Claim Missing Document
Check
Articles

INVESTIGATION OF SECONDARY STUDENTS' PERCEPTION OF AUGMENTED REALITY AS LEARNING MEDIA IN ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE CONTEXT ., Rika Persada Jati; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.402 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi murid terhadap penggunaan augmented reality sebagai media belajar dalam konteks bahasa Inggris sebagai bahasa asing, persepsi guru terhadap penggunaan augmented reality sebagai media belajar dalam konteks bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sudut pandang murid terhadap kelebihan dan kekurangan augmented reality sebagai media belajar dalam konteks bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sudut pandang guru terhadap kelebihan dan kekurangan augmented reality sebagai media belajar dalam konteks bahasa Inggris sebagai bbahasa asing. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed methods dengan 32 murid kelas 7 smp negeri 1 sukasada. Data dari penelitiain ini dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Angket terdiri dari 28 item pernyataan dengan dimensi yang berbeda. Wawancara terdiri dari 5 pertanyaan. Data dari penelitian ini dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi murid terhadap augmented reality menunjukkan mean skor yang tinggi dan tergolong sangat positive. Lebih lanjut lagi, murid berpendapat bahwa augmented reality membantu mereka dalam membayangkan konteks. Disisi lain, mereka juga membutuhkan bantuan dan bimbingan dari guru. Dari sudut pandang guru, augmented reality menunjukkan mean scor yang tinggi dan tergolong sangat positive. Guru berpendapat bahwa augmented reality meningkatkan motivasi murid dalam belajar Bahasa. Berbeda dengan hal tersebut, penggunaan media augmented reality tergolong sulit untuk murid yang tidak terbiasa dengan teknologi. Bisa disimpulkan jika perkembangan media teknologi didalam Pendidikan memberikan kelebihan dan kekurangan untuk pihak murid dan juga guru dan juga perlunya penelitian kedepannya untuk mengetahui kecocokannya untuk digunakan dikelas.Kata Kunci : persepsi, augmented reality, murid kelas 7 ABSTRACT This study aimed to investigate students’ perception of the use of augmented reality as learning media in English as foreign language context, teachers’ perception of the use of augmented reality as learning media in English as foreign language context, students’ point of view on advantages and disadvantages of augmented reality as learning media in English as foreign language context, teachers’ point of view on advantages and disadvantages of augmented reality as learning media in English as foreign language context. This study employed explanatory sequential mixed methods with 31 students from grades 7th students of SMP Negeri 1 Sukasada. Data of this study were collected through questionnaire and interview. The questionnaire consisted of 28 item statements on different dimensions. The interview consisted of 5 questions. Data of this study were analyzed quantitatively and qualitatively. The result of this study showed that students’ perception of the augmented reality has very high means score and the qualification was very positive. Furthermore, The students perceived that augmented reality helps them in imagining the context. On the other hand, they also need help and guidance from the teacher. From the teachers’ point of view, augmented reality has very high means score and the qualification was very positive. Teachers perceived augmented reality increases the students' motivation in language learning. In contrast with it, using augmented reality material was difficult for students whose not used to technology. It can be concluded that the growth of technology media in education gives advantages and disadvantages for both students and teachers and need to be investigated in the future to check its relevance to be used in the classroom. keyword : perception, augmented reality, 7th grades students.
HIGHER EDUCATION STUDENTS PERCEPTION ON PERCEIVED OF EASE OF USE OF MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) ., Rangga Krisna Saputra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18693

Abstract

Perkembangan teknologi di abad 21 telah membawa banyak perubahan untuk pendidikan. Salah satu perubahannya adalah penggunaan perangkat mobile sebagai sarana yang efektif dan penting dalam pengajaran bahasa inggris. Banyak penelitian tentang mobile assisted language learning (MALL) pada konteks yang berbeda telah dilakukan yang menunjukkan banyak manfaat dari penggunaan MALL untuk pengajaran bahasa inggris. Tetapi, hanya sedikit penelitian terhadap MALL dilakukan di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan MALL di perguruan tinggi. Metode campuran sekuensial eksplanatif digunakan untuk menganalisis data. Kuisioner survei yang diadaptasi dari Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk mengumpulkan data secara kuantitatif dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data secara kualitatif. 163 mahasiswa dari program studi pendidikan bahasa inggris dipilih secara acak sebagai sampel untuk penelitian ini. Sesi wawancara melibatkan 10 mahasiswa yang dipilih secara acak dari seluruh sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan MALL di dalam pengajaran bahasa inggris. Mereka percaya bahwa MALL sangat mudah digunakan yang membawa banyak manfaat bagi mereka. Hasil-hasil tersebut memiliki implikasi kepada perancang kurikulum dan dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang interaktif dan otonomi di luar konteks ruang kelas.Kata Kunci : MALL, Perangkat seluler, Persepsi, TAM. The development of technology in 21st century has brought many changes to education. One of the changes is the use of mobile devices as effective and significant aids to English language learning. Many studies about mobile assisted language learning (MALL) in different contexts have been conducted that indicate the advantages of MALL for English Language Learning. However, there are still few studies on MALL conducted in higher education in Indonesia, especially in Bali. Therefore, this research was aimed to investigate students’ perception on the perceived of ease of use of MALL in higher education. Explanatory sequential mixed method was used to analyze the data. Survey questionnaire adapted from Technology Acceptance Model (TAM) was used to collect data quantitatively and interview guide were used to collect the data qualitatively. 163 English Language Education students were chosen randomly as the sample for this study. The interview involved 10 students who were selected randomly from the sample. The results show that the participants had positive perceptions toward the ease of use of MALL in English language learning. They believed that MALL is very easy to use that brings many advantages form them. These results have implication for the curriculum designers and lecturers to develop an interactive and autonomous learning beyond the classroom context.keyword : MALL, Mobile devices, Perceived of Ease of Use, Perception, TAM.
Reading Comprehension Difficulties of Eighth Grade Students of SMP N 2 Singaraja in the 2018-2019 Academic Year ., Ria Cristina; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, (2) penyebab kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, dan (3) strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP N 2 Singaraja untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan mereka dalam pemahaman membaca. Desain metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini terdiri dari 338 siswa kelas delapan dan 7 guru bahasa Inggris yang mengajar kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 124 kelas delapan dan 2 guru bahasa Inggris. Tes pemahaman membaca, panduan wawancara, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas delapan menghadapi kesulitan dalam menentukan ide utama, mengidentifikasi informasi spesifik, mengidentifikasi referensi, dan mengidentifikasi makna kata-kata. Penyebab utama kesulitan pemahaman bacaan siswa adalah item kosakata yang tidak dikenal / tidak dikenal, sementara bagian yang panjang, waktu yang terbatas, dan kurangnya latihan membaca dan belajar bahasa Inggris dianggap sebagai yang lain. Selanjutnya, strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan dalam pemahaman membaca, termasuk: strategi pengulangan, strategi prediksi atau tebakan, strategi mengisyaratkan, strategi pemindaian, dan strategi membaca sekilas.Kata Kunci : EFL, kemampuan membaca, kesulitan, sekolah menengah pertama This research was aimed at investigating: (1) the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, (2) the causes of the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, and (3) the strategies used by the English teachers in SMP N 2 Singaraja to help the eighth grade students solve their difficulties in reading comprehension. A mixed methods design was used in this research. The population of the research consisted of 338 students of the eighth grade and 7 English teachers teaching the eighth grade at SMP N 2 Singaraja. The samples of the research comprised of 124 eighth grades and 2 English teachers. Reading comprehension test, interview guide, and observation sheets were the instruments used to collect the data. The results show that the eighth grade students faced the difficulties in determining the main idea, identifying the specific information, identifying reference, and identifying the meaning of the words. The main cause for the students’ reading comprehension difficulty is unknown/unfamiliar vocabulary items, while lengthy passages, limited time, and lack of reading practice and studying English are considered as the other. Furthermore, the strategies used by the English teachers to help the eighth grade students solve the difficulties in reading comprehension, included: repetition strategy, predicting or guessing strategy, hinting strategy, scanning strategy, and skimming strategy.keyword : EFL, reading comprehension, difficulty, junior high school
SPEECH ACTS ANALYSIS IN EFL AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL ., Kadek Boy Satriawan; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18875

Abstract

Penelitian ini fokus pada menganalisis penggunaan tindak tutur yang dihasilkan oleh guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh di Sekolah Menengah Pertama. Ada tiga pertanyaan yang difokuskan oleh peneliti, yaitu tindakan locutionary (tindakan verbal), ilokusi (niat), dan perlocutionary (respon) yang dihasilkan selama kegiatan pembelajaran EFL di SMP N 6 Singaraja. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peserta penelitian ini adalah dua guru bahasa ingris dan siswa kelas tujuh SMP N 6 SIngaraja. Tindak tutur terjadi hampir setiap saat dalam kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui mengamati proses pembelajaran dengan merekam audio-video. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara mengamati, mengklasifikasikan, dan menarik kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa bahwa guru Bahasa Inggris dan para siswanya menggunakan tindak tutur dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari mereka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang paling dominan terjadi pada pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas ini adalah tipe arahan, khusunya dalam bentuk meminta. Itu diguakan untuk memberikan perintah, intruksi, saran, permintaan dan informasi kepada siswa.Kata Kunci : Kata kunci: tindak tutur, lokusi, ilokusi, perlokusi, EFL This study focused on analyzing the used of speech acts produced by English teachers and seventh grade students of Junior High School. There were three question that focused by the researcher, the locutionary (the verbal acts), illocutionary (the intention), and perlocutionary (the response) acts produced during EFL learning activities at SMP N 6 Singaraja. The research design was descriptive qualitative. The participants of the study were two teachers and seventh grade students of SMP N 6 Singaraja. The speech act occurred almost in every moment in learning activities. The data were collected through observing the learning process by recording an audio-video. The data were analyzed descriptively by observing, classifying, and drawing the conclusion. It was found that English teachers and their students used speech act in daily learning activity in the classroom. the result of the study showed that the most dominant type of speech acts which occurred was directive act which in the form requesting. It was used to give command, instruction, suggestion, request and information to the students.keyword : Key words: speech acts, locutionary, illocutionary, perlocutionary, EFL.
DEVELOPING PROBLEM BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Aan Somara Dyaksa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.224 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis masalah dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey adalah desain yang digunakan dalam peneletian ini. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA adalah subjeknya sedangkan dua dosen dari Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis masalah. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubric penilaian. Data dari penelitian ini dianalisis secara kualitatif and kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video yang dikembangkan mempunyai spesifikasi sebagai berikut; 1) format dari video adalah mp4 dan kualitasnya full HD 2) audio dari video berkualitas stereo dan spesifikasi dari buku manual adalah; 1) terdapat beberapa pertanyaan latihan untuk diskusi guru 2) terdapat langkah–langkah dari problem based learning model yang digunakan di video. Selanjutnya, rata-rata dari kedua ahli adalah 4.35. Itu berarti bahwa video instruksional ini termasuk dalam kategori baik dan dapat dilanjutkan ketahapan yang selanjutnya.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berpusat padaSiswa, Video Instruksional This present study was aimed atdeveloping and describing the features of the problem-based learning instructional video with its manual book based on the needs analysis conducted and describingthe features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two college university lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Problem-based learning instructional video. The data were collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric, and were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study indicated that the video developed has the following specifications; 1) the video is full HD in mp4 format and 2) the audio is stereo. While the specifications of the manual book are 1) there are several questions of teacher training discussion and 2) it shows the steps of problem based learning model used in video. Furthermore, it was also shown that the quality of the video with its manual book is categorized as good with a mean of 4.35 out of the maximum score 5.0. As far as the result of the expert judgment is concerned, it could be said that the D&D process could convincingly be continued to the next phases. keyword : Curriculum 2013, English Language Teaching (ELT), Instructional Video, Problem-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
THE EFFECT OF THE INTEGRATION OF EDMODO ON THE WRITING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 1 TAMPAKSIRING ., Ni Wayan Dini Diantari; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.467 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edmodo pada kompetensi menulis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tampaksiring. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-Test only Control Group. Populasi dari penelitian ini berjumlah 458 siswa kelas X SMK Negeri 1 Tampaksiring yang dibagi menjadi 13 kelas. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling, ditetapkan dua kelas sebagai sampel dari penelitian ini, yang masing-masing kelas terdiri dari 35 siswa. Kedua sampel kemudian dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen (dibelajarkan menggunakan Edmodo) dan sebagai kelompok kontrol (dibelajarkan tanpa menggunakan Edmodo). Data diperoleh dengan mengadakan post-test kompetensi menulis. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t dibantu dengan SPSS 16.0. Hasil dari deskriptif statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 81,83, lebih besar dari kelompok kontrol dengan nilai rata-rata 72,26. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-ekor) = 0,001. Karena nilai Sig. (2-ekor) kurang dari 0,05, maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas X yang dibelajarkan menggunakan Edmodo dan siswa yang dibelajarkan tanpa enggunakan Edmodo.Kata Kunci : Edmodo, kompetensi menulis This study was aimed at investigating the effect of Edmodo on writing competency of the tenth grade students of SMK Negeri 1 Tampaksiring. This study was an experimental research which used Post-Test only Control Group Design. The population of this study were 458 students of the tenth grade who were divided into 13 classes. By using cluster random sampling technique, there were two classes each consisting of 35 students which were determined as the samples of the study. The samples then were randomly selected as the experimental group (taught by using Edmodo) and as the control group (taught without using Edmodo). The data were collected by using writing competency post-test. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially by using t-test assisted with SPSS 16.0. The result of the descriptive statistics showed that the mean score of the experimental group was 81.83 higher than the mean score of the control group which was 72.26. The result of the t-test also showed that the value of Sig. (2-tailed) was 0.001, since the value of Sig. (2-tailed) was below 0.05, the null hypothesis (H0) was rejected. It means that there was a significant difference on the tenth grade writing competency between students who were taught by using Edmodo and those who were taught without using Edmodo.keyword : Edmodo, writing competency
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF ASSERTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Githa Swami Mardawati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.849 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis-jenis tindak tutur asertif dan gaya ujaran yang digunakan oleh siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa, yang terdiri dari 13 perempuan dan 17 laki-laki. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data penelitian ini diperoleh melalui metode elisitasi data, merekam dan wawancara. Data yang terkumpulkan selanjutnya ditranskripsi dan digolongkan berdasarkan 6 kategori tindak tutur asertif menurut Searle. Hasil analisa menunjukkan bahwa tindak tutur asertif siswa dapat dihadirkan secara berurutan, sebagai berikut: menyatakan (38.0%), mengeluh (27.12%), menyarankan (16.60%), melaporkan (11.64%), menuntut (3.70%), lalu diikuti oleh membual (3.01%) dari 730 ujaran. Masing-masing tindak tutur aserif didapati menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda-beda, contohnya, ada 21 jenis pola yang digunakan dalam tindak tutur asertif menyatakan. Analisa gaya ujaran menunjukkan bahwa gaya ujaran yang paling sering digunakan siswa adalah tidak resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyatakan (36.98%), sementara gaya ujaran yang paling sedikit digunakan adalah resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyarankan (0.13%).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindak tutur asertif, gaya ujaran The intention of this research was to analyze the types of assertive acts and the speech styles used by the eleventh grade students of SMA Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were 30 students, consisting of 13 females and 17 males. This research was a qualitative research, in which the data of the research were obtained through data elicitation, recording and interview. The data gathered were then transcribed and classified based on the 6 categories of assertive acts according to Searle. The results of the analysis showed that the assertive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to state (38.00%), to complain (27.12%), to suggest (16.60%), to report (11.64%), to claim (3.70%), then followed by to boast (3.01%) out of 730 speeches. Each of the assertive acts was realized by using more than one different sentence patterns, for instance, 21 kinds of patterns were used in to state. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal that was used in to state (36.98%), meanwhile the less style was formal that was used in to suggest (0.13%). keyword : descriptive qualitative, assertive acts, speech styles
