Articles
Analisis Implementasi Lima Nilai Karakter Pendidikan pada Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Dasar
Dinia Khairani;
Elpri Darta Putra
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1198
Tujuan dari riset ini mendeskripsikan perencanaan, implementasi dan evaluasi Pendidikan karakter pada kegiatan pembelajaran Kelas IV SDN 145 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dokumen. Kemudian teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini SDN 145 Pekanbaru belum memiliki program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sehingga perencanaan implementasi 5 nilai karakter utama tidak disusun secara tertulis. Pelaksanaan implementasi 5 nilai karakter utama di dalam kelas pada pembelajaran tematik dan mulok tidak berjalan dengan baik pada RPP daring langkah pembelajaran tidak menanamkan nilai-nilai karakter. karena dalam proses pembelajaran guru hanya memberikan tugas kepada siswa, meminta siswa mengirimkan tugas dan siswa diminta belajar sendiri materi pembelajaran. Pelaksanaan implementasi 5 nilai karakter utama di luar kelas tidak dapat dilaksanakan yaitu kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan pembiasaan sekolah karena dampak dari penyebaran virus Covid-19. Dengan demikian, evaluasi implementasi 5 nilai karakter utama di SDN 145 Pekanbaru tidak berjalan karena dampak kegiatan sekolah yang dilakukan secara online atau daring
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Masa Pandemi COVID-19
Siti Hamida;
Elpri Darta Putra
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mi.v26i3.39024
Pandemi covid-19 memberikan dampak terhadap Pendidikan, yaitu salah satunya rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas IV Sekolah Dasar, dengan subjek 3 siswa dan 3 orang tua siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut. Subjek pertama, orang tua memiliki peran yang tinggi dalam motivasi belajar siswa. Subjek memiliki motivasi belajar yang tinggi. Subjek kedua, orang tua memiliki peran memotivasi belajar siswa yang rata-rata. Subjek memiliki motivasi belajar yang rata-rata. Subjek ketiga, peran orang tua dalam memotivasi belajar siswa cukup rendah.Subjek memiliki motivasi belajar yang cukup rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting untuk mengembangkan kemampuan anak-anaknya. Orang tua adalah yang pertama dan pendidik utama dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang maksimal agar anak terdidik dalam segala aspek dan meningkatkan peran orang tua sebagai pendidik dalam keluarga. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya memotivasi mereka dengan cepat. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Peduli Terhadap Lingkungan Pada Sekolah Adiwiyata di SD
Dinda Salsa Meika R;
Elpri Darta Putra
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mi.v26i3.39617
Salah satu sekolah yang menerapkan program sekolah Adiwiyata, dan menemukan permasalahan seperti tidak adannya sanksi atau hukuman terhdap warga sekolah atau peserta didik yang melanggar peratura. Masih banyak ditemui siswa/i yang membuang sampah tidak pada tempatnya,dan adanya kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program Adiwiyata dalam membentuk karakter siswa dan kendala yang dialami guru untuk membentui karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah dan 2 guru kelas V. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan adiwiyata SD telah diterapkan dengan baik. Seperti contoh sekolah telah mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang menunjang program adiwiyata. hal ini memberikan pemahaman kepada seluruh stake holder sekolah adiwiyata. Peran guru dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan juga terlihat dalam kegiatan pembelajaran dikelas maupun diluar kelas. Sebagai contoh kegiatan di dalam kelas ialah menyelipkan pembelajaran lingkungan hidup kedalam mata pelajaran walapun dari walikota sendiri tidak ada SK mengenai lingkungan hidup. Implikasi penelitian ini diharapkan guru memiliki RPP sebagai pedoman dalam mengerjakan pendidikan lingkungan hidup atau sikap peduli lingkungan kepada peserta didik.
The Effect of Learning Facilities and Family Environment on Motivation to Learn of Prospective Elementary Teacher Education on Online Learning
Eva Astuti Mulyani;
Mahmud Alpusari;
Elpri Darta Putra
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/jtlee.v4i1.7866
This research purpose determines the effect of learning facilities and family environment on motivation to learn of prospective elementary teacher education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Riau on online learning. The research method used is descriptive quantitative. The data used are primary data obtained directly from filling out a questionnaire by prospective elementary teacher education Class 2018, 2019, and 2020 students totaling 180 students. The results showed that there was a positive and significant effect of learning facilities and family environment on motivation to learn of prospective elementary teacher education in learning during, with the results of testing with the F test that obtained an F value of 21.272 with a significance value of F of 0.000 or a sig F value of <0.05. The multiple regression test results show that the coefficient of determination (R2) is 0.440 or 44%.
Improving Fourth Grade Students’ Critical Thinking Skills with MIKIR Approach
Mahmud Alpusari;
Eva Astuti Mulyani;
Neni Hermita;
Elpri Darta Putra
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/jtlee.v3i2.7850
This study aims to evaluate the implementation of an approach to improve elementary school students’ critical thinking skills. The approach is called MIKIR that stands for mengalami (experiencing), interaksi (interaction), komunikasi (Communication), internalisasi (internalization), and refleksi (reflection). This research was conducted at a public elementary school in Pasir Penyu District, Indragiri Hulu Regency, Indonesia. The subject of this research was 23 fourth grade students. The method used in this research was quasi-experimental method. The experimental design used in this study was pre-test and post-test one group design. The results of the study obtained an average pretest score of 22.13 and an average posttest score of 27.70 from a maximum score of 36. Based on these results, the score increased by 5.57 points or 20.10%. The overall average N-gain value of 0.41 with moderate criteria, so that the MIKIR approach can improve fourth grade students’ critical thinking skills. This result was supported by the results of student learning activities and student responses to learning with the MIKIR approach obtaining an average of 84.6% with a very good category.
