Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISA KADAR PROTEIN CRUDE ENZIM SELULASE DARI KAPANG Rhizopuz Sp PADA SUBSTRAT AMPAS TEBU HASIL ISOLASI DARI KEBUN CENGKEH, KARE, MADIUN Pujiati pujiati
Biota Vol 3 No 1 (2017): Vol 3 No 1 Januari 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v3i1.930

Abstract

Kapang Rhizopus sp merupakan salah satu mikroorganisme yang memiliki kemampuan tinggi untuk menghasilkan enzim selulase.Enzim selulase merupakan enzim yang dapat menghidrolisis selulosa. Hidrolisis meliputi proses pemecahan polisakarida di dalam biomassa lignoselulosa, yaitu: selulosa dan hemiselulosa menjadi monomer gula penyususnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan aktivitas enzim selulase terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp dengan subsrtat ampas tebu (bagase). Metode penelitian menggunakan kuantitatif eksperimen dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial. Perlakuan penelitian meliputi perbedan inokulum (K) yaitu 5% (K1), 15% (K2), 25% (K3) dan lama fermentasi (T) yaitu 3hari (T1), 6hari (T2), 9hari (T3), dan 12hari (T4). Data yang diambil dari perlakuan tersebut adalah kadar protein dengan metode brownstead lowry. Analisis data menggunakan variansi anava dua jalur dengan taraf signifikansi 5% setelah itu dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Fhit > Ftab sehingga ada pengaruh antara konsentrasi inokulum dan lama fermentasi terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp, Perlakuan perbedaan konsentrasi dan lama fermentasi mendapatkan kadar protein tertinggi 0,715 dengan konsentrasi 25%  dan lama fementasi 25%
PENGARUH FITOESTROGEN Cajanus Cajan TERHADAP STRUKTUR JARINGAN GINJAL TIKUS PUTIH BETINA Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Gabriella Chandrakirana Krisnamurti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.582 KB)

Abstract

Kacang gude (Cajanus cajan) merupakan tumbuhan Leguminoceae mengandung senyawa estrogenik. Senyawa estrogenik kacang gude mempunyai struktur kimia mirip 17 β estradiol, mampu berikatan dengan reseptor estrogen, sehingga kacang gude disebut sebagai fitoestrogen. Pemanfaatan kacang gude sebagai estrogen alami, memerlukan kajian terhadap keamanan dan efektivitasnya. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh senyawa fitoestrogen terhadap struktur jaringan ginjal tikus putih betina. Penelitian menggunakan hewan coba duapuluh ekor tikus putih betina Sprague Dawley 6-7 bulan, dikelompokkan dua kelompok perlakuan. Hewan coba dipelihara dalam kandang kelompok. Kelompok I (P1) diberi larutan daidzein murni 0,024 mg/g dan kelompok II (P2) diberi larutan biji kacang gude 0,024 g/ml. Pemberian larutan menggunakan sonde, ke dalam lambung tikus setiap pagi, selama 28 hari. Pembedahan dan pengambilan organ ginjal dilakukan pada hari ke-29. Pembuatan preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Analisis data secara diskriptif terhadap perubahan struktur jaringan ginjal, serta pengujian Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya nekrosis dan degenerasi melemak pada glomerulus dan tubulus ginjal hewan coba pemberian daidzein. Hasil uji Anova terhadap jumlah sel nekrosis glomerulus adalah F = 22,122 dan sel nekrosis tubulus F = 14,174. Ada perbedaan jumlah sel nekrosis pada glomerulus dan tubulus ginjal hewan coba dengan pemberian daidzein dan kacang gude.Kata kunci: toksisitas, Cajanus cajan, ginjal
PENGOLAHAN LIMBAH LINDI TPA KOTA MADIUN MELALUI KOMBINASI METODE FILTRASI DAN FITOREMIDIASI SISTEM LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TUMBUHAN BAMBU AIR (Equisetum hyemale) Mahda Mumtahanah; Pujiati Pujiati; Cicilia Novi Primiani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.654 KB)

