Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Keluarga: Perspektif Al-Quran Menjawab Urban Middle Class Milenial Zulkifli Syauqi Thontowi; Ahmad syafii; Achmad Dardiri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v8i01.393

Abstract

Di tengah era disrupsi ini, Keluarga adalah salah satu kunci sukseknya Pendidikan. Keluarga menjadi basis organik Pendidikan bagi perkembangan seorang anak. Dalam keluarga seorang anak dibentuk fisik dan psikisnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor perspektif alquran dalam melihat Pendidikan keluarga secara utuh. Era milenial yang ditandai dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang super cepat menjadikan sosio-kultur dalam keluarga banyak berubah. Revolusi industri 4.0 yang bergulir tidak dapat di tahan ditengah laju globalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dibutuhkan pendekatan baru dalam Pendidikan keluarga ditengah perubahan yang terus terjadi. 
ASPEK-ASPEK FIISAFAT DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN DARDIRI, ACHMAD
FOUNDASIA Vol. 1 No. 9 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i9.5866

Abstract

Antara filsafat dan pendidikan terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat memiliki aspek-aspek utama yang dapat dijadikan landasan bagi pendidikan. Aspek-aspek yang dimaksud adalah aspek-aspek: metafisis, epistemologis, dan aksiologis. Aspek metafisis antara lain berkaitan dengan persoalan realitas yang tercermin pada bahan ajar, pengalaman dan keterampilan. Aspek epistemologis berkaitan dengan persoalan pengetahuan dan kebenaran trrmasuk di dalamnya sumber belajar dan metode belajar­mengajar; aspek aksiologis berkaitan dengan nilai kebaikan dan keindahan yang akan ditanamkan kepada peserta didik.
PENDIDIKAN, HOMINISASI DAN HUMANISASI DARDIRI, ACHMAD
FOUNDASIA Vol. 1 No. 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i6.6320

Abstract

Theoritically and ideally, education is an attempt to humanize human beings. This implies that teachers, lectures, tutors or instructors have to realize it when they are dealing with children (or learners. However. in practice, the opposite sometimes, or even rr/ten, takes place. The dehumanization of children or learners occurs through ways of teaching rhea are authoritarian, distressing, frightening and through other ways not conducive to attempts to develop humanistic potencials. In the context of rduuuion, (in attempt to humanize human beings can be culled the humanization of children or learners. The meaning of humanism in this context can be seen, explicitly or implicitly, as the views from some figures that this article talks about.
Can epistemic belief predict the pedagogical belief of prospective elementary school teachers? Saidah, Karimatus; Dardiri, Achmad; Fauziah, Pujiyanti
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21340

Abstract

It is important for prospective elementary school teachers to know their epistemic beliefs because this is related to beliefs about how to teach in schools and how learning should be done, which are called pedagogical beliefs. This study aims to investigate whether epistemic beliefs can predict the pedagogical beliefs of prospective elementary school students. This research method used a quantitative method with 179 elementary school teacher education students as research subjects. The data obtained were analyzed using a linear regression test. The results of this study indicate that students' epistemic beliefs can predict students' pedagogical beliefs, especially in terms of social studies learning concepts in elementary schools.
Penguatan Karakter Pemuda di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul melalui Pelatihan Baca Al-Qur'an Widodo, Syukri Fathudin Achmad; Dardiri, Achmad; Marzuki; Anam, Ahmad Muzakkil; Rubiyanto, Yayan; Djainudin, Hamdhan
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i1.2024.23-35

