Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Bamboo Craft Business Development Strategy In Bangli District Kartika, I Made; Amrita, Nyoman Dwika Ayu; Sedana, I Dewa Gede Putra; Herlambang, Putu Gede Denny
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 9 No. 1 (2024): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmksp.v9i1.13497

Abstract

Bangli Regency is one of the centers for bamboo craft businesses in Bali Province. The bamboo craft products produced are keben, rice baskets, capil, bamboo bags, sokasi, and other woven materials made from bamboo. This research aims to determine the existence of craftsmen, their advantages and disadvantages as well as strategies that can be applied for business development. This research method uses descriptive to obtain an overview of business existence using IE (internal and external) matrix for effort to develop bamboo craft businesses in Bangli Regency. Based on the results of data collection, it is known that the total value of the IFE matrix owned by craftsmen is 3.47 and the total value of the EFE matrix is 3.15. This score is in the first cell of the IE matrix which means growth and development. There are three alternative strategies that can be implemented by craftsmen in developing their business, namely: 1). Market penetration; 2). Market development or expansion; and 3). Product development. Based on the QSPM results, market development or expansion had the highest Total Attractive Score (TAS) score, so it was selected as the most recommended strategy.
PKM Kerajinan Anyaman Bambu Di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung Kartika, I Made; Sumada, I Made; Sudika, I Gusti Made; Suwandana, I Made Adi; Sedana, I Dewa Gede Putra
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.143

Abstract

Kelompok usaha pengerajin anyaman bambu terutama penjor sebagai sarana upakara memiliki suatu prospek yang baik. Solusi kegiatan dengan memberikan bantuan dalam produksi berupa mesin paku tembak yang akan dikombinasikan dengan mesin kompresor. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pembentukan kerangka dan mempercepat proses pembuatan kerangka sanggah penjor yang akan diproduksi. Pada bidang pemasaran diberikan penyuluhan berbasis teknologi 4.0 yaitu pemasaran memakai media elektronik dan media sosial. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan di Desa Belok Sidan pada bulan Oktober-November 2023. Metode yang digunakan yaitu: penyuluhan dan pelatihan pada pendampingan pembuatan anyaman bambu sebagai aksesoris kelengkapan upacara berupa penjor. Hasil kegiatan kelompok usaha pengrajin anyaman bambu Desa Belok Sidan menunjukkan peningkatan dari 50 buah menjadi 150 buah per hari. Model manajemen operasional yang telah dilakukan pada proses produksi dapat mempercepat waktu kerja, sehingga biaya operasional pekerjaan menjadi murah dan penggunaan tenaga kerja serta waktu yang efesien. Manfaat kegiatan ini dapat melestarikan tanaman bambu di sekitar lahan penduduk, memperkenalkan hasil kerajina anyaman bambu, serta mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan kelompok usaha pengerajin pengerajin dan masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan sumberdaya lokal
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DI KELURAHAN SESETAN KOTA DENPASAR Agung Nusantari, Ida Ayu; Sri Widnyani, Ida Ayu Putu; Kartika, I Made
Jurnal Widya Publika Vol 11 No 2 (2023): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v11i2.1098

Abstract

Pelayanan publik merupakan pelayanan dasar dalam pelayanan pemerintahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam memberikan pelayanan publik, Kelurahan Sesetan akan mengacu pada standar pelayanan publik Kelurahan Sesetan. Adanya permasalahan terkait efektivitas pelayanan publik terhadap penyandang disabilitas di Kelurahan Sesetan Kota Denpasar, kondisi tersebut melatarbelakangi penelitian ini dalam rangka mengetahui bagaimanakah efektivitas, kendala dan strategi yang dilakukan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik terhadap penyandang disabilitas di Kelurahan Sesetan Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas, kendala dan strategi yang dilakukan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik terhadap penyandang disabilitas di Kelurahan Sesetan Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan publik terhadap penyandang disabilitas di Kelurahan Sesetan Kota Denpasar dilihat dari indikator pencapaian tujuan sudah efektif, namun dilihat dari indikator integritas dan adaptasi belum sepenuhnya efektif. Adapun yang menjadi kendala adalah belum memiliki standar operasional prosedur pelayanan khusus untuk disabilitas, belum melakukan sosialisasi dan sarana prasarana pendukung belum memadai. Stategi yang dilakukan adalah perlu menyususn dan menetapkan SOP khusus untuk pelayanan penyandang disabilitas serta mensosialisasikan kepada masyarakat dan pemenuhan sarana prasarana penunjang yang belum memadai.
Peran Media Sosial Sebagai Media Promosi Wisata Spiritual Di Panglukatan Solas Pura Taman Mumbul Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Kartika, I Made; Sumada, I Made; Parhesia, Kadek Prima; Riadi, Kadek Argian Dwi; Simontana, Gede Tomy; Wiranata, I Putu Gede Agus; Kaka, Ekson
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.159

