Articles
HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG
Helen Hardianti S.;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v3i2.931
Tingkat religiusitas berhubungan dengan kebutuhan psikologis lansia, membantu dalam menghadapi kematian, memperoleh dan memelihara rasa berarti dalam hidupnya. Diketahui harapan hidup penduduk Indonesia naik dari 70,1 tahun pada 2009 menjadi 72,2 tahun pada 2010-2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kualitas hidup lansia kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian mengunakan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 lansia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sebanyak 32 lansia yang dijadikan sampel penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan lebih dari separuh 23 (71,9%) responden memiliki tingkat religiusitas sangat baik dan lebih dari separuh 22 (68,8%) responden memiliki kualitas hidup baik, sedangkan hasil korelasi spearman rank didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan kualitas hidup lansia kelurahan Tlogomas Malang. Diharapkan lansia menjaga kualitas hidup dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak, melakukan olahraga, tidur teratur dan mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa tua dengan meningkatkan religiusitas. ABSTRACT The level of religiosity relates to the psychological needs of the elderly, help in the facing of death, obtain and maintain a sense of meaning in life. Indonesian population life expectancy rise from 70.1 years in 2009 to 72.2 years in 2010-2015. The aim of research is to know the correlation of religiosity and quality of life of the elderly villages Tlogomas Malang. The study metode using the correlation metode with cross sectional approach. The population in this study were 80 elderly people with the determination of the sample using purposive sampling to obtain a total of 32 elderly people who sampled the study. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method used was the Spearman rank correlation by using SPSS. Research shows more than half of the 23 (71.9%) of respondents have a very good level of religiosity and more than half of the 22 (68.8%) of respondents have a good quality of life, whereas the correlation results obtained spearmen rank p value = (0.000)
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA PERMADI TLOGOSURYO MALANG
Terezinha Gusmao;
Joko Wiyono;
Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.128 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v3i1.802
Lansia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan, pada tahapan ini seseorang mengalami perubahan secara biologis, psikologis, maupun sosial. Perubahan kualitas tidur pada lansia dapat mempengaruhi peningkatan atau penurunan kecerdasan emosional lansia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kecerdasan emosinal pada lansia di Posyandu Tlogo SuryoMalang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Posyandu Tlogosuryo Malang sebanyak 211orang dan sampel penelitian yang digunakan adalah15% dari populasi yaitu sebanyak 32 orang lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel kualitas tidur, sebagian besar dikategorikan sedang yaitu sebanyak 26 orang lansia (81,2%) dan variabel kecerdasan emosionalsebagian besar dikategorikan sedang yaitu sebanyak 27 orang lansia (84,4%), sedangkan hasil Spearman Rank didapatkan nilai p-value = 0,014 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 di terima. Artinya terdapat hubungan kualitas tidur dengan kecerdasan emosioan pada lansia di Posyandu Tlogo Suryo Malang. Lansia diharapkan mampu mengatur kecerdasan emosional dalam melakukan interaksi (komunikasi) dengan individu atau kelompok lain. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan acuan bagi lansia untuk dapat mampu mengatur waktu tidur sehingga mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan, demikian dapat meningkatkan kecerdasan emosional dalam melakukan interaksi (komunikasi) dengan individu atau kelompok lain.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS DENGAN TINGKAT STRES
Ida Herwati;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.128 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.504
Masa remaja merupakan masa transisi dalam kehidupan dimana pada fase ini individu mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Perubahan yang paling mencolok adalah perubahan fisik yang terjadi secara alamiah dan terkadang remaja tidak tahu terhadap perubahan tersebut yang menyebabkan mereka cemas dan malu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan tingkat stres di MTs Muhammadiyah 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswi kelas VII di MTs Muhammadiyah 1 Malang Kecamatan lowokwaru yang berjumlah 30 siswi dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik pada masa pubertas sebagian besar dikategorikan baik yaitu sebanyak 13 siswi (43,33%), tingkat stres sebagian besar dikategorikan stres ringan yaitu sebanyak 14 siswi (46,67%), serta analisis pearson product moment didapatkan nilai sig. sebesar 0,008 (α ≤0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan terdapat korelasi negatif dengan nilai Correlation Coefficient -0,762. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan pada remaja putrid yaitu dengan mencari informasi tentang perubahan fisik pada masa pubertas, baik melalui media elektronik maupun non elektronik agar dapat mempersiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi. Kata Kunci : Masa pubertas, pengetahuan, tingkat stres.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN TIFOID SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN
Sylvia Ervina Octavia;
Joko Wiyono;
Sirli Mardianna Trishinta
