Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF INSTRUCTIONAL MEDIA USED BY THE ENGLISH TEACHER IN RELATION TO STUDENTS’ LEARNING INTEREST AND MOTIVATION IN SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.262 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15069

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam kaitannya dengan minat dan motivasi siswa, dan masalah yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif (Sandelowski, 2000) dan data dikumpulkan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan enam jenis media pembelajaran, seperti (1) Slides power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Menggambar, (5) Peta, dan (6) Internet. Penggunaan media pembelajaran memiliki hubungan dengan respon siswa pada minat dan motivasi belajar mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase minat siswa adalah positif (78, 5%) dan motivasi siswa positif (85, 6%) untuk belajar menggunakan media pembelajaran. Ada masalah umum yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran yaitu pemeliharaan alat yang digunakan untuk membantu guru bahasa Inggris untuk menunjukkan media pembelajaran.Kata Kunci : Media pembelaran, minat, motivasi. This study intends to investigate the types of instructional media used by the English teacher in relation to the students’ interest and motivation, and the problems encountered by the English teacher in using instructional media. This study used descriptive qualitative design (Sandelowski, 2000) and the data were collected from observations, a questionnaire, and an interview to obtain the data. The result of this study showed that the English teacher used six types of instructional media, such as (1) Slides of power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Drawing, (5) Map, and (6) Internet. The used of instructional media had a relation to the students’ responses on their learning interest and motivation. The result showed that the percentage of the students’ interest was positive (78.5%) and the students’ motivation was positive (85.6%) to study using instructional media. There was a general problem encountered by the English teacher in using instructional media that is the maintenance of the tool that is used to help the English teacher to show the instructional media.keyword : Instructional media, interest, motivation.
TENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) IN LEARNING ENGLISH IN BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Putu Agus Widiana; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.064 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13459

Abstract

Perkembangan mobile technology telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Penggunaan mobile technology seperti smartphone dan tablet dalam pendidikan akan mengatasi masalah keterbatasan kesempatan dalam belajar bahasa Inggris di negara-negara dimana bahasa Inggris merupakan bahasa asing. Dengan menggunakan smartphone, siswa dapat mengakses informasi dan mengembangkan informasi tersebut kapanpun dan dimanapun serta membentuk komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas sepuluh terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris (Mobile Assisted Language Learning/MALL) dan membandingkan persepsi antara siswa yang mempunyai smartphone dengan siswa yang tidak memiliki smartphone di kabupaten Buleleng. 174 siswa di enam sekolah di kabupaten Buleleng digunakan sebagai sampel penelitian. Kuisioner di Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) dikembangkan dan digunakan sebagai instrument dalam mengumpulkan data. Persepsi siswa terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris di pengaruhi oleh tiga dimensi yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas sepuluh di kabupaten Buleleng mempunyai persepsi yang positif terhadapa penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggis. Siswa yang mempunyai smartphone cendrung mempunyai persepsi yang lebih positif dari pada siswa yang tidak mempunyai gadget. Dalam penelitian ini, Performance Expectancy adalah factor yang paling kuat dalam menentukan persepsi siswa. Jadi dapat diimplikasikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris harus lebih sering mengintegrasikan penggunaan smartphone untuk meningkatkan fungsi dari smartphone dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : Persepsi, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT. The characteristics of today’s mobile technology (Smartphone) which are wireless, personal, networking, and ubiquitous have influence every aspect of human life. Using mobile technology in learning would decrease learning English problems in EFL setting, including lack of opportunity to learn. By using Smartphone, the learners could access information and develop it across space and connected to the others. This study aimed at investigating tenth grades students’ perception toward Mobile Assisted Language Learning (MALL) in learning English and comparing the perception between the students who had mobile technology and the students who had no mobile technology in Buleleng regency. This study was quantitative research design which employed Cross-sectional survey as the method. The study involved 174 tenth grades students in six schools in Buleleng regency. The questionnaire on Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) was developed and used as instrument of collecting data in this study. The students’ perception toward MALL respected to three dimensions of UTAUT theory (Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Social Influence). As the result, tenth grades students in Buleleng regency had positive perception toward MALL in learning English. Students who had mobile technology tend to have more positive perception rather than students who had no mobile technology. This study also confirmed that Performance Expectancy was the stronger factor of students’ perception on MALL in learning English. Thus, MALL should be integrated in learning English process since it is perceived to be useful in students’ performance in learning English. keyword : Perception, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT.
