Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TEPUNG IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PANGAN Sari, Dewi Eka; Primiani, Cicillia Novi; ., Pujiati
Life Science Vol 5 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antibakteri Tepung Ikan Gabus (Channa striata) terhadap bakteri patogen pangan. Metode penelitian eksperimen, menentukan aktivitas antibakteri metode sumur difusi. Konsentrasi tepung ikan gabus yang digunakan yaitu 0,5%, 0,75%, dan 1% menggunkan 2 bakteri patogen pangan E.coli dan Staphylococcus aureus dan kontrol. Indikator antibakteri dilihat melalui diameter zona hambat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan zona hambat pada pertumbuhan bakteri E.coli dan Staphylococcus aureus diameter 1mm konsentrasi tepung ikan gabus 1%. Hasil analisis data menggunakan SPSS Versi 16 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan uji aktivitas antibakteri tepung ikan gabus (Channa striata) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri patogen E.coli dan Staphylococcus aureus. Simpulan penelitian yaitu perlakuan konsentrasi 1% tepung ikan gabus (Channa striata) lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen pangan E.coli dan Staphylococcus aureus dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi 0,5% dan 0,75%. The purpose of this research was to determine whether or not the antibacterial activity of Fish Meal Cork (Channa striata) against pathogenic bacteria of food. Experimental research methods, determine the antibacterial activity of the well diffusion method. The concentration of fish meal cork used are 0.5%, 0.75%, and 1% use the 2 food pathogenic bacteria E. coli and Staphylococcus aureus and control. Antibacterial indicator seen through the resulting inhibition zone diameter. The results showed inhibition zone on the growth of E. coli and Staphylococcus aureus 1mm diameter cork concentrations of fish meal 1%. The results of data analysis using SPSS version 16, with a significance level of 0.000 <0.05, showed antibacterial activity test flour catfish (Channa striata) significantly affects the growth of pathogenic bacteria E. coli and Staphylococcus aureus. The conclusions of research that the treatment concentration of 1% fishmeal cork (Channa striata) is more effective in inhibiting the growth of pathogenic bacteria E. coli and Staphylococcus aureus food compared to the treatment concentration of 0.5% and 0.75%.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wakah Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta) Wachidatul Linda Yuhanna; Agita Risma Nurhikmawati; Pujiati Pujiati; Nurul Kusuma Dewi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4897

Abstract

Desa Wakah mempunyai komoditas utama ketela pohon/singkong dan hasil pertanian hortikultura. Di Desa Wakah terdapat UMKM “Gethuk Anyar” yang memproduksi gethuk singkong dalam skala besar, yang menghasilkan limbah kulit singkong rata-rata 80 kg per hari. Limbah kulit singkong belum banyak dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan bau busuk, penumpukan sampah, dan lingkungan yang tidak bersih. Tim pengabdian masyarakat akan melakukan pelatihan pemanfaatan limbah singkong menjadi produk berupa pupuk kompos, pupuk organik cair dan pakan fermentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2020 dengan peserta sebanyak 30 orang dari karang taruna desa Wakah. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian materi, diskusi dan praktik langsung dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah karang taruna Desa Wakah mampu memanfaatkan limbah  kulit  singkong  menjadi  produk  pendukung agrikultura berupa pupuk kompos, pupuk organik cair, pakan fermentasi. Tingkat pemahaman serta skill karang taruna Desa Wakah dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk pendukung agrikultura sebanyak 85% dan menenuhi target penelitian. Masyarakat juga berkomitmen untuk mengembangkan produk secara mandiri. Sinergisitas antara masyarakat, pemerintah dan dunia industri diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk yang bermanfaatKata Kunci: fermentasi, kulit singkong, pupuk organik. Wakah Village Community Empowerment Through Utilization of Cassava Peel Waste (Manihot esculenta)ABSTRACTDesa Wakah has cassava and several horticultural products as its main commodity. There is a homemade production "Gethuk Anyar" which produces “Gethuk Singkong”, a kind of traditional foods, on a large scale. As the consequences, this production brings cassava peel waste approximately up to 80 kg per day. This waste has not been used optimally, thus it causes foul odors, garbage buildup, and a polluted environment as well. Based on that problem, the researchers conduct some training programs on the utilization of cassava peel waste into several products namely: compost, liquid organic fertilizer, and fermented food for animal. This activity was carried out between March and April 2020 with 30 participants from the Karang Taruna (youth) group. Those programs consist of providing materials, facilitating discussions, and conducting workshops with a participatory approach. The result of the programs shows that Wakah community was able to utilize cassava peel waste into three agricultural supporting products; those are: compost, liquid organic fertilizer, animal fermented food. In addition, the value of participants’ understanding and skill in processing the waste was up to 85% and it meets the standard research target. Moreover, the community is also committed to develop products independently. The synergy between Wakah community, the local government and the industry workplace is expected to increase community empowerment activities in processing cassava peel waste into some useful products.Key Words: fermentation, cassava peel, organic fertilizer.
ANALISA KADAR PROTEIN CRUDE ENZIM SELULASE DARI KAPANG Rhizopuz Sp PADA SUBSTRAT AMPAS TEBU HASIL ISOLASI DARI KEBUN CENGKEH, KARE, MADIUN Pujiati pujiati
Biota Vol 3 No 1 (2017): Vol 3 No 1 Januari 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v3i1.930

