Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perkembangan Ruang Sosial Kota: Studi Antropologi Perkotaan pada Pola Interaksi Masyarakat Urban Makassar Kesuma, Andi Ima
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.218

Abstract

The transformation of social spaces in urban areas is a complex phenomenon shaped by development dynamics, migration flows, economic changes, and policy interventions. This article examines the shifting structure and function of social spaces in Makassar City, South Sulawesi, and how these shifts influence patterns of interaction among urban communities from an urban anthropological perspective. Using a qualitative approach, this study employs participant observation, in-depth interviews, and document analysis in several key areas, including dense residential neighborhoods, public spaces, and centers of informal economic activity. The findings reveal that urbanization and modernization have driven a transition from collective communal interaction patterns toward more individualistic and functional ones. Nevertheless, communities exhibit creative adaptations to these changes by forming new social groups, utilizing space flexibly, and maintaining localized practices of solidarity. This article highlights the importance of integrating cultural and social dimensions in urban planning to ensure that urban spaces remain inclusive and support social cohesion. The findings contribute to the development of urban anthropological theory and provide valuable insights for designing socially equitable urban development policies.
Budaya Mappatabe Pada Remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone di Tengah Gempuran Globalisasi Nur'aini, Tiara; Kesuma, Andi Ima
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.219

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui 1) bagaimana budaya Mappatabe pada remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone 2) bagaimana dampak Gempuran Globalisasi terhadap perilaku mappatabe remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam jurnal ini karena tujuan utama penelitian adalah memperoleh data. Untuk mengumpulkan data, jurnal ini berupaya mencari informasi berupa pendapat, fakta, dan dokumen yang relevan dengan rumusan masalah penelitian ini. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 sikap mapppatabe tetap terjaga dengan baik walau para remaja tumbuh ditengah segala kemajuan teknologi yang dihasilkan oleh globalisasi dan orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak mampu untuk menanamkan nilai-nilai yang kuat bagi para generasi muda tentang betapa pentinya untuk tetap menjunjung nilai-nilai yang terkandung dalam dalam budaya yang telah mengakar. 2 Sambil menghormati nilai-nilai tradisional, para remaja juga tetap mengintegrasikan nilai-nilai modern yang sesuai dengan zaman saat ini. Remaja perlu diajak untuk memahami bahwa mempertahankan budaya Mappatabe tidak berarti menolak kemajuan atau perubahan.
FENOMENA PERNIKAHAN ANAK DI DESA MADDANRENG PULU, KECAMATAN PATIMPENG, KABUPATEN BONE Rahayu, Nursri; Ima Kesuma, Andi