Developing Local Culture Based Bilingual Storybooks as Supplementry Reading Material To Support Literacy Program In English Language Class. For 4 th Grade of Elementary Students ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal berdasarkan analisis kebutuhan dan mengembangkan buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal sebagai materi membaca tambahan untuk mendukung program literaci di kelas bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas 4. Prosedur di penelitian ini mengikuti penelitian dan pengembangan yang di usulkan oleh Borg dan Call(2003). Analisis kebutuhan di peroleh dari interview guru, diskusi kelompok kecil, silabus analisis dan belajar literatur. Subjek dari penelitian ini adalah 21 siswa kelas 4 Sd N 2 Bungkulan. Elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita adalah budaya lokal, dua bahasa, gambar berwarna, tema. Berdasarkan analisis kebutuhan, ada 4 buku cerita yang di kembangkan. Hasil dari penilaian ahli dan guru terhadap disain dan isi buku cerita adalah baik. Hasil dari respon siswa adalah sangat baik, oleh karena itu buku cerita di sebarkan ke SDN 2 Bungkulan dan pantas di gunakan sebagai materi tambahan membaca untuk mendukung program literasi di kelas bahasa Inggris.Kata Kunci : Dwi bahasa, sekolah dasar, budaya lokal, literasi The aims of this study were finding the necessary elements of local culture based bilingual storybooks based on the need analysis on the current study and developing local culture based bilingual storybooks as supplementary reading material to support literacy program in English language class for 4th grade of elementary student. The procedure in this study followed research and development that was proposed by Borg and Call (2003). Need analysis was obtained from interview to the teacher, focus group discussion, syllabus analysis and literature study. The subjects of this study were 21 fourth grade students of SDN 2 Bungkulan. There were 4 storybooks that were developed based on the need analysis. The result of experts and the teacher's judgement to the storybooks design and content was good. The result of student's responds was very good, therefore the storybooks were disseminated to SDN 2 Bungkulan and proper to be used as supplementary reading material to support literacy program in English language class.keyword : Bilingual, elementary, local culture, literacy
THE QUESTIONING STEP OF THE SCIENTIFIC APPROACH BASED ON CURRICULUM 2013 BY THE SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS OF SMP NEGERI 1 SAWAN IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pelaksanaan tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah dalam pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Sawan, dan menginvestigasi masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan tahapan menanya berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan Miles & Huberman model. Subyek dari penelitian ini adalah dua orang guru kelas tujuh di SMP Negeri 1 Sawan. Dalam mengumpulkan data, ada dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan panduan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa T1 dan T2 mempunyai masalah dalam pengimplementasian tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah yang di perlihatkan dengan pengimplementasiannya yang kurang sesuai dengan standar yang diberikan oleh Kurikulum 2013. Berdasarkan temuan wawancara, dapat diketahui bagaimana guru mengatur waktu dan media dalam proses belajar mengajar, dan juga kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris merupakan faktor penentu dalam penerapan K-13.Kata Kunci : Kurikulum 2013, tahapan menanya, pendekatan saintifik This study aimed at observing the implementation of questioning stage in scientific approach in the English instruction at SMP Negeri 1 Sawan, and investigating the problem which is faced by the teacher in implementing questioning stage based on Curriculum 2013. This study was a descriptive study that used Miles & Huberman model. The subjects of this study were the two seventh grade English teachers at SMP Negeri 1 Sawan. In collecting the data, two kinds of instruments were used, namely, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis. The result of data analysis showed that T1 and T2 had problems in implementing the questioning aspect of Scientific Approach which is shown that the implementations were less relevant with the standards given by Curriculum 2013. Based on the findings on the interview, it can be identified that how the teachers manage the time and media in teaching and learning process, and also the ability of students in speaking English were the defining factors in implementing K-13. keyword : Curriculum 2013, questioning stage, scientific approach
DEVELOPING PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Agus Dimas Darmawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dari video pembelajaran berbasis Project-Based dengan beserta buku manualnya yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video. Metode D & D yang diadaptasi dari Dick dan Carey (2001) adalah desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimana data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru bahasa Inggris SMA dijadikan sebagai subjek penelitian sementara dua dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA menjadi subjek dalam mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Objek penelitian adalah video pembelajaran pembelajaran berbasis Project-Based. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, daftar checklist, catatan, panduan wawancara, dan skoring rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata - rata dari kedua penilaian ahli terhadap kualitas video adalah 4,35. Hal ini berarti video instruksional yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh para ahli untuk meningkatkan kualitas video. Seperti menstabilkan beberapa adegan, menyesuaikan kecerahan, dan menambahkan beberapa narasi. Ini telah diperbaiki oleh peneliti dalam tahap revisi fase produk akhir.