Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

CHARACTERISTICS OF FISH COMMUNTIES ASSOCIATIONS IN THE WATER OF MALAHING VILLAGE, BONTANG CITY, EAST KALIMANTAN Atmawati, Yuni Khusnul; Irawan, Aditya; Sari, Lily Inderia
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1483

Abstract

The important role of seagrass beds as habitat for fish communities, both as nursery ground, feeding ground and shelter. The aim of the research was to determine the association of fish communities in seagrass beds in relation to the characteristics of the seagrass species that make up the seagrass beds. The research was carried out in seagrass beds in the waters of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan from October 2024–February 2025, using a purposive sampling method. Sampling consisted of 2 stations with three repetitions. Fish samples were taken using a trap net and seagrass density using a 50x50cm square frame. The seagrass species found at both stations consisted of E. acoroides and T. hemprichii. The fish species caught consisted of 10 families, 11 genera and 15 species. Fish community association was positively correlated with T. hemprichii density.
The Characteristics of Morphometric Enhalus acoroides in the Seagrass beds of Malahing Village, Bontang City Putri, Niken Astrid Pradiva; Irawan, Aditya; Sari, Lily Inderia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9030

Abstract

Seagrass beds are macro and micro habitats for marine aquatic biota. The habitat characteristics formed by seagrass beds are closely related to the species and morphometrics of the species. Enhalus acoroides is a seagrass species that has larger root, rhizome, and leaf morphometrics compared to other seagrass species. This study aims to determine the morphometric characteristics of E. acoroides in the seagrass beds of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan Province. This study was conducted from October 2024 to February 2025. Data collection of E. acoroides, water samples and bottom substrates used a purposive sampling approach divided into 4 stations with 3 replications. Sampling of E. acoroides density used a 50x50cm square frame. Each sample of E. acoroides stands was subjected to morphometric measurements. The density of E. acoroides in the seagrass beds of Malahing Village in the density criteria, the morphometric characteristics of leaves, rhizomes and roots were relatively smaller and associated with the sand bottom substrate.
Bagaimana Akuntansi Environmental, Social, and Governance (ESG) Mendorong Inovasi dan Nilai Bisnis Jangka Panjang Irawan, Aditya
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 2 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v16i2.5467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana akuntansi Environmental, Social, and Governance (ESG) berperan dalam mendorong inovasi serta menciptakan nilai bisnis jangka panjang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus multipel, penelitian ini menelaah lima perusahaan di Indonesia dari sektor energi, manufaktur, keuangan, jasa, dan barang konsumsi. Data dikumpulkan melalui analisis laporan keberlanjutan, laporan tahunan, pengungkapan ke OJK, serta wawancara semi-terstruktur dengan manajer akuntansi, direktur keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi ESG tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga menjadi katalis bagi efisiensi operasional, pengembangan produk berbasis circular economy, dan optimalisasi rantai pasok rendah karbon. Perusahaan dengan integrasi ESG yang kuat memperoleh reputasi lebih baik, kepercayaan investor lebih tinggi, serta akses lebih luas terhadap pendanaan berkelanjutan. Tingkat integrasi berbeda antar sektor, dengan energi dan manufaktur paling maju. Tantangan utama berupa praktik greenwashing, keterbatasan sistem informasi, dan kesenjangan antara strategi dan implementasi operasional. Kesimpulannya, akuntansi ESG merupakan instrumen strategis yang menyatu dengan visi jangka panjang perusahaan, berfungsi sebagai penggerak keberlanjutan sekaligus sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
KARAKTERISTIK PLANKTON DI POLDER AIR HITAM KOTA SAMARINDA Saputra, Tony Ajis; Inderia Sari, Lily; Irawan, Aditya
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/n4w14e09

Abstract

Polder Air Hitam terletak di pusat Kota Samarinda dan merupakan kawasan pemukiman. Polder ini awalnya dibangun sebagai pengendali banjir. Selain fungsi tersebut, polder ini memiliki fungsi ekologis jika dikaitkan dengan komponen plankton di dalamnya. Ketiadaan data mengenai karakteristik plankton di polder ini menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik plankton yang terdapat di Polder Air Hitam Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan purposive sampling untuk menentukan lokasi penelitian. Karakteristik plankton dianalisis dengan menghitung kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, dan uji-T statistik untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan kelimpahan dengan dua variasi kedalaman. Hasil penelitian menemukan 21 spesies plankton, yaitu fitoplankton sebanyak 14 spesies yang terdiri dari 5 kelas dan zooplankton sebanyak 7 spesies yang terdiri dari 4 kelas. Hasil statistik dengan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelimpahan plankton pada dua variasi kedalaman.
The Characteristics of Megagastropod Abundance in the Seagrass Beds of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan Mustika, Ananda; Irawan, Aditya; Sari, Lily Inderia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9108

