Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penggunaan Akun Second Instagram Sebagai Media Ekspresi Diri Remaja Di Era Digital Lisa, Hayatul; Irma, Ade
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 2 No. 1 (2025): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v2i1.277

Abstract

Komunikasi merupakan bagian esensial dalam kehidupan manusia, yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Salah satu wujud perkembangan tersebut adalah hadirnya media sosial yang memungkinkan komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Di antara berbagai platform yang ada, Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling populer, terutama karena kekuatannya dalam menyampaikan pesan melalui konten visual. Dalam praktiknya, banyak pengguna Instagram yang tidak hanya memiliki satu akun, tetapi juga membuat akun kedua (second account) untuk tujuan tertentu. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam perilaku komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi individu dalam menggunakan second account di Instagram. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang memenuhi kriteria tertentu, seperti aktif menggunakan Instagram dan memiliki akun kedua selama minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account digunakan sebagai ruang personal yang lebih privat dan bebas dari tekanan sosial. Para informan merasa lebih leluasa mengekspresikan diri, membagikan cerita emosional, serta berinteraksi dengan lingkungan yang lebih terbatas dan aman. Namun demikian, fenomena ini juga membawa konsekuensi sosial, seperti meningkatnya kecenderungan untuk menutup diri dari lingkungan luas serta potensi penyalahgunaan identitas anonim. Dengan demikian, keberadaan second account tidak hanya menjadi bentuk ekspresi diri yang lebih otentik, tetapi juga mencerminkan tantangan baru dalam menjaga etika dan tanggung jawab dalam komunikasi digital. Studi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika penggunaan media sosial dan memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih sadar dan inklusif di era digital.
Media Massa dan Regulasi Penyiran: Studi Kritis atas Peran KPI Aceh dalam menjaga Nilai Lokal dan Syariat Islam Nova, Acik; Irma, Ade
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh dalam mengatur dan mengawasi isi siaran media massa guna menjaga nilai-nilai lokal dan implementasi syariat Islam di wilayah Aceh. Sebagai daerah yang memiliki status otonomi khusus, Aceh menerapkan prinsip-prinsip syariat dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk dalam ranah penyiaran. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan kunci, penelitian ini menganalisis bagaimana KPI Aceh menjalankan fungsi pengawasan serta tantangan yang dihadapi dalam menghadapi arus globalisasi media dan dominasi konten nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPI Aceh memiliki komitmen untuk menjaga integritas budaya dan agama lokal melalui regulasi penyiaran, namun efektivitasnya masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia, dukungan teknis, serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Di sisi lain, terdapat kebutuhan mendesak untuk membangun kesadaran kolektif antara masyarakat, lembaga penyiaran, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik sosial-religius masyarakat Aceh. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan KPI Aceh serta peningkatan peran masyarakat sebagai mitra pengawasan untuk mewujudkan penyiaran yang berbasis nilai lokal dan syariat Islam secara lebih optimal.
Memaknai Slogan Feminis Gen Z Di Instagram: Analisis Semiotika Atas Narasi Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam Hakim, Teuku Zikril; Irma, Ade
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.360

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena slogan-slogan feminis viral di kalangan Gen Z di Instagram seperti “mokondo”, “laki-laki provider” dan “selain donatur dilarang ngatur” melalui pendekatan semiotika Rolan Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slogan-slogan tersebut secara denotatif mengkiritik patriarki, namun secara konotatif justru memperkuat steriotipe kapitalistik dan cenderung misandris. Dari perspektif Islam, fenomena ini bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13, dan konsep relasi harmonis dalam surat Ar-Rum ayat 21. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, perlu adanya rekontekstualisasi wacana feminism digital yang sejalan dengan nilai-nilai Islam tentang keadilan dan etika komunikasi.
Peran Komunikasi Antarpribadi Guru dalam Membangun Kedekatan dengan Siswa di Sekolah IT Mutiara Ilmu Lisa, Hayatul; Irma, Ade
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 2 No. 2 (2025): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v2i2.444