Abstract

Perkembangan pariwisata religi Penglukatan Pancoran Solas Pura Taman Mumbul menjadi tren berkunjung untuk melakukan aktivitas pariwisata religi, dikarenakan memiliki nilai spiritual, hal tersebut sebagai daya tarik masyarakat yang ingin mencoba untuk berkunjung ke tempat tersebut. Adapun tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media sosial sebagai media promosi wisata spiritual di Panglukatan Solas Pura Taman Mumbul Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Metode penulisan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data, serta teknik penyajian hasil analisis. Dalam pemanfaatan platform media sosial untuk promosi masih belum optimal. Rekomendasi upaya promosi menggunakan seluruh platform media sosial dengan saling tertaut antara satu platform media sosial dan yang lainnya. Pihak pengelola agar dapat menggandeng infuencer lokal untuk pembuatan konten media sosial agar lebih menarik. Bekerjasama dengan agen perjalanan untuk memasukan kedalam daftar objek wisata yang akan dikunjungi. Pihak pemerintah juga dapat membantu mempromosikan dengan cara memasukan Penglukatan Pancoran Solas Pura Taman Mumbul kedalam media sosial milik pemerintah dan mengadakan event atau acara bersifat offline untuk menarik wisatawan
Bureaucratic Challenges in Village Fund Management: Effects on Tourism Village Community Welfare Sumada, I Made; Aryana, I Wayan Putu Sucana; Kartika, I Made; Suwandana, I Made Adi; Adnyana, Yudistira
Ilomata International Journal of Management Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes the bureaucratic challenges in managing village funds and their impact on welfare improvement in the tourism village community by taking Badung Regency in Bali as the case study. Specifically, it examines how government role, governance, and social capital may influence fraud and economic performance in determining community welfare improvement. In this quantitative study, data were obtained from 150 respondents who used structured questionnaires with a Likert scale ranging from 1-5. Data was analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The results indicated that governance and social capital significantly enhance economic performance and welfare at the community level and reduce fraud. Financial performance at the district/municipality level mediates the positive influence of governance and social capital on welfare at the community level. In contrast, fraud negatively mediates the impact of governance on economic performance. These findings emphasize the need to strengthen governance, build social capital, and minimize fraud to maximize village funds for sustainable community development in tourism villages. The study provides actionable insight into how policymakers and stakeholders can improve village fund management and enhance rural welfare.
Bureaucratic Challenges in Village Fund Management: Effects on Tourism Village Community Welfare Sumada, I Made; Aryana, I Wayan Putu Sucana; Kartika, I Made; Suwandana, I Made Adi; Adnyana, Yudistira
Ilomata International Journal of Management Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes the bureaucratic challenges in managing village funds and their impact on welfare improvement in the tourism village community by taking Badung Regency in Bali as the case study. Specifically, it examines how government role, governance, and social capital may influence fraud and economic performance in determining community welfare improvement. In this quantitative study, data were obtained from 150 respondents who used structured questionnaires with a Likert scale ranging from 1-5. Data was analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The results indicated that governance and social capital significantly enhance economic performance and welfare at the community level and reduce fraud. Financial performance at the district/municipality level mediates the positive influence of governance and social capital on welfare at the community level. In contrast, fraud negatively mediates the impact of governance on economic performance. These findings emphasize the need to strengthen governance, build social capital, and minimize fraud to maximize village funds for sustainable community development in tourism villages. The study provides actionable insight into how policymakers and stakeholders can improve village fund management and enhance rural welfare.
PKM KELOMPOK PENGRAJIN SERUNDENG DI DESA JAGAPATI KABUPATEN BADUNG Kartika, I Made; Kusuma Dewi, Ni Luh Putu Geney Sri
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Akses Juni 2022
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v14i1.861

