemodialysis, outpantients
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ANTIPSIKOTIK KOMBINASI TERHADAP TINGKAT DEPRESI PASIEN SKIZOFRENIA DI UPT PUSKESMAS TALUN KABUPATEN BLITAR Sri Susilowati; Martanty Aditya; Chresiani Destianita Yoedistira
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 2 No. 1 (2021): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v2i1.112

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit psikiatrik kronis yang banyak menimbulkan masalah psikologis. Penatalaksanaannya dengan memberikan obat antipsikotik, diberikan dalam bentuk kombinasi. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya depresi dan kemungkinan mengalami efek samping terapi. Oleh karena itu perlu diukur efektifitas terapi yang diukur melalui tingkat depresi meliputi depresi ringan, sedang, berat, sangat berat.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 58 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara retrospektif, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terstruktur oleh peneliti dibantu oleh asisten peneliti dengan instrument kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Penelitian ini dilakukan pada penderita skizofrenia di UPT Puskesmas Talun Kabupaten Blitar pada bulan April-Juli 2020. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Pengaruh pemberian terapi antipsikotik kombinasi terhadap tingkat depresi dilakukan menggunakan uji Kruskal Wallis, dan didapatkan bahwa probabilitas > alpha (5%), tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pemberian antipsikotik kombinasi, dan dilaporkan pula efek samping berupa ekstrapiramidal ringan, ekstrapiramidal berat dan tremor. Pada kombinasi I dilaporkan terjadi efek samping ektrapiramidal ringan 1 pasien, berat 1 pasien, tremor 1 pasien. Pada kombinasi II dilaporkan terjadi efek samping ekstrapiramidal ringan 2 pasien dan pada kombinasi III dilaporkan tidak ada kejadian efek samping.  
Edukasi Hipertensi Meningkatkan Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian di Kabupaten Malang Martanty Aditya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i1.1474

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada TTK terkait dengan hipertensi dan perannya dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Edukasi diberikan secara daring menggunakan zoom dengan topik dari profesi dokter dan apoteker. Rancangan yang digunakan adalah before-after design dimana data yang didapatkan selanjutnya di uji dengan wilcoxon design rank test. Pengabdian ini diikuti oleh 48 peserta TTK yang berasal didominasi oleh puskemas, rumah sakit dan klinik. Hasil pengabdian ini dapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terkait hipertensi setelah mengikuti kegiatan webinar (p-value=0,000). Simpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan dan perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap dampak dari edukasi terhadap perilaku TTK dan juga kepatuhan pasien
Evaluation of single and combination chemotherapy agents in patients with metastatic breast cancer Martanty Aditya; Godeliva Adriani Hendra; Suhul Raos Kumawula Ing Gustyas
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol18.iss2.art14

Abstract

Background: There are several ways to treat breast cancer, one of which is administering chemotherapy agents. Chemotherapy agents have activity in inhibiting the cell cycle. That will affect the effectiveness of therapy and the side effects of chemotherapy agents. Objective: This study aimed to evaluate single and combination chemotherapy agent therapeutic efficacy and side effects Method: The design of this study used an observational cohort study with retrospective data collection from January to December 2019. Patients obtained from medical records were diagnosed with metastatic stage of breast cancer at Panti Nirmala Hospital, Malang. The effectiveness of the chemotherapy agent was seen from the carcinoembryonic antigen (CEA) and cancer antigen 15-3 (CA15-3), which were carried out in the first and third cycles, then analyzed using the Wilcoxon and U-Mann Whitney tests. Side effects of chemotherapy agents were analyzed descriptively. Results: Analysis of the Wilcoxon test showed differences between the two groups of chemotherapeutic agents in CEA and CA15-3 (p<0.05). U-Mann Whitney test analysis showed no difference after administration of the two groups of chemotherapy agents at CEA (p>0.05). However, there was a difference in CA15-3 (p<0.05). Both chemotherapy agents showed most common side effects such as pain, nausea,  vomiting, and alopecia. Conclusion: Patients who received a combination of chemotherapy agents had lower CA15-3 levels than single chemotherapy agents.
Pengaruh Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Proses Persalinan dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Martanty Aditya; Chresiani Destianita Yoedistira; Yeni Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/snumc.v1i.216

Abstract

Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan dekompensasi kordis, persalinan lambat, keguguran, prematur, syok infeksi dan menyumbang meningkatkatnya Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu program pemerintah untuk menurunkan anemia yaitu dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan. Namun masih terdapat hasil yang menunjukan rendahnya kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kembali efektifitas penggunaan TTD terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan pengaruh terhadap proses kelahiran secara normal atau Sectio Caesarea (SC). Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, data diambil melalui rekam medis dan dilanjutkan wawancara terstruktur untuk mengkonfirmasi data rekam medis dan serta karakteristik responden. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui Lembar Pengumpul Data (LPD). Penelitian ini dilakukan pada ibu melahirkan yang melakukan pemeriksaan di UPT Puskesmas Sumberpucung Kabupaten Malang pada bulan Maret-Mei 2020. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square untuk melihat penggunaan TTD dihubungkan dengan proses persalinan normal atau Sectio Caesarrea serta penggunaan TTD dihubungkan dengan kadar Hb. Uji statistic dianalisis menggunakan perangkat lunak sumber terbuka R studio. Didapatkan 52 subyek yang ikut bersedia dalam penelitian ini dimana terdapat 27 responden (51.92%) mengkonsumsi TTD rutin >3 bulan dan 25 responden (48.08%) sebaliknya. Setelah dilakukan analisis didapatkan hasil seluruh pasien yang mengkonsumsi TTD lebih dari tiga bulan melakukan proses persalinan normal (pvalue = 0,000) dan 26 responden memiliki kadar Hb normal (pvalue = 0,000). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi TTD lebih dari tiga bulan menngurangi risiko kehamilan SC dan juga kejadian anemia.
Efektivitas Terapi Penggunaan Kombinasi Antivirus dan Antikoagulan pada Pasien COVID-19 di RSUD dr. Saiful Anwar Malang Ega Malia Jiska; Martanty Aditya; Muhammad Hilmi Afthoni
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung Vol. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.548 KB)