Abstract

Komunikasi antarpribadi antara guru dan siswa memegang peranan penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan bermakna, terutama di sekolah berbasis Islam terpadu seperti Sekolah IT Mutiara Ilmu. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan untuk memahami bagaimana guru membangun kedekatan dengan siswa melalui komunikasi verbal, nonverbal, formal, dan informal, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi antarpribadi berlangsung antara guru dan siswa, bagaimana guru membangun kedekatan emosional dengan siswa, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitas komunikasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap empat guru dan tiga siswa, serta analisis data secara tematik untuk menggambarkan fenomena komunikasi yang terjadi secara alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang menerapkan komunikasi terbuka, empati, sikap positif, kesetaraan, dan prinsip adab, salam, serta ukhuwah mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung partisipasi aktif siswa. Bentuk komunikasi nonverbal seperti senyuman, kontak mata, gestur, dan postur tubuh terbuka turut memperkuat pesan verbal serta membangun rasa aman psikologis bagi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi yang efektif antara guru dan siswa tidak hanya meningkatkan semangat dan hasil belajar, tetapi juga membantu membentuk karakter, moral, dan hubungan sosial yang harmonis, sehingga menjadi faktor kunci keberhasilan pendidikan di Sekolah IT Mutiara Ilmu.
DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL: STUDI TENTANG KETERTARIKAN MAHASANTRI AKADEMI DAKWAH INDONESIA (ADI) ACEH TERHADAP KONTEN DAKWAH DI TIKTOK Bahari Rolando Nasution; Ade Irma
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketertarikan mahasantri Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh terhadap konten dakwah Islam yang disajikan melalui platform media sosial TikTok. Latar belakang penelitian ini didasari oleh maraknya penggunaan media baru oleh generasi muda, termasuk mahasantri, serta pentingnya dakwah Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap mahasantri yang aktif mengakses konten dakwah di TikTok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Use and Gratification, yang menekankan bahwa individu secara aktif memilih media berdasarkan kebutuhan tertentu seperti informasi, hiburan, identitas personal, dan integrasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasantri tertarik pada konten dakwah yang dikemas secara kreatif, ringkas, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ketertarikan mereka didorong oleh kebutuhan untuk memperoleh pengetahuan keislaman secara praktis, hiburan bernuansa Islami, serta penguatan identitas sebagai Muslim. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi dakwah digital yang lebih efektif dan adaptif di kalangan generasi muda.
Komunikasi Antarpribadi Suami–Istri di Aceh Besar: Analisis Reflektif atas Konflik Kecil dalam Perspektif Komunikasi Islam Putri Amalia; Ade Irma
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.959

Abstract

Tingginya angka perceraian di Aceh Besar, yang didominasi oleh kasus cerai gugat akibat perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, menunjukkan adanya persoalan serius dalam komunikasi antarpribadi pasangan suami–istri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika komunikasi suami–istri melalui refleksi terhadap pengalaman konflik kecil dalam rumah tangga Muslim di Aceh Besar, dengan memadukan teori komunikasi interpersonal dan prinsip komunikasi Islam. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif reflektif, melalui catatan refleksi diri, observasi kontekstual, serta dokumentasi informal mengenai interaksi sehari-hari. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi, kategorisasi tematik, dan interpretasi dengan merujuk pada konsep self-disclosure, active listening, hambatan komunikasi emosional, komunikasi nonverbal, serta nilai-nilai komunikasi Islam seperti qaulan layyinan, qaulan kariman, dan musyawarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kecil sering dipicu oleh keterbatasan keterbukaan diri, gangguan emosional, serta misinterpretasi pesan nonverbal. Konflik mereda ketika pasangan menerapkan mendengarkan empatik, mengungkapkan kebutuhan secara jelas, dan mengelola emosi sesuai ajaran Islam. Integrasi teori komunikasi interpersonal dan nilai Islam terbukti mampu memperbaiki kualitas dialog, menurunkan eskalasi konflik, serta memperkuat keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik kecil tidak selalu menjadi indikator keretakan relasi, tetapi dapat menjadi sarana pertumbuhan ketika ditangani dengan komunikasi efektif dan nilai-nilai Islam. Kajian ini memberikan kontribusi dalam penguatan komunikasi keluarga Muslim dan membuka peluang penelitian lanjutan yang melibatkan lebih banyak pasangan di Aceh Besar.
Analisis Manajemen Kelas guru geografi di SMA Kampar Timur Ardiyansah; Addina Zaharah; Ibnu Thayibur Rizqi; Nila Armita; Ade Irma
RUBINSTEIN Vol. 4 No. 2 (2026): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v4i2.4273

