Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SIRIP CINCIN INNER TUBE TERHADAP KINERJA PERPINDAHAN PANAS PADA HEAT EXCHANGER Sujawi Sholeh Sadiawan; Nova Risdiyanto Ismail; Agus Suyatno
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.169

Abstract

Bagian terpenting dari Heat excanger adalah inner tube. Salah satu contoh inner tube berbentuk ring dan normal, model demikian menyebabkan aliran air pendingin membentuk lintasan lurus atau laminer, sehingga pembuangan panas air didalam Heat excanger kurang optimal. Untuk meningkatkan pembuangan panas Heat excanger tersebut diperlukan aliran yang mampu menyerap panas dan membuangnya dengan optimal, yaitu dengan cara mengubah/memodifikasi inner tube berbentuk ring. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh sirip cincin inner tube terhadap kinerja perpindahan panas pada heat exchanger. Penelitian ini membandingkan antara inner tube normal dengan inner tube ring pada kinerja perpindahan panas. Variabel bebasnya adalah : Membandingkan inner tube normal dengan inner tube ring. Variabel terikatnya adalah: Temperatur panas masuk (Thin), Temperatur panas keluar (Thout), Temperatur dingin masuk (Tcin), Temperatur dingin keluar (Tcout), debit aliran air panas (Qh) dan debit aliran air dingin (Qc). Laju pembuangan panas pada inner tube ring lebih tinggi dibandingkan dengan inner tube standart. Koefisien perpindahan panas pada inner tube ring lebih tinggi dibandingkan dengan inner tube standart. Kinerja mesin pada penggunaan inner tube ring lebih optimal.   Kata kunci :  inner tube normal, inner tube ring, heat excanger.
PERBEDAAN DIAMETER PELAMPUNG TERHADAP KINERJA OCEAN WAVE ENERGY SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK Dwi Prasetio Utomo; Muhammad Agus Sahbana; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.172

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tercukupinya kebutuhan energi serta tersedianya pasokan energi untuk masa mendatang,  merupakan elemen yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai ketahanan energi. Indonesia masih sangat tergantung kepada bahan bakar fosil sebagai energi utama. Jika ditinjau dari ketersediaan bahan bakar fosil termasuk bahan bakar yang non renewable, sehingga perlu dilakukan pengurangan ketergantungan dan pengembangan energi yang renewable. Proses pengambilan data di lakukan dengan meletakkan pelampung pada posisi ombak yang benar-benar maksimal ketinggiannya, karena akan menentukan tenaga yang akan menggerakkan pelampung,voltase dan arus yang di keluarkan. Diameter piston sangat berpengaruh terhadap voltase dan arus yang di hasilkan, semakin besar diameter piston dan semakin tinggi gelombang, maka voltase yang akan di hasilkan akan semakin besar pula, karena permukaan piston yang terkena gelombang akan semakin besar yang mengakibatkan gaya angkat pelampung semakin besar dan mendorong poros engkol dengan cepat yang akan di teruskan pada poros yang akan menggerakkan generator. semakin besar  tinggi gelombang maka arus dan tegangan yang di hasilkansemakin besar pula. Semakin tinggi gelombang maka semakin besar pula efisiensinya. Arus dan voltase yang terbaik di dapat pada piston berdiameter 20cm. Tinggi gelombang 15 cm dan diameter piston 20 cm menghasilkan arus paling tinggi yaitu 7,50 ampere. Tinggi gelombang 15 cm dan diameter piston 20 cm menghasilkan voltase paling tinggi yaitu 51,70 V. Tinggi gelombang 15 cm dan diametr piston 20 cm menghasilkan efisiensi paling tinggi yaitu 8,31%.   Kata kunci:  motor listrik, generator, gelombang laut, pelampung
ANALISA PASIR BESI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PELAT PENYERAP PANAS RADIASI MATAHARI. Andika Pratama; Andrian Bayu Pradhana; Bayu Ismoyo; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.181