Abstract

Lindi adalah limbah cair yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan sampah, melarutkan dan menyiram materi-materi terlarut, termasuk juga materi organik hasil proses dekomposisi biologis. Pencemaran lindi merupakan masalah yang penting dalam pengelolaan limbah sampah di setiap TPA. Upaya dalam mengelola  lindi TPA Kota Madiun sudah dilaksanakan berupa penampungan lindi dalam 4 kolam, dua diantaranya kolam aerasi. Lindi yang mengalami 2 tahap aerasi dialirkan menuju selokan dan berwarna hitam keruh, sehingga diasumsikan kualitas air lindi tersebut belum sesuai dengan baku mutu lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas lindi TPA Kota Madiun dengan mengurangi kekeruhannya melalui kombinasi metode filtrasi dan fitoremediasi sistem lahan basah buatan menggunakan tumbuhan bambu air (Equisetum hyemale). Filtrasi menggunakan kerikil, sabut kelapa, arang, pasir dan batu zeolit.  Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan parameter perubahan pH sebagai indikator asam basa, suhu sebagai indikator kelarutan oksigen, Dissolve Oxigent (DO) sebagai indikator kelimpahan oksigen di perairan. Perlakuan penelitian terdiri dari perlakuan Kontrol (P0), Filtrasi (P1), Filtrasi (P2) dan Fitoremediasi 30 batang bambu air (P2), Filtrasi dan Fitoremediasi 60 bambu air (P3) dengan waktu tunggu 8 hari dengan 2 kali penyiraman sebanyak 2000 ml lindi pada tiap reaktor. Hasil penelitian menunjukan reaksi positif. pH mengalami kenaikan sebesar 6,43- 6,60 atau mendekati netral, suhu menurun sebesar 2,88°C - 2,84°C  dan DO meningkat sebesar 7,8 ppm - 14,05 ppm.Kata kunci: Equisetum hyemale, filtrasi, fitoremediasi.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA INKUBASI TERHADAP AKTIVITASENZIM SELULASE DARIKAPANG Aspergillusniger Pujiati Pujiati; R. Bekti Kiswardianta; Wiwin Solikati
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.308 KB)

Abstract

Aspergillusniger is one type of mold that has a high ability to produce cellulases. Cellulases in the manufacturing process required the right conditions in order to obtain optimum quality and quantity. This study aims to determine the effect of different concentrations of inoculum and incubation time on cellulases activity of Aspergillusniger.The method used was a quantitative experiment with pattern completely randomized design(CRD) two factorial. Treatment research includes different of inoculum (K) which are 10%(K1), 15% (K2), 20% (K3) and incubation times (T) are 5 days (T1), 7 days (T2), 9days (T3). The datawere taken from the treatment is glucose levels of cellulases activity using theNelson Somogyi method. Analysis data using ANOVA two lanes with 5% of a significance level and continued to test Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that: Fhit>Ftabso that there are significant differences in inoculum concentrations and incubation time of cellulolytic activity from Aspergillusniger.The highest glucose levels obtained in K3T1 treatment (20% of concentration and 5days of incubation time) with 0.072%.
ISOLASI ACTINOMYCETES DARI TANAH KEBUN SEBAGAI BAHAN PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI Pujiati Pujiati
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.089 KB) | DOI: 10.25273/florea.v1i2.390

Abstract

The objective of this study was to isolate actinomycetes from soil of tea plantations, Jamus ngawi as a microbiology lab manual chapter isolation and characterization of microbes. The medium used is the medium of MHA and MHB. Soil samples taken to a depth of 10-15 cm from the surface with capture location is about 07o 41'53,07 'S and 111o 37' 24.64 '' E. The isolates were obtained observed morphologic characters include colony shape, colony color, surface characteristics of colonies, colony growth, colony elevation, and the edge of the colony. Isolates of actinomycetes were successfully isolated are Streptomyces, Nocardia and Nocardiopsis. Actinomycetes isolates have been found that can be used as a collection of the microbiology laboratory.
Pengembangan Media Belajar Rnsiklopedia Berbasis Keanekaragaman Hayati Lokal (Bryophita) Marheny Lukitasari; Gista Aulia Hakiki; Pujiati Pujiati; Imam Tafsir
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jems.v9i1.8798

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan ensiklopedia keanekaragaman hayati lokal (Bryophyta). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penelitian adalah lembar validasi materi dan media. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk kemudian diklasifikasikan validitas media ensiklopedia yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa ensiklopedia. Hasil produk ini divalidasi oleh 2 validator yaitu ahli materi dengan presentase kelayakan 67% dengan kriteria valid, sedangkan ahli media dengan presentase 94% dengan kriteria valid.
Pemanfaatan Limbah Tani, Ternak dan Konsorsium kapang selulolitik Pada Produksi Biogas Di Desa Puntukdoro Magetan Melalui Program Pengembangan Desa Mitra Pujiati Pujiati; Nurul Kusuma Dewi; Dimas Setiawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2455

