Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Effect of Adding Black Soldier Fly Larvae Flour to Rations on Broiler Chicken Performance Ndun, Alberth Nugrahadi; Mulik, Simon Edison; Nguru, David Agustinus; Menoh, Yori Raimona
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i1.p205-215

Abstract

This study aims to evaluate the effect of adding Black Soldier Fly (BSF) larvae flour to the ration on feed consumption, body weight gain, and feed conversion in poultry. The four treatments used were P0 (ration without the addition of BSF flour), P1 (ration + 5% BSF flour), P2 (ration + 10% BSF flour), and P3 (ration + 15% BSF flour), with each treatment repeated four times. The livestock used in this study were 80 broiler chickens, which were distributed in each treatment unit of 5 chickens each. This study used a Completely Randomized Design (CRD) and data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), with Duncan's further test if there was a significant effect. The results showed that the P3 treatment with the addition of 15% BSF flour produced the lowest feed consumption (1063.44 grams) and the best feed conversion (0.9818), indicating higher feed efficiency. In contrast, the P0 treatment without the addition of BSF flour had the highest feed consumption (1482.20 grams) and the lowest feed conversion (2.5832). Body weight gain increased significantly with increasing proportion of BSF flour, namely P3 had the highest body weight gain (1087.95 grams) compared to other treatments. From the results of this study, it can be concluded that the addition of BSF flour up to 15% in the ration has a positive effect on the growth and performance of broiler chickens. The best results for the observed parameters were feed consumption (1063.44 grams), with feed conversion (0.9818), and the best body weight gain (1087.95 grams). The use of BSF flour in poultry rations shows potential as an efficient alternative feed ingredient. Further research is recommended to explore the long-term effects and potential for commercial application.
Peningkatan Keterampilan Analisis Data Penelitian Menggunakan Aplikasi Jasp Bagi Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana Mulik, Simon Edison; Nugrahadi Ndun, Alberth; Bire Lawa, Alvrado; Agustinus Nguru, David; Mediviani Sol’uf, Morin; Umbu Padu, Hendrikus; Made Paramita Setyani, Ni; Meliani Sabat, Diana; Nessy Banamtuan, Adyanto; Eliazar Nifu, Salden
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38926

Abstract

Kemampuan menganalisis data merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Skill ini penting karena pada akhir studi, mereka harus mengumpulkan data penelitian, menganalisisnya, dan menyajikannya dalam sebuah tulisan. Namun, sebagian besar mahasiswa masih belum paham dengan baik bagaimana menganalisis data penelitian. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dengan memanfaatkan aplikasi yang mudah dioperasikan dan dapat diakses secara gratis tanpa batas waktu. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi JASP. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan mengisi kuesioner untuk mengetahui pemahaman awal mahasiwa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana tentang jenis-jenis alat analisis data dan cara pengoperasiannya, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik secara langsung. Pada akhir pelatihan dilaksanakan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang mahasiswa. Luaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah 87,5% peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam menganalisis data penelitian. Kegiatan ini dinilai berhasil dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah data penelitian.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) terhadap Kaum Bapak GMIT Klasis Sulamu Menoh, Yori Raimona; Mulik, Simon Edison; Zebua, Cipta K. N.; Deko, Maria Karolina
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38997