Abstract

Pelat penyerap/kolektor berfungsi untuk menyerap panas dan merupakan komponen yang sangat penting pada sistem penyerapan panas radiasi matahari. Berbagai penelitian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas kolektor yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas sesuai dengan penerapannya. Ismail dan Fuhaid (2012), Jenis pasir yang terbaik adalah jenis pasir besi dan  batu cor terbaik adalah jenis batu cor belah/seleb; jika di tinjau dari berat jenis, perlakuan mampu panas, dan penyerapan panas dan penyimpanan panas radiasi matahari. Jenis atau merk semen yang terbaik adalah jenis semen Puger-Jember; jika di tinjau dari kuat tekan mortar, perlakuan mampu panas, dan penyerapan panas dan penyimpanan panas radiasi matahari. Pasir besi merupakan pasir yang terdiri dari butiran pasir yang mengandung unsur besi dan sebagian mengandung unsur batuan, sehingga jumlah kandungan unsur besi dalam butiran pasir  tidak sama. Dan dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang material dasar/bahan baku dan diperoleh jenis pasir besi yang terbaik dalam menyerap panas radiasi matahari. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang analisa pasir besi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas radiasi matahari.Penelitian menggunakan metode eksperimen. Penelitian dimulai dengan menguji komposisi pasir besi dengan pasir lumajang pada pelat penyerap beton cor, kemudian dilanjutkan dengan menguji prosentase jumlah pasir besi dengan kotoran pasir besi. Pengujian dilakukan pengujian untuk meningkatkan efisiensi pelat penyerap panas radiasi matahari.Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan pelat penyerap menggunakan pasir besi  tanpa campuran pasir lumajang  memiliki  temperatur dan efisiensi lebih tinggi, dan pelat penyerap radiasi matahari menggunakan pasir besi tanpa kotoran (jumlah pasir besi 100%) temperatur dan efisiensinya lebih tinggi pula.Kata kunci: komposisi, jumlah pasir besi, pelat penyerap, beton cor, radiasi matahari  
PENGARUH COATING PAINT BETON COR TERHADAP ABSORBSI SOLAR RADIATION Didik Hardianto; Nova Risdiyanto Ismail; Suriansyah -
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.183

Abstract

Pelat penyerap/kolektor berfungsi untuk menyerap panas dan merupakan komponen yang sangat penting pada sistem penyerapan energi radiasi matahari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan ketebalan cat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tebal cat terhadap efisiensi penyerapan panas. Metode penelitian dilakukan dengan menguji variasi tebal pengecatan. Komposisi beton yang digunakan adalah 2 semen, 2 pasir dan 3 batu cor. Sedangkan data yang diambil adalah Temperatur kaca penutup (Tg), Temperatur pelat penyerap (Tp), Temperatur lingkungan (Ta) dan Radiasi total matahari (Gt). Dari hasil pengujian tebal cat diperoleh ketebalan cat 63,45 (µ) mempunyai temperatur pelat penyerap rata-rata tertinggi 410C dan mempunyai efisiensi penyerapan panas tertinggi sebesar 34,3 % dibandingkan dengan tebal cat 118,7 (µ) dengan efisiensi terendah sebesar 24,6 %. Sedangkan lapisan cat bertambah tebal efisiensi yang dihasilkan rendah dan bernilai kecil karena pada cat terdapat komposisi latex yang dapat menghambat penyerapan panas radiasi matahari.   Kata kunci : Pelat penyerap, Ketebalan cat, Radiasi Matahari.
PEMANFAATAN OCEAN WAVE ENERGY SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN MODEL FLOATING PISTON Jumali -; Hari Budi Raharjo; Khaerul Anwar; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.189

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tercukupinya kebutuhan energi serta tersedianya pasokan energi untuk masa mendatang, merupakan elemen yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai ketahanan energi. Indonesia masih sangat tergantung kepada bahan bakar fosil sebagai energi utama. Jika ditinjau dari ketersediaan bahan bakar fosil termasuk bahan bakar yang non renewable, sehingga perlu dilakukan pengurangan ketergantungan dan pengembangan energy yang renewable. Dengan demikian perlu dikembangkan energy yang berbasis kelautan di Indonesia, terutama energy gelombang laut, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan ocean wave energy sebagai pembangkit listrik menggunakan metode floating piston. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ocean wave energy sebagai pembangkit tenaga listrik menggunakan metode floating piston. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian dilakukan untuk menguji tinggi gelombang dan kecepatan gelombang. Peralatan yang digunakan merupakan miniatur PLTG dengan menggunakan metode floating piston. Dari data hasil pengujian terlihat semakin tinggi gelombang, maka semakin tinggi pula arus, tegangan dan efisiensi. Hal ini disebabkan oleh energi gelombang yang semakin tinggi akan menyebabkan daya output semakin tinggi pula, selain itu energi input dari motor listrik sebagai sumber energi pembuat gelombang tetap. Semakin tinggi kecepatan gelombang, maka semakin tinggi pula arus, tegangan dan efisiensi. Hal ini disebabkan oleh energi gelombang yang semakin tinggi kecepatannya akan menyebabkan daya output semakin tinggi pula, selain itu energi input dari motor listrik sebagai sumber energi pembuat gelombang tetap.   Kata kunci: Ocean Wave Energy, Pembangkit Listrik, Floating Piston
PENGARUH BENTUK DAN OPTIMASI LUASAN PERMUKAAN PELAT PENYERAP TERHADAP EFISIENSI SOLAR WATER HEATER Arief Rizki Fadhillah; Andi Kurniawan; Hendra Kurniawan; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.190