Abstract

Megagastropoda are well associated with seagrass ecosystems. Megagastropoda play a role in the food chain in seagrass beds as detritus eaters. The purpose of this study was to analyze the relationship between megagastropoda abundance and seagrass density in the seagrass beds of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan. This study was conducted from October 2024 to February 2025. The sampling stations consisted of 4 stations and each station consisted of 3 sub-stations. Sampling used the purposive sampling method. Megagastropoda and seagrass stand sampling used a 50x50 cm square frame. Water parameter measurements were carried out in situ and ex situ and basic substrate sampling used a corer. Megagastropoda data analysis included abundance, relative abundance of species, diversity index, uniformity and dominance. Seagrass data analysis included density and relative density of species. The relationship between megagastropoda abundance and seagrass density used a Pearson's Product Moment correlation test. Megastropoda found as many as 14 species of megagastropoda namely Strombus urceus, Cypraea tigris, Trochus maculatus, Cymbiola innexa, Nassaridus dorsatus, Polinices tumidus, Rhinoclavis vertagus, Natica vitellus, Vasum turbellinus, Scaphander watsoni, Astralium calcar, Conus sp., Cypraea cervinetta, and Strombus gibberulus, and 2 species of seagrass were found namely Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii. The relationship between the abundance of megagastropoda and the density of E. acoroides is very strongly positively correlated.
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB PENGENALAN HURUF BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) REAL-TIME MENGGUNAKAN MOBILENETV2 Rahman, Nazwah Thalbiatul Ilmi; Sumatri, Bayyinahtun Dwi; Adityama, Muhammad Rifqi; Ningsi, Wahyuni; Rahmawati, Fitrah; Irawan, Aditya; Ikhsan, Bintang Alnur; Efendi, Ilham Julian
Simtek : jurnal sistem informasi dan teknik komputer Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STMIK Catur Sakti Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51876/simtek.v10i2.1588

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia, namun penyandang tunarungu sering menghadapi kendala karena keterbatasan alat penerjemah bahasa isyarat secara real-time dan rendahnya pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi web untuk mengenali huruf Bahasa Isyarat Indonesia secara real-time menggunakan arsitektur MobileNetV2 dengan pendekatan transfer learning. Data terdiri dari 2.288 gambar huruf A–Z yang dikumpulkan dari sumber publik dan secara manual. Data telah diproses melalui normalisasi, perubahan ukuran, dan augmentasi untuk meningkatkan generalisasi model. Model dilatih dengan membekukan 100 lapisan awal dari bobot ImageNet dan menyesuaikan lapisan akhir untuk klasifikasi 26 huruf. Hasil evaluasi menunjukkan akurasi pengujian sebesar 99% dengan nilai loss 0,03. Model ini diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web dengan arsitektur client-server menggunakan Flask dan Laravel, yang memungkinkan pengenalan bahasa isyarat secara langsung melalui kamera pengguna. Hasil penelitian menunjukkan solusi potensial untuk mendukung komunikasi penyandang tunarungu.
Karakteristik Habitat Famili Carangidae di Padang Lamun Pesisir Kota Bontang-Indonesia Irawan, Aditya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.22

