Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Karakteristik Tokoh Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori: Kajian Struktural Evika Rosalina; Maizar Karim; Rahmawati Rahmawati
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.543

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of the protagonist, antagonist, and tritagonist characters in Pulang by Leila S. Chudori based on physiological, psychological, and sociological aspects through a structural approach. The study employed a qualitative descriptive method using a structural approach. The data consisted of words, phrases, sentences, dialogues, and narrative passages depicting character traits in the novel. Data were collected through library research and note-taking techniques and analyzed through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that Dimas Suryo, as the protagonist, represents longing, identity loss, and the struggles of political exile; Hananto Prawiro, as the antagonist, represents power, domination, and the influence of political authority on social life; while Lintang Utara, as the tritagonist, represents historical awareness and intergenerational reconciliation. These characterizations are constructed through the integration of physiological, psychological, and sociological dimensions that contribute to the overall narrative structure. The study demonstrates that a structural approach effectively reveals the relationship between characterization and other intrinsic elements of the novel while enriching characterization studies in Indonesian literary scholarship.
Penguatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital Nurfadilah Nurfadilah; Hary Soedarto Harjono; Maizar Karim; Ade Kusmana; Siti Enik Mukhaiyaroh Bambang
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.530

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas,  dan literasi digital guru-guru di SMAN 3 Tebo, Kabupaten Tebo dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis aplikasi interaktif. Guru-guru ini merupakan mitra aktif dalam pelatihan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi seiring dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan perkembangan era digital. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan, yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan aplikasi interaktif seperti Canva, PowerPoint interaktif, dan aplikasi edugame. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran digital. Guru tidak hanya memahami penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu menghasilkan produk media yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan produktivitas guru dalam menyiapkan materi ajar. Penerapan teknologi melalui pelatihan ini terbukti relevan dan aplikatif bagi guru di wilayah Tebo. Sebelum diadakan pelatihan ini, 42% guru menyatakan mampu menggunakan aplikasi digital seperti Canva dan PPT interaktif. Setelahnya, 88% guru menyatakan mampu menggunakan aplikasi digital tersebut secara mandiri. Selanjutnya, sebelum kegiatan ini, sebanyak 40% guru mengintegrasikan media digital pada pembelajaran. Setelahnya, terdapat peningkatan sebesar 44%. Ke depannya, diharapkan program serupa dapat dilaksanakan kembali agar transformasi digital di lingkungan pendidikan semakin berdampak
Makna Simbolisme dalam Lima Cerpen Kumpulan Jreng Karya Putu Wijaya: Kajian Semiotika Roland Barthes : The Meaning of Symbolism in Five Short Stories from the Collection Jreng by Putu Wijaya: A Semiotic Study of Roland Barthes Enggel Angraini; Maizar Karim; Ade Bayu Saputra
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol dalam kumpulan cerpen Jreng karya Putu Wijaya, mendeskripsikan makna denotatif, konotatif, dan mitos dari simbol-simbol tersebut, serta mendeskripsikan klasifikasi simbolisme yang terkandung berdasarkan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika model Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui teknik hermeneutik dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teori klasifikasi simbolisme yang digunakan dalam analisis ini bersumber dari tipologi simbolisme Parsons yang mencakup aspek konstitutif, kognitif, evaluatif, dan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam kumpulan cerpen Jreng membentuk pola tematik yang mendalam: (1) dalam cerpen Cermin, simbol cermin merepresentasikan krisis identitas; (2) dalam cerpen Kepala, simbol kepala merepresentasikan hilangnya kesadaran kritis; (3) dalam cerpen Dede, sosok Dede merepresentasikan marginalisasi nilai kemanusiaan; (4) dalam cerpen Hak, simbol hak merepresentasikan perjuangan keadilan sosial; dan (5) dalam cerpen Suara, simbol suara merepresentasikan kebebasan berekspresi yang terbungkam. Keseluruhan simbol tersebut beroperasi pada tataran denotasi, konotasi, hingga terbentuknya mitos yang berfungsi sebagai media kritik sosial, refleksi psikologis, dan pengungkapan persoalan eksistensial manusia.  
Representasi Feminitas Tokoh Utama dalam Film Setetes Embun Cinta Niyala Karya Sutradara Anggy Umbara Nur Fadila; Dimas Anugrah Adiyadmo; Maizar Karim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi feminitas tokoh utama dalam film Setetes Embun Cinta Niyala karya Anggy Umbara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa dialog tokoh utama yang dianalisis menggunakan teori representasi Stuart Hall (reflektif, konstruksi, dan ideologi). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminitas direpresentasikan secara kompleks, yaitu sebagai cerminan nilai kepedulian dan tanggung jawab (reflektif), sebagai identitas yang aktif dan kritis (konstruksi), serta sebagai bentuk nilai pengorbanan dan religiusitas (ideologi). Temuan ini menegaskan bahwa film tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga membentuk makna tentang peran perempuan dalam masyarakat.
NILAI MORAL DALAM NOVEL SI ANAK PINTAR KARYA TERE LIYE Tresia Br Tumorang; Maizar Karim; Rahmawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai moral yang terdapat dalam novel Si Anak Pintar karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa frasa, klausa, kalimat, dan dialog yang mengandung nilai moral, dengan sumber data penelitian yang berasal dari Novel Si Anak Pintar karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai moral dalam novel dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi kejujuran, disiplin, dan penyesalan. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain meliputi kasih sayang, tolong-menolong, dan gotong royong. Sementara itu, nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan meliputi keyakinan kepada Tuhan dan ketaatan kepada Tuhan. Dengan demikian, novel Si Anak Pintar tidak hanya menghadirkan cerita kehidupan anak-anak di suatu desa, tetapi juga memuat nilai moral yang relevan bagi kehidupan pembaca.
Implementasi Model Air (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui Youtube Untuk Meningkatkan Literasi Menulis Teks Berita Fidyatun Hasanah; Maizar Karim; Ade Kusmana
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1680

