Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Praktik transformasi kompetensi guru dalam menjawab kebutuhan siswa menghadapi tantangan global (Studi kasus sekolah Taman Kanak-kanak di Kulonprogo) Saputri, Evi Rovikoh Indah; Hendrowibowo, L; Sholikhah, Ebni; Raharjo, Amrih Setyo; Sidik, Fajar
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v23i1.59258

Abstract

Penelitian berusaha mengurai transformasi manajemen kompetensi guru dalam bingkai kebijakan, perspektif ini dipilih agar mampu mengetahui pada tataran tingkat messo dalam mentransformasikan kompetensi guru sesuai kebutuhan daerah. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskrptif. Instrument pengumpulan data melalui studi dokumen, Focus Group Discusion (FGD), wawancara, dan survei. Metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan data terkait praktik transformasi kompetensi guru TK di Kulonprogo. Transformasi kompetensi guru menjadi prasyarat dalam rangka pemulihan kualitas pendidikan pasca pandemi. Akan tetapi, belum ditemukan adanya transformasi kompetensi guru selama pandemi maupun pasca pandemic yang benar-benar disusun oleh pemerintah daerah Kabupaten Kulon Progo untuk turu TK. Adapun program-program peningkatan kompetensi guru justru banyak lebih dirasakan sebelum adanya pandemic. Meskipun selama pandemi terdapat program peningkatan kompetensi guru dengan moda daring yang dapat diikuti guru secara mandiri, namun hasilnya tidak bisa dirasakan secara nyata karena minimnya komitmen dan konsistensi guru selama pelatihan. Adapun peningkatan kompetensi guru justru datang dari pemerintah pusat dengan program guru penggerak dan sekolah penggerak. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo untuk meningkatkan kompetensi guru TK dalam menjaga dan meningkatkan kualitas belajar peserta didik dalam rangka membekali mereka pada kebutuhan tantangan global.This research sought to unravel the transformation of teacher competence management within the policy framework, this perspective was chosen to , at the messo level,  the transformation of teacher competencies in regard to the regional needs. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection instruments are in the form of document studies, Focus Group Discussion (FGD), interviews, and surveys. This method was used to collect data related to the transformation practice of kindergarten teachers' competencies in Kulonprogo. Transformation of teacher competencies is a prerequisite in the recovery framework of post-pandemic education. However, there has not been any transformation of teachers' competences during the pandemic or post-pandemic that was actually arranged by the local government of Kulon Progo Regency for kindergarten teachers. As for programs to improve teacher competence, they were even more recognized before the pandemic. Even though during the pandemic there was a teacher competency improvement program using an online mode in which teachers could participate independently, the results were hardly noticeable due to the lack of commitment and consistency of teachers during training. The increase in teachers' competences actually came from the central government with the guru penggerak and sekolah penggerak programs. This is the homework for the Education Authorities of  Kulon Progo District to improve the competences of kindergarten teachers to maintain and enhance the quality of student learning and prepare them for the global challenges.
Pelatihan pengembangan kecerdasan majemuk anak bagi guru tk Aisyiyah Ebni Sholikhah; Arif Rohman; Farida Hanum; Ariefa Efianingrum; Joko Sri Sukardi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.213 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i2.26920

Abstract

Usia anak adalah usia emas untuk mengembangkan potensi kecerdasan majemuk yang dimiliki. Akan tetapi, selama ini kegiatan pendidikan sering direduksi sebagai kegiatan pengajaran dan persekolahan yang terpusat pada transfer pengetahuan secara statis dan terkadang lupa untuk mengembangkan kecerdasan non akademik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelatihan guru Aisyiyah kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan potensi kecerdasan majemuk anak usia dini. Metode yang digunakan berupa ceramah dialogis, latihan (simulasi), dan pendampingan. Dari 38 sasaran, hasilnya menunjukkan bahwa 49.74% puas, 48.70% sangat puas, dan hanya 1.56% tidak puas terhadap isi, metode, maupun fasilitas yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa isi materi sesuai dan dapat menambah pengetahuan guru untuk diaplikasikan di lingkungan kerjanya. Guru juga merasa mendapat pengalaman baru karena belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalitas guru, pelatihan semacam ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Children's intelligence development training for Aisyiyah kindergarten teachersEarly childhood is the golden age to develop their potential multiple intelligences. However, educational activities have often been reduced as teaching and schooling which centered on static transfer of knowledge and sometimes forget to develop non-academic intelligence. This paper aims to describe Aisyiyah teachers training in Banyuwangi Regency to develop the potential multiple intelligence in early childhood. We used dialogical lectures, exercises (simulations), and assistance as the methods. The results showed that 49.74% of 38 participants were satisfied, 48.70% were very satisfied, and only 1.56% were dissatisfied with the contents, methods, and facilities provided. This shows that contents of the material improve teacher's knowledge and could be applied in the teaching environment. The teacher also feels that they gained new experience because never attended a similar training before. Therefore, this kind of training needs to be continued and improved to improve teacher professionalism.