Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

BUDAYA LEGO-LEGO KE BUDAYA WARKOP DI WATANSOPPENG Anugrah Sari, Nizar; Kesuma, Andi Ima
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui makna lego-lego bagi masyarakat Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun data yang di peroleh kemudian di analisis dengan deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yakni : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Makna lego-lego bagi masyarakat Soppeng ialah sebagai tempat untuk bersantai dan tempat untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menjemur jagung dan beras yang akan di jadikan tepung, Lego-lego juga sebagai tempat untuk menerima tamu yang tidak berkepentingan khusus. 2) Proses peralihan budaya lego-lego ke warkop terjadi di karenakan 3 faktor yaitu faktor perkembangan teknologi, faktor lingkungan dan faktor gaya hidup. 3) Interaksi masyarakat Soppeng di lego-lego dan warkop memiliki perbedaan di karenakan faktor perbedaan tempat yang menjadikan topik perbincangan menjadi sempit disaat berada di lego-lego dan menjadi luas saat berada di warkop, Namun hal tersebut juga memiliki positif negatif di karenakan disaat di lego-lego tidak perlu mengeluarkan biaya namun pada saat di warkop harus mengeluarkan biaya.  
Strengthening the Understanding of History for Generation Z Rahman, Abdul; Ima Kesuma, Andi; Junaeda, St.; Dahlan, Mubarak; Najering, Rifal
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.465

Abstract

History is the best teacher in life. By learning history, every citizen will have a high love and loyalty to their country. However, it is undeniable that in the midst of global progress, the younger generation, especially the millennials, are exposed to a lack of historical awareness and understanding. Therefore, this activity was designed to provide an in-depth understanding to the millennial generation related to history, especially those related to the history of Makassar City. This activity in the form of a seminar involved the millennial generation from the campus environment, history teachers. After the activity took place, an evaluation was carried out by asking questions directly to the younger generation regarding this activity. In general, they were enthusiastic about this activity and have an understanding that Makassar City today has a longhistorical dynamic.
OPTIMALISASI JATI DIRI DALAM RUANG TANPA SPASIAL (Studi pada Masyarakat Adat To Karunsie di Luwu’ Timur Sulawesi Selatan) Kesuma, Andi Ima
PREDESTINASI Vol 15, No 2 (2022): PREDESTINASI
Publisher : Program Studi Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/predestinasi.v15i1.34189

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perwujudan dari masyarakat tradisional, namun lebih dari itu merupakan gambaran dari sebuah identitas yang dapat dijaga dengan kuat dalam perubahan zaman yang serba cepat. yang harus dilakukan untuk menguatkan jati diri Masyarakat Adat To Karunsi’e dalam konteks internal, dalam tulisan ini kami juga memaparkan secara ringkas mengenai kilas balik sejarah bagaimana perubahan peraturan pemerintah serta beberapa kasus mengenai masyarakat adat lain di daerah dan tempat yang berbeda. Modernisasi dan industrialisasi yang terjadi pada Masyarakat Adat To Karunsi’e merupakan salah satu dari cukup banyaknya kasus di Sulawesi Selatan, dimana di dalamnya banyak terjadi hal-hal yang negatif dari keberadaan industrialisasi yang ada baik disebabkan oleh faktor internal seperti kesadaran masyarakat sekitar. Warisan budaya yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga tidak sedikit menarik bagi masyarakat yang berada di lingkaran budayanya, maka dalam konteks ini perlu dilakukan beberapa hal supaya sejarah dan adat-istiadat tersebut dapat juga menyentuh masyarakat yang lebih luas. Masyarakat Adat Karunsi’e dan pemerintah mulai dari pemerintah desa harus menyadari bahwa dewasa ini untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan harus pula menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi, termasuk dalam hal ini bagaimana nantinya dapat mewariskan nilai-nilai luhur tersebut pada generasi selanjutnya. Kata kunci : Optimalisasi, Modernisasi, Masyarakat Adat
Perubahan Sosial pada Budaya Pamali dengan Mitos dan Fakta dalam Masyarakat di Indonesia Andi Ima Kesuma; Hamka Hamka; Parham Taufik
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari berbagai bentuk-bentuk budaya pamali yang mitos dan fakta dalam masyarakat di Indonesia dan dinamika faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial terhadap budaya pamali dalam mitos atau fakta pada masyarakat di Indonesia. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang dilakukan adalah pencarian literatur yang sesuai dengan topik pembahasan, menyaring literatur-literatur, menganalisis terhadap isi literatur, dan menyusun hasil analisis dalam artikel yang mencangkup ringkasan literatur. Hasil penelitiannya adalah bentuk-bentuk budaya pamali antara mitos dan fakta yang ada dalam masyarakat di Indonesia sebagai berikut yakni a). Larangan untuk mendudukki bantal. Mitosnya dapat membuat kita bisulan, b). Larangan untuk memotong kuku pada malam hari, c). Larangan untuk melewati tempat-tempat suci di waktu tertentu, d). Larangan untuk dudui di depan pintu bagi gadis, e). Larangan terlambat bangun di pagi hari, f). Larangan makan dengan berdiri, g). Larangan untuk tengkurap, dan h). Larangan dalam melakukan sesuatu harus menentukan hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya pamali pada mitos atau pun fakta sebagai berikut adalah a). Akses informasi, b). Perubahan nilai dan norma, c). Kemajuan teknologi, dan d). Pengetahuan.
Strengthening the Understanding of History for Generation Z Rahman, Abdul; Ima Kesuma, Andi; Junaeda, St.; Dahlan, Mubarak; Najering, Rifal
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.465