Abstract

This study aims to analyze in depth the implementation of classroom management in Geography learning at public senior high schools in East Kampar to support effective and conducive learning processes. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that Geography teachers implemented classroom management through structured lesson planning, flexible classroom arrangement, and the creation of a learning climate that encouraged students’ active participation. Positive interpersonal communication between teachers and students also played an important role in maintaining discipline and minimizing disruptions during instruction. Other findings show that classroom management directly improved learning motivation, discussion engagement, and students’ ability to understand Geography concepts contextually, although challenges remained, including differences in student characteristics and limited learning facilities. The theoretical and practical implications of this study strengthen the view that classroom management is an integral component of pedagogical strategy in Geography education. Practically, the findings may serve as a reference for teachers and schools in designing adaptive, effective, learner-centered management models. The study concludes that consistent classroom management improves Geography learning quality and outcomes.
The Transformation of Arabic Language Instruction in Islamic Boarding Schools: An Analysis of the Amtsilati and Auzan Methods Irma, Ade; Subhan, Subhan; Ghufron, Zaki; Kusni, Nikmatullah; Kuakul, Yuttana
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2026.61-09

Abstract

This study analyzes the implementation of the Amtsilati and Auzan methods as innovative, time-efficient solutions for accelerating Arabic language mastery in Islamic boarding schools. Employing a qualitative descriptive approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation. The results demonstrate distinct operational pathways for both methods. The Amtsilati method at Miftahul Khair Curung Islamic Boarding School, Tangerang, mirrors its central model by utilizing the non-class-based fastabiqul khairat system, where student progression depends strictly on individual volume evaluations. Conversely, the Auzan method incorporates a majelis group framework, an ilqa (conveyance) system, and a muhafazah (memorization) system structured across three hierarchical levels (qira'at, tarjamah, and insya), paired with an active parental progress-reporting mechanism that enhances learning control. However, this study is limited by its qualitative, localized case-study design, which restricts broader statistical generalizability. Future research should employ comparative-experimental frameworks and develop standardized quantitative assessment tools to empirically measure the long-term linguistic proficiency outcomes of both methods across diverse institutional contexts.
Faktor Penurunan Minat Masyarakat Dalam Menonton Televisi: Studi pada Masyarakat Desa Bayu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh besar Wilda Sofia; Ade Irma
Sadida Islamic Communications and Media Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Sadida: Islamic Communication and Media Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fjvj9g16

Abstract

In the era of technological development, mass media continues to give birth to changes for new media that can rival television. The results of a Nielsen survey in 2019 show that there was a decline in television viewership of around 2-5%. Factors that affect viewing interest according to De Fluer are broadcast duration, broadcast frequency, and broadcast program. The purpose of this study is to see how much the factors of broadcast duration, broadcast programs, and broadcast frequencies affect people's interest in watching. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The data collection method in this study was carried out by means of interviews, observations, and documentation. The results of this study show that the indicators used (broadcast duration, broadcast frequency, broadcast program) have an effect on the decrease in interest in watching television in the people of Gampong Bayu, Darul Imarah District. The frequency has an effect because the broadcast schedule of television broadcasts does not match the time of the audience. Then the duration of the broadcast tends to be too short compared to com commercial breaks, so that people's interest in watching decreases. Broadcast programs that are less educational and less informative make people less interested in watching television.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA KARYA TULIS NON ILMIAH SISWA SMA KOTA JAMBI Irma, Ade; Rasdawita; Bambang, Siti Enik Mukhoiyaroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.44980

Abstract

This study examines language errors in non-scientific written works in the form of short stories written by Phase F students at SMA Negeri 9 Kota Jambi. The problem underlying this research is the presence of language errors that affect the clarity, accuracy, and effectiveness of students’ writing. This study aims to identify and describe the types of language errors, including aspects of phonology, morphology, syntax, semantics, and spelling. This research employs a qualitative descriptive method. The data consist of 31 short story texts written by students. Data collection techniques include documentation and note-taking. The results show that language errors are still frequently found in students’ writing. Based on the analysis, there are 100 errors in the phonological aspect, 108 errors in the morphological aspect, 101 errors in the syntactic aspect, 37 errors in the semantic aspect, and the highest number of errors occurs in the spelling aspect, with a total of 1,147 errors. Based on these findings, it can be concluded that students’ mastery of linguistic rules still needs improvement. Therefore, efforts are needed to enhance the quality of Indonesian language instruction, provide intensive writing practice, and emphasize the use of proper and correct language rules in order to optimally improve students’ language skills.