Abstract

The association of seagrass beds with river estuaries and other coastal ecosystems provides unique characteristics for the formation of seagrass habitats and the interaction of fish species with seagrass beds. The purpose of the study was to determine the habitat characteristics of the Carangidae family in the coastal seagrass beds of Bontang City. The study was carried out from March to December 2020. Sampling of fish from the Carangidae family was carried out based on the catch of the trap net fishing gear (belat: local name). Seagrass sampling was carried out using the transect method and water quality sampling was carried out in situ. Analysis of habitat characteristics, species of Carangidae used Correspondence Analysis and Pearson Moment Product correlation, spatial distribution characteristics of water quality variables used Principal Component Analysis. Characteristics of seagrass species that make up seagrass beds provide an niche for species of Carangidae in their biological phase.
ANALISIS FINANSIAL USAHA TAMBAK UDANG DI KECAMATAN TANJUNG HARAPAN KABUPATEN PASER (Financial Analysis Of Shrimp Farming In Tanjung Harapan Sub-District Paser District) ANGRAINI, NUR AZIZAH; SUKARTI, KOMSANAH; ERWIANTONO, ERWIANTONO; IRAWAN, IRMAN; IRAWAN, ADITYA; SUSILO, HERU
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 8, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.8.2.2025.11016.105-112

Abstract

The fishing industry is more popular among the community, and one of the reasons for this is the high demand for fishery products, especially shrimp. The Tanjung Harapan sub-district in Paser Regency has considerable potential for pond-based aquaculture, particularly for tiger shrimp (Penaeus monodon). The favorable geographical conditions and promising business opportunities have made this business a source of livelihood for the surrounding community. However, shrimp pond farming is vulnerable to production fluctuations due to climatic factors, pest and disease attacks, and suboptimal management. The purpose of this study is to assess the financial feasibility of pond farming in Tanjung Harapan Subdistrict, Paser Regency. This study uses analysis methods such as Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The results of the study show that the Net Present Value (NPV) for the next five years for the shrimp farming business is IDR 546,335,336, the Net BCR is 8.35 with an IRR of 166%, and the payback period is 7.18 months.
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN MEGAGASTROPODA DI PERAIRAN PULAU MIANG BESAR KUTAI TIMUR Faizal, Baso Dimas; Irawan, Aditya; Sari, Lili Inderia
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.468

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Januari 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan kerapatan lamun, kelimpahan megagastropoda dan hubungan antara tingkat kepadatan lamun dengan kelimpahan megagastropoda di Perairan Pulau Miang Besar Kecamatan Sangkulirang Timur Kabupaten Kutai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, dan menggunakan analisis regresi linier untuk mengetahui hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian. Kuadran Transek dibentangkan lurus ke arah laut dengan 3 kali pengulangan di setiap stasiun. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis lamun yaitu, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halodule Ponifilia dan Thalassia hemprichii dengan kategori kerapatan sangat padat. Terdapat 9 jenis Megagastropoda yaitu Cyprea Tigris, Cyprea Arabica, Cerithium Aluco, Rhinoclavis Vertagus, Strombus Luhuannus, Strombus Urceus, Strombus Urceus, Lambis-Lambis, dan Cymbiola Innexa. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan megagastropoda di perairan Pulau Miang adalah positif dan termasuk dalam kategori sedang.
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PERAIRAN PULAU BALIKUKUP KECAMATAN BATU PUTIH KABUPATEN BERAU Lazuardi, Donny; Sari, Lily Inderia; Irawan, Aditya
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun yang terdapat di perairan Pulau Balikukup dan untuk mengetahui nilai keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan indeks nilai penting lamun di perairan Pulau Balikukup. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2021 di perairan Pulau Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau. Prosedur penelitian meliputi penentuan lokasi, periode pengambilan sampel, pengamatan lamun, identifikasi jenis lamun, pengukuran parameter air, dan parameter fisik-kimia substrat. Data yang dianalisis adalah kerapatan dan kerapatan relatif, frekuensi dan frekuensi relatif, dominansi dan dominansi relatif jenis, indeks nilai penting, keanekaragaman, dan keseragaman. Hasil menunjukkan terdapat 4 jenis lamun di Pulau Balikukup yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Keanekaragaman jenis lamun di perairan Pulau Bali termasuk dalam kategori cukup rendah karena <1. Keseragaman jenis lamun di perairan pulau Bali cukup berbeda pada setiap stasiun transek. Indeks dominasi jenis lamun di perairan Pulau Balikukup berada pada kategori sedang dan rendah. Jenis lamun yang termasuk dalam kategori sedang adalah Halophila ovalis dan Halodule pinifolia, dan untuk kategori rendah adalah Thalassia Hemprichii dan Cymodocea rotundata. Diketahui bahwa indeks nilai penting lamun tertinggi terdapat pada jenis lamun Halophila ovalis dan terendah pada jenis lamun Thalassia Hemprichii.