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 No.1 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memepengaruhi terjadinya pernikahan anak, dampak yang terjadi dari pernikahan anak dan pandangan masyarakat terhadap pernikahan anak di Desa Maddanreng Pulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif yang menggunakan data kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi di lokasi penelitian dan wawancara dengan beberapa informan dan dilengkapi dengan dokumen yang diperoleh dari instansi setempat dan dokumentasi berupa foto yang di ambil oleh penelti ketika turun kelapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor-faktor yang memepengaruhi terjadinya pernikahan anak atas dasar ekonomi, pendidikan, MBA dan tradisi menjadi alasan yang tidak bisa di hindari dalam pernikahan anak. (2) Dampak pernikahan anak yaitu psikologis, biologis dan sosial. (3) Pandangan masyarakat terhadap pernikahan anak di Desa Maddanreng Pulu ada yang pro dan kontra, yang mana masyarakat desa Maddanreng Pulu kontra terhadap pernikahan anak alasanya emosi dan perilaku masih labil sehingga belum bisa dikatakan siap sehingga pernikahan anak berujung pada perceraian, namun tidak menutup terjadi kelanggengan dalam rumah tangga yang melakukan pernikahan anak.  
MAKNA SIMBOLIK LIPAQ SAQBE BEDASARKAN SUREQ (MOTIF) DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Mutmainnah Maharani; Andi Ima Kesuma; Muhammad Rasyid Ridha; Najamuddin Nasuhan
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 20, No 1 (2024): Volume 20, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v20i1.4981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis makna simbolik yang ada pada 11 sureq untuk setiap lipaq saqbe, menganalisis fungsi ke 11 sureq pada lipaq saqbe, menganalisis mengapa masyarakat masih mempertahankan keaslian sureq (motif) pada lipaq saqbe sampai saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dan pengamatan langsung. Subjek penelitian adalah budayawan, sejarawan, penenun dan masyarakat yang ada di Polewali Mandar yang paham akan lipaq saqbe. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Makna simbolik ke 11 sureq yang ada pada setiap lipaq saqbe memiliki filosofi dan makna yang mengandung konsep adat istiadat masyarakat Mandar. sureq tersebut merupakan simbol komunikasi non verbal yang mengokomunikasikan makna, pesan melalui setiap sureq pada lipaq saqbe. Beberpa makna yang ada pada setiap lipaq saqbe melambangkan adanya perbedaan antara sureq yang dipakai oleh para bangsawan, kepala adat dan masyrakat biasa. Setiap sureq memiliki corak atau motif yang sama, hal yang dapat membedakan setiap lipaq saqbe yaitu warna dan besar kecilnya kotak- kotak yang ada pada ke 11 lipaq saqbe tersebut. Secara umum fungsi dari ke 11 sureq pada setiap lipaq saqbe mandar seperti pagar yang memberi perlindungan kepada dirinya, sebagai pembeda yang dapat dilihat dari setiap sureq tersebut, serta dapat dijadikan sebagai aksesoris pada setiap acara. Dan tentunya sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sampai saat ini masyarakat mempertahankan keaslian sureq pada lipaq saqbe karena masih banyak peminat ataupun masyarakat masih menjunjung tinggi keaslian sureq, serta ini menjadi salah satu tempat mata pencaharian bagi masyarakat mandar. selain itu lipaq saqbe juga merupakan peninggalan yang harus selalu di lestarikan meski sudah banyak yang mengikuti perkembangan zaman.
Masyarakat Inklusif Berbasis Nilai Budaya dan Norma Sosial di Desa Lakawali Kabupaten Luwu Timur Ahmad Hidayat; Andi Ima Kesuma; Abdul Rahman A. Sakka
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 20, No 1 (2024): Volume 20, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v20i1.4985