Abstract

Community service is an integral part of the "Tri Dharma" of higher education that must be carried out by lecturers, including those at Universitas Negeri Yogyakarta. This activity involves lecturers engaging with communities or industry partners outside the campus, aiming to maximize their expertise while addressing problems or optimizing the potential within society. This particular community service proposal adopts the "Mbangun Desa" (Building Villages) scheme, targeting human resource development with a specific focus on strengthening the character of youth. The program, titled "Strengthening the Character of Youth in Pacarejo Village, Semanu District, Gunung Kidul Regency Through this community service program, it is expected that youth in Pacarejo Village, Semanu, Gunung Kidul will improve their Qur'anic recitation skills and build strong character. Keywords: Character Strengthening, Youth, Qur'anic Recitation Art
Landasan Filosofis Pendidikan Dalam Perspektif Guru Dardiri, Achmad; Purwastuti, Lusila Andriani; Thontowi, Zulkifli Syauqi
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05204.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang landasan filosofis pendidikan dalam perspektif Guru, yang meliputi landasan ontologis pendidikan, landasan epistemologis pendidikan dan landasan aksiologis pendidikan dalam perspektif guru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan guru senior dan guru yunior, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan guru mengenai landasan ontologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep realitas terdapat perbedaan antara guru senior dan guru yunior. Bagi guru senior realitas difahami sebagai realitas fisik dan non fisik, sedangkan bagi guru yunior realitas bersifat fisik semata. Pandangan tentang manusia sebagai realitas, keduanya sefaham bahwa manusia memiliki aspek fisik-lahiriah dan aspek rohani-batiniah. Pandangan tentang peserta didik keduanya juga sefaham sebagai sosok manusia yang sudah memiliki bakat, dan dapat dikembangkan lewat pendidikan. Pandangan guru mengenai landasan epistemologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep pengetahuan terdapat perbedaan formulasi antara guru senior dan guru yunior. Dalam pandangan guru senior, pengetahuan merupakan kumpulan pengalaman yang dialami seseorang dari orang lain. Sedangkan bagi guru yunior, pengetahuan manusia sifatnya universal dan bersumber tidak hanya dari guru atau sekolah melainkan juga dari sumber lain. Dalam masalah metode pembelajaran keduanya berbeda, namun keduanya sepakat bahwa metode dapat diganti saat proses pembelajaran, disesuaikan dengan kondisi real di kelas. Dalam masalah kebenaran, terdapat perbedaan formulasi. Bagi guru senior, kebenaran sifatnya lentur, fleksibel dan relative, karena melihat realitas di SMAN 3 Yogyakarta warga sekolahnya sangat beragam. Sedangkan dalam pandangan guru yunior, norma yang digunakan untuk menilai benar salahnya sesuatu hal sifatny universal yakni yang dapat diterima oleh semua warga sekolah, karena warga sekolah khususnya peserta didiknya sangat beragam dari latar belakang agama, dan budaya yang berbeda. Dalam hal landasan aksiologis, bagi guru senior, nilai yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai prestasi, kesalehan, kemanfaatan, kebersamaan, kepedulian sosial dan demokrasi. Sedangkan bagi guru yunior, nilai dominan yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai tanggung jawab, nlai persatuan, dan nilai kreativitas.
SARANG BURUNG MANYAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA Dardiri, Achmad; Bahari, Nooryan; Ardianto, Deny Try
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.611 KB) | DOI: 10.33153/bri.v8i1.1805

Abstract

Penciptaan Karya Seni dengan mengangkat Judul Sarang Burung Manyar sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Rupa ini bertujuan untuk : (1). Menggali nilai Artistik  dan simbolik dari Sarang Burung Manyar (2). Mengeskpresikan kegelisahan akan permasalahan kondisi ekologi burung akibat berkurang habitat bagi burung, dengan harapan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan akan alam.  (3). Mengaplikasikan Medium plat besi Janur recycle yang memiliki karakter sebagaimana medium dalam sarang burung Manyar kedalam karya seni (4)Penerapan teknik Anyam Acak dari medium Limbah Besi Janur menjadi karya seni.Hasil karya dalam penciptaan karya ini ada 6 buah karya dengan media utama limbah besi janur dengan didukung  plat besi dan besi Hollow. 6 karya tersebut antara lain: 1.Egg Shadow (120 X 50 X 152 cm), 2. Beda Bolehkan ?(Sarang Thick Billed) (170 X 50 X 195 cm), 3. The Apartemen (70 X 70 X 205 cm), 4. Home of The Explorer (60 X 90 X 60 cm), 5. Calon Generasi Penganyam ( 60X120X100 cm) , 6. Maaf Aku Mengambil Makananmu ( 40X40X140 cm). Ke enam karya mencoba mengkomunikasikan tentang sarang burung Manyar.Kata Kunci : Karya seni rupa, sarang burung Manyar
Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Thontowi, Zulkifli Syauqi; Qowim, Muhammad; Dardiri, Achmad
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 8 No. 1 (2019): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3490