Abstract

Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat meningkatkan efisiensi solar water heater sederhana. Rico A., dkk (2012) memanfaatkan dinding sebagai pelat penyerap radiasi matahari dan  penambahan volume air pada solar heater. Permukaan pelat penyerap panas radiasi matahari merupakan bagian pokok untuk menerima sinar radiasi matahari, sehingga bentuk permukaan akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari. Selain itu luasan permukaan pelat penyerap juga akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari.Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penelitian tentang Pengaruh bentuk dan optimasi luasan permukaan pelat penyerap terhadap efisiensi solar water heater sederhana. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yang dimulai dari pengujian pertama yaitu variasi bentuk pelat penyerap (segitiga sama kaki, gelombang dan segitiga siku-siku) yang masing-masing tegak lurus terhadap sinar dating radiasi matahari. Pengujian kedua untuk mengoptimasi luasan pelat penyerap, sehingga peningkatan efisiensi penyerapan panas pada solar heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi bentuk dan luasan  pelat penyerap solar water heater terbaik adalah pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki dan memiliki luasan segitiga yang kecil, antara lain : pada pengujian variasi bentuk pelat penyerap solar water heater sederhana dengan pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki memiliki efisiensi yang terbaik dengan angka efisiensi 77,8%  yang memiliki temperature pelat sebesar 33,90C dan menghasilkan temperatur aliran out sebesar 28,0 0C. Pada pengujian variasi luasan maka yang terbaik adalah segitiga sama kaki kecil dengan luasan 0,37 m2 yang menghasilkan temperatur pelat 34,7 0C yang dapat menghasilkan temperatur aliran out sebesar 25,4  0C, dan memiliki efisiensi sebesar 88,6 %.   Kata kunci:  bentuk permukaan, optimasi luasan, pelat penyerap , solar  water heater. PENDAHULUAN Latar Belakang Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan ini banyak berkembang dengan adanya permasalahan keterbatasan bahan bakar fosil. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Pemanas komersial skala rumah tangga memiliki harga jual relatif tinggi dan masih memerlukan penambahan energi listrik atau gas untuk operasionalnya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat menin
PENGARUH COATING PAINT BETON COR TERHADAP ABSORBSI SOLAR RADIATION Didik Hardianto; Nova Risdiyanto Ismail; Suriansyah -
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.191

Abstract

ABSTRAK Pelat penyerap/kolektor berfungsi untuk menyerap panas dan merupakan komponen yang sangat penting pada sistem penyerapan energi radiasi matahari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan ketebalan cat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tebal cat terhadap efisiensi penyerapan panas. Metode penelitian dilakukan dengan menguji variasi tebal pengecatan. Komposisi beton yang digunakan adalah 2 semen, 2 pasir dan 3 batu cor. Sedangkan data yang diambil adalah Temperatur kaca penutup (Tg), Temperatur pelat penyerap (Tp), Temperatur lingkungan (Ta) dan Radiasi total matahari (Gt). Dari hasil pengujian tebal cat diperoleh ketebalan cat 63,45 (µ) mempunyai temperatur pelat penyerap rata-rata tertinggi 410C dan mempunyai efisiensi penyerapan panas tertinggi sebesar 34,3 % dibandingkan dengan tebal cat 118,7 (µ) dengan efisiensi terendah sebesar 24,6 %. Sedangkan lapisan cat bertambah tebal efisiensi yang dihasilkan rendah dan bernilai kecil karena pada cat terdapat komposisi latex yang dapat menghambat penyerapan panas radiasi matahari.   Kata kunci : Pelat penyerap, Ketebalan cat, Radiasi Matahari.
PENGARUH PELAT PENYERAP GANDA MODEL GELOMBANG DENGAN PENAMBAHAN REFLECTOR TERHADAP KINERJA SOLAR WATER HEATER SEDERHANA Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.215

Abstract

Telah banyak dilakukan usaha meningkatkan kinerja solar water heater diantaranya modifikasi pelat penyerap tunggal menjadi ganda, modifikasi aliran untuk meningkatkan penyerapan panas, modifikasi material dan pelat penyerap ganda model gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelat penyerap ganda model gelombang dengan penambahan reflector terhadap kinerja solar water heater sederhana. Dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimen, untuk  embandingkan kinerja pelat penyerap ganda model gelombang dengan penambahan reflektor yang hasilnya dibandingkan dengan penelitian sebelumnya (Farid dan Ismail, 2010). Kinerja yang dicari adalah efisiensi solar water heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solar water heater pelat ganda dengan penambahan reflektor dapat meningkatkan efisiensi solar water heater dengan efisiensi rata-rata sebesar 24,02 %, sedangkan nilai efisiensi penyerapan panas rata-rata pada solar water heater pelat penyerap ganda model gelombang tanpa reflektor sebesar 19,81. Kata kunci: Solar water heater, pelat penyerap ganda, model gelombang, reflektor.
PENGARUH KOMPOSISI KOLEKTOR BETON COR TERHADAP EFISIENSI PENYERAPAN PANAS Nova Risdiyanto Ismail; Candra Aditya
PROTON Vol. 2 No. 2: Oktober 2010
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v2i2.230

