Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dari Timur Tengah Ke Nusantara: Sejarah Dan Jejak Mazhab Syafi’i Di Indonesia Fitri Mardiani; Wisnu Subroto; Herry Porda Nugroho Putro; M. Rifky Maulani
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2024): PAKIS, September 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v4i2.13446

Abstract

Imam Syafi'i is one of the most influential scholars in the history of Islam, whose thoughts have shaped Islamic practices and traditions in Indonesia. Starting from Medina, where Imam Syafi'i established his madhab to the archipelago, this article traces the existence of the Syafi'i madhab with its traces in various aspects of religious life, such as worship, family law, and Islamic education. The method used is a literature study by sourcing books on the history of the life and thought of Imam Syafi'i, journals, and other research references. Based on the results of the literature review, it is known that Imam Syafi'I has left an invaluable legacy for Muslims in Indonesia. His moderate, inclusive, and balanced thinking between text and logic has underpinned various policies on Islamic law, theology, and life. This has shaped strong Islamic practices and traditions, seen in the unity of Muslims, social stability, and the development of Islamic science. So that through understanding the presence of Shafi'i thought, it can encourage the emergence of critical thinking in interpreting the existence of Islam that is proportional, tolerant, and in accordance with the needs of the times.
PERGOLAKAN POLITIK ANTARA PEMERINTAH SIPIL DAN TNI AD DI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN SOEKARNO Ilham Galih Pambudi; Octavian Hendra Priyatno; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla
Prabayaksa: Journal of History Education Vol 5, No 2 (2025): Prabayaksa: Journal of History Education (September)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pby.v5i2.16578

Abstract

The army is one of the dimensions of the TNI that is actively involved in civil administration. Disagreements between army leaders and civilian government regarding authority and command have been a persistent source of tension between civil groups and the military. The purpose of this study is to examine: 1) The July 3rd, 1946 Incident, 2) The October 17th, 1952 Incident, and 3) The Charter on the Integrity of the Army. This research employs critical historical methods. The research process begins with topic selection as an initial activity to determine the problem to be examined. The second phase involves collecting sources from archives, newspapers, and books. These sources were obtained from various locations including the National Archives of the Republic of Indonesia, UNY Library, Jogja Library Center, and the National Library. The third phase is verification, also called source criticism, to ensure the validity of the sources. The fourth phase is interpretation, which involves analyzing the sources. The fifth phase is historiography, which presents the research results. This research demonstrates that: (1) The Army (AD) had strong supporting factors for political involvement since the Proclamation of August 17, 1945; (2) The July 3rd, 1946 Incident and the October 17th, 1952 Incident indicate that relations between civilian and military groups were strained; (3) The Army Charter became a symbol of reunification following internal divisions within the Army.
The traditional custom of Tawas Jaa as a means of strengthening social cohesion among the Dayak Deah community Dewicca Fatma Nadilla; Bambang Subiyakto; Deasy Arisanty; Syaharuddin Syaharuddin; Fitri Mardiani; Ilham Galih Pambudi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.39202

Abstract

The Tawas Jaa tradition practiced by the Dayak Deah community in Upau represents a culturally significant ritual imbued with profound spiritual and social values. Beyond its role as a medium of ancestral veneration, this tradition is an integral mechanism for reinforcing communal bonds. The collective participation of all societal strata in the ritual across gender, generational, and religious lines reflects a strong foundation of social cohesion rooted in shared religious and cultural beliefs. This study examines the sociocultural meaning of the Tawas Jaa tradition as a form of religious-based social cohesion within the Dayak Deah community of Kaong. Employing a qualitative research design with a descriptive approach, the research was conducted in Kaong Village, identified in 2024 & 2025 as the sole remaining village in the Upau subdistrict actively maintaining the Tawas Jaa practice. Data was collected through participant observation and in-depth interviews, with informants selected via snowball sampling techniques. Data analysis employed source triangulation, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the Tawas Jaa tradition serves as a central pillar of community cohesion, facilitating the integration of diverse social segments through collective involvement. The ritual encompasses elements of mutual cooperation, community-driven fundraising, and the symbolic use of cultural artifacts such as ancak and the dragon boat—each reinforcing collective identity and interdependence. In addition to its spiritual dimensions, the tradition underscores the importance of egalitarianism, social solidarity, and communal self-reliance. Furthermore, by embracing religious plurality, the tradition fosters a resilient social structure and affirms the enduring relevance of ancestral values in shaping communal life.     Tradisi Adat Tawas Jaa pada masyarakat Dayak Deah di Upau merupakan praktik budaya yang tidak hanya sarat nilai spiritual dan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memperkuat kohesi sosial berbasis religi di tengah kehidupan komunitas. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota komunitas. Melalui pelaksanaan ritual-ritual yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, Tawas Jaa mencerminkan kohesi sosial yang berakar pada nilai-nilai religi yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna tradisi adat Tawas Jaa sebagai bentuk kohesi sosial berbasis religi bagi masyarakat Dayak Deah Kaong. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dipilihnya Desa Kaong karena pada tahun 2024 & 2025 merupakan satu-satunya desa yang menyenggarakan Tradisi Adat Tawas Jaa ini di Kecamatan Upau. Data dikumpulkan dari observasi dan wawancara mendalam. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik Snowball Sampling. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber, melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Tradisi Tawas Jaa dalam masyarakat Dayak Deah berfungsi sebagai pilar kohesi sosial, mengintegrasikan seluruh lapisan masyarakat melalui partisipasi lintas gender, generasi, dan agama dalam penyelenggaraan nya. Ritual ini melibatkan gotong royong, pengumpulan dana secara mandiri, serta simbol-simbol adat seperti ancak dan perahu naga yang memperkuat identitas budaya mereka. Selain nilai spiritual, Tawas Jaa juga menegaskan pentingnya kesetaraan, solidaritas sosial, dan kemandirian komunitas. Dengan menghormati keberagaman keyakinan, tradisi ini membangun ketahanan sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kolektif yang diwariskan oleh para leluhur.
STRENGTHENING HISTORICAL LITERACY THROUGH AUTHENTIC ASSESSMENT IN HISTORY LEARNING IN THE CITY OF BANJARMASIN Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati; Dewicca F. Nadilla
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53690