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Project, Pembelajaran Berpusat pada Siswa This present study aimed at discovering the features of the project-based learning instructional video with its manual book developed based on the needs analysis conducted in this study and describing the features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study where the data were analyzed both qualitatively and quantitatively. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Project-based learning instructional video. The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.35. It means that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were stabilizing some scenes, adjusting the brightness, and adding some narration. It has been fixed by the researcher in revising the final product phase.keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Project-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
The effectiveness of teacher and peer feedback techniques toward the writing achievement of the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar ., I Kadek Dwi Armawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12156

Abstract

Feedback guru dan feedback teman sebaya berdasarkan penelitian sebelumnya merupakan teknik yang efektif untuk pembelajaran menulis kepada siswa EFL. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi keefektifan dari kedua teknik tersebut terhadap prestasi menulis dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian. Melalui lotre, kelas XI MIPA 6 dan kelas XI MIPA 7 sebagai sampel dari penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah test siswa (post-test) dan di bantu dengan rubrik penilaian menulis, tulisan siswa selama proses pengambilan data dan dibantu oleh rubric menulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa feedback guru berkontribusi presentase lebih besar pada aspek ide, sedangkan feedback teman sebaya pada aspek mekanik. Kedua feedback tersebut juga berkontribusi positif pada grammar dan pilihan kata Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS 21.00 untuk Windows. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental adalah 85.46 dan nilai rata rata untuk grup control adalah 82.51. Berarti bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental lebih baik daripada grup control. Jadi, dapat disimpulkan bahwa feedback teman sebaya lebih efektif dari feedback guru.Kata Kunci : feedback guru, feedback teman sebaya, prestasi menulis Teacher and peer feedback based on the previous studies are effective techniques for teaching writing to ELF students. This study aimed to verify the effectiveness of both techniques toward the writing achievement of eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2017/2018. This study was descriptive quantitative and qualitative research. The samples were determined by using cluster random sampling technique, whereby two classes were selected as the samples. Through the lottery, the class of XI MIPA 6 and XI MIPA 7 were chosen as the sample of the study. The instruments used to collect the data were student’s post-test completed with a writing rubric, students writing during the treatment assessed by writing rubric. The result indicated that the teacher feedback contributes higher percentage to the idea aspect, while peer feedback to mechanics aspect. Yet, both feedbacks also contribute positively on organization and diction aspects. Additionally, the data were analyzed descriptively with the help of SPSS 21.00 for Windows The result of descriptive statistical analysis shows that the mean score of the experimental group was 85.46 while the mean score of the control group was 82.51. It means that the experimental group was better than the control group in terms of their writing achievement. So, it can be concluded that peer feedback was more effective than teacher feedback.keyword : teacher feedback, peer feedback, writing achievement
AN ANALYSIS OF AMBIGUITY IN ONLINE RECIPES ., Kadek Eddy Prasetyawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.216 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13390

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa jenis kata yang ambigu secara leksikal, jenis kata yang ambigu secara rujukannya, dan jenis kalimat atau frase yang ambigu secara struktural yang terdapat di resep online http://www.bonappetit.com. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan ambigu yang dominan yang muncul pada resep online. Subjek dari penelitian ini adalah 20 resep yang terbit pada edisi bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Instrument penelitian ini terdiri dari peneliti dan buku catatan. Data di kumpulkan melalui studi kepustakaan. Data dianalisa menurut ambiguity theory oleh Kriedler (1998). Kemudian peneliti menampilkan hasil analisis dalam bentuk data diskripsi dan presentase. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa terdapat 34 kata dan frase yang ambigu yang terdiri atas 9 ambigu leksikal (26,47%), 2 ambigu rujukan (5,88%), dan 23 ambigu struktural (67,64%). Ambigu struktural muncul sebagai jenis ambigu yang paling dominan dalam resep online http://www.bonappetit.com.Kata Kunci : ambiguitas, ambigu leksikal, ambigu rujukan, ambigu struktural This was qualitative research design which aimed at analyzing the types of ambiguity namely lexical ambiguity, referential ambiguity and syntactic ambiguity that occurred on the online recipes at http://www.bonappetit.com. Besides, the current study also identified the most dominant ambiguity that was found on the online recipes at http://www.bonappetit.com. The subjects of the study were 20 online recipes within five months editions from January 2017 until May 2017. The instruments of the study were the researcher and note. The data were collected by applying the documentary method. The data analysis was conducted by using ambiguity theory proposed by Kriedler (1998). The data were presented by data description and percentage. The result of the study shows that there are 34 total occurrences of ambiguity. The lexical ambiguity occurs 9 times (26,47%). Then, the referential ambiguity occurs 2 times (5,88%). Moreover, the syntactic ambiguity occurs 23 times (67,64%). It obviously shows that syntactic ambiguity is the most dominant ambiguity on the online recipes at http://www.bonappetit.com.keyword : ambiguity, lexical ambiguity, referential ambiguity, syntactic ambiguity