Abstract

Kapang Rhizopus sp merupakan salah satu mikroorganisme yang memiliki kemampuan tinggi untuk menghasilkan enzim selulase.Enzim selulase merupakan enzim yang dapat menghidrolisis selulosa. Hidrolisis meliputi proses pemecahan polisakarida di dalam biomassa lignoselulosa, yaitu: selulosa dan hemiselulosa menjadi monomer gula penyususnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan aktivitas enzim selulase terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp dengan subsrtat ampas tebu (bagase). Metode penelitian menggunakan kuantitatif eksperimen dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial. Perlakuan penelitian meliputi perbedan inokulum (K) yaitu 5% (K1), 15% (K2), 25% (K3) dan lama fermentasi (T) yaitu 3hari (T1), 6hari (T2), 9hari (T3), dan 12hari (T4). Data yang diambil dari perlakuan tersebut adalah kadar protein dengan metode brownstead lowry. Analisis data menggunakan variansi anava dua jalur dengan taraf signifikansi 5% setelah itu dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Fhit > Ftab sehingga ada pengaruh antara konsentrasi inokulum dan lama fermentasi terhadap aktivitas crude enzim selulase dari kapang Rhizopus sp, Perlakuan perbedaan konsentrasi dan lama fermentasi mendapatkan kadar protein tertinggi 0,715 dengan konsentrasi 25%  dan lama fementasi 25%
Potensi Genitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) pada Leukosit dan Struktur Jaringan Paru-Paru Tikus Wistar Induksi Virus Influenza Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Mohammad Arfi Setiawan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i01.p02

Abstract

Genitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) is an endemic plant of Indonesia that has not been widely cultivated and utilized. The use of genitri is usually as road shade, firewood, seeds for jewelry. The results showed that the diversity of chemical compounds genitri had potential for health. The aim of the study was to analyze the potential of genitri to leukocytes and lung tissue structure of wistar rats induced by influenza virus. The study used an experimental approach, with experimental animals in the form of 24 male wistar rats in 4 treatment groups, P0 negative control, P1 influenza virus induction (positive control), P2 influenza virus induction and given genitri leaf, and P3 influenza virus induction and given genitry seeds. Virus induction on day 0 and day 14. Leaves and seeds were given on the 3rd day. Surgery was performed on day 5 and day 33. The number of leukocytes were calculated using microhematocrit, and identified leukocytes and lung tissue structure staining with HE staining. The results showed that genitry seeds could increase the number of leukocytes up to 13,000 cells/µL, the size of the alveoli diameter was 31.48 m, the size of the alveolar septum was 12.02 m. Keywords: Antiviral, Elaeocarpus Sphaericus Schum, Genitri, Leukocytes, Pulmo
PENGARUH FITOESTROGEN Cajanus Cajan TERHADAP STRUKTUR JARINGAN GINJAL TIKUS PUTIH BETINA Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Gabriella Chandrakirana Krisnamurti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.582 KB)