Abstract

Desa Puntukdoro merupakan desa mitra dan binaan Universitas PGRI Madiun. Desa ini memiliki beberapa permasalahan diantaranya limbah ternak yang digunakan tanpa diolah dan hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan, minimnya suplay pupuk yang menyebabkan mahalnya harga pupuk di daerah ini, Hal tersebut menyebabkan petani yang sering merugi. Produksi biogas merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang ada, selain menghasilkan energi terbarukan produksi biogas menghasilkan limbah outlet/slurry yang potensial dimanfaatkan untuk pupuk organic yang dapat memperbaiki struktur tanah. Tim pelaksan ajuga memiliki konsorsium kapang selulolitik hasil riset yang dapat digunakan untuk optimalisasi produksi biogas jika menggunakan limbah pertanian. Pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra/PPDM ini dimulai dari survey, koordinasi, sosialisasi, aplikasi program yang meliputi instalasi reactor biogas, monitoring dan evaluasi. Setelah pelaksanaan PPDM ini banyak sekali dampak positif yang dihasilkan antara lain meliputi 1) Peningkatan pemahaman masyakat terkait pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk produksi biogas; 2) Peningkatan pemahaman masyarakat terkait dampak negatif pembuangan limbah peternakan ke sungai; 3) Ketersediaan energi alternative yang ramah lingkungan; 4) ketersediaan pupuk organic berkualitas; 5) Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian; 6) peningkatan kesejahteraan masyarakat. Puntukdoro is a partner village and fostered by the Universitas PGRI Madiun. This village has several problems, including livestock waste, which is used without being processed, and this can cause environmental pollution and health impacts; the lack of fertilizer supply causes the high price of fertilizers, which is also causing the farmer to suffer losses. Biogas production is one of the solutions to the existing problems; in addition to producing renewable energy, biogas production produces slurry waste that can be used as organic fertilizers. This slurry also can improve the soil structure. The community services team also has a consortium of cellulolytic moulds from their research that can be used to optimize biogas production when using agricultural waste. The implementation of PPDM starts from surveys, coordination, socialization, application of the program, which includes the installation of a biogas reactor, monitoring and evaluation. After the implementation of PPDM, many positive impacts resulted, including 1) Increasing public understanding regarding the use of agricultural and livestock waste for biogas production; 2) Increasing public understanding regarding the negative impact of dumping livestock waste into rivers; 3) Availability of environmentally friendly alternative energy; 4) availability of quality organic fertilizers; 5) Increasing the quality and quantity of agricultural products, and 6) increasing community welfare.
Edukasi Dampak Eksploitasi Dan Potensi Pemanfaatan Ekosistem Sungai Bagi Masyarakat Penambang Pasir Ilegal Di Desa Belotan, Bendo, Magetan Pujiati Pujiati; Asri Musandi Waraulia; Sri Lestari
JPM PAMBUDI Vol 3 No 1 (2019): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.494 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v3i1.453

Abstract

ABSTRACT The mining industry adds the country’s income and engage employment. In contrast, it also prones to environmental destruction. Many mining activities that invite the spotlight of the surrounding community due to environmental destruction, endanger the safety of the lives of miners, trigger natural disasters and also socio-economic problems. To reduce the number of sand miners, especially in Belotan village, Magetan, this partnership program was created with the aim of providing knowledge to the community about the importance of maintaining river ecosystems and the potential benefit from river ecosystems. The method used in this activity is a survey, giving an extension questionnaire about the importance of maintaining river ecosystems, monitoring and evaluation. Based on this program,it can be concluded that there was improvement of societies understanding related to: 1)the impact of illegal of sand mining and 2) how to exploit river properly. It is proven by more than 60 % respondents agree with the usefulness of the material that has been presented and get new information about river potential in village area ABSTRAK Industri pertambangan selain mendatangkan devisa dan menyedot lapangan kerja juga rawan terhadap pengrusakan lingkungan. Banyak kegiatan penambangan yang mengundang sorotan masyarakat sekitarnya karena pengrusakan lingkungan, membahayakan keselamatan jiwa penambang, memicu terjadinya bencana alam dan juga masalah sosial ekonomi. Untuk mengurangi jumlah penambang pasir khususnya di desa Belotan, Magetan maka program kemitraan ini dibuat dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai dan potensi pemanfaatan ekosistem sungai yang baik dan benar. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah survey, pemberian kuisioner penyuluhan tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan diketahui bahwa terjadi peningkatan mengenai pemahaman masyarakat mengenai dampak penambangan pasir secara ilegal dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sungai dengan baik dan benar. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 60% responden setuju dan mengetahui tentang kebermanfaatan materi yang disajikan dengan mendapatkan pengetahuan baru tentang potensi sungai di area desa.
PELATIHAN BUDIDAYA SISTEM VERTIKULTUR PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA BULUHARJO KABUPATEN MAGETAN Pujiati Pujiati; Dwi Rosita Sari; Cicilia Novi Primiani; Mohammad Arfi Setiawan
JPM PAMBUDI Vol 5 No 02 (2021): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v5i02.1374