Abstract

Literasi sejarah, salah satu jalur yang dapat diambil untuk memberikan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguatan literasi sejarah melalui penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMAN 5 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjeknya adalah guru sejarah dan siswa kelas X. Untuk analisis data, teknik berdasarkan Miles dan Huberman: pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya adalah bahwa pembelajaran sejarah dengan penilaian autentik dapat menjembatani siswa menjadi melek sejarah. Guru menekankan pentingnya memberikan penilaian berbasis proses yang autentik (penilaian formatif) dengan berbagai aspek, seperti kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam penerapannya, hal ini dapat mengakomodasi keterampilan berpikir sejarah tingkat tinggi. Adanya penilaian autentik dengan menghadirkan strategi untuk memperkuat literasi sejarah menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa di SMAN 5 Banjarmasin.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PADA SISWA SDN ANJIR PASAR KOTA 2 DESA ANJIR PASAR KOTA, KECAMATAN ANJIR PASAR, KABUPATEN BARITO KUALA, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Laila Azkia; Fitri Mardiani; Ari Setiawan; Neli Ameliasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4149-4156

Abstract

Kegiatan pengabdian masayrakat di SDN Anjir Pasar Kota 2 Desa Anjir Pasar Kota berjalan sesuai dengan sasaran yang diharapkan yakni menuntaskan permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa-siswi dengan melakukan pendampingan dan pembinaan kepada guru dan siswa terkait penting nya pegelolaan pojok literasi. Melalui kegiatan pengabdian ini juga dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa-siswi dengan memberikan pemahaman akan penting nya literasi dan numerasi yang disampaikan secara kontekstual dan aplikatif dalam keseharian. Sehingga hal-hal positif akan terbangun dan mereka mampu memaknai kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Budaya Di Desa Telok Selong Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Octavian Hendra Priyatno; Fitri Mardiani; Wisnu Subroto; Dewicca Fatma Nadilla; Ilham Galih Pambudi; Willy Alfarius
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.123

Abstract

Pelestarian budaya lokal menjadi isu strategis di tengah arus modernisasi yang berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat. Salah satu wujud nyata dari upaya pelestarian tersebut adalah pengenalan rumah adat sebagai simbol nilai, sejarah, dan jati diri bangsa. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar di Desa Telok Selong, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan observasi, penyusunan modul edukasi, pelatihan interaktif, dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi budaya sebesar 54,2% setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis budaya lokal mampu memperkuat kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi edukasi budaya ke dalam kurikulum lokal dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya Banjar.
Pelatihan Pembuatan Asesmen Formatif Berbasis Educaplay Bagi Guru MGMP Sejarah Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Sriwati; Melisa Prawitasari; Fitri Mardiani; Octavian Hendra Priyatno; Siti Halimah; Aulia Atikah
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2653

