Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

SOIL HEALTH AND AGRICULTURAL PRODUCTIVITY: INTEGRATING CONSERVATION PRACTICES WITH MODERN CROP PRODUCTION TECHNIQUES Rania Ahmed; Murtadha Ibrahim; Fitriah Suryani Jamin
Techno Agriculturae Studium of Research Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/agriculturae.v3i2.3844

Abstract

Soil degradation and declining agricultural productivity pose critical challenges for sustainable food systems globally. Maintaining soil health while achieving high crop yields requires innovative approaches that integrate ecological conservation with modern agronomic techniques. The need to reconcile productivity with long-term soil functionality underpins this study. The research aims to evaluate the effects of combining conservation practices, including cover cropping, reduced tillage, and organic amendments, with modern crop production technologies such as precision fertilization and optimized irrigation, on soil health and crop performance. Emphasis is placed on identifying synergistic effects that enhance both ecological and agronomic outcomes. A quasi-experimental design was implemented across replicated plots representing diverse soil types. Soil chemical, physical, and biological indicators were monitored alongside crop yield, biomass accumulation, and tissue nutrient content. Statistical analyses, including ANOVA and multivariate regression, were conducted to quantify differences among management approaches. Results indicate that integrated management significantly improves soil organic matter, microbial biomass, and nutrient availability, while increasing crop yield and biomass relative to conventional or conservation-only systems. Synergistic interactions between ecological and technological interventions promote soil resilience and resource-use efficiency. The study concludes that integrating conservation practices with modern crop production offers a viable pathway toward sustainable intensification. Evidence-based recommendations support both productivity enhancement and long-term soil stewardship, providing guidance for researchers, farmers, and policymakers.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Mandiri Pencegahan Penyakit Yestiani Norita Joni; Meilisa Carlen Mainassy; Hardianti Hardianti; Fitriah Suryani Jamin; Halbina Famung Halmar; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.933

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants with medicinal properties and are cultivated in home gardens as a form of community self-reliance in maintaining health and preventing disease. The lack of public knowledge regarding the types of TOGA, their processing methods, and their uses is a key reason for implementing this community service program. This activity aims to increase community knowledge and skills regarding the use of TOGA as a preventative measure against various common diseases. The program was implemented among 45 families in Suka Jaya Village through outreach, demonstrations, TOGA planting practices, and mentoring in the preparation of simple herbal concoctions. Evaluation was conducted using pre- and post-tests, practical observations, and interviews. The results of the activity showed a significant increase in community knowledge, from an average score of 52.6 to 88.4 after the education. Eighty-five percent of participants were able to practice TOGA planting, and 78% made simple concoctions such as warm ginger, tamarind turmeric, and lemongrass tea. The community considered the program very beneficial and wanted similar activities to continue regularly. This program can increase community awareness and self-reliance in maintaining health. The use of traditional medicinal plants (TOGA) is considered effective as a disease prevention measure and supports a healthy, natural, and affordable lifestyle. This initiative is recommended for implementation in other regions and further development through further training.
Gerakan Masyarakat Sadar Sampah: Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Ramah Lingkungan Farha Assagaff; Kasman Lestaluhu; Irdan Irdan; Fitriah Suryani Jamin; Lely Meriaya Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.963

Abstract

Household waste is a growing environmental issue in line with population growth and changes in consumption patterns. Improper waste management can have negative impacts on health and the environment. This Community Service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding environmentally friendly household waste management through a waste-aware community movement. Implementation methods include outreach, education, waste sorting demonstrations, and community mentoring. The results of the activity indicate an increase in community knowledge and skills in sorting and managing household waste, as well as the formation of positive attitudes toward clean living and environmental awareness. This program is expected to be the first step in creating a clean, healthy, and sustainable environment.
Penggunaan Pestisida dalam Pertanian: Resiko Kesehatan dan Alternatif Ramah Lingkungan: Pesticide Use in Agriculture: Health Risks and Environmentally Friendly Alternatives Fitriah Suryani Jamin; Dianta Mustofa Kamal; Restu Auliani; Mustar Rusli; Susatyo Adhi Pramono
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6342