Abstract

Kaum bapak Klasis Sulamu merupakan himpunan dari beberapa umat yang sebagian besar kehidupan sehari-harinya berpofesi sebagai petani dan peternak. Keterbatasan pengetahuan menjadi penyebab rendahnya produktifitas ternak khususnya ayam KUB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh peternak. Metode yang digunakan dari pengabdian ini adalah Ceramah dan diskusi, serta demostrasi/pelatihan formulasi pakan menggunakan metide persone square dan trial and error, dan mengenal bahan-bahan pakal lokal, serta meracik atau mencampur pakan. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan dan kemampuan peternak dalam formulasi pakan menggunakan metode persone square dan trial and error, dan mengenal bahan-bahan pakal lokal, serta meracik atau mencampur pakan. Tingginya tingkat pemahaman peternak menandakan adanya dampak positif dari kegiatan pengabdian ini
PENGARUH PEMBERIAN TEMPE DEDAK, TAPE DEDAK DAN KOMBINASINYA TERHADAP POTONGAN PRIMAL KARKAS AYAM BROILER FASE FINISHER Sesfao, Misraem R.; Febri Suryatni, Ni Putu; Mulyantini, Ni Gusti Ayu; Mulik, Simon Edison
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 7 No. 1 (2025): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v7i1.22287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tempe dedak, tape dedak dan kombinasinya terhadap potongan primal karkas ayam broiler fase finisher. Penelitian ini menggunakan 96 ekor ayam broiler berumur 1 hari (DOC). Rancangan penelitian yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu: 1) R0: ransum basal + 20% dedak padi (kontrol); 2) R1: ransum basal + 20% tempe dedak; 3) R2: ransum basal + 20% tape dedak; 4) R3: ransum basal + 10% tempe dedak + 10% tape dedak. Ransum basal yang digunakan yaitu jagung, konsentrat, top mix dan minyak. Variabel yang diteliti adalah persentase sayap, dada, paha dan punggung. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap persentase sayap, dada, paha dan punggung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tempe dedak, tape dedak dan kombinasinya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap potongan primal karkas ayam broiler fase finisher. Kata Kunci: ayam broiler, potongan karkas, tape dedak, tempe dedak,
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) dalam Air Minum terhadap Organoleptik Daging Ayam Broiler Veronika Mayelan Dulu Loko; N.G.A. Mulyantini; Simon Edison Mulik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dalam air minum terhadap karakteristik organoleptik daging ayam broiler, meliputi warna, keempukan, cita rasa, dan aroma. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 minggu menggunakan 100 ekor ayam broiler strain CP 707 yang dibagi dalam 4 perlakuan (P0: kontrol, P1: 4,5 g/L, P2: 6 g/L, P3: 7,5 g/L) dengan masing-masing 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap warna daging (P>0,05), namun berpengaruh sangat nyata terhadap keempukan (P<0,01), serta berpengaruh nyata terhadap cita rasa (P<0,05), dan berpengaruh sangat nyata terhadap aroma (P<0,01). Perlakuan P3 (7,5 g/L) menghasilkan nilai tertinggi pada parameter keempukan, aroma, dan cita rasa. Kesimpulannya, ekstrak daun katuk dapat meningkatkan kualitas organoleptik daging ayam broiler, terutama dalam hal keempukan, aroma, dan cita rasa, namun tidak memengaruhi warna daging.
Pengaruh Probiotik Kulit Buah Pisang (Musa paradisiaca) Terfermentasi dalam Air Minum terhadap Potongan Primal Ayam Broiler Aldosius Malo; Ni Putu Febri Suryatni; Simon Edison Mulik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian probiotik kulit buah pisang (Musa paradisiaca) terfermentasi melalui air minum terhadap potongan primal karkas ayam broiler, yang meliputi (persentase dada, paha, punggung, dan sayap) ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 100 ekor DOC (day old chicks) ayam broiler strain CP 707 produksi PT Charoen Pokphand Indonesia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang dicobakan yaitu P0: tanpa pemberian probiotik(kontrol), P1: 7,5 ml/L, P2: 15 ml/L, dan P3: 22,5 ml/L probiotik dalam air minum. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian probiotik kulit pisang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase dada tetapi tidak mempengaruhi persentase paha, punggung, dan sayap. Disimpulkan bahwa pemberian probiotik kulit pisang sebanyak 7,5ml/L air minum dapat meningkatkan persentase dada tetapi belum mempengaruhi persentase paha,punggung dan sayap ayam broiler.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Setyani, Ni Made Paramita; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof; Uly, Kirenius; Kune, Petrus; Bette, Yustiany Yuliana; Lawa, Alvrado Bire; Mulik, Simon Edison; Banamtuan, Adyanto Nessy; Riwu, Roni Markus Jami; Zulfa, Yanna Nailla; Listyadi, Rut
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI-JERAMI PADI PADA JEMAAT GMIT IMANUEL TAUPKOLE Menoh, Yori Raimona; Deko, Maria Karolina; Zebua, Cipta Kasih N; Mulik, Simon Edison; Ndun, Alberth Nugrahadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31403

Abstract

Abstrak: Pentingnya pelatihan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi karena bahan baku kotoran sapi dan limbah jerami padi banyak tersedia, jika tidak ditangani dengan baik dapat mencemari lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan soft skill mencakup kemampuan memahami, dan kemampuan problem solving dalam mengatasi tantangan selama proses pengolahan bokashi serta kemampuan hard skill meliputi pengetahuan teknis tentang proses fermentasi, penggunaan bahan baku, serta teknik pengolahan bokashi yang efektif. Sebanyak 42 orang peserta yang hadir, terdiri dari laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang, jenjang pendidikan SD-SMP (28 orang), SMA (14 orang), dan Sarjana (4 orang). Usia remaja (25 orang) dan dewasa (17 orang). Menggunakan metode ceramah/diskusi dan demonstrasi dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta melalui pengisian kuesioner. Kegiatan ini sangat berdampak baik terhadap jemaat GMIT Imanuel Taupkole, peserta pelatihan sangat antusias dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dari segi pemahaman dan ketrampilan pembuatan bokashi. Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mencapai 85%.Abstract: The importance of training in making bokashi from cow dung waste because the raw materials of cow dung and rice straw waste are widely available, if not handled properly can pollute the environment. This training aims to provide soft skills including the ability to understand, and problem solving skills in overcoming challenges during the bokashi processing process as well as hard skills including technical knowledge about the fermentation process, use of raw materials, and effective bokashi processing techniques. A total of 42 participants attended, consisting of 20 men and 22 women, elementary-junior high school education levels (28 people), high school (14 people), and bachelor's degree (4 people). Teenagers (25 people) and adults (17 people). Using lecture/discussion and demonstration methods and at the end of the activity an evaluation was carried out to determine the level of understanding of the participants by filling out a questionnaire. This activity had a very good impact on the GMIT Imanuel Taupkole congregation, the training participants were very enthusiastic and showed very significant results in terms of understanding and bokashi making skills. The final results showed that the level of understanding of the participants reached 85%.