Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Post-Covid-19 pandemic course interest and learning: A Gender and Grade-based investigation Arif Budi Prasetya; Muh Farozin; Budi Astuti; Rita Eka Izzaty
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2: December 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v11i2.25583

Abstract

This study aimed to determine 1) the relationship between course interest and learning motivation. 2) Differences in course interest and learning motivation in terms of gender and grade level after the Covid-19 Pandemic. The participants were 10th, 11th, and 12th-grade vocational high school students at Bandar Lampung. Data were collected using the Course Interest Scale (CIS) and Instructional Materials Motivation Survey (IMMS) developed by Keller and analyzed using product moment correlation, Mann-Whitney, and Kruskal Wallis.   While learning motivation and course interest exhibited a significant difference in terms of gender, no significant difference was noticed in terms of grade. This study found a significant relationship between course interest and learning motivation, with a value of 0.668. The results of this study can be used as a basis for developing a program in vocational high school context in Bandar Lampung.
Hubungan Antara Interaksi Sosial dengan Konsep Diri Siswa Pasca Pandemi di SMA Negeri 1 Sewon Lintang Waskita Puri; Chici Pratiwi; Moh. Farozin; Budi Astuti; Martono Martono
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61336

Abstract

Konsep diri terdiri atas bagaimana cara kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Setiap individu memiliki harapan untuk menjadi diri yang ideal. Siswa yang menilai dirinya secara negatif terbentuk melalui bentuk interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Apabila siswa mampu berinteraksi sosial dengan baik, maka akan mengarah pada suatu kerjasama dengan orang lain. Namun apabila siswa tidak bisa berinteraksi sosial dengan baik akan mengarah pada pertentangan atau pertikaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui“hubungan antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemic di SMA Negeri 1 Sewon. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 282 siswa, sampel penelitian sejumlah 142 siswa dengan teknik proportionate stratified random sampling. Metode analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan nilai analisis koefisien korelasi (r) sebesar 0,652 dengan p value 0.000. Jika nilai (r) = 0,652 0,165 (r tabel) dengan p value 0,000 α = 0,05 maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dan teruji kebenarannya. Nilai determinan (r2) sebesar 0,425 memiliki arti bahwa besarnya interaksi sosial yang dapat diterangkan oleh konsep diri sebesar 42,5% dan sisanya sebesar 57,5% disebabkan oleh variabel lain di luar interaksi sosial. Demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemi di SMA Negeri 1 Sewon.
Peace Sociodrama: A Strategy to Reduce Junior High School Aggression Salsabila Zihan Nurisma; Budi Astuti
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 5 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i5.456

Abstract

Aggression behavior is one of the negative behaviors caused by the absence of self-control and emotional control. Another cause of aggression is the existence of conflicts both between individuals and between groups. Conflict occurs because of a sense of unpeace in individuals, so in this study aims to instill a sense of peace through sociodrama combined with the component of peace which is then called peace sodiodrama. Peace sociodrama is developed through research and development methods. The procedure used in this study was the borg and gall development procedure. Before developing the product, researchers measured the level of aggression and the results of these measurements showed a variety of aggression at the level of aggression at the level of rerndah at 30.9%, at a level less than 29.1%, at a moderate level of 43.6%, at a high level of 5.5%. Although low, aggression still exists in students in Yogyakarta and researchers believe that aggression behavior must be reduced, therefore peace sociodrama is developed as a strategy in reducing aggression. Peace sociodrama is developed in the form of manuals and implementation procedures. The results after product validity tests by material experts, media experts and peace sociodrama service experts fall into the category worthy of being used as a counselor strategy in reducing student aggressiveness
Systematic Literature Review: Implementasi Layanan Bimbingan Karir dalam Kurikulum Merdeka dengan Memanfaatkan Internet of Things (IoT) Yani Sahendra; Hayani Hayani; Panji Nur Fitri Yanto; Budi Astuti
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9151

Abstract

Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bidang layanan pada bimbingan dan konseling yang berfokus dalam membantu individu agar tercapai pemahaman diri secara utuh dan mencegah munculnya permasalahan akan karir. Dalam perancangan program bimbingan karir menyesuaikan kurikulum yang berlaku, pada saat ini kurikulum terbaru adalah kurikulum merdeka. kurikulum ini dirancang untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Sebagai upaya mendukung pelaksanaan program dan mengikuti perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, konselor memanfaatkan Internet of Things (IoT), IoT adalah pemanfaatan internet untuk segala hal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi layanan bimbingan karir dalam kurikulum merdeka dengan memanfaatkan Internet of Things.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji beberapa literature seperti jurnal dan modul. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, komprehensif, dan konstruktif maka peneliti tidak membatasi akan tahun, subjek penelitian, tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Internet of Things sangat membantu dalam pelaksanaan layanan bimbingan karir dalam kurikulum merdeka seperti mempermudah asesmen karir (Viacharacter.org, Temubakat.com, Bacabakat.com, Career e-Counseling, dan Digital Module) mempermudah pelaksanaan bimbingan karir seperti pemanfaatan media sosial (whatsapp, zoom meeting, dll), adanya peningkatan pemahaman siswa akan karirnya, dan konselor cenderung lebih inovatif dan kreatif dalam pemberian layanan.
The Effectiveness of Social Skills Training in Improving Students' Interpersonal Communication Rafida Rafida; Budi Astuti
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2024): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v11i1.30357

Abstract

The prevalent issue of low social skills and interpersonal communication among adolescents increases vulnerability to violence, such as bullying, both within the school environment and in social circles. Therefore, this research aimed to measure the effectiveness of social skills training (SST) in improving students' interpersonal communication skills. A quantitative experimental method was adopted, using the Quasi-Experimental Design in the form of a Nonequivalent Control Group Design. Students from grade VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Bantul were selected as respondents through purposive sampling and were analyzed using paired sample t-tests. The pre-test and post-test results showed significant improvements in students' interpersonal communication skills in the experimental group, whereas no such improvements were observed in the control group. In conclusion, SST effectively improved interpersonal communication skills of students at MTs Negeri 3 Bantul. 
Peran Konselor Sekolah Dalam Mencegah Bullying: Tinjauan Literatur Tentang Strategi dan Efektivitas Intervensi Nurul Hidayatul Ulum; Budi Astuti; Agus Basuki
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai strategi intervensi yang digunakan oleh konselor sekolah dalam mencegah bullying dan mengevaluasi efektivitas dari strategi-strategi tersebut. Metode yang diterapkan adalah literature review, dengan analisis terhadap delapan artikel relevan yang berfokus pada peran konselor dalam konteks bullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa konselor sekolah berperan sebagai informator, fasilitator, motivator, dan mediator dalam mengatasi masalah bullying. Berbagai strategi intervensi yang ditemukan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, dan pendekatan berbasis kelompok, yang secara signifikan dapat mengurangi perilaku bullying dan mendukung kesejahteraan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, orang tua, dan pihak terkait lainnya dalam merancang program pencegahan yang efektif. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi konselor sekolah untuk terus mengembangkan pendekatan intervensi yang komprehensif guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa.