Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ENERGI, KARBOHIDRAT, SERAT, DAN AKTIVITAS FISIK: KONTRIBUTOR KEGEMUKAN PADA SISWA SMA Sholihah, Siti Nurbayani; Judiono, Judiono; Saleky, Yohannes Willihelm; Rahmat, Mamat; Pusparini, Pusparini; Suprihartono, Fred Agung; Fauziyah, Raden Roro Nur
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2188

Abstract

Obesity is a condition resulting from an imbalance between energy intake and expenditure, leading to excess energy stored as fat tissue. Factor contributing to obesity in adolescents primary stem from dietary patterns. This study aims to determine the relationship between energy intake, carbohydrate intake, fiber intake, physical activity, and obesity among 11th-grade students at SMA Negeri 1 Ngamprah, West Bandung Regency. A cross-sectional research design was employed, with a sample size of 48 students with random sampling. The sampling technique used was random sampling. Data collection involved interviews, questionnaires, and measurements of weight and height. The data was analyzed using Chi-square and logistic regression tests. The findings revealed that 26 students (54,2%) were obese, while only 2,1% met the daily fiber requirements. Significant relationships were found between energy intake (p=0,000), carbohydrate intake (p=0,000), and physical activity (p=0,003) with obesity. However, no significant association was found between fiber intake and obesity (p = 1,000). The variable that significantly influenced obesity was energy intake (p = 0,008; OR = 24,227; CI: 2,339-250,902), while carbohydrate intake (p = 0,076; OR = 4,837; CI: 0,848-27,597) and physical activity (p = 0,367; OR = 2,274; CI: 0,381-13,556) do not directly influenced obesity. Enhancing students’ understanding and behaviors regarding balanced nutrition, along with boosting physical activity through extracurricular activities, is necessary to reduce obesity among adolescents.
MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM MELALUI BRANDING DAN PACKAGING KREATIF DI ERA NEW NORMAL Qordhowi, Andrian Firdaus Yusuf Al; Judiono, Judiono; Sudarso, Sudarso
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40590

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan komunitas lokal. Program KKN yang dilaksanakan di Pasar Legi, Klaten, Jawa Tengah, berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam sektor jajanan tradisional. Dalam kondisi pandemi COVID-19 dan pembatasan sosial (PPKM), UMKM menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan pengunjung dan kesulitan dalam memasarkan produk. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui strategi branding dan packaging yang efektif. Kegiatan KKN melibatkan analisis kebutuhan UMKM, pelatihan tentang desain kemasan, dan pengembangan strategi pemasaran yang adaptif terhadap kondisi new normal. Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM diberikan pengetahuan tentang pentingnya branding dan kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya tarik produk mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi dalam branding dan packaging berkontribusi signifikan terhadap peningkatan minat beli konsumen. UMKM di Pasar Legi berhasil beradaptasi dengan perubahan pasar dan memperbaiki visibilitas produk mereka. Dengan demikian, pendekatan yang diterapkan dalam program KKN ini dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang efektif, terutama dalam menghadapi tantangan global dan lokal yang berkembang.
Pemilihan Lokasi Pabrik Baja Ekspor Berdasarkan Travel Time Dan Harga Tanah Judiono, Judiono
Cakrawala Vol. 9 No. 1: Juni 2015
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.193