Abstract

Desa Jagapati yang berada diwilayah Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung mempunyai potensi alam yang melimpah, salah satunya adalah kelapa. Kelapa dimanfaatkan oleh pengrajin serundeng dalam memproduksi serundeng. Akan tetapi warga belum memanfaatkan buah kelapa secara optimal, menjual kelapa alam butiran. Karena kelapa mempunyai nilai ekonomis yang tinggi walapun harga sering fluktuatif dikarenakan tergantung musim, kelapa dapat menjadi sumber penghasilan pada saat harga tinggi. Informasi dan ketrampilan yang dimiliki pengrajin masih kurang sehingga peluang pengembangan buah kelapa menjadi produk kurang inovatif. Disamping isi kelapa digunakan untuk produk serundeng, bisa juga digunakan untuk santan. Kulit luar kelapa digunakan sebagai hiasan alas pot bunga, begitu juga kulit dalam batok kelapa digunakan sebagai bahan ukiran cinderamata. Berdasarkan potensi alam dan warga yang belum terampil dalam mengolah buah kelapa menjadi produk serundeng, maka melalui kegiatan KAT (Kuliah Aplikatif Terpadu) mahasiswa Universitas Ngurah Rai membantu mengatasi masalah dalam meningkatkan produksi serundeng pada pengrajin serundeng di desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kondisi Covid-19 membawa dampak penurunan produksi SERUNDENG. Permasalahan yang dihadapi kelompok usaha Serundeng disamping Covid-19 yang memberikan dampak terhadap produksi dan pemasaran produk serundeng. 1)Penurunan jumlah produksi dari 50kg menjadi 25kg per hari, 2) Pasokan bahan baku kelapa yang menurun, 3 )Kurangnya stok kelapa. Dalam pemasaran permasalahan yang dihadapi oleh kelompok serundeng kelapa adalah informasi tentang pasar,sehingga pemasaran produk hanya dititip pada warung. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan berdasarkan analisis situasi potensi serta permasalahan mitra yang dihadapi oleh kelompok usaha serundeng, serta metode pelaksanaan program pada pengrajin serundeng di desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Maka program yang akan ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut rencananya dilakukan dalam bentuk pendidikan melalui pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat melalui Program Kemitraan pada Masyarakat (PKM), dengan mengadakan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan. Program yang dapat dilaksanakan dalam bidang produksi adalah dengan mengadopsi teknologi Model Pengupas Kelapa yang dirancang berupa “alat pengupas kelapa menjadi serundeng”, guna meningkatkan jumlah produksi serundeng pada pengrajin di desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, dari 50 kg per hari hingga bisa mencapai 75kg per hari. Kegiatan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pemasaran antara lain: 1)Melaksanakan kemitraan, yaitu dengan menjalin kemitraan dengan pemilik usaha yang bergerak dalam usaha yang sejenis yang membutuhkan produk serundeng seperti rumah makan, owner atau pedagang alat dan bahan upakara; 2)Membuat desain kemasan produk, dalam ukuran 0,5kg, 1kg, 2kg dan 5kg dengan desain yang menarik, ini bermanfaat menjaga kualitas dan tampilan produk; 3)Memberikan merk/label pada produk sebagai suatu jaminan/garansi bahwa produk mempunyai kualitas yang dipercaya konsumen. Metode pelaksanaan dalam mengatasi masalah dengan pelatihan dan evaluasi proses produksi dan program berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan dari program PKM ini diharapkan dapat meningkatkan omzet produksi serundeng pada pengrajin serundeng di Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung dari 50kg per hari menjadi 75 kg per hari. Produk terjamin kesehatan dan kualitasnya dengan ditanda label/brand. Menjalin kerjasama dengan rumah makan, dan owner/pedagang alat dan bahan upakara untuk kelengkapan upacara Hindu khususnya. Disamping kegiatan diatas target luaran berkaitan dengan publikasi PKM Universitas Nguah Rai Denpasar, melakukan publikasi di Jurnal ber ISSN/proseding, publikasi pada media cetak seperti Bali Post
Model keunggulan bersaing UMKM kerajinan anyaman bambu di Bali Kartika, I Made; Sumada, I Made; Suwandana, I Made Adi; Sedana, Dewa Gede Putra; Herlambang, Putu Gede Denny; Adnyana, Yudistira; Utama, I Gusti Bagus Rai
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243294