THE EFFECT OF TIME TOKEN STRATEGY IN LEARNING ENGLISH ON THE SPEAKING COMPETENCE OF THE ELEVENTH GRADE EFL STUDENTS IN SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ni Wayan Widiarini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam kompetensi berbicara antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi time token dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan desain penelitian posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Banjar yang terdiri dari 239 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3, dimana kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah speaking posttest. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 71.50, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 67.86. Hasil uji hipothesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (2.581 > 2.018). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi time token dan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Kata Kunci : Kompetensi Berbicara and Strategi Time Token. ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant difference of time token strategy on the speaking competence of the EFL senior high school students. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were Class XI IPS 2 and Class XI IPS 3, where Class XI IPS 2 that consisted of 28 students is as the experimental group and Class XI IPS 3 that consisted of 28 students is as the control group. The instrument used for collecting the data in this study was speaking test in the form of performance test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of experimental group was 71.50, while the mean score of control group was 67.86. Then, the result of hypothesis testing showed that tobserved was higher than tcritical value (2.581 > 2.004). It can be concluded that there is a significant difference of time token strategy in the learning English on the EFL students’ speaking competence. keyword : speaking, teaching speaking, time token strategy
The Use of ICT Based Teaching Media by English Teachers at Junior High Schools in Singaraja: Age and Gender Analysis ., I Kadek Febriandikayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.466 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media yang digunakan oleh guru bahasa inggris SMP di singiraja. Penelitian ini adalah penelitian Mix-method dan self-checklist serta panduan interview adalah instrument yang digunakan. Total ada 39 guru terlibat dalam penelitian ini. 13 diantaranya laki-laki dan 26 adalah wanita, 23 diantara mereka dikategorikan sebagai Generation-X dan 16 Generation-Y. hasl dari penelitian ini adalah guru laki-laki mendominasi penggunaan media berbasis ICT dengan 100% menggunakan gambar sebagai media. sebagai alasannya 76.92% berpendapat bahwa media berbasis ICT dapat merangsang minat belajar mereka, membuat mereka lebih fokus dan juga dapat menarik perhatian mereka. Tetapi pada guru wanita, skor yang rendah terlihat dari point yang diperoleh dari penggunaan media berbasis ICT. hanya 10 guru (38.46%) menggunakannya dan alasan yang sama mereka tunjukan untuk penggunaannya. Selain itu, Generation-X juga menunjukan poin yang rendah dimana hanya ada 7 guru menggunakan media berbasis ICTsisanya setuju untuk tidak menggunakanya karena alasan kurangnya dukungan secara teknis, sedikitnya jam mengajar, dan juga tidak memiliki waktu untuk mempelajarinya. Tapi disisi lain, Generation-Y lebih memilih untuk menggunakan media berbasis ICT mereka juga percaya kalau ICT mampu memberi dampak positif terhadap siswa dan juga guru itu sendiri. Kata Kunci : Media pembelajaran berbasis ICT, jenis kelamin dan umur di dalam penggunaan ICT This study aimed to investigate the use of ICT based teaching media by English teachers at junior high schools in Singaraja in terms of age and gender, and their reasons for using and not using it in the English teaching and learning process. A mixed methods design was used on this study. Self-checklist and interview guide were used as the instruments. Totally there were 39 teachers who participated in this study. 13 teachers were males and 26 were females; 23 of them were categorized as Generation-X and 16 were Generation-Y. The result was that the male teachers took the domination in using ICT based media with 100% of them used pictures. In terms of the reasons of using ICT, 76.92% agreed that ICT based media can stimulate the students, make them more focused and get their attention during the lesson. But on the female teachers, lower point was shown in the types of ICT media used. Only 10 (38.64%) female teachers used media, and similar reasons to the male ones’ were expressed in using ICT-based media. On the other hand, Generation-X teachers also showed the low number with only 7 teachers used ICT based media, the rest of them agreed to not use it because of technical support, shortage class-time, and need time to learn it. But Generation-Y teachers preferred to use ICT based because they also believed that it can give positive impacts to the students in teaching and learning process. keyword : Age and Gender in ICT usage, ICT based Teaching media.
