Meril Valentine Manangkot
Program Studi Sarjana Keperawatan Dan Profesi Ners FK Universitas Udayana

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGRAJIN GAMELAN DI DESA TIHINGAN Purnama, Pande Made Dwi Ayu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Manangkot, Meril Valentine
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p07

Abstract

Low back pain merupakan bagian dari gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi selama aktivitas kerja. Keluhan low back pain banyak dialami oleh masyarakat umum dan paling banyak terjadi pada pekerja, salah satunya adalah pengrajin gamelan. Proses pembuatan gamelan yang melalui beberapa tahapan menimbulkan keluhan nyeri yang dirasakan pada tubuh. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri tersebut yaitu sikap kerja. Sikap kerja yang tidak ergonomis akan meningkatkan risiko terjadinya low back pain pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 orang, yang didapatkan dengan teknik total sampling. Sikap kerja dan keluhan low back pain diukur dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kuat dengan arah korelasi positif antara sikap kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin gamelan p-value < 0,0001 dengan nilai r = 0,653. Koefisien determinan menunjukkan hasil sebesar 42,6% yang berarti sikap kerja memiliki hubungan dengan keluhan LBP pada pengrajin gamelan sebesar 42,6% sehingga dalam hal ini pekerja pengrajin gamelan diharapkan lebih menyesuaikan posisi tubuh dan memperhatikan durasi dalam bekerja agar terhindar dari risiko kesehatan seperti low back pain.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS Widyasari, Putu Rossi; Manangkot, Meril Valentine; Juniartha, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p14

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan penurunan fungsi ginjal. Salah satu pilihan terapi untuk pasien GGK adalah hemodialisis. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis dapat mengalami kecemasan, kecemasan akan berdampak pada kelancaran proses hemodialisis. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan khususnya pada pasien penyakit kronik adalah dengan meningkatkan aspek spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis. Penelitian ini dilakukan pada 10 April - 10 Mei 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini diikuti oleh 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas pasien tinggi yaitu sebanyak 29 orang (58%) dan sebagian besar pasien yang menjalani terapi hemodialisis memiliki tingkat kecemasan yang ringan, yaitu sebanyak 33 orang (66%). Hubungan tingkat spiritualitas dan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis (p-value = 0,000, r = -0,617). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas pasien, maka semakin ringan tingkat kecemasan pasien yang menjalani terapi hemodialisis.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PERLINDUNGAN TERHADAP PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET PADA WISATAWAN MANCANEGARA DI PANTAI KUTA Anggraheni, Sukma; Manangkot, Meril Valentine; Utami, Kadek Cahya
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p14

Abstract

Paparan sinar ultraviolet yang diperoleh selama melakukan aktivitas wisata dapat menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan wisatawan. Efek merugikan tersebut meliputi gangguan pada mata dan kulit hingga penurunan sistem kekebalan tubuh. Perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet merupakan strategi pencegahan utama yang dapat dilakukan oleh wisatawan terhadap berbagai kerusakan tubuh akibat radiasi ultraviolet yang tinggi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku. Jika sikap dan perilaku tidak didasari oleh pengetahuan yang cukup, maka akan menghasilkan sikap dan perilaku perlindungan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet pada wisatawan mancanegara di Pantai Kuta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 wisatawan mancanegara yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan selama 14 hari pada Mei 2020 dengan membagikan kuesioner melalui google form dan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan wisatawan mancanegara termasuk dalam kategori baik (63%), sikap cukup baik (42%), dan perilaku kurang baik (54,3%). Peneliti merekomendasikan kepada Puskesmas dan Klinik Wisata untuk melakukan program pencegahan atau upaya promosi program kesehatan pariwisata terkait langkah perlindungan dan risiko kesehatan akibat paparan sinar ultraviolet, serta profesi perawat dapat mengembangkan peran profesionalnya dalam keperawatan pariwisata untuk meningkatkan perilaku perlindungan yang memadai pada wisatawan.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Suryadi, Putu Maya Ratih; Manangkot, Meril Valentine; Kamayani, Made Oka Ari; Yanti, Ni Putu Emy Darma
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p08

Abstract

Kepercayaan diri adalah sikap yakin pada kemampuan diri sendiri untuk melakukan hal yang ingin dicapainya. Kepercayaan diri sangat penting dimiliki oleh remaja sebagai pelajar untuk mengembangkan prestasi yang dimilikinya. Remaja cenderung memiliki perasaan labil dan lebih emosional, sehingga rentan untuk memiliki kepercayaan diri yang rendah. Intensitas penggunaan media sosial dapat mempengaruhi kepercayaan diri penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kepercayaan diri pada siswa di SMA Kristen Harapan Denpasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 154 siswa di kelas XII pada jurusan MIPA dan IPS. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan kepercayaan diri melalui google form. Uji analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji analisis menggunakan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup erat dengan arah hubungan yang negatif antara intensitas penggunaan media sosial dengan kepercayaan diri (p < 0,001, r = - 0,430). Dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berhubungan dengan kepercayaan diri dimana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah kepercayaan diri yang dimiliki oleh remaja, begitu juga sebaliknya. Remaja diharapkan dapat menggunakan media sosial dengan baik dan bijak untuk mencegah terjadinya penurunan kepercayaan diri.
Hemodialysis Duration and Symptom Burden in Patients with Chronic Kidney Disease Putri, Ni Kadek Winda Handayani; Antari, Gusti Ayu Ary; Manangkot, Meril Valentine; Prapti, Ni Ketut Guru
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.13078