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.53 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i3.719
Informasi kesehatan tentang higiene pribadi dan sanitasi lingkungan membantu mencegah timbulnya penyakit seperti tifoid. Fenomena yang ditemukan peneliti masih ada orang tua yang tidak melakukan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyuapi anaknya dan kurang perhatian orang tua tentang kebersihan jajan yang dimakan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit Tifoid pada anak pra sekolah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan metode pendekatan one group pre – post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di TKK Eleos Jamuran Sukodadi Wagir Malang sebanyak 30 orang. Besar sampel sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur perbedaaan pengetahuan ibu menggunakan kuesioner. sedangkan penyuluhan dengan menggunakan media ceramah dan media visual: booklet, SAP dan powerpoint. Analisis data menggunakan uji statistik Paired t-test. Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan penyuluhan pencegahan penyakit Tifoid didapatkan 36,7% responden berpengetahuan sangat baik dan sesudah diberikan penyuluhan pencegahan penyakit Tifoid berpengetahuan sangat baik 56,6% responden. Hasil uji Paired t-test menunjukkan p-value = 0,047
PERBEDAAN TINGKAT STRES MAHASISWI YANG MEMILIKI IMT NORMAL DAN TIDAK NORMAL DI ASRAMA KAL-BAR DARA JUANTI JALAN MT HARYONO GG 19 KAVLING 44 MALANG
Indra Wahyu Dinata;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v3i3.1301
Stres adalah respon tubuh tidak spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang terganggu. IMT adalah indikator untuk kategori normal dan tidak normal. IMT yang tidak normal dapat menyebabkan stres karena seorang individu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres mahasiswi yang memiliki IMT normal dan tidak normal di Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah komparatif yaitu dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang yang di dapatkan dengan tehnik total sampling sebanyak 32 mahasiswi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 13 (86,7%) responden yang memiliki IMT normal mengalami tingkat stres ringan dan sebagian besar 8 (53,3%) responden yang memiliki IMT tidak normal mengalami tingkat stres sedang. Hasil uji Mann Whitney didapatkan p value = (0,000) < (0,050) yang berarti ada perbedaan tingkat stres mahasiswi yang memiliki IMT normal dan tidak normal di Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Hariyono Gang 19 Kavling 44 Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka di harapkan bagi mahasiswi Menjaga berat badan dengan melakukan olahraga dan menjaga pola makan untuk menghindari stres akibat IMT tidak normal. ABSTRACT Stress is the body's response not specific to the needs of the affected body. IMT is an indicator for normal and abnormal categories. Abnormal IMT can cause stress because an individual is not confident in his body shape. This research aim to find out difference in stress levels of female students who have Normal and abnormal IMT at Asrama Putri West Kalimantan Dara Juanti Street MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang. The research design used is comparative that is done to compare the similarities and differences between two or more facts and the properties of the object under study based on a certain frame of mind. The sample in this study were female boarding school students in West Kalimantan Dara Juanti Street MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang which is obtained with a total sampling technique of 32 students. The instrument used in this study is a questionnaire. Data were analyzed using the Mann Whitney test. The results showed that most 13 (86.7%) respondents who had normal IMT experienced mild stress levels and most of them were 8 (53.3%) respondents who have abnormal IMT experience moderate stress levels. Mann Whitney test results obtained p value = (0,000)
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI DISMENORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI NONFARMAKOLOGI (AKUPRESUR) PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG ANGKATAN 2009 DAN 2010
Aza Meita;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v3i2.1108
Haid (Menstruasi) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuaminasi) endometrium sehingga menimbulkan rasa berat dipanggul atau nyeri. Acupressure adalah sebuah metode digunakan untuk mengurangi nyeri pada mahasiswa dengan dismenore. Tujuan dari penelitian ini menganalisa pengaruh terapi acupressure dengan penurunan intensitas nyeri dismenore. Dengan menggunakan 24 mahasiswi sebagai responden yang menderita dismenorea. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan spesifik desain pre test and post test group design. Hasil uji statistik dengan wilcoxon didapatkan bahwa nilai p = 0,001 (p
ANALISIS FAKTOR KEHADIRAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU DI DESA PAGERSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG
Aplonia Amaral;
Joko Wiyono;
Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.556 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.535
Kegiatan posyandu lansia memberikan kemudahan bagi lansia dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat diusia lanjut tetap terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor kehadiran lansia dalam mengikuti posyandu di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Malang. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 lansia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu odds ratiodengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (39,5%) lansia yang berpengetahuan baik memiliki peluang 4,97 kali lebih besar untuk hadir di posyandu dari pada yang berpengetahuan kurang. Serta kurang dari separuh (37,2%) lansia yang mengalami dukungan keluarga kurang memiliki peluang 6,74 kali lebih besar untuk hadir di posyandu dari pada yang dukungan keluarga baik. Saran bagi lansiauntuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan dukungan keluarga. Kata Kunci : Posyandu lansia, dukungan keluarga, pengetahuan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKLENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI POSYANDU SUMBERSARI KOTA MALANG
