Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Suatu Tinjauan Literatur tentang Pengembangan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Hasan, Abd.Wahid; Akbar, Ady; Putra, Elpri Darta
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jurinotep.v4i2.228

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan literatur yang komprehensif mengenai integrasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendukung pengembangan kreativitas siswa pada jenjang sekolah dasar. Transformasi pendidikan abad kedua puluh satu menuntut model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akumulasi pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa praktik pembelajaran Bahasa Indonesia masih didominasi pendekatan yang bersifat prosedural dan berorientasi pada aturan kebahasaan, sehingga belum sepenuhnya memberikan kesempatan bagi siswa untuk menafsirkan makna, mengembangkan gagasan, dan mengekspresikan ide secara orisinal. Melalui analisis sistematis terhadap berbagai publikasi nasional dan internasional, artikel ini mengkaji konstruksi teoretis mengenai kreativitas dalam pembelajaran bahasa, mengidentifikasi elemen elemen utama pendekatan deep learning yang relevan, serta menguraikan strategi pedagogis yang berpotensi memperkuat kedalaman pemahaman dan keterlibatan belajar yang kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas seperti membaca kritis, refleksi terhadap pengalaman berbahasa, eksplorasi teks autentik, diskusi kolaboratif, dan produksi karya kreatif berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kapasitas kognitif dan afektif siswa. Integrasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan arah baru bagi pengembangan desain instruksional yang lebih bermakna dan transformatif. Selain itu, temuan kajian ini menegaskan perlunya penelitian lanjutan untuk menguji model penerapan deep learning yang efektif dalam mendukung kreativitas siswa sekolah dasar.
Penguatan Performa Sepak Takraw, Manajemen Diri dan Motivasi Belajar Siswa SKO Riau Zulkifli, Zulkifli; Yani, Ahmad; Putra, Elpri Darta; Gunawan, Arzami; Azriqiansayah, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1603

Abstract

This community service program aims to strengthen sepak takraw performance, self-management, and learning motivation of students at the Riau Special Sports School (SKO). This activity was motivated by the need for student athlete development that focuses not only on improving sports performance but also on developing self-management and learning motivation to support balanced sports and academic achievement. The community service method was implemented through structured practice-based sepak takraw performance training, self-management mentoring, and strengthening learning motivation through an educational and reflective approach. The activity included planning, implementation, and evaluation stages. The results of the community service program demonstrated improvements in the quality of sepak takraw performance, self-management skills, and student learning motivation. This activity is important as a holistic development model for SKO students in achieving sustainable sports and academic achievement.
Pendampingan Literasi Digital Bertanggung Jawab bagi Siswa Sekolah Dasar : Pengabdian Leny Julia Lingga; Febrina Dafit; Purba Andy Wijaya; Elpri Darta Putra; Laili Rahmi; Egi Primanda; Tika Annisa Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.4862

Abstract

Perkembangan teknologi digital memengaruhi pola belajar dan perilaku siswa SD, sehingga perlu penguatan literasi digital yang tidak hanya teknis, tetapi juga berbasis nilai karakter dan keislaman. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital bertanggung jawab pada siswa SDIT Bunayya Pekanbaru melalui pelatihan terstruktur dan partisipatif dengan pendekatan deskriptif-partisipatif pada siswa kelas IV–VI. Kegiatan dilaksanakan 27 Mei 2025 melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan-evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Materi meliputi privasi dan keamanan data, etika komunikasi digital, kemampuan membedakan hoaks dan fakta, serta integrasi nilai karakter dan keislaman. Data diperoleh dari pre-test dan post-test, observasi, refleksi siswa, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek: privasi (42%→78%), etika (45%→80%), literasi hoaks (40%→76%), dan integrasi nilai (48%→82%), seluruhnya melampaui target minimal 70%. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis pengalaman langsung, media interaktif, dan nilai keislaman efektif meningkatkan pemahaman, sikap, dan kesadaran siswa dalam menggunakan media digital secara aman dan bertanggung jawab.
Hubungan Pendidikan Karakter Sopan Santun Terhadap Etika Siswa Kelas V SDN 160 Pekanbaru Sukma Nurhasanah; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1864

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya sikap sopan santun dan etika siswa di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter sopan santun terhadap etika siswa kelas V SDN 160 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 57 siswa kelas V SDN 160 Pekanbaru yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas 15 pernyataan variabel pendidikan karakter sopan santun dan 15 pernyataan variabel etika siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, regresi linear sederhana, dan uji t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter sopan santun memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap etika siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 6,364 > t tabel 2,004. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,424 menunjukkan bahwa pendidikan karakter sopan santun memberikan kontribusi sebesar 42,4% terhadap etika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik pendidikan karakter sopan santun yang diterapkan, maka semakin baik pula etika siswa kelas V SDN 160 Pekanbaru.
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Karakter Sosial Berbasis Sila Kedua Pancasila Pada Siswa Kelas Atas Sekolah Dasar Ika Devi Alviana; Elpri Darta Putra
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5581