Abstract

Industri baja merupakan salah satu sektor andalan industri manufaktur karena memiliki nilai tambah dan terus memberikan kontribusi dari kemampuan produksi maupun ekspornya. Faktor penting dalam rencana investasi antara lain adalah ketersediaan lahan dan aksesbilitas transportasi untuk mendatangkan bahan baku maupun mendistribusikan hasil produksi. Prasarana transportasi sangat diperlukan guna kelancaran angkutan bahan baku maupun distribusi hasil produksi. Di Provinsi Jawa Timur terdapat beberapa lokasi kawasan industri estate sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Propinsinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2006 tentang Tata Ruang Wilayah Jawa Timur, antara lain kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIE) di Kota Surabaya, Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan,Ngoro Industrial Park (NIP) di Kabupaten Mojokerto. Dengan menghitung ektivalen biaya tanah dengan asumsi suku bunga sebesar 8% dan biaya transportasi, disimpulkan bahwa ektivalen biaya tanah berkontribusi signifikan terhadap biaya investasi. Disamping itu, dari floating survey dan menggunakan rumus Pasific Consultant Interantional (PCI), disimppulkan bahwa biaya tanah dan transportasi melalui tol dari Kawasan Rungkut Industri adalah paling rendah, meskipun jarak tempuhnya lebih besar disbanding dari Kawasan Margomulyo.
Pemanfaatan BSF dalam Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman Perkotaan Novianti, Diah; Rimbawati, Endah; Judiono, Judiono
Cakrawala Vol. 18 No. 2: Desember 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v18i2.720

Abstract

Permasalahan sampah merupakan masalah krusial karena cukup rumit dalam penanganan. Mengatasi masalah sampah memerlukan keterlibatan aktif beberapa aktor, yaitu sumber timbulan sampah antara lain rumah tangga dan industri serta pengelolaannya baik oleh kelompok masyarakat dan pemerintah. Salah satu metode pengolahan sampah organik adalah biokonversi dengan menggunakan Black Soldier Flies (BSF) yang dapat memberikan nilai ekonomi disamping kemampuan mereduksi sampah organik. Kecamatan Bubutan Kota Surabaya dengan timbulan sampah organik sebesar 30.420 ton per hari memerlukan telur BSF sebesar 2 kg/hari. Untuk budidaya BSF dengan hasil telur sebesar 2 kg/hari diperlukan  lahan seluas 4.800 m2 pada tanah kosong yang masih tersedia seluas  17.507,62 m2. Dengan metode yang tepat budidaya tersebut akan menghasilkan maggot basah sebanyak 640 Kg/hari. Dengan harga jual maggot sebesar Rp.15.000/kg, maka nilai jual maggot basah yang dihasilkan oleh budidaya maggot tersebut sebesar Rp. 9,6 juta per hari. Budidaya maggot tersebut, selain dapat mereduksi sampah organik, dengan penyediaan lahan dan tenaga kerja yang terlatih dapat menghasilkan pemasukan yang cukup menguntungkan untuk menunjang biaya operasional. Bahkan masih dapat menyisakan margin keuntungan yang cukup besar, sebagai sumber pendapatan dalam APBD. Disamping itu, residu pengolahan sampah organik dengan menggunakan BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dengan kadar protein tinggi.
Analysis of Operational Performance and Service of the Jenggala Commuter Train (Route Surabaya Kota – Mojokerto) Zainuddin, Hafid; Judiono, Judiono; Xu, Shanshan
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the operational performance and facilities availability at the stations for the Jenggala Commuter Train connecting Surabaya Kota with Mojokerto. Through data collection and analysis, this study will evaluate issues frequently experienced by passengers such as improper departure times, delays, overcrowding, and ticket availability. Additionally, it will assess the service provided by the operators regarding passenger satisfaction with the Jenggala commuter service. The next step involves comparing the analysis results with applicable standards to identify appropriate solutions and recommendations to enhance the efficiency and quality of mass transportation services in urban areas of Indonesia, particularly in East Java. It is hoped that the findings of this research will significantly contribute to improving sustainability and the quality of life for communities through the enhancement of existing transportation systems. The operational performance has been assessed through several parameters. It was found that the load factor and punctuality of journeys have met the established standards. However, travel speed has not yet reached the desired standard. Through the Importance Performance Analysis (IPA) method, an evaluation of the Jenggala commuter train service was conducted by considering both low and high priority service attributes. This aims to ensure that the service performance meets the needs of passengers. The results of the passenger satisfaction level analysis using the Customer Satisfaction Index (CSI) method indicate that the overall satisfaction rating for the Jenggala commuter train service falls within the "satisfied" category. Thus, these findings provide insights into areas where operational performance can be improved and offer an understanding of passenger needs and expectations that can serve as a focus for improvement in the future.