Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kadar CRP pada Pasien Tuberkulosis Paru dengan Terapi Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Oebobo Kota Kupang Ni Ketut Yuliana Sari; Agnes Rantesalu; Kuntum Ekawati Nurdin
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.185

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the top 10 causes of death worldwide. Anti-tuberculosis drugs (OAT) are the most important component of TB treatment. CRP can be used as a marker of tuberculosis activity and severity and can predict the course of the disease. This study aimed to determine CRP levels in TB patients at the Oebobo Community Health Centre in Kupang City as a monitor of response to TB treatment. The research design was observational analytic using a cross sectional approach by measuring CRP levels in the form of high sensitivity CRP in pulmonary TB patients with OAT therapy. The results showed that of the 27 respondents (20 men, 7 women), 18 people (66.66%) had CRP ≤ 10 mg/L and 9 people (33.33%) had CRP > 10 mg/L. Based on the length of treatment, CRP levels > 10.0 mg/L were most prevalent in respondents who were undergoing intensive treatment, namely 6 people (22.22%). Respondents with advanced treatment had more CRP levels ≤ 10.0 mg/L (26.63%) than > 10.0 mg/L (11.11%).
SCREENING KADAR C-REAKTIV PROTEIN PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA BONE KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG Wuan, Adrianus Ola; Sari, Ni Ketut Yuliana; Olin, Wilhelmus; Bia, Michael Bhadi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i12.1068

Abstract

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga dimana darah itu berada. Hipertensi akan membuat kerja jantung lebih berat, bila hipertensi berlangsung lama maka akan menyebabkan kerusakan yang terjadi pada jantung (melalui arteri koroner) dan menyebabkan aterosklerosis. Hipertensi akan mengakibatkan hilangnya elastisitas arteri, meningkatnya aktivitas dan tegangan akhirnya akan melemahkan dinding arteri dan melukai permukaanya. Luka dan peradangan kecil mulai terbentuk, kemudian akan menarik kolesterol berbahaya dalam jumlah besar, serta bahan-bahan lain yang bersifat mengiritasi, lalu seiring berjalannya waktu akan semakin menumpuk sehingga menyebabkan arteri menjadi tidak elastis lagi. Setelah dibiarkan bertahun-tahun maka tekanan darah tinggi yang terus menerus ini akan menyebabkan aterosklerosis. Terjadinya aterosklerosis dapat menyebabkan timbulnya inflamasi yang ditandai dengan meningkatnya kadar C-Reactive Protein (CRP) dalam darah. CRP merupakan salah satu protein fase akut yang meningkat selama inflamasi sistemik. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein penderita Hipertensi pada Masyarakat di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Bone Kecamatan Nekamese dengan sasarannya adalah masyarakat Lansia yang menderita Hipertensi yang kemudian diperiksa kadar Creaktif proteinnya. Semua Lansia yang Hipertensi dilakukan pemeriksaan kadar C- Reaktif Proteinnya untuk menilai ada tidaknya terjadi inflamasi.Dari hasil pelaksanaan kegiatan disimpulkan bahwa semua Lansia hipertensi memiliki kadar C-Reaktif Protein yang normal. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan pemeriksaan Kesehatan rutin yang dilakukan oleh Puskesmas setempat sehingga status hipertensinya dapat dikontrol dengan baik.
Screening Kadar C-Reaktiv Protein Pada Penderita TB Dengan Terapi Obat Anti Tuberculosis Di Kabupaten Kupang Adrianus Ola Wuan; Ni Ketut Yuliana Sari; Yuanita Rogaleli; Wilhelmus Olin
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.589

Abstract

tuberculosis, yang menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Mtb mengandung berbagai C-polisakarida yang dalam tubuh bisa diketahui dengan pemeriksaan CRP. CRP adalah suatu protein alphaglobulin yang timbul dalam darah bila terjadi inflamasi. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein pada pasien Tuberkulosis dengan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Naibonat. Metode yang digunakan bersifat deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT di Puskesmas Naibonat berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%) paling banyak ditemukan pada perempuan, umur 26-50 tahun dan > 50 tahun, dan kategori pendidikan menengah atas (SMA).Kesimpulan dari 20 orang pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT, yang mempunyai CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%). Kata Kunci: Kadar CRP, Penderita TB, Terapi OAT.
Extract of Teak Leaf Buds (Tectona grandis) as Natural Dyes Replacement of Eosin on HE Staining Adrianus Ola wuan; Angelyca Florestra Tulit Bali; Ni Ketut Yuliana Sari
Laboratory Journal of Infectious Diseases Vol. 1 No. 1 (2025): Laboratory Journal of Infectious Diseases
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/ljid.v1i1.2247

Abstract

Hematoxylin and Eosin (HE) staining is a routine method in histopathology. In HE staining, eosin functions to stain the cytoplasm of the tissue. Continuous use of eosin may cause health problems due to its carcinogenic properties, thus requiring an alternative. One such alternative is teak leaf buds, which contain anthocyanin compounds. The aim of this study was to determine whether teak leaf bud extract can be used as a substitute for eosin in HE staining. The type of research used was a true experimental study with a post-test only control group design. The samples consisted of paraffin blocks, from which 10 slides were prepared: one control and nine treatment slides, with three repetitions for each concentration (20%, 30%, and 40%). Microscopic observations of HE staining using eosin showed a score of 3 (100%). Using 20% teak bud extract resulted in a score of 2 (100%), 30% concentration gave a score of 2 (33,3%) and score 3 (66,7%), while 40% concentration resulted in score 3 (100%). Kruskal-Wallis test showed eosin and teak leaf bud extract were not significantly different: for 20% concentration, p=0,083; for 30%, p=0,564; and for 40%, p=1,000 (p>0,05), indicating no significant difference.It can be concluded that 40% teak leaf bud extract is the best concentration and has the potential to replace eosin in HE staining. Future research is suggested to use 40% teak leaf bud extract with variations in staining time to further explore its potential as a substitute for eosin in histological staining.
Correlation of Anemia Status in Mothers and Stunted Toddlers Florida Ester Pailau; Michael Bhadi Bia; Supriati Wila Djami; Ni Ketut Yuliana Sari; Atun Farihatun
Laboratory Journal of Infectious Diseases Vol. 1 No. 2 (2025): Laboratory Journal of Infectious Diseases
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum anemia remains a public health concern due to its potential impact on maternal and child health. This study aimed to analyze the correlation between maternal anemia status and anemia among stunted toddlers. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted at Pustu Noelbaki. The study subjects were mothers and their stunted toddlers selected using purposive sampling. A total of 40 participants were included, consisting of 20 mothers and 20 stunted toddlers. Maternal and toddler anemia status were assessed and analyzed using statistical correlation testing with a significance level of p < 0,05. The results showed that 25% of mothers were anemic, while 55% of stunted toddlers had anemia. Statistical analysis demonstrated a p-value of 0.319 (p > 0,05), indicating no significant correlation between maternal anemia status and anemia among stunted toddlers. In conclusion, maternal anemia was not significantly associated with anemia in stunted toddlers in this study. Further research with larger sample sizes is recommended to better understand potential contributing factors.