Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MEMPERKUAT KESADARAN BELA NEGARA DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF KEKINIAN Angga Mahendra, Putu Ronny; Kartika, I Made
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i3.28600

Abstract

Globalisasi merupakan peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh semua warga dunia termasuk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju akan memberikan dampak globalisasi yang positif maupun negatif bagi kehidupan manusia. Pancasila sebagai kausa materialis merupakan produk warisan leluhur yang digali dari nilai budaya bangsa Indonesia. Isi dari warisan leluhur tersebut berupa nilai-nilai askiologis Pancasila yang dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam berperilaku sehari-hari, baik sebagai individu, maupun sebagai anggota masyarakat. Bela Negara adalah suatu pengabdian semua warga Negara dalam setiap bentuknya, untuk kepentingan bangsa dan negaranya, yang mengacu pada kondisinya sebagai suatu Dharma Agama dan Dharma Negara. Sikap defensif ini akan membantu memperkuat kondisi bangsa yang besar ini yang bernama Indonesia bertahan di tengah terpaan arus kemajuan global yang beegitu cepat dan mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Indonesia akan tetap hidup dalam keberagaman, maju dalam mencapai cita-cita kemerdekaannya, dan kuat di mata dunia. Hal ini akan dipererat dan diperkuat dengan nilai-nilai Pancasila kita sebagai pandangan dan pedoman hidup berkepribadian, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
MEMBANGUN KARAKTER BERLANDASKAN TRI HITA KARANA DALAM PERSPEKTIF KEHIDUPAN GLOBAL Angga Mahendra, Putu Ronny; Kartika, I Made
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34144

Abstract

Proses pendidikan karakter melalui konsep ajaran Tri Hita Karana disekolah adalah dengan cara mendidik siswa untuk selalu berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dengan membiasakan siswa untuk selalu berdoa (Trisandya) sebelum proses pembelajaran dimulai, selalu bersembahyang di pura yang ada disekolah, mengajarkan siswa untuk selalu sembahyang di rumah masing-masing sebelum berangkat kesekolah. Dengan mengajarkan rasa bhakti kepada Tuhan peserta didik diberikan pemahaman bahwa bhakti adalah merupakan kasih sayang yang mendalam kepada Tuhan. Dengan selalu berbhakti kepada Tuhan maka peserta didik akan selalu memiliki sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan siswa akan mampu hidup rukun dengan temantemannya di sekolah maupun dengan pemeluk agama lain. Proses pendidikan karakter melalui implementasi ajaran Tri Hita Karana disekolah adalah melalui : 1) pendidikan dan latihan (soft skill dan enterprenership), 2) mengajak siswa untuk selalu menggali ilmu pengetahuan dan ketrampilan dari orang-orang yang sukses, 3) mengajak mahasiswa bergaul dalam orang-orang unggul dan pintar, 4) mengarahkan dan mengajak siswa agar yakin dan percaya dan dlindungi Tuhan Yang Maha Esa, 5) memberikan contoh, dan 6) memberikan contoh dengan cara selalu hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan. Perubahan dan perkembangan kehidupan manusia saat ini semakin cepat, instan, dan pragmatis yang menuntut manusia untuk berpikir cerdas, cermat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan ini akan menuntut perubahan mindset atau pola pikir yang menyebabkan kehidupan tidak harmonis dan lepas dari konsep ajaran Tri Hita Karana. Ajaran Tri Hita Karana menggariskan umat manusia untuk selalu berupaya menjalin kehidupan harmonis terhdapa alam dan lingkungannya. Realita yang terjadi sangat paradox antara harapan dengan kenyataan, dimana manusia hilang kendali untuk mengupayakan hubungan terhadap tiga komponen yang terkonsepsi dalam ajaran Tri Hita Karana.
Antecedents of Trust and Its Consequences on Continuous Usage Intention E-Money Herlambang, Putu Gede Denny; Amrita, Nyoman Dwika Ayu; Kartika, I Made; Mandiyasa, I Kadek Sara
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagaditha Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagaditha (In Press)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jj.11.2.2024.193-205