Abstract

Covid 19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit ini sedang menjadi wabah di seluruh dunia. Penggunaan obat pada pasien untuk menangani Covid 19 masih beragam di seluruh dunia Berbagai jenis obat digunakan untuk menyelamatkan pasien. Obat antivirus yang direkomendasikan adalah remdesivir. Coronavirus menginvasi langsung sel endotel dan pelepasan sitokin proinflamasi dalam tubuh, sehingga menyebabkan tromboemboli dapat memperburuk pasien.. Etiologi koagulopati pada Covid 19 berbeda dengan koagulopati pada umumnya. Pada koagulopati Covid 19, trombusterbentuk di pembuluh darah paru pasien Covid 19 dan mungkin berhubungan dengan perdarahan ringan. Desain penelitian ini adalah observasional dengan metode cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rekam medis pasien sebagai instrument penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 89 pasien dengan derajat keparahan sedang hingga berat. Hasil yang diperoleh adalah Efektivitas terapi pada pasien Covid 19 yang diukur dari lama perawatan pasien di RSUD dr. Saiful Anwar Malang telah efektif karena jumlah lama perawatan paling banyak yaitu pasien yang dirawat kurang dari 14 hari sebanyak 67 pasien (67%). Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan Terapi kombinasi antivirus remdesivir dan antikoagulan dengan efektivitas terapi. Ada hubungan yang signifikan derajat keparahan pasien dengan efektivitas terapi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, komorbid, dan jenis kelamin pasien dengan efektivitas terapi.
Pemahaman Suku Tengger Terkait Budaya Tolak Bala Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Sintia Dina Pranata; Martanty Aditya; Godeliva Adriani Hendra
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung Vol. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.832 KB)

Abstract

COVID-19 merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) termasuk dalam kelas virus Ribo Nucleid Acid (RNA) bersel tunggal yang termasuk dalam ordo Nidoviral dapat ditularkan melalui droplet sehingga World Health Organization (WHO) menetapkan penyakit Covid-19 sebagai pandemik. Virus Covid-19 ini dapat menyebabkan infeksi akut saluran pernafasan dan memiliki gejala seperti panas tinggi, sesak nafas, batuk, pilek, nafas pendek sakit pada tenggorokkan, sakit kepala. Untuk mencegah agar masyarakat terhindar dari penyakit Covid-19 ini suku Tengger khususnya masyarakat desa Ngadirejo mengadakan tolak bala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang Covid-19, faktor-faktor yang melatarbelakangi tradisi tolak bala, dan bagaimana proses pencegahan penyakit dengan tradisi tolak bala Barikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara indepth kepada 7 responden yang berasal dari masyarakat desa Ngadirejo yaitu perangkat desa, kepala adat atau dukun, tenaga kesehatan dan pasien yang pernah terkonfirmasi Covid-19. Pengecekkan kebenaran data dilakukan dengan metode Triangulasi Data meliputi triangulasi sumber, metode dan teori yang kemudian dilakukan analisa kembali menggunakan metode Collaizi dan Nvivo 12. Metode Collaizi adalah melakukan validasi data dengan mengembalikan hasil penelitian kepada narasumber untuk memastikan kebenaran data yang telah diambil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat desa Ngadirejo terkait penyakit Covid-19 melalui budaya Tolak Bala berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati protokol kesehatan. Dalam proses tolak bala penyakit Covid-19 masyarakat suku Tengger menggunakan upacara adat Barikan sebagai bentuk penolakkan terhadap Covid-19 karena sebagian masyarakat percaya upacara ini dapat membuat masyarakat menjadi tenang, aman dan tidak khawatir terhadap penyakit ini. 
Hubungan Intensitas Statin dengan Keterulangan Stroke Martanty Aditya; Salsabila Rohadatul Aisy; Godeliva Adriani Hendra
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung Vol. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.228 KB)

Abstract

Setiap tahun angka terjadi peningkatan angka kejadian stroke. Salah satu terapi yang direkomendasikan adalah penggunaan statin dengan efek pleiotropik dalam upaya mengurangi resiko mortalitas dan keterulangan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan statin dengan keterulangan stroke dalam satu tahun. Desain penelitian secara cross-sectional, pengambilan data rekam medis secara retrospektif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Data responden disajikan secara deskriptif, selanjutnya dilakukan uji hubungan dengan chi-square. Didapatkan pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian didapatkan tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stroke iskemik, yaitu kadar kolesterol total (asyimp sig<0,05), kolesterol LDL (asyimp sig<0,05) dan kolesterol HDL (asyimp sig<0,05). Pemberian statin pada pasien stroke iskemik atau memiliki riwayat stroke iskemik sudah 100% sesuai dengan pedoman terapi AHA/ACC Guideline on the Management of Blood Cholesterol 2018. Pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan statin dengan efektivitas terapia, dimana statin intensitas sedang memiliki efektivitas terapia lebih baik.