ABSTRAKSIManusia adalah sentral dari masalah lingkungan; apakah lingkungan hidup manusia akan terjaga dan lestari, atau menjadi rusak dan tercemar sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Namun masih banyak prilaku manusia pada jaman sekarang ini tidak begitu menghiraukan keadaan lingkungannya, terutama pelestarian air. Manusia menganggap air itu mudah didapat, dan masih banyak orang tidak paham darimana datangnya air itu. Canakhya Nitisastra menyebutkan istilah Triji Ratna Permata yang artinya ada tiga ratna permata bumi yaitu air, tumbuh-tumbuhan dan kata-kata bijak. Dalam kitab Atharwaveda XVIII.1.17 ada disebutkan Trimi chandra yang bermakna ada tiga yang indah bersinar di bumi ini yaitu air, udara dan tumbuh-tumbuhan bahan makanan serta obat-obatan sebagai tiga yang membuat bumi ini indah dan bersinar sejuk. Pelestarian alam wajib dilakukan dengan tindakan nyata, dapat pula dilakukan melalui upaya ritual keagamaan yang menjangkau aspek supra-empiris. Salah satunya adalah melalui upacara yadnya yang dilaksanakan oleh masyarakat dalam kehidupan khususnya bagi umat Hindu. Masyarakat Desa Adat Ababi melaksanakan Upacara Ngebo yang merupakan pengejawantahan pelestarian lingkungan khususnya pelestarian air.Bentuk Upacara Ngebo terdiri dari beberapa tahapan upacara. Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari tahap awal ( persiapan) yaitu mempersiapkan segala keperluan yang dipakai mendukung pelaksanaan Upacara Ngebo. Selanjutnya tahap Negtegang beras ketan, Mapejati (Matur Piuning) sebagai permakluman kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Mendak Toya, Pati Kawenang dan Upacara Puncak. Eksistensi Ngebo bagi masyarakat Desa Adat Ababi dapat dikaji dari pelaksanaan upacara dan mitologinya. Implementasi Ngebo dalam pelestarian air, merupakan penyelamatan air yang merupakan sumber kehidupan dan kemakmuran, air adalah sumber kemuliaan dan kemakmuran semua mahluk hidup. Perlu diupayakan agar semua pihak paham bahwa air itulah yang sesungguhnya salah satu dari tiga “ ratna permata “ di bumi ini yang perlu dilestarikan. Sebagai Pengejawantahan konsep Tri Hita Karana dimana konsep tersebut mengandung tiga prinsip mewujudkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam lingkungan sehingga tercapai “moksartham jagadhita ya ca iti dharma (kebahagiaan lahir dan bhatin). Kata kunci : Pelestarian air, Upacara Ngebo, dan Tri Hita Karana