Abstract

This research is motivated by the development of technology in the field of information and communication which has an impact on the emergence of new innovations in terms of electronic payments. Non-cash money or electronic money (e-money) is a payment instrument that fulfills the elements, namely issued on the basis of the value of money deposited in advance by the holder to the issuer, the value of money is stored electronically in a medium such as a server or chip, used as a means of payment to merchants who are not the issuer of the electronic money and the value of electronic money deposited by the holder and managed by the issuer is not a deposit as referred to in the laws governing banking.The benefits and convenience offered by electronic money can influence the increase in users. When a product has benefits and convenience when used in everyday life, it is likely that the product will be used by the wider community. This study aims to explain the factors that influence trust and its consequences on continuous usage intention of e-money in Denpasar City in terms of perceived benefits, perceived convenience and perceived risk. Trust here acts as a mediating variable. The research sample was 100 people in Denpasar city. The research method used is quantitative method with PLS-based structural equation model analysis or SEM. This research shows that perceived benefits and perceived ease of use influence respondents confidence in using e-money continuously, while perceived risk does not show any influence on respondents confidence in their intention to use e-money continuously. Furthermore perceived benefits and perceived ese of use hav positive effect on the intention to continue using e-money, while perceived risk has no effect on the intention to use e-money continuously.
Curriculum Development in Indonesia from a Historical Perspective Abidin, Dindin; Retnaningrum, Elly; Parinussa, Jolanda Dessye; Kuning, Dewi Sri; Manoppo, Yance; Kartika, I Made
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.175

Abstract

Kurikulum memiliki kedudukan yang srategis dan fundamental dalam menunjang kemajuan pendidikan suatu negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kurikulum yang telah diterapkan di Indonesia dalam perspektif sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik dokumentasi dan kepustakaan. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjalanan sejarah kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia dalam perspektif studi komparatif.Tinjauan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penggunaan kurikulum pada Lembaga Pendidikan.
PENGARUH PELATIHAN DAN BEBAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT BPR TRIDARMA PUTRI DI KABUPATEN KLUNGKUNG Lisnawati, Ni Wayan; Kartika, I Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v15i1.1078

Abstract

BPR memiliki peran yang sangat krusial karena mampu mendukung perekonomian lokal dengan membantu membiayai usaha kecil dan menengah yang merupakan tumpuan ekonomi lokal. Mengoptimalkan produktivitas pekerja pada BPR akan mampu menghasilkan efisiensi dan daya saing yang tinggi. Adapun tujuan studi ini untuk mengetahui pengaruh diantara pelatihan dan beban kerja secara parsial dan simultan dalam mengoptimalkan produktivitas kerja karyawan pada PT BPR Tridarma Putri di Kabupaten Klungkung. Jumlah populasi serta sampel sejumlah lima puluh dua orang karyawan dengan teknik sampling sensus. Selanjutnya data analisis menggunakan analisis kuantitatif terdiri dari uuji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis uji koefisien determinasi, analisis statistik uji F (F-test), dan analisis statistik uji t (t-test). Hasil analisis memberikan temuan bahwa pelatihan dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara serempak terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT BPR Tridarma Putri. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan secara individual terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT BPR Tridarma Putri dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT BPR Tridarma Putri.
Pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Karya Dewata Abadi Denpasar Yeniari, Ni Kadek; Kartika, I Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v15i1.1080