Abstract

Background: hemodialysis is the most common renal replacement therapy for patients with chronic kidney failure. While hemodialysis therapy can prolong the life expectancy of patients, this therapy can also cause side effects that become a symptom burden for patients. Symptom burden is the combination of physical and psychological symptoms felt by patient. The severity of symptom burden can be influenced by various factors, one of them is the length of the patient undergoing hemodialysis. Purpose: the purpose of this study was to determine the relationship between the length of hemodialysis and symptom burden in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at Buleleng Regional General Hospital. Methods: this study was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach and involved 70 respondents with chronic kidney failure obtained through purposive sampling technique. The instrument in this research used the Chronic Kidney Disease Symptoms Burden Index (CKD-SBI) and data analysis used the Chi Square test. Results: most respondents had undergone hemodialysis for ≥1 year (72.9%). Patients experienced an average of 14 symptoms with a mean symptom burden score of 21.07. The majority had mild symptom burden (84.3%). A significant relationship was found between the length of hemodialysis and symptom burden (p = 0.000) Conclusion: the duration of hemodialysis is significantly associated with symptom burden in chronic kidney failure patients. These findings highlight the importance of monitoring symptom burden, particularly among long-term hemodialysis patients.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN RIVER GUIDE DALAM MEMBERI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEGAWATDARURATAN WISATA AIR Kerti, Kadek Puspa; I Gusti Ngurah Juniartha; Manangkot, Meril Valentine
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p03

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata di Bali semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berkaitan juga dengan peningkatan risiko terjadinya kegawatdaruratan wisata di Bali, tak terkecuali pada wisata perairan. Angka kecelakaan water sport di Bali pada tahun 2019 terdapat sebanyak 265 wisatawan yang mengalami cedera seperti luka, dislokasi, fraktur, strain, dan sesak napas. Kehadiran kader siap siaga yang kompeten sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pra-hospital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan river guide dalam memberi pertolongan pertama kegawatdaruratan wisata air di Telaga Waja Rafting Karangasem Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan 51 responden river guide di 3 company rafting di Telaga Waja Karangasem Bali. Nilai mean usia responden berada pada 34,37 tahun. Seluruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%), mayoritas (88%) tamat SMA/SMK. Durasi bekerja responden memperoleh nilai median sebesar 120,00 bulan atau sekitar 10 tahun. Mayoritas memiliki pengalaman menolong wisatawan dan mengikuti pelatihan sebanyak 50 responden (98%). Nilai median pada skor total pengetahuan yakni 7,00. Nilai median skor total sikap adalah 31,00. Nilai median total skor rencana tanggap darurat yakni 3,00. Alat-alat P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) di ketiga company banyak yang belum lengkap jumlahnya. Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan para river guide memiliki kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Peneliti juga mengharapkan keterlibatan pihak lainnya dalam mendukung segala upaya guna meningkatkan kesiapsiagaan unsur masyarakat dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan.
GAMBARAN SAFETY CULTURE DALAM KEJADIAN DAN PENANGANAN KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN FOOD AND BEVERAGE DI HOTEL X Suryaningtyas, Ni Luh Putu Yasinta; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Manangkot, Meril Valentine; Prapti, Ni Ketut Guru
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p11

Abstract

Keperawatan pariwisata mengkaji berbagai aspek terkait dengan kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat setempat, dan penyedia layanan pariwisata, dengan sektor perhotelan sebagai layanan pariwisata terpopuler. Salah satu departemen yang krusial dalam industri perhotelan adalah Departemen Food and Beverage (F&B), yang bertanggung jawab menyediakan makanan dan minuman berkualitas. Akan tetapi, departemen ini juga menghadapi risiko tinggi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, penting untuk meningkatkan safety culture di sektor perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan safety culture dalam kejadian dan penanganan kecelakaan kerja pada Departemen F&B di Hotel X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner SCART yang telah dimodifikasi kepada 121 pegawai Departemen F&B dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan, mayoritas pegawai adalah laki-laki (56,2%) dengan usia 26-35 tahun (33,1%). Mayoritas pegawai memiliki latar pendidikan SMA/SMK (38,0%) dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (62,0%). Terdapat 14,0% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan kuliner/hospitality dan sebanyak 22,3% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan K3. Insiden paling sering terjadi akibat benda tajam yaitu sebesar 30,6%, dengan mayoritas kecelakaan dikategorikan sebagai ringan (51,2%). Evaluasi safety culture Departemen F&B mendapatkan skor 739,25 yang mendapatkan kategori B. Pelatihan K3 secara konsisten dan berkala perlu dilakukan sehingga penyedia layanan pariwisata dapat mengoptimalkan kualitasnya.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Warmayanti, Ni Ketut Ayu; Kamayani, Made Oka Ari; Astuti, Ika Widi; Manangkot, Meril Valentine
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p05

Abstract

Academic Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan akademik yang berkepanjangan, yang ditunjukkan melalui penurunan motivasi, rasa kompeten, dan keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa korelasi antara harga diri terhadap academic burnout pada pelajar SMA Negeri 1 Kuta Utara. Jenis penelitian ini ialah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah 713 pelajar kelas X SMAN 1 Kuta Utara. Sampel penelitian sejumlah 257 pelajar dihimpun melalui teknik stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui instrumen Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur academic burnout dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Uji korelasi Spearman Rank digunakan dalam analisis data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa 35,4% responden memiliki harga diri rendah dan 35,4% harga diri sedang, sementara 50,2% responden berada pada kategori academic burnout rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,000 dan r = -0,295, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan negatif. Semakin tinggi harga diri seorang pelajar, tentunya kian rendah pula potensi dalam mengalami academic burnout.