PENINGKATAN PENGETAHUAN BUDAYA MELAYU MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL (CTL) KELAS IV SDN 191 PEKANBARU
Elpri Darta Putra;
Zaka Hadikusuma Ramadhan;
Eva Astuti Mulyani
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jta.v3i1.59-64
This research aims to describe to enhancement malay cultural knowledge of students Elementary School in Pekanbaru. The research was conducted at SDN 191 Pekanbaru City with the focus of the object of the research werw the students of class VI. The design of this research was PTK (Classroom Action Research). The initial data of students was obtained namely 66.38 and in the first cycle 72.75 increased by a difference of 6.37 units. While the average student learning outcomes in the first cycle of 72.75 and in the second cycle of 78.81 has increased by a difference of 6.06 units. The action is carried out by the teacher, by the teacher together with the students, or students under the guidance and direction of the teacher, with a view to improving and improving the quality of learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IIIA SD NEGERI 191 PEKANBARU
Delpika Delpika;
Mahmud Alpusari;
Zariul Antosa;
Elpri Darta Putra
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jta.v2i2.123-133
This research is based on low science learning achievement of student in class IIIA SD Negeri 191 Pekanbaru with the of students reach KKM is 20.51%. This research is a classroom action research. This research aims to science learning outcomes of students by implementing the cooperative learning model of type Make a Match. There are 39 students in the class, consisting of 21 boys and 18 girls. The instruments of data collection in this study were observation sheets of teacher activities and student activities as well as tests of science learning outcomes. The qualitative analysis showed an improvement of learning process prior to treatment of the first cycle to the second cycle. The result of this research showed an increase in student from the based score with the percentage 20,51%, to 53,85% on the first test and 87,18% on the second test. From the result of this study concluded that cooperative learning model of type make a match can improve the students learning achievement at class IIIA SD Negeri 191 Pekanbaru in the first semester academic years 2018/2019.
MOTIVASI BELAJAR IPS PADA MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)
Elpri Darta Putra;
Sapriya Sapriya;
Eva Astuti Mulyani;
Mitha Dwi Anggriani
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (649.327 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i3.8704
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar IPS siswa melalui model CTL siswa di SD. Desain penelitian menggunakan quasi Experiment. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V pada semester ganjil TA 2019/2020, dengan jumlah siswa 45 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yaitu tahapan pertama dan tahapan kedua. Setiap satu siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi dan angket untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis data-data tentang aktifitas guru dan siswa yang akan diamati. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa dengan menggunakan model CTL dapat memberikan motivasi belajar IPS siswa dilihat dari proses dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS, terlihat jelas bahwa proses pembelajaran IPS sebelum dilaksanakannya model CTL yaitu memiliki tingkat persentase rata-rata yaitu 70,29 Sementara itu, sesudah diterapkannya model CTL di kelas V SD ini mengalami peningkatan, hal tersebut menunjukkan melalui model CTL memberikan motivasi yang lebih baik terhadap proses belajar.
Analisis Implementasi Kurikulum PPKN Jenjang Pendidikan Dasar (SD/MI) dalam Perspektif Filosofis
Tri Syamsijulianto;
Sapriya Sapriya;
Elpri Darta Putra;
Mia Zultrianti Sari
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.265 KB)
|
DOI: 10.28926/riset_konseptual.v6i1.445
kurikulum di Indonesia telah berkembang dari sejak Indonesia merdeka, perkembangan yang terjadi begitu dinamis. Perubahan kurikulum yang akan dilihat aspek filosofisnya adalah kurikulum 1975, 1994 atau suplemen 1999, 2006 dan kurikulum 2013. Adapun metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur atau literature review, atau biasa juga disebut dengan library research. Adapun hasil penelitian ini akan memaparakan perkembangan dinamis kurikulum dilihat dari perspektif filosofisnya pada kurikulum untuk mata pelajaran PPKN di SD/MI dari tahun 1975,1994 atau suplemen 1999, 2006 dan kurikulum 2013. Jika dilihat dari analisis terhadap perspektif filosofis bahwa perkembangan kurikulum tersebut tentu aspek filosofis tidak dapat terlepas dari setiap perkembangan tersebut, karena filsafat sangat penting dalam membentuk atau membuat kurikulum menjadi baik.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pembinaan Kedisplinan Guru Di Sekolah Dasar
Siti hajar;
Elpri Darta Putra
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1191
Tujuan dari riset ini mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pembinaan kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugasnya di Sekolah Dasar, bagaimana strategi kepala sekolah terhadap pembinaan kedisiplinan guru dan kendala dalam pembinaan kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas di Sekolah Dasar Negeri 29 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dokumen. Kemudian teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini kepala sekolah dan guru sudah memahami tentang konsep disiplin itu sendiri. Guru-guru juga sudah mengetahui berbagai peraturan yang ada di sekolah dan berusaha untuk mematuhi peraturan-peraturan tersebut. Dalam pelaksanaannya, jika ada guru yang melanggar peraturan harus diberi sanksi, namun di SD Negeri 29 Pekanbaru belum pernah ada sanksi berat yang diterima guru, hanya ada teguran dari kepala sekolah jika ada guru yang melanggar peraturan yang ringan, seperti terlambat datang ke sekolah