Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN PAKET EDUKASI CHATTING DAN GAME PINTAR TERHADAP STRES DAN PEMAHAMAN PACARAN SEHAT PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p09

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan bencana global yang telah berdampak pada aspek kehidupan setiap manusia termasuk pada remaja. Adanya jarak fisik dan pembatasan pergaulan langsung pada remaja yang cenderung aktif dapat berdampak pada stres psikologis. Remaja yang mulai mengenal cinta dan pacaran juga mengalami perubahan kebiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan paket edukasi chatting dan game terhadap tingkat stres dan pemahaman pacaran sehat pada remaja selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian praeksperimen dengan one group pre-test dan post-test design. Sampel sebanyak 60 siswa diambil dengan teknik simple random sampling pada remaja di daerah Kuta Utara. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan General Anxiety Dissorder 7 (GAD7) dan kuesioner pengetahuan pacaran sehat. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon pada kedua variabel menunjukkan ada pengaruh pemberian intervensi chatting dan game terhadap tingkat stres dan pemahaman pacaran sehat dengan nilai p < 0,001.
Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Serta Penyebaran Informasi di Desa Dalang Saputra, I Made Arya Budhi; Gautama, I Made Bhaskara; Pramitaresthi, I Gusti Ayu; Setyaningrum, K. Putri; Widyawati, Kadek Ayu; Trinadi, Ni Komang Ayu; Devi, Ni Luh Putu Satya; Putra, Putu Muliana; Bramanta, I Gusti Ngurah Alit Bayu; Meilyanjani, Ni Putu Gita; Adhityasaputra, I Komang Wira; ADH, IGKG Puritan Wijaya; Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2022): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i2.75

Abstract

COVID-19 has had a major impact on all sectors of society, starting from health, the economy, and tourism. The outbreak of the spread of this disease causes a lack of public awareness of the importance of clean and healthy living behavior (PHBS). PHBS is an effort that can be made by the community to improve the quality of health through individuals, groups, or society at large. As well as the restrictions on community activities, especially in the economic sector, the people's purchasing power decreases for MSME products, precisely in Dalang Village. Therefore, in this community service, UKM KSR-PMI Unit ITB STIKOM Bali held community service in the form of health socialization and socialization of the use of technology. Broadly speaking, this activity is divided into health socialization which aims to increase public awareness of the importance of maintaining a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) and socialization of the use of social media technology and e-commerce which aims to improve and help the economy and MSMEs in Dalang Village. . This activity that has been carried out by UKM KSR-PMI Unit ITB STIKOM Bali has a fairly large and good impact on people's understanding which can be seen from the results of the percentage of questionnaires. From this activity 88% showed that participants had understood the socialization material that had been given directly.
PENERAPAN E-PEER KONSELOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Pramitaresthi, I Gusti Ayu; Sanjiwani, Ida Arimurti; Pramesemara, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p12

Abstract

TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA merupakan permasalahan remaja yang terjadi saat ini. Konselor sebaya atau peer konselor sebagai pengelola pusat informasi dan konseling remaja berperan penting dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR. Remaja banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya serta pengaruh teman sebaya dapat membawa akibat positif maupun negatif. Peer konselor adalah program pemberdayaan teman sebaya untuk dapat memberikan informasi dan pengetahuan kesehatan serta konseling bagi remaja. Pada saat ini, dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, maka akses pertemuan langsung masih terbatas sehingga peer konselor dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh E-Peer Konselor terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR di masa pandemi. Metode penelitian ini yaitu secara kuantitatif dengan quasi eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test design. Analisis bivariat dilakukan dengan uji non parametrik karena data terdistribusi tidak normal, diuji dengan uji Wilcoxon untuk menganalisis tingkat pengetahuan sebelum (pretest) dan setelah (posttest). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2021 di SMA Negeri 4 Denpasar. Sampel sebanyak 30 siswa-siswi yang mengikuti ekstrakulikuler KSPAN. Hasil yang didapatkan bahwa E-Peer Konselor terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR di masa pandemi (p<0,05).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESILIENSI LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Putra, Gede Rionald Ariwahyu; Utami, Putu Ayu Sani; Pramitaresthi, I Gusti Ayu
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p02

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan situasi yang rentan menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat memicu berkurangnya resiliensi lansia. Kerentanan lansia terhadap berbagai masalah seperti kecemasan dan penyakit selama pandemi menyebabkan lansia membutuhkan dukungan dari orang lain. Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dengan lansia selama pandemi. Keluarga menjadi salah satu sumber dukungan penting yang dimiliki lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan resiliensi lansia selama pandemi Covid-19. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 33 orang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Connor Davidson Resilience Scale 10 items. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai correlation coefficient = 0,776 dan p-value = 0,000 (? = 0,05), artinya terdapat hubungan positif dan kuat antara dukungan keluarga dengan resiliensi lansia selama masa pandemi Covid-19. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan resiliensi lansia. Interaksi yang adekuat dan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari lansia perlu dilakukan keluarga agar lansia tetap merasa diperhatikan dan resiliensi mereka terjaga selama pandemi Covid-19.
GAMBARAN KEPATUHAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN IBU HAMIL PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI PUSKESMAS 1 DENPASAR SELATAN Wulandari, Putu Aditya Ika; Astuti, Ika Widi; Pramitaresthi, I Gusti Ayu; Sawitri, Ni Komang Ari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p13

Abstract

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, protokol kesehatan harus tetap diterapkan untuk mencegah terjadinya infeksi terutama pada ibu hamil yang termasuk kedalam kelompok rentan. Penerapan protokol kesehatan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan penerapan protokol kesehatan ibu hamil pada masa adaptasi kebiasaan baru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 30 orang ibu hamil yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rerata usia responden adalah 26,5 tahun, rata-rata usia kehamilan responden adalah 25,6 minggu, mayoritas responden berada pada gravida 1 (primipara) sebesar 46,7%, mayoritas berpendidikan SMA/SMK (53,3%), mayoritas responden tidak bekerja (63,3%). Hasil kuesioner kepatuhan menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori patuh terhadap penerapan protokol kesehatan sebesar 63,3%. Salah satu penyebab masih adanya ibu hamil yang kurang bahkan tidak mematuhi protokol kesehatan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam pencegahan COVID-19, maka diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan yaitu dengan menyebarkan informasi dan mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya patuh terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN Yenita Wulandari; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10

Abstract

Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan.  Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL Ni Kadek Maya Maylina; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05

Abstract

Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL SAFETY SKILL DENGAN MEDIA BUSY PAGE TERHADAP PENGETAHUAN MELINDUNGI DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Luh Putu Divayani; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Tindakan kekerasan ini dapat menimbulkan cedera atau dampak nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Di antara berbagai bentuk kekerasan, kekerasan seksual menjadi salah satu yang paling sering terjadi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak adalah dengan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan perlindungan diri. Pemberian pelatihan berupa personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi diyakini dapat membantu anak mengenali dan menghindari situasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi personal safety skill menggunakan media busy page terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar dalam melindungi diri dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 36 siswa sebagai responden. Seluruh responden dipilih melalui teknik total sampling, dan diminta untuk menjawab 30 pertanyaan dalam kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan mereka. Edukasi kesehatan diberikan satu kali selama satu hari, dengan durasi penyampaian materi selama 20 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hal tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadikan edukasi personal safety skill sebagai salah satu strategi edukatif dalam memberikan informasi dan perlindungan kepada siswa terkait kekerasan seksual.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.