Abstract

This research explores the importance of an inclusive society based on cultural values and social norms in the era of globalization. In an inclusive culture, everyone is recognized, regardless of background or identity, with equal opportunities to participate and contribute. This creates an equitable environment, enriches cultural diversity, and strengthens the nation's collective identity. A.R Radcliffe Brown's functional, structuraltheory is used to see culture as an adaptive mechanism for orderly social life. This research is descriptive and qualitative in nature, using observation, interviews, anddocumentation methods. Source triangulation is used to ensure the validity of the data.Data were analyzed in the context of inclusive society theory based on cultural values andsocial norms. The research results in Lakawali Village, East Luwu Regency, show thatcultural values and social norms encourage acceptance of diversity, openness, andtolerance in society and function as protection against the digital era.Keywords :Inclusive Society, Cultural Values, Social Norms
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): MENELUSURI JEJAK DALAM MENAFSIR BRANKAS KUNO MUSEUM KOTA MAKASSAR Andi Ima Kesuma; Diah Nadiatul Jannah; St Junaeda; Indriani; Muh Rijal
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.391

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi latar historis dan simbolik brankas kuno LIPS-DORDRECHT yang menjadi koleksi penting di Museum Kota Makassar, serta merumuskan strategi pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan. Brankas ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang digunakan oleh lembaga keuangan seperti De Javasche Bank pada abad ke-19, dan merepresentasikan perkembangan teknologi keamanan sekaligus simbol kekuasaan ekonomi kolonial. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, sejarawan, pengelola museum, dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, kegiatan ini berupaya menelusuri konteks historis, teknis, dan simbolik dari brankas tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa brankas LIPS-DORDRECHT memiliki nilai historis tinggi sebagai artefak industri kolonial dan simbol perlindungan kekayaan pada masa Hindia Belanda. Kondisi fisiknya masih utuh, namun mengalami korosi ringan akibat penuaan material. FGD merekomendasikan penerapan prinsip konservasi non-invasif (minimal intervention), dokumentasi digital beresolusi tinggi, serta pembentukan tim ahli lintas disiplin untuk penelitian lebih lanjut terhadap struktur penguncian dan arsip produksi brankas. Selain itu, pengabdian ini menghasilkan rekomendasi pengembangan pameran tematik dan katalog daring untuk memperluas fungsi koleksi sebagai media edukasi publik. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pelestarian fisik artefak, tetapi juga memperkaya kajian ilmiah dan pemaknaan budaya terhadap warisan teknologi keamanan kolonial di Indonesia.
Bank Sampah Sebagai Ruang Publik Perempuan: Kajian Antropologi Tentang Interaksi Sosial Pada Masyarakat Kampung Nelayan Untia Andi Ima Kesuma; Ahmad Maulana; Abdul Rahman
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.959

Abstract

Penelitian ini membahas peran Bank Sampah di Kampung Nelayan Untia sebagai ruang publik baru bagi perempuan nelayan. Dimana dulunya tempat ini hanya menjadi tempat transit sampah, sekarang telah berubah menjadi wadah untuk berkumpulnya perempuan nelayan. Perempuan bisa keluar dari rumah, pilah sampah bareng, berbicara satu sama lain, dan membantu menjaga lingkungan kampung menjadi bersih dan nyaman. Temuan utama menunjukkan Bank Sampah mengubah cara pandang perempuan mengenai ruang publik. Ibu Sukiyah, Jamilah, dan Hanirah cerita awalnya ragu, tapi lama-lama biasa dan nyaman ikut berkegiatan. Interaksi ini rutin dilakukan sehingga perempuan di Kampung Nelayan Untia menimbulkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan atas kampungnya yang bersih, dari menimbang sampah hingga menjadi kebiasaan dirumah untuk memilah sampah. Analisis pada tulisan ini memakai teori Habermas soal ruang publik egaliter tanpa adanya hierarki, interaksi Koentjaraningrat yang menghubungkan adanya hubungan timbal balik, antropologi femiis yang menekankan tentang akses publik terhadap lawan patriarki domestik, plus Wati dkk. (2025) soal pengelolaan komunitas tingkatkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif lewat wawancara dan observasi di TPS 3R Untia. Peneliti menyarankan untuk memperluas program bank sampah dipesisir dengan pendekatan gender agar perempuan makin berdaya. Kajian antropologi ini bukti inisifatif sampah bisa mengubah struktur sosial pada komunitas marginal.
Aksentuasi Sikap Kedermawanan Terhadap Pemuda GPIB Bukit Zaitun Makassar Abdul Rahman; Diah Nadiatul Jannah; Andi Ima Kesuma; Parham Taufik; Fahrian Arsyam Gultom
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i4.20808

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan dan mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program Aksentuasi Sikap Kedermawanan Terhadap Pemuda GPIB Bukit Zaitun Makassar. Pemuda gereja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun sering kali nilai kedermawanan hanya dipahami sebagai konsep teologis tanpa aktualisasi yang nyata. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pemberian edukasi nilai-nilai kemanusiaan, motivasi spiritual, serta pendampingan langsung dalam merancang aksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kritis dan kepekaan sosial yang signifikan di kalangan pemuda jemaat. Melalui pendekatan aksentuasi ini, para pemuda berkomitmen untuk menginternalisasi sikap dermawan dan mentransformasikannya ke dalam gerakan kemanusiaan yang nyata dan berkelanjutan. Dampak jangka panjang dari pengabdian ini adalah terbentuknya karakter generasi muda yang responsif terhadap ketimpangan sosial di lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat kontribusi aktif GPIB Bukit Zaitun dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat luas di Kota Makassar.