Angga Putra M.;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.509 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.164
Program Imunisasi merupakan salah satu cara pemerintah untuk memberantas penyakit menular sehingga pemerintah menetapkan standar pencapaian hasil kumulatif cakupan imunisasi dasar bayi dengan standar Universal Child Imunization (UCI) yaitu 90%. Penurunan kelengkapan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, jarak tempat pelayanan, motivasi, pengetahuan dan sikap. Tujuan Penelitian mengidentifikasi factor-faktor yang berhubungan dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar bayi di Posyandu Sumbersari Kota Malang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 1-12 bulan yang memiliki KMS 57 responden di Posyandu Sumbersari Kota Malang periode 1 Agustus – 30 Agustus. Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian Dari seluruh subjek penelitian ini menyatakan bahwa umur, pendidikan, pekerjaan, jarak tempat pelayanan, motivasi, pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar bayi p
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU MALANG
Eka Pipit Nur Cahyani;
Joko Wiyono;
Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.25 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.155
Kecemasan (ansietas) adalah respon emosional terhadap penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya.Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya.Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah uji t-test independent.Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami hipertensi di kelurahan Merjosari RW 12 kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel secara nonprobability sampling dengan menggunakan sampling jenuh.Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t-test independent menunjukan bahwa lansia perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan lansia laki-laki. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapatperbedaan tingkat kecemasan penderita hipetensi lansia laki-laki dan perempuan di kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kata Kunci : Hipertensi, jenis kelamin, kecemasan, lansia.
FAKTOR RESIKO TERJADINYA PENYAKIT NYERI SENDI PADA LANJUT USIA
Aminullah RY;
Joko Wiyono;
Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v3i2.932
Berdasarkan data Depkes RI tahun 2015, penyakit nyeri sendi banyak ditemukan pada golongan usia lanjut, dengan jumlah pengidap penyakit nyeri sendi mencapai 23,6% hingga 31,3%. Nyeri sendi merupakan salah satu penyakit terbanyak yang di derita oleh kalangan lanjut usiadi Jawa Timur sebanyak 28% dari 4.209.817 lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya penyakit nyeri sendi pada lanjut usia. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif yang memberikan gambaran secara mendalam pada suatu fenomena dan kemudian melakukan analisis odd rasio. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 165 lanjut usia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan random sampling yang berarti pengambilan sampel secara acak sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 lansia yang mengunjungi Posyandu Lansia Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. Instrumen data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian membuktikan sebanyak 39,4% lanjut usia suka mengonsumsi makan yang tidak sehat, sebanyak 66,7% lanjut usia berada di lingkungan yang tidak sehat dan sebanyak 69,7% lanjut usia tidak pernah melakukan olahraga. Lanjut usia perlu melakukan hidup sehat seperti mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak, instan dan mengadung purin tinggi seperti daging sapi dan sayur bayam; rutin melakukan aktivitas ringan seperti menyapu rumah agar lingkungan bersih dan rutin melakukan olahraga dua kali dalam seminggu agar terhindar dari penyakit nyeri sendi. ABSTRACT Based on the data of MOH RI in 2015, joint pain disease found in elderly group, with the number of sufferers of joint pain reached 23.6% to 31.3%. Joint pain is one of the most diseases suffered by the elderly in East Java as much as 28% of 4.209.817 elderly. The purpose of this study was to determine the risk factors for joint pain in elderly patients. The research design used is a descriptive design that gives an in-depth description of a phenomenon and then performs an odd ratio analysis. The population in this study as many as 165 elderly with the determination of research samples using random sampling which means random sampling so that the number of samples used as many as 33 elderly who visited Posyandu Elderly Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. The data instrument used is questionnaire. Data analysis method that is used was descriptive. The results showed that 39.4% of elderly people liked to eat unhealthy diet, 66.7% of elderly in an unhealthy environment and 69.7% of elderly never exercised. So the elderly need to do a healthy life such as reducing the consumption of fatty foods, instant and high purine mengadung such as beef and spinach vegetables; routinely perform light activities such as sweeping the house for a clean environment and regular exercise twice a week to avoid joint pain disease. Keywords : Elderly; unhealthy environment; food; joint pain; exercise.