Claim Missing Document
Check
Articles

GOLD PAWN PRODUCTS, PROMOTION, PERCEIVED EASE OF ACCESS, AND CUSTOMER LOYALTY AT PEGADAIAN SUMBAWA Tegar Firman Satriawan; Reza Muhammad Rizqi
Kajian Akuntansi Vol. 27 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/kajian_akuntansi.v27i1.10182

Abstract

This study investigates how Gold Pawn Products, Promotion Strategy, and Perceived Ease of Access shape Customer Loyalty at Pegadaian Sumbawa. The study responds to a theoretical gap in financial services marketing by integrating product-based service quality, Integrated Marketing Communication, and the Technology Acceptance Model into a unified loyalty framework for gold pawn services in a local, semi-urban market. A quantitative causal design was applied to 100 active customers who were selected through purposive sampling based on age eligibility and repeated gold pawn transactions. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares with SmartPLS 3.0 through measurement model testing, structural model evaluation, and bootstrapping with 5,000 resamples. The results show that Gold Pawn Products, Promotion Strategy, and Perceived Ease of Access have positive and significant effects on Customer Loyalty. Perceived Ease of Access has the strongest path coefficient, followed by Gold Pawn Products and Promotion Strategy, while the model explains 61.3% of the variance in Customer Loyalty. Theoretically, the findings demonstrate that loyalty in pawnbroking services emerges from the interaction between core product value, persuasive communication, and frictionless service access. Practically, Pegadaian Sumbawa should strengthen transparent gold valuation, targeted digital promotion, and hybrid service accessibility to retain customers amid increasing competition from digital and non-bank financial alternatives.
Pengaruh Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Environmental Performance Sebagai Variabel Moderasi Emya Satira; Reza Muhammad Rizqi
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/etzzzz87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan, pengaruh environmental performance terhadap nilai perusahaan, serta peran environmental performance dalam memoderasi hubungan antara green accounting dan nilai perusahaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Objek penelitian difokuskan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 10 perusahaan dengan total 50 data observasi selama lima tahun. Green accounting diukur menggunakan Environmental Disclosure Index (EDI) berbasis standar GRI, environmental performance diukur menggunakan peringkat PROPER, dan nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Teknik analisis data yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, serta environmental performance juga tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, environmental performance terbukti memoderasi hubungan antara green accounting dan nilai perusahaan dengan arah moderasi yang melemahkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik dan pengungkapan lingkungan pada perusahaan sektor energi belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai sinyal yang bernilai oleh investor. Hasil penelitian ini mendukung Signaling Theory, yang menekankan bahwa efektivitas sinyal nonkeuangan sangat bergantung pada bagaimana informasi tersebut dipersepsikan oleh pasar dan konteks industri yang melingkupinya.
PERAN IMPLEMENTASI SP2D BERBASIS KEPATUHAN ATURAN DAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MENEKAN TINGKAT RETUR SP2D PADA KPPN SUMBAWA Dwi Maharani Syahputri; Reza Muhammad Rizqi
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Teknologi Informasi Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of compliance with norms and the effectiveness of internal control in reducing the rate of SP2D returns at KPPN Sumbawa. Employing a descriptive qualitative method with a Principal-Agent Theory approach, this research identifies that SP2D returns represent a manifestation of agency costs arising from information asymmetry and failures in operational risk management at the work unit level. The study population encompasses all work units under the jurisdiction of KPPN Sumbawa, with purposive sampling involving key informants from both KPPN and the work units. Data analysis was conducted through content analysis of interview transcripts and SP2D return monitoring documents for the year 2024. The findings indicate that the dominant cause of returns is inactive or closed recipient accounts, frequently attributable to excessive staff workload and a lack of proactive risk evaluation. Although compliance with norms is relatively high due to routine KPPN oversight, weaknesses in internal control at the initial level (the SAKTI application) remain a critical gap. This study concludes that achieving a zero-return objective necessitates mandatory systemic validation mechanisms and a reorientation of human resource competencies. This research contributes to the development of public sector internal control strategies and offers practical recommendations for treasury system integration to enhance state liquidity efficiency. Keywords: Agency Theory, Internal Control, Regulatory Compliance, Returns
Efektivitas Penegakan Hukum Pajak Kendaraan Bermotor: Analisis Pengaruh Surat Teguran, Keadilan Prosedural, dan Kesadaran Hukum terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak di SAMSAT Kabupaten Sumbawa Riska Ayu Purnama Dewi; Reza Muhammad Rizqi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 4 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i4.6054