Abstract

Kacang gude (Cajanus cajan) merupakan tumbuhan Leguminoceae mengandung senyawa estrogenik. Senyawa estrogenik kacang gude mempunyai struktur kimia mirip 17 β estradiol, mampu berikatan dengan reseptor estrogen, sehingga kacang gude disebut sebagai fitoestrogen. Pemanfaatan kacang gude sebagai estrogen alami, memerlukan kajian terhadap keamanan dan efektivitasnya. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh senyawa fitoestrogen terhadap struktur jaringan ginjal tikus putih betina. Penelitian menggunakan hewan coba duapuluh ekor tikus putih betina Sprague Dawley 6-7 bulan, dikelompokkan dua kelompok perlakuan. Hewan coba dipelihara dalam kandang kelompok. Kelompok I (P1) diberi larutan daidzein murni 0,024 mg/g dan kelompok II (P2) diberi larutan biji kacang gude 0,024 g/ml. Pemberian larutan menggunakan sonde, ke dalam lambung tikus setiap pagi, selama 28 hari. Pembedahan dan pengambilan organ ginjal dilakukan pada hari ke-29. Pembuatan preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Analisis data secara diskriptif terhadap perubahan struktur jaringan ginjal, serta pengujian Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya nekrosis dan degenerasi melemak pada glomerulus dan tubulus ginjal hewan coba pemberian daidzein. Hasil uji Anova terhadap jumlah sel nekrosis glomerulus adalah F = 22,122 dan sel nekrosis tubulus F = 14,174. Ada perbedaan jumlah sel nekrosis pada glomerulus dan tubulus ginjal hewan coba dengan pemberian daidzein dan kacang gude.Kata kunci: toksisitas, Cajanus cajan, ginjal
PENGOLAHAN LIMBAH LINDI TPA KOTA MADIUN MELALUI KOMBINASI METODE FILTRASI DAN FITOREMIDIASI SISTEM LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TUMBUHAN BAMBU AIR (Equisetum hyemale) Mahda Mumtahanah; Pujiati Pujiati; Cicilia Novi Primiani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.654 KB)

Abstract

Lindi adalah limbah cair yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan sampah, melarutkan dan menyiram materi-materi terlarut, termasuk juga materi organik hasil proses dekomposisi biologis. Pencemaran lindi merupakan masalah yang penting dalam pengelolaan limbah sampah di setiap TPA. Upaya dalam mengelola  lindi TPA Kota Madiun sudah dilaksanakan berupa penampungan lindi dalam 4 kolam, dua diantaranya kolam aerasi. Lindi yang mengalami 2 tahap aerasi dialirkan menuju selokan dan berwarna hitam keruh, sehingga diasumsikan kualitas air lindi tersebut belum sesuai dengan baku mutu lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas lindi TPA Kota Madiun dengan mengurangi kekeruhannya melalui kombinasi metode filtrasi dan fitoremediasi sistem lahan basah buatan menggunakan tumbuhan bambu air (Equisetum hyemale). Filtrasi menggunakan kerikil, sabut kelapa, arang, pasir dan batu zeolit.  Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan parameter perubahan pH sebagai indikator asam basa, suhu sebagai indikator kelarutan oksigen, Dissolve Oxigent (DO) sebagai indikator kelimpahan oksigen di perairan. Perlakuan penelitian terdiri dari perlakuan Kontrol (P0), Filtrasi (P1), Filtrasi (P2) dan Fitoremediasi 30 batang bambu air (P2), Filtrasi dan Fitoremediasi 60 bambu air (P3) dengan waktu tunggu 8 hari dengan 2 kali penyiraman sebanyak 2000 ml lindi pada tiap reaktor. Hasil penelitian menunjukan reaksi positif. pH mengalami kenaikan sebesar 6,43- 6,60 atau mendekati netral, suhu menurun sebesar 2,88°C - 2,84°C  dan DO meningkat sebesar 7,8 ppm - 14,05 ppm.Kata kunci: Equisetum hyemale, filtrasi, fitoremediasi.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA INKUBASI TERHADAP AKTIVITASENZIM SELULASE DARIKAPANG Aspergillusniger Pujiati Pujiati; R. Bekti Kiswardianta; Wiwin Solikati
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.308 KB)