Abstract

The COVID-19 pandemic has affected all business sectors, including micro, small and medium enterprises (MSMEs). One of the MSMEs affected is the bamboo handicraft MSME in Bali. However, currently economic conditions are starting to rise. MSMEs must formulate new strategies to improve their competitiveness. Based on this review, this study aims to explore these aspects in depth to build the competitive advantage of bamboo plaiting MSMEs in Bali. In addition, this study also describes the supporting and inhibiting factors in increasing the competitive advantage of bamboo woven MSMEs in Bali in terms of the use of raw materials, production processes, and marketing strategies. This research includes descriptive qualitative research with data collection techniques through interviews. The research informants were 10 bamboo weaving craftsmen in Buleleng, and Bangli Regencies. The data analysis technique used qualitative data analysis. The results concluded that the competitive advantage model of bamboo plaiting MSMEs in Bali was built through 3 elements, namely raw materials (adequacy of raw materials, planning planting and harvesting time, selection of raw materials, use of quality raw materials), production processes (maintaining handmade, innovation, use of drying machines), and marketing strategies (improving network quality, participating in digital marketing training, and using online marketing strategies).
The Influence of Servant Leadership and Organizational Culture through Employee Integrity on the Performance of Civil Servants at the Office of Education, Youth and Sports (DISDIKPORA) of Bali Province Wilantari, Sang Ayu Ketut Sidan; Sumada, I Made; Kartika, I Made
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 6 Nomor 2
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i2.3852

Abstract

The performance of civil servants at the Bali Provincial Department of Education, Youth, and Sports (Disdikpora) has not been optimal, as reflected in the decline of several performance indicators in the 2022–2023 Government Performance Accountability Report (LAKIP). This study aims to analyze the influence of servant leadership and organizational culture on the performance of civil servants through employee integrity as a mediating variable. The research employs a quantitative approach with a descriptive-explanatory method. Data were collected through questionnaires distributed to 104 civil servants at the Bali Provincial Disdikpora. Data analysis utilized Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS) using SmartPLS 3.0 software. The results indicate that servant leadership and organizational culture significantly and positively influence civil servant performance directly and indirectly through employee integrity. Employee integrity also significantly and positively affects performance. The study recommends that the Bali Provincial Disdikpora implement servant leadership and strengthen an organizational culture that supports employee integrity to enhance performance.
Peran Generasi Muda Dalam Menangkal Hoax Di Media Sosial Untuk Membangun Budaya Demokrasi Indonesia Kartika, I Made; Mustika, I Putu Bagus
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 1 No. 2 (2023): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v1i2.26

Abstract

Di era digital ini, hoax sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan politik. Selama ini hoax di media sosial telah mengikis kedamaian, persaudaraan, toleransi dan menghargai perbedaan, saling percaya, dan taat pada hukum yang merupakan budaya demokrasi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran generasi muda dalam menangkal hoax di media sosial untuk membangun budaya demokrasi Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kajian literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa peran generasi muda dalam menangkal hoax di media sosial untuk membangun budaya demokrasi Indonesia dilakukan dengan (1) membangun budaya bermedia sosial dengan etika yang santun; (2) menjernihkan narasi politik yang mengandung kebohongan di media sosial; (3) menggelorakan semangat nasionalisme dalam berpolitik di media sosial; (4) melaporkan konten atau akun yang menyebarkan berita politik yang hoax; (5) bergabung atau membentuk organisasi/komunitas.