Abstract

Buluharjo Village, Magetan Regency is a rural area, the majority of which are horticultural crops. Shallots are one of the commodities in the region. The productivity of shallots for the last three years has decreased due to the reduction in agricultural land caused by the construction of housing projects. The decline in shallot production is caused by the lack of land and the presence of plant pests such as worms, caterpillars, fungi and bacteria. The use of high chemical fertilizers, improper selection of seeds makes the quantity and quality of shallot production not optimal. The purpose of the activity is to provide training on red onion cultivation with verticulture techniques as a solution for using narrow land. The method used is pre survey, survey, socialization and training. The activity was carried out for 6 months. The result of the activity is an increase in understanding of modern agricultural techniques, namely verticulture in the field of red onion farming. Public understanding of modern agricultural systems, and increasing the productivity of shallots. The community is very enthusiastic and actively involved in applying vertical culture techniques. The community can apply the shallot verticulture technique on narrow land.
Test of protease activity on pigeon pea beans (Cajanus cajan (L.) Millsp.) fermented by Aspergillus niger Pujiati Pujiati; Cicilia Novi Primiani
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 23 No 2 (2018): June 2018
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.126 KB) | DOI: 10.23869/546

Abstract

The objective of this study is to establish the effect of inoculum concentration and incubation time of protease activity on pigeon pea beans fermented by Aspergillus niger. The study comprises two independent variables: the inoculum concentration of Aspergillus niger, which consists of four levels (0 mL/g; 0.2 mL/g; 0.4 mL/g, and 0.6 mL/g), and six levels of incubation time (0 h, 24 h, 48 h, 72 h, 96 h, and 120 h). The obtained data were tested using two-way analysis of variance (ANOVA) followed by an LSD test with a significance level of 5%. The results show that the inoculum concentration of Aspergillus niger and incubation time do affect the activity of the protease enzyme. The highest enzyme activity of 0.298 U/ml was obtained at an inoculum concentration of Aspergillus niger of 0.4 mL/g, with an incubation time of 96 h (P2K4).
Co-Authors . Waris Agita Risma Nurhikmawati Agustina Fajar Rini Agustina Ika Widya Gunita Andarista Diaz Aleydaputri Asna Alfinnisa Asri Musandi Waraulia Aulia Dhita Nanda Aza Ayunda Diamay Banconowati, Mawar Bregas Dede Awalashari C Primiani C. Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Darmadi Darmadi Darmadi Davi Apriandi Desi Lia Nur Rahmadani Devi Arindasandy Dewantoro, Tomas Dewi Ratih Tirto Sari Dhio Putra Mahendra Dimas Setiawan Dimas Setiawan Dwi Anggoro Dwi Rosita Sari Ega Rahayu Widodo Fatatus Rizka Nurdiana Gabriella Chandrakirana Krisnamurti Gista Aulia Hakiki Hariyani, D. S Herlina Fitriastuti Imam Tafsir J Handika Khofivah Nurwahid Maulana Khoirunnisa Lili Rahmwati Krisnamurti, Gabriella Chandrakirana Lilik Suryani M Lukitasari Mahda Mumtahanah Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Mohammad Arfi Setiawan Mohammad Arfi Setiawan N K Dewi Nurhikmawati, A. R Nurul Kusuma Dewi Nurul Kusuma Dewi Oktavia Dwi Rahmawati prasetyo, Agus wahyu Pratondo, Bagus Setyo Primiani, C N Primiani, C. Novi Primiani, Cicilia Novi Primiani, Cicillia Novi R Hasan R. Bekti Kiswardianta R. Bekti Kiswardianta, R. Bekti Rafaella Chandraseta Megananda Raras Setyo Retno, Raras Setyo Ristanti, Yuliana Sanusi Sanusi Sanusi Sanusi Sari, Dewi Eka Siti Marhamatul Sri Lestari Sri Utami Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani W Murtafiah W Widiyanto Wachidatul Linda Yuhanna Weka Sidha Bhagawan Wiwin Solikati Wiwin Solikati, Wiwin Yuhanna, W. L Yunastiti Primanda Hapsari