Abstract

Aspergillusniger is one type of mold that has a high ability to produce cellulases. Cellulases in the manufacturing process required the right conditions in order to obtain optimum quality and quantity. This study aims to determine the effect of different concentrations of inoculum and incubation time on cellulases activity of Aspergillusniger.The method used was a quantitative experiment with pattern completely randomized design(CRD) two factorial. Treatment research includes different of inoculum (K) which are 10%(K1), 15% (K2), 20% (K3) and incubation times (T) are 5 days (T1), 7 days (T2), 9days (T3). The datawere taken from the treatment is glucose levels of cellulases activity using theNelson Somogyi method. Analysis data using ANOVA two lanes with 5% of a significance level and continued to test Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that: Fhit>Ftabso that there are significant differences in inoculum concentrations and incubation time of cellulolytic activity from Aspergillusniger.The highest glucose levels obtained in K3T1 treatment (20% of concentration and 5days of incubation time) with 0.072%.
ISOLASI ACTINOMYCETES DARI TANAH KEBUN SEBAGAI BAHAN PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI Pujiati Pujiati
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.089 KB) | DOI: 10.25273/florea.v1i2.390

Abstract

The objective of this study was to isolate actinomycetes from soil of tea plantations, Jamus ngawi as a microbiology lab manual chapter isolation and characterization of microbes. The medium used is the medium of MHA and MHB. Soil samples taken to a depth of 10-15 cm from the surface with capture location is about 07o 41'53,07 'S and 111o 37' 24.64 '' E. The isolates were obtained observed morphologic characters include colony shape, colony color, surface characteristics of colonies, colony growth, colony elevation, and the edge of the colony. Isolates of actinomycetes were successfully isolated are Streptomyces, Nocardia and Nocardiopsis. Actinomycetes isolates have been found that can be used as a collection of the microbiology laboratory.
Pengembangan Media Belajar Rnsiklopedia Berbasis Keanekaragaman Hayati Lokal (Bryophita) Marheny Lukitasari; Gista Aulia Hakiki; Pujiati Pujiati; Imam Tafsir
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jems.v9i1.8798

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan ensiklopedia keanekaragaman hayati lokal (Bryophyta). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penelitian adalah lembar validasi materi dan media. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk kemudian diklasifikasikan validitas media ensiklopedia yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa ensiklopedia. Hasil produk ini divalidasi oleh 2 validator yaitu ahli materi dengan presentase kelayakan 67% dengan kriteria valid, sedangkan ahli media dengan presentase 94% dengan kriteria valid.
Pemanfaatan Limbah Tani, Ternak dan Konsorsium kapang selulolitik Pada Produksi Biogas Di Desa Puntukdoro Magetan Melalui Program Pengembangan Desa Mitra Pujiati Pujiati; Nurul Kusuma Dewi; Dimas Setiawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2455