Abstract

Kinerja karyawan merupakan capaian kerja karyawan baik dalam satuan kuantitatif maupun Salah satu usaha perusahaan dalam memenuhi kebutuhan karyawan adalah dengan peningkatan peran pimpinan, kompetensi disertai komitmen organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan kompetensi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT Karya Dewata Abadi Denpasar. Penelitian ini dilakukan di PT Karya Dewata Abadi Denpasar dengan jumlah populasi sebanyak 38 orang karyawan. Penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga seluruh anggota populasi dilibatkan sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan (1) kepemimpinan kompetensi dan komitmen organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (3) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (4) komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Disarankan pimpinan diharapkan sering berdiskusi dan memberikan bimbingan kepada karyawan, menyelenggarakan pelatihan dengan berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan, memperhatikan kebutuhan karyawan berupa gaji, kebutuhan rasa aman dalam bekerja, penghargaan dan kesempatan promosi kepada karyawan serta pimpinan memberikan contoh nyata bagaimana menerapkan sikap etos kerja misalnya dalam menghargai waktu, tangguh dan pantang menyerah dalam bekerja.
Pengaruh Pengaruh Motivasi dan Beban Kerja Terhadap Turnover intention pada PT. Industri Jamu Borobudur Cabang Bali. Krisna Putra, Ketut Alit Adi Sena; Kartika, I Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 15 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v15i2.1142

Abstract

Paying attention to keeping turnover intention low is an important investment for the sustainability and long-term success of the company. For companies capable of providing high job motivation, as well as well-measured workloads and responsibilities, are crucial aspects to be considered. The main issue for the company is the high turnover rate. One of the causes of high turnover intention among employees is motivation and workload at PT. Industri Jamu Borobudur Bali branch. This study aims to analyze the influence of motivation and workload on turnover intention. The sample size used in this research is 53 respondents. Data analysis was conducted using instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, determination analysis, significance test (t-test), and significance test (F-test). The research results show a positive and significant partial as well as simultaneous influence between motivation and workload on turnover intention at PT. Industri Jamu Borobudur Bali branch
Alur Pemikiran Finalisasi Pancasila dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Santika, I Gusti Ngurah; Sujana, I Gede; Kartika, I Made; Suastika, I Nengah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.212 KB) | DOI: 10.17977/um019v7i3p552-561

Abstract

This study aimed to describe the historical review of the formulation and ratification of the Pancasila and to analyze the flow of thought for the finalization of Pancasila in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This study used ideological-historical methods with literature study techniques. The Panitia Sembilan formulated Pancasila's ideology at the Investigative Agency for the Preparatory Work for Independence (BPUPK) meeting on 29 May 1945 to 1 June 1945 and stipulated in the Jakarta Charter on 22 June 1945 and ratified by the Preparatory Committee for Indonesian Independence (PPKI) on 18 August 1945. Finalization of Pancasila in the Constitution The Republic of Indonesia of 1945 was based on the ideological historical experience of the Indonesian nation to maintain national integration by limiting the authority of the People's Consultative Assembly as contained in Article 37 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.This study aimed to describe the historical review of the formulation and ratification of the Pancasila and to analyze the flow of thought for the finalization of Pancasila in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This study used ideological-historical methods with literature study techniques. The Panitia Sembilan formulated Pancasila's ideology at the Investigative Agency for the Preparatory Work for Independence (BPUPK) meeting on 29 May 1945 to 1 June 1945 and stipulated in the Jakarta Charter on 22 June 1945 and ratified by the Preparatory Committee for Indonesian Independence (PPKI) on 18 August 1945. Finalization of Pancasila in the Constitution The Republic of Indonesia of 1945 was based on the ideological historical experience of the Indonesian nation to maintain national integration by limiting the authority of the People's Consultative Assembly as contained in Article 37 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.
Kebijakan Yudikatif untuk Mengatasi Disparitas Pidana dalam Tindak Pidana Korupsi yang Dikaitkan dengan Prinsip Kebebasan Hakim Antoni, Agus; Helvis, Helvis; Nardiman, Nardiman; Kartika, I Made
Social Science Academic Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v2i2.5869