Abstract

Penggunaan pestisida dalam pertanian merupakan praktik umum yang meningkatkan hasil panen, namun berpotensi menimbulkan masalah serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan pestisida, termasuk risiko kesehatan yang dihadapi petani dan masyarakat, serta pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya. Penelitian ini menganalisis berbagai sumber data terkait dampak pestisida dengan menggunakan metode studi literatur, seperti gangguan kesehatan akut dan kronis serta penurunan keanekaragaman hayati. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pestisida kimiawi dapat meningkatkan produksi pertanian, penggunaan yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan keracunan, pencemaran air, tanah, dan udara, serta degradasi ekosistem. Penelitian ini menyarankan alternatif penerapan metode pengendalian hama terpadu (PHT) dan penggunaan bio-pestisida yang lebih ramah lingkungan. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi kebijakan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan serta lingkungan dari penggunaan pestisida di Indonesia.
 Peran Hukum Lingkungan dalam Mendukung Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia: The Role of Environmental Law in Supporting Natural Resource Conservation in Indonesia Syamsu Rijal; Nuralfin Anripa; Loso Judijanto; Sari Agusliana; Fitriah Suryani Jamin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7140

Abstract

Hukum lingkungan memainkan peran penting dalam mendukung konservasi sumber daya alam di Indonesia. Studi ini menganalisis efektivitas regulasi lingkungan, tantangan dalam implementasi, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan ekosistem. Dengan menggunakan metode studi dokumen, penelitian ini menelaah berbagai peraturan, kebijakan, serta laporan akademik yang berkaitan dengan hukum lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) telah memberikan kerangka hukum yang jelas, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, termasuk lemahnya penegakan hukum, korupsi dalam proses perizinan, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan.Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti penguatan sanksi terhadap pelanggar hukum lingkungan, peningkatan transparansi dalam perizinan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan lingkungan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan sektor swasta dalam menerapkan prinsip green business juga sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan kolaboratif, hukum lingkungan dapat menjadi instrumen yang lebih efektif dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi ekosistem di Indonesia.
Kontribusi Sosial Sebagai Relawan Vaksinisasi Di Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo Nunung Suryana Jamin; Ni Made Pariratih; Fitriah Suryani Jamin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 1 No. 1 (2022): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v1i1.269

Abstract

Kegiatan kontribusi sosial ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam melihat fenomena pandemi covid-19 yang menyebar hingga sampai di Kota Gorontalo selama 2 tahun terakhir ini. Fenomena inilah yang menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk peduli dan terlibat langsung dalam mengurangi penyebaran virus covid-19 dengan berkontribusi menjadi relawan vaksinasi covid-19 di Kota Gorontalo, khususnya di Kelurahan Libuo. Pemilihan lokasi ini disebabkan karena tingkat capaian yang telah melakukan vaksin masih dibawah 70% di awal Desember 2021, sedangkan target capaian yang sudah di vaksin dari Pemerintah Kota Gorontalo untuk setiap kelurahan di akhir tahun 2021 diatas 70%. Manfaat vaksinasi covid-19 adalah untuk memperkuat serta melindungi sistem kesehatan secara utuh, juga tetap menjaga dampak sosial budaya dan produktivitas di bidang ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan kontribusi sosial terdiri dari tiga langkah utama, adalah: langkah perencanaan awal, langkah proses pelaksanaan, dan langkah terakhir evaluasi. Tujuan program kegiatan sebagai relawan vaksinasi, yaitu turut serta membantu kelancaran pelaksanaan vaksinasi berlangsung sesuai tugas yang diberikan kepada mahasiswa dalam rapat koordinasi dengan Kepala Kelurahan Libuo dalam bentuk membantu memandu acara dan mengedukasi masyarakat. Adanya kerjasama antara berbagai pihak juga berperan serta dalam kesuksesan kegiatan ini.