Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : KUMARA CENDEKIA

HUBUNGAN ANTARA RELASI GURU-ANAK DENGAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Hapsari, Pudagiwa Nur Fitri; Rahmawati, Anayanti; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i3.42603

Abstract

ABSTRAK Relasi guru-anak merupakan interaksi antara guru dengan anak yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Jalinan interaksi guru dengan anak penting karena dapat mempengaruhi capaian kemampuan anak dalam berbagai aspek perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara relasi guru-anak dengan kemampuan keaksaraan. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 121 anak TK Kelompok B Se-Gugus 8 Jasmine Laweyan Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh guru kelas. Analisis data menggunakan uji korelasi. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rho yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara relasi guru-anak dengan kemampuan keaksaraan anak. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,350 yang menunjukan arah hubungan positif. Kondisi ini berarti relasi guru-anak yang baik berhubungan dengan peningkatan kemampuan keaksaraan anak, artinya apabila terdapat relasi dengan dimensi kedekatan antara guru-anak memiliki intensitas yang tinggi dan dimensi konflik antara guru-anak memiliki intensitas yang rendah maka kemampuan keaksaraan anak akan dapat berkembang dengan baik. Kata kunci : relasi guru-anak, keaksaraan, anak usia 5-6 tahunABSTRACT Teacher-child relationships were interaction between teacher and children in the school. Interaction of teacher and children was very important because teacher could affect achievement of developmental aspects. The purpose of this study was to find out whether was a correlation between teacher-child relationships with early literacy children. This research was correlation quantitative.  This research sample included 121 children of kindergarten Group B at 8 Jasmine Cluster Laweyan Surakarta. Data collection techniques in this study used questionnaires answered by class teacher. Data analysis used by correlation. Hypothesis test of this research used Spearman rho correlation analysis showed that the significamce value was 0,000 < 0,05 which meant the hypothesis was accepted, namely the correlation between the teacher-child relationships with early literacy children. Correlation coefficient of 0,350, the direction of the correlation showed a positive sign.This condition meant that a good teacher-child relationships related to the improvement of childrens early literacy, This means that if there was a relationship with the dimension of closeness between teacher-child had a high intensity and the dimension of conflict between teacher-child had a low intensity, the child's literacy ability would develop.Keywords: teacher-child relationships, early Literacy, 5-6 Years Old Children
HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Fadhila Nuritasari; Upik Elok Endang Rasmani; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.47982

Abstract

Kompetensi sosial perlu dimiliki anak sejak usia dini untuk berinteraksi secara baik terhadap lingkunganya dan supaya anak tidak berperilaku negatif serta menjadi antisosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial adalah pola asuh. Pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh authoritative karena selalu melibatkan anak dalam kegiatan keluarga dan memberikan kebebasan anak tetapi tetap memberikan batasan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 menggunakan sampel 56 anak. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner dan diisi oleh orang tua. Hasil hipotesis dilaksanakan dengan uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,042 < 0.05 yang bermakna ada hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,273. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pola asuh authoritative maka semakin baik kompetensi sosial anak pada anak usia 5 – 6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.
PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PONDOK PESANTREN Hanik Musdhalifah; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.56777

Abstract

Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Keluarga berperan penting dalam membentuk karakter anak namun problematika orang tua yang sibuk bekerja mengakibatkan pembinaan anak di lingkungan keluarga kurang optimal. Faktor kesibukan tersebut tidak menjadikan orang tua lepas tangan, berbagai upaya di tempuh salah satunya dengan menyeleksi lingkungan pendidikan yang terbaik. Pondok pesantren menawarkan tempat penanaman disiplin dengan mengaplikasikan nilai agama sehingga dewasa ini orang tua tertarik mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi penanaman karakter disiplin dan dampaknya pada kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Pondok Tahfidh Putri Anak-anak Yanaabii’ul Qur’an Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah santri putri anak-anak rentang usia 5-6 tahun yang berjumlah 26 anak. Teknik pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif meliputi kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi PTPA Yanaabii’ul Qur’an menanamkan karakter santrinya dengan disiplin terhadap waktu, disiplin menegakkan aturan, dan disiplin ketika bersikap. Penanaman tersebut berdampak pada munculnya karakter kedisiplinan anak usia 5-6 tahun yaitu sikap santri yang tepat waktu, dapat memperkirakan waktu untuk menyelesaikan sesuatu, menggunakan benda sesuai fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, menaati aturan yang telah disepakati, sabar dan tertib menunggu giliran, serta memiliki kepekaan jika tidak disiplin.
HUBUNGAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEUANGAN DENGAN KEMAMPUAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Servina Arianti; Muhammad Munif Syamsuddin; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.57223