Abstract

Korupsi di Indonesia terjadi secara sistimatis dan berkembang ke hampir seluruh daerah di Indonesia baik di sektor pemerintahan maupun sector swasta (perusahaan). Hal ini tentu merugikan, sehingga sebagai bentuk upaya pemberantasan tindak pidana korupsi maka pemerintah membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga negara independent berdasarkan amanat dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang kemudian diwujudkan melalui Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur secara khusus tentang KPK kemudian disempurnakan kembali dan terbitlah Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019. Dalam penerapan asas kebebasan hakim, sudah seharusnya hakim mempunyai persepsi yang sama tentang menerapkan aturan hukum sehingga mengurangi terjadinya disparitas putusan. Selain itu, menerbitkan suatu pedoman dalam penjatuhan tindak pidana juga dibutuhkan untuk menyelaraskan pandangan hakim dalam menjatuhkan vonis perkara korupsi. Dengan adanya keseragaman pola pikir di dalam penjatuhan vonis perkara korupsi maka diharapkan tidak terjadi lagi adanya disparitas pemidanaan yang berujung kepada ketidakpuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dan bertujuan untuk mengetahui tentang kaitannya asas kebebasan hakim dalam menyelesaikan perkara pidana serta bagaimana penerapan PERMA 1/2020 sebagai salah satu Langkah dalam mengurangi disparitas putusan pemidanaan.
Assessing the Performance and Competitive Strategies of Bamboo Weaving MSMEs in Bali Using Quantitative Associative Causal Design Kartika, I Made; Sumada, I Made; Suwandana, I Made Adi; Adnyana, Yudistira; Sedana, I Dewa Gede Putra; Meryawan, I Wayan
Journal of Applied Data Sciences Vol 5, No 3: SEPTEMBER 2024
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v5i3.320

Abstract

This study explores the factors influencing the competitiveness and performance of bamboo weaving Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bali, using a quantitative associative causal design. Bamboo weaving, an integral part of Balinese culture, faces significant challenges post-COVID-19. This research aims to analyze key factors such as business capabilities, product quality, infrastructure, technology, resources, government policies, and external support, and their impact on the competitiveness and performance of these MSMEs. Data were collected from 100 bamboo weaving MSMEs in Buleleng and Bangli using structured surveys. The collected data were analyzed using Partial Least Squares (PLS) structural equation modeling to validate the proposed hypotheses. The study reveals that product quality (path coefficient = 0.275, t-statistic = 3.048, p-value = 0.003), infrastructure (path coefficient = 0.187, t-statistic = 2.176, p-value = 0.032), technology (path coefficient = 0.239, t-statistic = 3.231, p-value = 0.002), resources (path coefficient = 0.179, t-statistic = 2.048, p-value = 0.043), and external support (path coefficient = 0.185, t-statistic = 2.387, p-value = 0.019) significantly influence the competitiveness of bamboo weaving MSMEs. In contrast, business capabilities (path coefficient = 0.169, t-statistic = 1.856, p-value = 0.066) and government policies (path coefficient = - 0.031, t-statistic = 0.283, p-value = 0.778) were found to be insignificant in this context. The findings indicate that improvements in product quality, better infrastructure, adoption of modern technologies, effective resource management, and robust external support systems are critical in enhancing competitiveness. However, the expected positive impact of competitiveness on MSME performance (path coefficient = 0.182, tstatistic = 1.269, p-value = 0.207) was not statistically significant. This suggests that factors beyond competitiveness, such as market conditions and internal business processes, play a more substantial role in determining performance outcomes. This study provides practical recommendations for MSMEs to enhance competitiveness, emphasizing the need for improved product quality, infrastructure, technology adoption, resource management, and leveraging external support. Additionally, the research highlights the necessity for stronger, more effective government policies tailored to the unique challenges of bamboo weaving MSMEs. These insights are valuable for MSME owners, policymakers, and stakeholders aiming to support the bamboo weaving industry in Bali, ensuring its sustainability and growth in the post-pandemic era.