Abstract

Telah banyak dilakukan usaha meningkatkan kinerja kolektor, diantaranya dengan menambahkan batu kerikil, melakukan pelapisan, kolektor model gelombang dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kolektor beton cor terhadap efisiensi penyerapan panas. Dalam penelitian menggunakan metode eksperimen yaitu menguji komposisi kolektor. Kinerja yang dicari adalah efisiensi penyerapan panas kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kolektor beton cor terbaik adalah komposisi 223, karena menghasilkan efisiensi tertinggi dibandingkan dengan komposisi yang lain, yaitu sebesar 24,4 %. Kata kunci: pelat penyerap, komposisi beton cor, efisiensi.
PENGARUH MEDAN MAGNET TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KINERJA MOTOR BAKAR BENSIN JENIS DAIHATSU HIJET 1000 Andersen Karel Ropa; Naif Fuhaid; Nova Risdiyanto Ismail
PROTON Vol. 4 No. 2: Oktober 2012
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v4i2.337

Abstract

Pemerintah menghadapi permasalahan akan semakin besarnya kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan. Sehingga sekarang banyak orang berlomba menciptakan alat untuk menghemat bahan bakar, mulai alat berupa cairan, tablet hingga pengaturan bakar yang masuk ke kalburator. Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna .Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen, yaitu menguji dengan dan tanpa medan magnet (elektromagnet) pada saluran masuk bahan bakar dengan memberikan variasi  pada putaran mesin. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan elektromagnet dan variabel terikatnya adalah konsumsi bahan bakar dan putaran mesin. Adapun hasil penelitian adalah konsumsi bahan bakar yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih rendah dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin. Daya dan Efisiensi yang dihasilkan menggunakan medan magnet lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan medan magnet pada setiap variasi putaran mesin.   Kata Kunci: medan magnet, konsumsi bahan baker, daya dan efisiensi.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Burhanudin Achmad Burhanudin Agung Suprapto, Agung Agus Suyatno Ahmad Zainul Huda Akhmad Farid Akhmad Farid Akhmad Farid Akim Tua Al Barr, Muhammad Haafizh Andersen Karel Ropa Andi Hardianto Andi Kurniawan Andi Kurniawan Andika Pratama Andika Pratama Andrian Bayu Pradhana Andy Hardianto Angga Ridwan Pratama Arie Restu Wardhani Arief Rizki Fadhillah Baihaqi, Rosiawan Bayu Ismoyo Candra Aditya Candra Aditya Catur Heri Setiyawan Dadang Hermawan Dadang Hermawan Dadang Hermawan Deky Framasta Didik Hardianto Didik Hardianto Dwi Prasetio Utomo Fachrudin Fachrudin Fattah, Hamidah Nurrul Frida Dwi Anggraeni Frida Dwi Anggraeni Fuad Arizal Yahya Gatot Soebiyakto Gatot Soebiyakto Gatot Soebiyakto Hari Budi Raharjo Helmy Darmawan Hendra Kurniawan Heni Pujiastuti Hutri Wicaksono, Leo Jumali - Kerong, Adrianus Geroda Khaerul Anwar Khaerul Anwar Khaerul Anwar Kurniawan, Anggie Leo Hutri Wicaksono Leo Hutri Wicaksono Leo Hutri Wicaksono Leo Hutri Wicaksono M. Ghazali Arrahim Mochamad Muzaki Mochammad Nurcholis Majid Muhammad Agus Sahbana Muhammad Nur Hasan Nafisah, Viona Naif Fuhaid Naif Fuhaid Nasution, Annio Indah Lestari Ngudi Tjahjono Nurhasan, Muhammad Nurida Finahari Purbo Suwandono Renada Julia Sakinah Ridho Guruh Syah Putra Rizki Hidayat Sang Saka Adi Pangestu Santos, Armando Ferreira dos Sigit Untoro Silviana Silviana Sitanggang, Rickie Natanael Solichi, Azis Sujawi Sholeh Sadiawan Supriadi Supriadi Suriansyah - Suriansyah - Syamsiar, Syamsiar teddy wicaksono wicaksono Tiara Aninditha Wicaksono, Leo Hutri Wijaya, Rendra Adi Yundari, Yundari