Abstract

Desa Puntukdoro merupakan desa mitra dan binaan Universitas PGRI Madiun. Desa ini memiliki beberapa permasalahan diantaranya limbah ternak yang digunakan tanpa diolah dan hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan, minimnya suplay pupuk yang menyebabkan mahalnya harga pupuk di daerah ini, Hal tersebut menyebabkan petani yang sering merugi. Produksi biogas merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang ada, selain menghasilkan energi terbarukan produksi biogas menghasilkan limbah outlet/slurry yang potensial dimanfaatkan untuk pupuk organic yang dapat memperbaiki struktur tanah. Tim pelaksan ajuga memiliki konsorsium kapang selulolitik hasil riset yang dapat digunakan untuk optimalisasi produksi biogas jika menggunakan limbah pertanian. Pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra/PPDM ini dimulai dari survey, koordinasi, sosialisasi, aplikasi program yang meliputi instalasi reactor biogas, monitoring dan evaluasi. Setelah pelaksanaan PPDM ini banyak sekali dampak positif yang dihasilkan antara lain meliputi 1) Peningkatan pemahaman masyakat terkait pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk produksi biogas; 2) Peningkatan pemahaman masyarakat terkait dampak negatif pembuangan limbah peternakan ke sungai; 3) Ketersediaan energi alternative yang ramah lingkungan; 4) ketersediaan pupuk organic berkualitas; 5) Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian; 6) peningkatan kesejahteraan masyarakat. Puntukdoro is a partner village and fostered by the Universitas PGRI Madiun. This village has several problems, including livestock waste, which is used without being processed, and this can cause environmental pollution and health impacts; the lack of fertilizer supply causes the high price of fertilizers, which is also causing the farmer to suffer losses. Biogas production is one of the solutions to the existing problems; in addition to producing renewable energy, biogas production produces slurry waste that can be used as organic fertilizers. This slurry also can improve the soil structure. The community services team also has a consortium of cellulolytic moulds from their research that can be used to optimize biogas production when using agricultural waste. The implementation of PPDM starts from surveys, coordination, socialization, application of the program, which includes the installation of a biogas reactor, monitoring and evaluation. After the implementation of PPDM, many positive impacts resulted, including 1) Increasing public understanding regarding the use of agricultural and livestock waste for biogas production; 2) Increasing public understanding regarding the negative impact of dumping livestock waste into rivers; 3) Availability of environmentally friendly alternative energy; 4) availability of quality organic fertilizers; 5) Increasing the quality and quantity of agricultural products, and 6) increasing community welfare.
Co-Authors . Waris Agita Risma Nurhikmawati Agustina Fajar Rini Agustina Ika Widya Gunita Andarista Diaz Aleydaputri Asna Alfinnisa Asri Musandi Waraulia Aulia Dhita Nanda Aza Ayunda Diamay Banconowati, Mawar Bregas Dede Awalashari C Primiani C. Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Cicilia Novi Primiani Darmadi Darmadi Darmadi Davi Apriandi Desi Lia Nur Rahmadani Devi Arindasandy Dewantoro, Tomas Dewi Ratih Tirto Sari Dhio Putra Mahendra Dimas Setiawan Dimas Setiawan Dwi Anggoro Dwi Rosita Sari Ega Rahayu Widodo Fatatus Rizka Nurdiana Gabriella Chandrakirana Krisnamurti Gista Aulia Hakiki Hariyani, D. S Herlina Fitriastuti Imam Tafsir J Handika Khofivah Nurwahid Maulana Khoirunnisa Lili Rahmwati Krisnamurti, Gabriella Chandrakirana Lilik Suryani M Lukitasari Mahda Mumtahanah Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Mohammad Arfi Setiawan Mohammad Arfi Setiawan N K Dewi Nurhikmawati, A. R Nurul Kusuma Dewi Nurul Kusuma Dewi Oktavia Dwi Rahmawati prasetyo, Agus wahyu Pratondo, Bagus Setyo Primiani, C N Primiani, C. Novi Primiani, Cicilia Novi Primiani, Cicillia Novi R Hasan R. Bekti Kiswardianta R. Bekti Kiswardianta, R. Bekti Rafaella Chandraseta Megananda Raras Setyo Retno, Raras Setyo Ristanti, Yuliana Sanusi Sanusi Sanusi Sanusi Sari, Dewi Eka Siti Marhamatul Sri Lestari Sri Utami Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani W Murtafiah W Widiyanto Wachidatul Linda Yuhanna Weka Sidha Bhagawan Wiwin Solikati Wiwin Solikati, Wiwin Yuhanna, W. L Yunastiti Primanda Hapsari