Abstract

Pengajaran pendidikan keuangan merupakan kegiatan memberikan pengajaran terkait keuangan kepada peserta didik dengan memperhatikan materi dan usianya sehingga kemampuan literasi keuangan anak dapat terstimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 dengan jumlah populasi sebanyak 22 anak dengan rentang usia 4-5 tahun di 3 lembaga TK di Gugus 3, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis sampling jenuh atau sensus. Pengambilan data dilakukan melalui persebaran kuesioner yang diisi oleh guru kelas A dan orang tua.  Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji Corrected Item-Total Correlation dan Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil hipotesis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,037 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,447, tergolong pada kategori sedang. Arah hubungan juga menunjukkan tanda yang positif (+), artinya memiliki arah hubungan searah. Jika pengajaran pendidikan keuangan tinggi dan maksimal, maka kemampuan literasi keuangan anak akan meningkat.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOARD GAME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK USIA 4-5 TAHUN Aulia Salma Alifia; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58600

Abstract

Alat permainan edukatif board game menjadi salah satu permainan yang efektif dan menyenangkan untuk anak dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui alat permainan edukatif board game. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan analisis data kuantitatif deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif interaktif yang dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 6 kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak berusia 4-5 tahun, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase ketuntasan pada indikator menyebutkan nama huruf  pra tindakan sebesar 50%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar  80%, membedakan bentuk huruf pra tindakan sebesar 20%, siklus 1 sebesar 31,6% dan siklus 2 sebesar 76,6%, menyebutkan huruf awal dari sebuah kata pra tindakan sebesar  40%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar 76,6% dan menirukan bentuk huruf pra tindakan sebesar  70 %, siklus 1 sebesar  7,6% dan siklus 2 sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif board game dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
PROSES KREATIF GURU PAUD DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL Nurul Ma&#039;rifah; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59790

Abstract

Proses kreatif yaitu proses dalam menciptakan suatu karya, guru dalam menciptakan media pembelajaran harus melewati proses kreatif terlebih dahulu. Melewati tahapan proses kreatif menjadikan media yang dibuat guru lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) proses kreatif guru PAUD dalam merancang media pembelajaran visual, (2) kendala dalam merancang media pembelajaran visual. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al Huda Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan menggunakan teknik pengambilan berupa wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas B2. Penelitian ini menggunakan indikator proses kreatif dari Wallas yang terdiri dari 4 tahapan diantaranya tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, tahap verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sudah melalui empat tahap proses kreatif dari Wallas sesuai dengan indikator tahapan proses kreatif. Hasil proses kreatif yang dilakukan guru kelas B2 dalam merancang media pembelajaran visual terdiri dari tahap persiapan, guru mengamati masalah yang akan diselesaikan dan mengumpulkan referensi media pembelajaran, tahap inkubasi guru melakukan pertimbangan media visual yang akan digunakan dan mempersiapkan bahan juga melakukan modifikasi ide, tahap illuminasi guru melakukan modifikasi media yang telah dirancang dan melakukan proses menciptakan produk, Tahap verifikasi guru melakukan pengujian media kepada siswa dan mendapat respon positif. Kendala guru dalam merancang media beragam sesuai tingkat kesulitan media, waktu, dan kemampuan guru. adapun solusi dalam menghadapi kendala tersebut beragam sesuai dengan media yang dibuat.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN ORANG TUA Sri Umi Ayu wahyuni; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.59791

Abstract

Kemandirian pada anak yaitu keterampilan anak untuk memiliki inisiatif dalam merencanakan dan mengatur perilaku dalam melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan perkembangannya.  Anak yang mandiri dapat membantu dirinya untuk tidak banyak bergantung dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Status pekerjaan orang tua diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian anak. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Peneliti membatasi masalah pada perbedaan kemandiriian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Kategori orang yang bekerja sendiri yaitu melakukan pekerjaan selama 1 jam berturut-turut selama satu minggu untuk memperoleh pendapatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sebanyak 40 anak dengan ayah dan ibu bekerja serta 52 anak dengan ayah bekerja dan ibu tidak bekerja sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 92 anak. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov  dan uji homogenitas menggunakan Levene test. Perhitungan uji tersebut dilakukan dengan bantuan SPSS 25 for windows. Hasil hipostesis menunjukkan bahwa nilai signifikan menunjukkan angka 0,034. Nilai signifikan 0,034 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua.
IMPLEMENTASI METODE HOME VISIT SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA ANAK KELOMPOK A (STUDI KASUS DI TK KRISTEN KERTEN TAHUN AJARAN 2021/2022) Alberto Awan Saputro; Siti Wahyuningsih; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.62745

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode home visit yang dilaksanakan oleh TK Kristen Kerten pada anak kelompok A selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur, observasi partisipasif, dan studi dokumen. Teknik uji validitas data yang dilakukan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini adalah dalam mengimplementasikan home visit terdapat tahapan yang perlu dilakukan mulai dari perencanaan seperti mengelompokan anak, menyusun jadwal, merancang kegiatan belajar. Kemudian pelaksanaan home visit dibagi menjadi kegiatan pembuka, inti dan penutup. Kegiatan lanjutan home visit dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh, dan terakhir monitoring  evaluasi dilakukan untuk memantau kegiatan belajar anak serta melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.