Abstract

Inequality in employee performance lie is background this paper. The implementation of the five work culture values ​​of the Office of the Ministry of Religion (Kemenag) ilat Banyumas Regency shows the enthusiasm of work that must exist to support good performance in the office. The application of the five values ​​of the Ministry of Culture work to make the performance of the State Civil Service (ASN) more competitive, effective, and energetic in service programs that are accessible and well implemented. The background of this study departs from the problem of ASN performance in the Banyumas Ministry of Religion which is rigid and lacks enthusiasm or effective and maximum work spirit. This research is a study that discusses less than maximum communication between ASN so it needs to improve communication professionalism, employee integration, balanced innovation, shared responsibility, and role models in the Banyumas Regency Ministry of Religion office.
SARANG BURUNG MANYAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA Dardiri, Achmad; Bahari, Nooryan; Ardianto, Deny Try
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v8i1.1805

Abstract

Penciptaan Karya Seni dengan mengangkat Judul Sarang Burung Manyar sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Rupa ini bertujuan untuk : (1). Menggali nilai Artistik  dan simbolik dari Sarang Burung Manyar (2). Mengeskpresikan kegelisahan akan permasalahan kondisi ekologi burung akibat berkurang habitat bagi burung, dengan harapan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan akan alam.  (3). Mengaplikasikan Medium plat besi Janur recycle yang memiliki karakter sebagaimana medium dalam sarang burung Manyar kedalam karya seni (4)Penerapan teknik Anyam Acak dari medium Limbah Besi Janur menjadi karya seni.Hasil karya dalam penciptaan karya ini ada 6 buah karya dengan media utama limbah besi janur dengan didukung  plat besi dan besi Hollow. 6 karya tersebut antara lain: 1.Egg Shadow (120 X 50 X 152 cm), 2. Beda Bolehkan ?(Sarang Thick Billed) (170 X 50 X 195 cm), 3. The Apartemen (70 X 70 X 205 cm), 4. Home of The Explorer (60 X 90 X 60 cm), 5. Calon Generasi Penganyam ( 60X120X100 cm) , 6. Maaf Aku Mengambil Makananmu ( 40X40X140 cm). Ke enam karya mencoba mengkomunikasikan tentang sarang burung Manyar.Kata Kunci : Karya seni rupa, sarang burung Manyar
Landasan Filosofis Pendidikan Dalam Perspektif Guru Dardiri, Achmad; Purwastuti, Lusila Andriani; Thontowi, Zulkifli Syauqi
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05204.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang landasan filosofis pendidikan dalam perspektif Guru, yang meliputi landasan ontologis pendidikan, landasan epistemologis pendidikan dan landasan aksiologis pendidikan dalam perspektif guru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan guru senior dan guru yunior, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan guru mengenai landasan ontologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep realitas terdapat perbedaan antara guru senior dan guru yunior. Bagi guru senior realitas difahami sebagai realitas fisik dan non fisik, sedangkan bagi guru yunior realitas bersifat fisik semata. Pandangan tentang manusia sebagai realitas, keduanya sefaham bahwa manusia memiliki aspek fisik-lahiriah dan aspek rohani-batiniah. Pandangan tentang peserta didik keduanya juga sefaham sebagai sosok manusia yang sudah memiliki bakat, dan dapat dikembangkan lewat pendidikan. Pandangan guru mengenai landasan epistemologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep pengetahuan terdapat perbedaan formulasi antara guru senior dan guru yunior. Dalam pandangan guru senior, pengetahuan merupakan kumpulan pengalaman yang dialami seseorang dari orang lain. Sedangkan bagi guru yunior, pengetahuan manusia sifatnya universal dan bersumber tidak hanya dari guru atau sekolah melainkan juga dari sumber lain. Dalam masalah metode pembelajaran keduanya berbeda, namun keduanya sepakat bahwa metode dapat diganti saat proses pembelajaran, disesuaikan dengan kondisi real di kelas. Dalam masalah kebenaran, terdapat perbedaan formulasi. Bagi guru senior, kebenaran sifatnya lentur, fleksibel dan relative, karena melihat realitas di SMAN 3 Yogyakarta warga sekolahnya sangat beragam. Sedangkan dalam pandangan guru yunior, norma yang digunakan untuk menilai benar salahnya sesuatu hal sifatny universal yakni yang dapat diterima oleh semua warga sekolah, karena warga sekolah khususnya peserta didiknya sangat beragam dari latar belakang agama, dan budaya yang berbeda. Dalam hal landasan aksiologis, bagi guru senior, nilai yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai prestasi, kesalehan, kemanfaatan, kebersamaan, kepedulian sosial dan demokrasi. Sedangkan bagi guru yunior, nilai dominan yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai tanggung jawab, nlai persatuan, dan nilai kreativitas.