Abstract

Social character problems among elementary school students, such as low tolerance, lack of empathy, and unfair behavior in interaction, indicate that the internalization of Pancasila values, particularly the second precept, has not been optimal, whereas the learning environment is theoretically a strategic factor in character building. This study aims to examine the effect of the learning environment on students' social character based on the second precept of Pancasila in the upper grades of SDN 58 Pekanbaru. A quantitative approach with an associative design was used, involving 70 students of grades IV, V, and VI selected through saturated sampling. Data were collected using validated and reliable Likert-scale questionnaires and analyzed through descriptive statistics, prerequisite tests, and simple linear regression. The results show that the learning environment has a positive and statistically significant effect on students' social character (t = 23.188; p < 0.001), with a coefficient of determination (R Square) of 0.888, indicating that the learning environment statistically accounts for 88.8% of the variance in students' social character scores within this model. These findings suggest that a conducive physical and social learning environment is associated with stronger social character among students, particularly in empathy, social care, and fairness as reflections of the second precept of Pancasila. As the design is associative and based on single-time questionnaires, the findings reflect a statistical relationship rather than an experimental causal effect.
Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembiasaan Siswa Di Kelas IV UPT SDN 001 Gunung Sahilan Asti Novitri; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan pada siswa kelas IV UPT SDN 001 Gunung Sahilan. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV yang dipilih secara purposive. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan pembiasaan, serta evaluasi yang didukung oleh penyediaan sarana dan prasarana sekolah. Bentuk pembiasaan meliputi piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, merawat tanaman, serta menghemat penggunaan air dan listrik. Keberhasilan pelaksanaan didukung oleh komitmen kepala sekolah, peran aktif guru, ketersediaan fasilitas, dan kerja sama antarsiswa. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kedisiplinan sebagian siswa serta pengaruh lingkungan di luar sekolah. Secara keseluruhan, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada siswa.
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai Kedisiplinan Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Di Kelas V SDN 006 Terpadukubang Jaya Cristin Sitorus; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.2051

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kedisiplinan sebagian siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang ditunjukkan melalui perilaku datang terlambat, kurang memperhatikan penjelasan guru, berbicara saat pembelajaran berlangsung, serta terlambat menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menanamkan nilai kedisiplinan siswa pada pembelajaran IPAS serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas VB dan siswa kelas VB SDN 006 Terpadu Kubang Jaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menanamkan nilai kedisiplinan melalui perannya sebagai teladan, pendidik, dan pembimbing. Guru memberikan keteladanan dengan hadir tepat waktu, mematuhi tata tertib sekolah, dan menunjukkan sikap disiplin. Sebagai pendidik, guru membiasakan siswa berbaris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mengerjakan tugas tepat waktu, serta melaksanakan piket kelas. Sebagai pembimbing, guru menerapkan aturan kelas, memberikan arahan, teguran, dan sanksi edukatif kepada siswa yang melanggar. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya disiplin, kurangnya dukungan orang tua, serta pengaruh teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanaman nilai kedisiplinan memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan antara guru, siswa, orang tua, dan sekolah agar karakter disiplin berkembang secara optimal.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Operasional Berhitung Di Kelas IIB SDN 143 Pekanbaru Imelda Mardiana; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.2068

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa pada materi operasional berhitung menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Proses pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan siswa kurang aktif, mudah bosan, dan kurang antusias mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap minat belajar siswa pada materi operasional berhitung di kelas IIB SD Negeri 143 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis Paired Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media Wordwall terhadap minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,029 < 0,05. Selain itu, nilai rata-rata minat belajar meningkat dari 8,76 pada pretest menjadi 9,71 pada posttest. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Wordwall terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa pada materi operasional berhitung di kelas IIB SD Negeri 143 Pekanbaru.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 182 PEKANBARU Wulan Dari; Elpri Darta Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17162

Abstract

This study was motivated by the low learning interest of fourth-grade students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject, which was caused by a learning process that did not actively engage students. The purpose of this study was to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on the learning interest of fourth-grade students in the IPAS subject at SDN 182 Pekanbaru. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all fourth-grade students at SDN 182 Pekanbaru, while the sample included an experimental class and a control class selected through purposive sampling. The research instrument was a learning interest questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing through the Independent Samples t-test. The findings revealed that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model had a significant effect on students' learning interest in the IPAS subject. Students who participated in learning through the Problem Based Learning (PBL) model demonstrated higher learning interest than those who received conventional instruction. Therefore, the Problem Based Learning (PBL) model can be considered an effective alternative instructional model to enhance students' learning interest in IPAS learning at the elementary school level.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA KELAS V DI SDN 167 PEKANBARU Rizky Aisnania; Elpri Darta Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17841

Abstract

This study aims to describe the factors influencing students' interest in learningscience in fifth-grade students at SDN 167 Pekanbaru. The method used in thisstudy is qualitative. This research will be conducted at SDN 167 Pekanbaru. Datacollection techniques consist of three stages: observation, interviews, anddocumentation. Data validity uses triangulation: source triangulation, technicaltriangulation, and time triangulation. Data analysis uses a descriptive qualitativeapproach consisting of three stages: data reduction, data presentation, andconclusion drawing. The results show that students' interest in learning is influencedby two main factors: internal factors and external factors. Internal factors thatinfluence student interest in learning include intelligence, interest, motivation, andattention. Each student has different abilities, interests, motivation, and attentionlevels during science learning. These differences influence students' levels ofactivity, involvement, and ability to understand the learning material. External factorsinclude teacher teaching methods, learning media, parental support, and peersupport. The use of varied learning methods, the use of appropriate learning media,parental support for learning activities, and positive interactions between peers cancreate a more active, engaging, and enjoyable learning environment, therebyencouraging increased student interest in science.