Abstract

The Barito Kuala Regency History Teachers' Conference is a professional forum for Senior High School History teachers teaching in the Barito Kuala Regency. Based on data from the Barito Kuala Central Statistics Agency in 2024, Barito Kuala Regency administratively consists of 17 sub-districts with a total of 16 public senior high schools spread across almost every sub-district. This History Teachers' Conference has 29 members from 19 Senior High Schools in Barito Kuala Regency. Based on the situation analysis, there are several problems faced by partners, namely that Barito Kuala Regency History High School teachers still have difficulty designing, integrating, and evaluating digital-based formative assessments in history learning. Regarding this problem, the solution offered by the Community Service team includes conducting training on designing and creating educaplay-based formative assessments for Senior High School History teachers in Barito Kuala Regency. The output of this solution is a teaching module, a tutorial on creating educaplay-based formative assessments, and educaplay-based formative assessment products.
Tantangan dan Strategi Membangun Komunikasi Efektif melalui Literasi Sejarah di SMAN 1 Martapura Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati Sriwati; Oktavian Hendra P.; Nelly Amelia; Muhammad Ikhsan hafidz
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3644

Abstract

Transformasi perspektif, dan akses pengetahuan di era digital menghadirkan tantangan tersendiri pada pembelajaran sejarah di sekolah. Pola komunikasi dan keaktifan peserta didik masih dinilai pasif. Maka, tanpa kemampuan literasi sejarah yang tepat, peserta didik berisiko pada misinformasi dan distorsi narasi sejarah yang ahistoris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, tantangan dan strategi guru dalam membangun komunikasi efektif melalui penguatan literasi sejarah di SMAN1 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan peserta didik kelas XI dan XII. Uji keabsahan data melalui teknik triangulasi sumber dan waktu kemudian dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan langkah reduksi, penyajian data, serta diakhiri dengan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukan, literasi sejarah di SMAN1 Martapura telah berjalan dengan baik dan diintegrasikan pada kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler seperti Jumat Literasi dan pojok literasi sejarah. Kendala yang ditemui ialah rendahnya minat baca, dominasi budaya populer Gen Z, serta beban administratif guru yang tinggi. Strategi yang dilakukan guru ialah pendekatan partisipatif dengan pemanfaatan media digital, pembelajaran berbasis proyek, serta eksplorasi sejarah lokal. Penguatan literasi sejarah sebagai sarana komunikasi edukatif memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, dan sadar sejarah.
Perkebunan Karet dan Dinamika Ekonomi Petani: antara Harapan dan Kenyataan Ega Nasywa; Rusdi Effendi; Wisnu Subroto; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla; Rochgiyanti
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i1.18411

Abstract

Perekonomian merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia khususnya Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dari perkebunan karet terhadap perekonomian petani karet dan untuk mengetahui pendapatan petani karet ini bisa mensejahterakan keluarga. Perkebunan karet mempunyai peranan penting dalam perekonomian perdesaan di Desa Hukai, karena menjadi sumber pendapatan paling utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkebunan karet (Hevea brasiliensis) terhadap perekonomian petani di Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Karet merupakan salah satu komoditas utama yang berperan penting dalam perekonomian lokal, meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga dan perubahan cuaca. Dengan adanya perkebunan karet menjadikan sektor ini sebagai sumber utama pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari petani pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani karet sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga karet di pasar global. Ketika harga karet tinggi, pendapatan petani meningkat, yang berimbas pada perbaikan kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga. Sebaliknya, fluktuasi harga yang tajam dan ketergantungan terhadap musim juga dapat menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan ekonomi petani karet di Desa Hukai memerlukan kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas dan diversifikasi produk karet, serta perlunya bantuan pemerintah dalam mengatasi permasalahan fluktuasi harga. Diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi pengolahan karet dapat menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung keberlanjutan sektor perkebunan karet di wilayah.
TRADISI TARI RONGGENG PASER DI KELURAHAN KUARO KABUPATEN PASER PADA TAHUN 2008-2025 Maulida Rusdiana Zuhriah; Syaharuddin; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla
Historia Vol 15 No 1 (2027): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v15i1.17374

Abstract

Along with rapid globalization and modernization, the Ronggeng Paser Dance Tradition in the Village of Kuaro serves as an identity and adhesive force within society, but is starting to be marginalized by foreign cultures entering the region. The aim of this research is to describe the background of the Ronggeng Paser Dance in the Village of Kuaro and the development of the Ronggeng Paser Dance Tradition in the Village of Kuaro from 2008 to 2025. The method used is a historical method consisting of four stages: first, heuristics is carried out by collecting primary sources in the form of interviews with informants, documents, and documentation. Second, source criticism is applied in two steps: external criticism and internal criticism. Third, interpretation is carried out by interpreting and examining the historical facts of the Ronggeng Paser Dance Tradition in Kuaro Village. Fourth, historiography, namely the presentation of a chronological and analytical reconstruction of events in the form of scientific writing. This study reveals that Tari Ronggeng Paser represents a cultural acculturation between the indigenous Paser and Malay peoples, emerging during the Sadurengas Sultanate era. Since becoming part of the Kuaro Village administration, Ronggeng Paser Dance has undergone changes in its presentation, accessories, and cultural status. In conclusion, this traditional dance meaningfully represents the cultural identity of the Kuaro Village community.