Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Building Confidence, Reducing Anxiety: Solution-Focused Brief Therapy for Career Indecision in High School Students Tintan Evriani; Herdina Indrijati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika career indecision pada siswa kelas XII serta mengevaluasi efektivitas intervensi psikologis yang diberikan. Subjek penelitian adalah SZ, siswi kelas XII SMA ITP Surabaya yang mengalami kebimbangan dalam memilih jurusan kuliah. Dalam kasus SZ, kebingungan dalam memilih jurusan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal (rendahnya kepercayaan diri, kecemasan masa depan, dan keraguan akan kemampuan diri) dan faktor eksternal (tekanan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta absennya layanan konseling karier di sekolah). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen kasus tunggal (single subject design) dan teknik analisis grafik skor pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan perilaku dari pra hingga pascaintervensi dengan mencakup tahapan asesmen berupa wawancara, observasi, dan tes psikologis (IST, EPPS, RMIB, tes grafis, dan Career Decision Scale), serta tahapan intervensi berupa konseling karier berbasis Solution Focused Brief Therapy (SFBT) dan psikoedukasi orang tua serta guru. Hasil asesmen menunjukkan bahwa career indecision SZ dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya kepercayaan diri, kecemasan terhadap masa depan, dan keraguan terhadap kemampuan diri, serta faktor eksternal seperti tekanan orang tua, pengaruh teman sebaya, dan ketiadaan layanan konseling karier di sekolah. Intervensi Solution Focused Brief Therapy (SFBT) yang dilakukan selama lima sesi berhasil meningkatkan kepercayaan diri SZ, mendorong eksplorasi informasi jurusan secara aktif, serta menurunkan kecemasan terhadap masa depan. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan konseling karier di sekolah serta dukungan keluarga untuk membantu siswa membuat keputusan karier yang lebih mandiri.
Enhancing Storytelling Skills Through Andragogy-Based Training Programs for Kindergarten Teachers Herdina Indrijati; Maulia Gitawati Indiswari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v9i1.9361

Abstract

Abstract :Teachers play a significant part in children's learning at kindergarten. It is imperative for teachers to be able to determine innovative teaching methods, one of which is storytelling. Through storytelling, teachers can deliver learning objectives in an effective and positive way. This is why a study was conducted on the effectiveness of storytelling training based on andragogy theory to develop storytelling skills among kindergarten teachers in Jember. Andragogy theory is a significant component of adult learning, as it employs methodologies tailored to the needs of adults. A total of 38 kindergarten teachers participated in this study. A quantitative quasi-experimental approach was used in the research. Pre-test and post-test measurements were obtained through a video task that was scored based on 24 indicators of storytelling competencies indicators. The collected data were then analysed using SPSS 25 for Windows, employing descriptive analysis and the Wilcoxon test for hypothesis testing. The mean score of participants in the pre-test was 13.87 (N=38; SD=5.832), and the mean score in the post-test was 18.45 (N=38; SD=4.518). Overall,The Wilcoxon signed-rank test demonstrated that the training effectively improved storytelling competencies in improving storytelling competencies among kindergarten teachers, with p < .001.
The Impact of Behavioral Cognitive Counseling (CBT) on Academic Anxiety in College Students Iffah Nurul Izzah; Herdina Indrijati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.12580

Abstract

The purpose of this study is to know the effectiveness of cognitive behavioral counseling interventions (CBT) in reducing student academic anxiety. This intervention aims to change negative and erroneous ways of thinking and behavior (core beliefs) so that participants can minimize the anxiety they feel. The participant in the execution of the intervention was one college student, an 18-year-old female. Participants are studying a bachelor’s in accounting at one of the universities in Surabaya. The participant experienced anxiety in an academic context. This research is included in the research for a single case design. Analysis of the data obtained uses a descriptive analysis to explain the behavior changes that participant demonstrated before and after the intervention. Qualitative analysis compares participant condition with the baseline and treatment phase so that it can be known the impact of intervention. The effectiveness of intervention in seeing the range of academic anxiety that participants possess is measured by using the scale of academic anxiety already devised by Purnamasari (2016) with aspects of psychological, motor, cognitive, and somatic components. This scale has been tested by reliability results α = 0.919. The results of the study indicate that there was a change in the levels of anxiety experienced by participants before and after it was performed interventions. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui efektivitas intervensi konseling berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam mengurangi kecemasan akademik yang dialami mahasiswa. Intervensi ini bertujuan untuk merubah cara berpikir serta perilaku (core belief) yang negatif dan keliru sehingga partisipan dapat meminimalisir kecemasan yang dirasakan. Partisipan dari pelaksanaan intervensi yaitu seorang mahasiswa, berjenis kelamin perempuan berusia 18 tahun. Partisipan sedang menempuh pendidikan S1 Akuntansi salah satu Universitas di Surabaya. Partisipan tersebut mengalami kecemasan di konteks akademik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian single case experimental design. Analisis terhadap data yang diperoleh menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan perubahan perilaku yang ditunjukkan partisipan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Analisis kualitatif dilakukan dengan membandingkan kondisi partisipan pada fase baseline dan fase treatment sehingga dapat diketahui pengaruh pemberian intervensi. Efektivitas intervensi melihat perubahan rentang kecemasan akademik yang dimiliki oleh partisipan diukur dengan menggunakan skala Kecemasan Akademik yang telah dirancang oleh Purnamasari (2016) dengan aspek-aspek berupa komponen psikologis, motorik, kognitif, dan somatik. Skala ini telah diuji dengan hasil reliabilitas α = 0.919. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkatan kecemasan yang dialami oleh partisipan sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode konseling berbasis CBT efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan akademik pada mahasiswa.