THE EFFECT OF WORD WALL STRATEGY TOWARD THE VOCABULARY MASTERY OF FIFTH GRADE STUDENTS ., Ni Made Susi Herlina Wati; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran word wall terhadap penguasaan kosa kata pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 5 Yehembang Kauh tahun akademik 2017/2018. Sample penelitian ini adalah semua anggota siswa kelas lima yang berjumlah 23 orang siswa, dimana penentuan sampel menggunakan teknik intact group sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif yang terdiri dari 25 soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil pengujian uji-t dengan menggunakan taraf signifikan 5% menunjukkan signifikansi 0,001 (sign. < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Word Wall dapat memberikan pengaruh positif terhadap meningkatkan penguasaan kosa kata siswa sehingga Word Wall dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam mengajar kosa kata. Kata Kunci : Kosa Kata, Penguasaan Kosa Kata, Word Wall The study aimed at investigating students’ vocabulary mastery after the use of Word Wall Strategy in Elementary school. This was a pre-experimental study with one group pretest- posttest design using quantitative approach. The population on this study was all of students of SDN 5 Yehembang Kauh in academic year 2017/2018. The sample of this study was all of the members of fifth grade students which consisted of 23 students. The data was collected by using pretest and posttest which consisted of 25 questions. The type of question was multiple choice. The data were analyzed by using T-test. The result of the T-test with the significant 5% is 0,01 (sign. < 0,05). It can be concluded that Word Wall gives positive effect in improving students’ vocabulary mastery so that Word Wall can be recommended as an alternative on teaching vocabulary mastery. keyword : Vocabulary,Vocabulary mastery, word wall
Co-Authors ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., Agus Dimas Darmawan ., Agus Dimas Darmawan ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana ., Denok Admila Suci ., Denok Admila Suci ., Destri Anu Arisandi ., Destri Anu Arisandi ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Eva Agustino ., Eva Agustino ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Gede Aan Somara Dyaksa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Febriandikayasa ., I Kadek Febriandikayasa ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Putu Suamba Wijaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Kadek Boy Satriawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Ketut Sri Pusparini ., Ketut Sri Pusparini ., Made Githa Swami Mardawati ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Wayan Dini Diantari ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wy Oktavia Usadi ., Putu Agus Widiana ., Putu Agus Widiana ., Putu Febby Laksmi Decker ., Rangga Krisna Saputra ., Rangga Krisna Saputra ., Ria Cristina ., Ria Cristina ., Rika Persada Jati ., Rika Persada Jati Alit Tri Santika Ningsih Anak Agung Istri Rita Santi Kusuma Ayu, Ni Kadek Nia Ivana Bimantara, Ketut Lingga Cahyani, Made Trisna Damayanti, Putu Vergi Desak Gede Devi Pratami Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Drs.Gede Batan,MA . Fitriani, Desy G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Parianingsih Hadi Saputra, I Nyoman Pasek Hardiyanti, Ni Nengah I Gede Budasi I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Indra Kusuma I Wayan Sastra Oka Paramartha I.G.A. Lokita Purnamika Utami Kadek Shinta Fridayanti Kadek Sintya Dewi Khrismaswari, Anak Agung Sagung Sri Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Eka Wahyuni Luh Putu Artini Luh Putu Shanti Yuliastiti M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Hery Santosa Made Trisna Cahyani Maharani, Ni Wayan Linda Marhaeni, Ni Nengah Resti Mohammad Adnan Latief Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Julia Dewi Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Resti Marhaeni Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Surya Mahayanti Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Nyoman Pasek Hadi Saputra Oktavirani, Ni Luh Gede Indah Parianingsih, Gusti Agung Ayu Pradnyawati, Kadek Rikha Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Purwanita, Kadek Agina Putu Erna Adnyani Putu Erna Adnyani Rizka Fitriani Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sudarsana, Gede Arya Suharmanto Susantara, I Putu Anom Didik Ulandari, Sang Ayu Komang Yuli Wati, Ni Putu Harista Wulandari, Putu Indah