Abstract

Language learning encompasses four fundamental skills: listening, speaking, reading, and writing. These skills are interrelated and form the foundation of linguistic competence that students must master throughout the learning process. In the context of Indonesian language education, writing is often considered the most complex skill because it requires logical thinking, systematic organization of ideas, and accurate use of linguistic structures and conventions. Therefore, a learning model that integrates auditory, cognitive, and repetitive aspects is needed to help students develop their writing skills more effectively. This study aims to describe the implementation of the AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) learning model through the YouTube platform as an effort to improve students’ news text writing literacy, particularly among students of MA Jauharen Jambi. The study was motivated by the low ability of students to write coherent, objective news texts that adhere to journalistic conventions. Preliminary classroom observations revealed that students at MA Jauharen faced difficulties in beginning news writing because they were accustomed to using narrative writing patterns that tend to be chronological and subjective. Moreover, environmental constraints in the boarding school—such as restrictions on gadget use and television access—limited their exposure to current news topics. The AIR learning model was chosen because it emphasizes auditory engagement, conceptual understanding, and repetition as reinforcement in developing writing proficiency. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes: an experimental class and a control class, with a total of 35 students. Data were collected through pre- and post-tests of news text writing and observations of classroom activities. The findings show that implementing the AIR learning model via YouTube significantly improved students’ writing literacy. Students demonstrated better performance in structuring news texts, using appropriate language, and creatively processing information. Therefore, integrating the AIR model with the YouTube platform can serve as an effective alternative instructional strategy for teaching writing skills at the senior high school level. AbstrakPembelajaran Bahasa memiliki empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan membentuk dasar kompetensi berbahasa yang harus dikuasai peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis sering dianggap paling kompleks karena menuntut kemampuan berpikir logis, menyusun ide secara sistematis, serta menggunakan struktur dan kaidah kebahasaan secara tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek pendengaran, pemahaman, dan pengulangan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan menulis secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui platform YouTube sebagai upaya peningkatan literasi menulis teks berita siswa SMA Khususnya di MA Jauharen Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks berita secara runtut, objektif, dan sesuai kaidah jurnalistik dan berdasarkan observasi awal peneliti dilapangan menemukan fakta bahwa siswa di MA Jauharen ini masih mengalami kesulitan dalam memulai menulis teks berita karena terbiasa menggunakan pola penulisan naratif yang bersifat kronologis dan subjektif dan juga keterbatasan lingkungan Pondok yang tidak memperbolehjan membawa gawai dan menonton telvisi sehingga maereka tidak update terkait berita. Nah dengan Model AIR ini dipilih karena menekankan pada proses pembelajaran yang melibatkan pendengaran, pemahaman konseptual, dan pengulangan sebagai penguatan keterampilan menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam penelitian ini siswa ada 35 orang dan itu dua kelas serta data diperoleh melalui tes menulis teks berita sebelum dan sesudah perlakuan serta observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran AIR melalui media YouTube berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi menulis siswa. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun struktur teks berita, penggunaan bahasa, serta kreativitas dalam mengolah informasi. Dengan demikian, integrasi model AIR dan platform YouTube dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pengajaran keterampilan menulis di tingkat SMA.