Abstract

History is the best teacher in life. By learning history, every citizen will have a high love and loyalty to their country. However, it is undeniable that in the midst of global progress, the younger generation, especially the millennials, are exposed to a lack of historical awareness and understanding. Therefore, this activity was designed to provide an in-depth understanding to the millennial generation related to history, especially those related to the history of Makassar City. This activity in the form of a seminar involved the millennial generation from the campus environment, history teachers. After the activity took place, an evaluation was carried out by asking questions directly to the younger generation regarding this activity. In general, they were enthusiastic about this activity and have an understanding that Makassar City today has a longhistorical dynamic.
Kearifan Lokal dan Pendidikan Era Global di Indonesia Kesuma, Andi Ima
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i1.565

Abstract

Tulisan ini berisi uraian mengenai konsep pendidikan karakter yang berlandaskan pada kearifan lokal, potret karakter pendidikan kita dewasa ini, tantangan yang harus diperjuangkan bersama untuk menjadikan pendidikan Indonesia yang berkarakter dengan landasan budaya lokal, serta solusi masa depan pendidikan Indonesia yang berlandaskan kearifan lokal dalam bingkai pendidikan Nasional yang berkarakter.
Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penerapan Prinsip Good Governance: Tinjauan dari Perspektif Lokal dan Global Idrus, Sitti Hairani; Akib, Haedar; Kesuma, Andi Ima
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pelayanan publik melalui penerapan prinsip good governance dari perspektif lokal dan global. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana prinsip-prinsip good governance dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pengamat kebijakan, serta masyarakat yang menggunakan layanan publik. Selain itu, dilakukan analisis dokumen-dokumen kebijakan dan laporan-laporan terkait penerapan good governance di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance, seperti partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas, memiliki dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Studi kasus di beberapa daerah menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam proses pelayanan publik setelah menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Dari perspektif global, negara-negara yang secara konsisten menerapkan good governance dalam pelayanan publik juga menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang lebih tinggi dan kepercayaan terhadap pemerintah yang meningkat. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapan good governance, seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pemahaman tentang prinsip-prinsip good governance di tingkat lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif dalam sosialisasi dan pendidikan mengenai good governance, serta dukungan dari semua pihak terkait untuk memastikan keberhasilan penerapan prinsip ini. Kesimpulannya, penerapan prinsip good governance dapat secara signifikan mengoptimalkan pelayanan publik. Studi ini merekomendasikan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional untuk meningkatkan kapasitas dan implementasi good governance secara efektif.
Proses Perjuanagan Andi Nyiwi dalam Mempertahankan Kemerdekaan di Malili 1945 1946 T, Riska; Kesuma, Andi Ima; Bahri, Bahri; Najamuddin, Najamuddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April, Culture and Identity
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.46050

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan historis yang secara kritis mengkaji peran Andi Nyiwi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Malili pada tahun 19451946. Penelitian ini menggunakan empat tahapan metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, analisis dokumen, serta wawancara dengan sejarawan lokal dan keturunan para pejuang kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andi Nyiwi, sebagai ketua Pemuda Republik Indonesia (PRI) di Malili, memainkan peran penting dalam melawan pasukan Belanda (NICA) melalui strategi gerilya dan mobilisasi masyarakat. Kepemimpinan dan pengorbanannya menjadi simbol semangat perlawanan rakyat Luwu yang tercermin dalam semboyan heroik Toddo puli Temmalara (Jangan sekali-kali mundur). Penelitian ini menekankan pentingnya narasi lokal dalam memperkaya historiografi nasional dan perlunya pengakuan terhadap tokoh-tokoh daerah dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman tentang bagaimana gerakan perlawanan yang dipimpin oleh pemuda turut membentuk awal berdirinya republik.
Malabbiri: Studi Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar Salsabilah, Adeliya Natasha; Ima Kesuma, Andi; Junaeda, St.
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 8 No 2 (2024): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v8i2.188

Abstract

This research aims to find out the view of Makassar women, the view of Malabbiri and the elements that influence the view of Malabbiri. This research uses descriptive qualitative research. The key informants in this research are students of the Faculty of Social Sciences and Law as the main subject of research. Researchers used data collection techniques conducted by observation, interview, and documentation. The results showed that Makassar women are women who are brave, loyal and always maintain the value of siri'na pacce in behavior and behavior, and are able to serve their husbands well, because that is the provision in serving their husbands well. Malabbiri is a woman who maintains attitude and behavior, is intellectually intelligent, maintains polite and courteous ethics, is elegant in dress and speech. The element that influences the view of Malabbiri is modernity, including the entry of outside cultures, technological developments, and environmental influences. Translated with DeepL.com (free version)
Tradisi ‘Tutup Baileo’ Pada Rumah Adat Baileo Nolloth, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Souisa, Mieke Styn Fransisca; Ima Kesuma, Andi
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 8 No 3 (2024): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v8i3.196

Abstract

This research aims to find out: korongtigi procession in Mangkasara' traditional marriage in Bontoala Village, Gowa Regency, the meaning of korongtigi, and the lost tradition in korongtigi procession in Mangkasara Traditional Marriage. This research uses descriptive qualitative research with data collection through observation, documentation, interviews. The results showed that: (1) korongtigi procession in Mangkasara' Traditional Wedding is still a sacred procession carried out before the traditional wedding. (2) korongtigi has a deep meaning for the bride and groom which contains blessings from the family in each procession so that the marriage becomes sakinah mawaddah and warahmah. (3) There is nothing missing in the korongtigi procession, the process is still the same as the previous korongtigi procession, which begins with a'bu'bu to purify themselves before starting the korongtigi procession.