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of motor vehicle tax law enforcement by analyzing the impact of warning letters, procedural justice, and legal awareness on taxpayer compliance at the Joint Office of SAMSAT in Sumbawa Regency, Indonesia. Grounded in the Deterrence Theory and the Slippery Slope Framework, this research addresses the persistent gap between regional tax potential and actual revenue realization caused by recurring administrative non-compliance. A quantitative research design was strictly employed, utilizing primary data collected through purposively distributed questionnaires to 94 registered motor vehicle taxpayers. The empirical data were subsequently analyzed using multiple linear regression, systematically preceded by classical assumption tests to ensure model validity. The statistical findings reveal that simultaneously, the issuance of warning letters, perceived procedural justice, and legal awareness significantly influence overall tax compliance. However, partial hypothesis testing demonstrates a decidedly contrasting outcome: only the effectiveness of warning letters yields a positive and highly significant impact on taxpayer compliance. In contrast, both procedural justice and legal awareness fail to exhibit any statistically significant effect. These empirical results robustly conclude that active tax collection through formal administrative reprimands serves as the predominant catalyst for tax discipline within this specific regional demographic, significantly overshadowing internal moral drivers. Consequently, local tax authorities must continuously prioritize rigorous law enforcement and active billing mechanisms to sustainably optimize regional original revenue.
Optimalisasi Kapasitas UMKM: Pendampingan Literasi Laporan Keuangan dan Pajak Tahunan di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa Arya Zulfikar Akbar; Muhammad Nur Fietroh; Reza Muhammad Rizqi; Nurida Fitriani; Rozzy Aprirachman; Rian Hardiansyah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fg7nem31

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan, termasuk di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi laporan keuangan berbasis SAK EMKM dan pemahaman pajak tahunan bagi pelaku UMKM setempat. Program dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pelatihan teknis dan pendampingan intensif. Sebanyak 25 UMKM dari berbagai sektor berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung selama bulan Oktober 2024, meliputi survei awal, pelatihan literasi keuangan dan perpajakan, pendampingan door-to-door, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas peserta. Sebanyak 80% peserta mampu menyusun laporan laba rugi sederhana secara mandiri, 68% berhasil membuat laporan posisi keuangan sesuai SAK EMKM, dan 12 pelaku UMKM terfasilitasi memperoleh NPWP. Pemahaman peserta terhadap materi perpajakan meningkat dari rata-rata 38% (pre-test) menjadi 79% (post-test). Program ini membuktikan bahwa pendekatan pendampingan kontekstual dan berkelanjutan efektif mentransformasi perilaku pengelolaan keuangan UMKM. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan kelompok belajar UMKM, digitalisasi pencatatan, fasilitasi akses permodalan, serta integrasi materi literasi keuangan dan pajak dalam program pembinaan pemerintah daerah.
Pengaruh Likuiditas Dan Leverage Terhadap Profitabilitas Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Sarifudin; Reza Muhammad Rizqi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dy7yq221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas dan leverage terhadap profitabilitas dengan good corporate governance sebagai variabel moderating pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia (BEI) dalam periode 2020-2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda dan regresi moderasi. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan tahunan 55 perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan, semakin besar kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Sementara itu, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan utang dalam struktur modal, semakin rendah tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa good corporate governance mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas, yang artinya penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat memperkuat hubungan positif antara likuiditas dan profitabilitas. Namun demikian, good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap profitabilitas, yang menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah menerapkan good corporate governance dengan baik, tingginya leverage tetap memberikan dampak negatif terhadap profitabilitas. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan.
Pengaruh Literasi Keuangan, Literasi Digital, Dan Gaya Hidup Terhadap Minat Judi Online Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa All Ya Rusda Permatasari; Reza Muhammad Rizqi
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y7431q08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, literasi digital, dan gaya hidup terhadap minat judi online pada mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mempermudah akses berbagai aktivitas daring, termasuk perjudian, yang dilarang hukum Indonesia namun masih marak, khususnya di kalangan muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup terhadap 100 mahasiswa aktif UTS tahun akademik 2025/2026 yang dipilih secara acak. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif signifikan terhadap minat judi online, artinya pemahaman keuangan yang baik mengurangi kecenderungan mahasiswa untuk berjudi daring. Sebaliknya, literasi digital dan gaya hidup berpengaruh positif signifikan, yang menunjukkan bahwa kemampuan digital yang tinggi serta gaya hidup konsumtif dan berorientasi hiburan justru meningkatkan minat mahasiswa terhadap judi online. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,871 mengindikasikan bahwa 87,1% variasi minat judi online dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Studi ini memberikan pemahaman baru mengenai faktor-faktor pendorong minat judi online di kalangan mahasiswa pada era digital dan menyoroti peran kompleks literasi digital yang, bertentangan dengan harapan, dapat meningkatkan paparan dan minat terhadap perilaku daring berisiko jika tidak diiringi kesadaran kritis.
Pengaruh Penerapan Green Accounting, Environmental Disclosure Dan Enviromental Performance Terhadap  Kinerja Perusahaan Pertambangan Muhammad Jalaluddin; Reza Muhammad Rizqi
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8fv8je14

Abstract

Industri pertambangan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, namun di sisi lain menimbulkan dampak lingkungan yang besar sehingga menuntut penerapan praktik bisnis berkelanjutan. Seiring meningkatnya tekanan global terkait keberlanjutan dan Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan pertambangan di Indonesia dituntut untuk mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam strategi dan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan green accounting, environmental disclosure, dan environmental performance terhadap kinerja perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan periode 2021-2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linear berganda yang didahului oleh uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial green accounting, environmental disclosure, dan environmental performance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan pertambangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi akuntansi lingkungan, transparansi informasi lingkungan, dan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik mampu meningkatkan efisiensi operasional, reputasi perusahaan, serta kepercayaan investor, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur akuntansi lingkungan serta menjadi bahan pertimbangan praktis bagi manajemen perusahaan, investor, dan regulator dalam mendorong praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Evaluasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga: Dampak Literasi Keuangan, Harga Rokok Dan Pendapatan Terhadap Konsumsi Rokok Dwi Syawalansyah; Reza Muhammad Rizqi
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g49kte36

Abstract

Penelitian ini mengkaji determinan konsumsi rokok rumah tangga di Desa Jurumapin, Kabupaten Sumbawa, dengan fokus pada peran literasi keuangan, harga rokok, dan pendapatan rumah tangga. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari responden yang merupakan perokok aktif sekaligus pengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan hipotetis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan harga rokok berpengaruh negatif secara signifikan terhadap konsumsi rokok, sedangkan pendapatan rumah tangga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Model penelitian ini menunjukkan relevansi prediktif yang moderat (Q² = 0,2125) dan mampu menjelaskan 46,1% variasi konsumsi rokok (R² = 0,461). Temuan ini menggarisbawahi bahwa peningkatan literasi keuangan dan penerapan kebijakan pengendalian harga dapat secara efektif menurunkan konsumsi rokok di kalangan rumah tangga pedesaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur akademik dengan mengintegrasikan konstruk literasi keuangan ke dalam analisis perilaku konsumsi dalam konteks pedesaan, serta menyediakan implikasi praktis bagi perancangan program pengendalian tembakau dan edukasi keuangan yang lebih tepat sasaran.
Pemasaran Digital Siswa SMKN 1 Sumbawa Berbasis Instagram dan Facebook Hanifa Sri Nuryani; Halid Nuryadi; Reza Muhammad Rizqi
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jammkb83

Abstract

aligning student competencies with the accelerating global digital economic transformation. At State Vocational High School (SMKN) 1 Sumbawa Besar, specifically within the Online Business and Marketing (BDP) program, a significant discrepancy exists between students' extensive social media engagement and their deficient literacy in utilizing these platforms for productive, commercial purposes. Most students perceive digital platforms exclusively as entertainment and passive interaction tools. This article examines the implementation and outcomes of a community service program designed to restructure paradigms and enhance technical digital marketing competencies through Instagram and Facebook platforms. Grounded in promotional mix and integrated marketing communication theories, the approach positions social media as a strategic instrument for creating value propositions and building measurable customer engagement. The Participatory Action Research (PAR) framework encompassed three phases: situational analysis through observation, intensive workshops incorporating hands-on training in Instagram visual content management and Facebook Ads, and comprehensive evaluation. The program engaged 60 students from grades X and XI. Quantitative evaluation through pre-test and post-test instruments revealed significant success in knowledge transfer and skill acquisition. The mean cognitive and technical comprehension score increased by 27.2 points, from 55.4 to 82.6 upon completion. Furthermore, the initiative successfully transformed students' psychological orientation from passive consumers to strategic content producers capable of designing and evaluating data-driven digital advertising campaigns. The integration of practical digital marketing training proved effective in equipping vocational students with industry-relevant 21st-century competencies. Findings underscore the imperative for educational stakeholders to formally integrate advanced digital marketing modules and advertising budget allocations into the regular curriculum and Teaching Factory (TEFA) units, thereby ensuring sustainable digital entrepreneurship competencies for advancing future micro-business ecosystems.