Verbal and Nonverbal Communication Used by Teachers in Providing Positive Reinforcement in EFL Classes at SMP N 1 Mengwi ., I Nengah Pasek Budiartika; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.554 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk komunikasi verbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi, (2) mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi, (3) mengetahui persepsi siswa terhadap komunikasi verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris dan 140 siswa di kelas 8A, 8B, 7K, dan 7L kelas di SMP N 1 Mengwi. Data penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan beberapa instrumen, yaitu peneliti, lembar observasi, perekam video, dan angket. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa (1) bentuk komunikasi verbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah bentuk tuturan deklaratif, interogatif, dan imperatif; (2) bentuk komunikasi nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah kinesik, haptik, dan proksemik; dan (3) persepsi siswa terhadap komunikasi verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah siswa merasa termotivasi, percaya diri, nyaman, dan semangat. Selain itu, siswa senang dan suka ketika guru menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal dalam memberikan penguatan positif. Kata Kunci : bahasa Inggris sebagai bahasa asing, penguatan positif, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal This study aimed at (1) describing and analyzing the forms of verbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi, (2) describing and analyzing the forms of nonverbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi, (3) identifying the students’ perception toward verbal and nonverbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi. This study was a descriptive qualitative research design. The subjects of this study were two English teachers and 140 students at 8A, 8B, 7K, and 7L class at SMP N 1 Mengwi. The data of this study were collected by using several instruments, namely the researcher, observation sheet, video recorder, and questionnaire. The result of this study showed that (1) the forms of verbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were declarative, interrogative, and imperative; (2) the forms of nonverbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were kinesics, haptic, and proxemics; (3) the students’ perception toward verbal and nonverbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were they felt motivated, confident, comfortable, and enthusiastic. Besides that, they were pleased and they liked when the teachers used verbal and nonverbal communication in providing positive reinforcement.keyword : English as a Foreign Language (EFL), nonverbal communication, positive reinforcement, and verbal communication
MODELS OF TEACHING READING COMPREHENSION APPLIED BY ENGLISH TEACHER OF J-2 SCHOOL IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Wy Oktavia Usadi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model yang diterapkan oleh guru bahasa Inggris di J-2 SCHOOl. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa J-2 pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian ini adalah model bottom-up dan top dalam pengajaran pemahaman bacaan berdasarkan teori Grabe. Frekuensi direktif pada pertemuan pertama dan kedua guru diajarkan dengan model bottom-up. Guru menggunakan model bottom-up untuk mengajar siswa dengan kata-kata yang berarti dan bagian partikel kecil dalam pemahaman membaca. Pertemuan ketiga dan kelima adalah model top-down. Guru akan mengajarkan siswa dengan aspek tertentu, seperti mengajarkan aspek tertentu tentang tes deskriptif. Hal itu bisa membuat siswa lebih kritis terhadap teks. Alasan yang mendasari guru bahasa Inggris menerapkan model dalam mengajarkan pemahaman bacaan adalah dengan membuat proses pengajaran bahasa Inggris dapat berjalan sesuai dengan tingkat siswa dan siswa dapat mengikuti proses secara efisien. Model bottom-up dan top down bisa membuat siswa aktif di kelas.Kata Kunci : guru bahasa Inggris, model pengajaran, pemahaman bacaan This research aimed to analyze the models that applied by the English teacher on J-2 SCHOOl. The subject was the English teachers and the students of J-2 in academic year of 2016/2017. This research was designed as descriptive research design. The researcher instruments are observation and interviewThe result of this study is the used of bottom-up and top models in teaching reading comprehension based on Grabe theory. The frequency of directive in first and second meeting the teacher taught with bottom-up model. The teacher used bottom-up model to teach the students with word meaning and the small particle part in reading comprehension. The third until five meeting was top-down model. The teacher would teach the students with a specific aspect, like teach the students about the specific of descriptive text. It could make students more critical about the text. The underlying reasons of English teacher apply models in teaching reading comprehension are to make the process of teaching English can run appropriately with the students level and the students can join the learning process efficiently. Bottom-up and top down model could make the students active and comfortable in the classroom.keyword : English teacher, teaching models, reading comprehension
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
Co-Authors ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., Agus Dimas Darmawan ., Agus Dimas Darmawan ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana ., Denok Admila Suci ., Denok Admila Suci ., Destri Anu Arisandi ., Destri Anu Arisandi ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Eva Agustino ., Eva Agustino ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Gede Aan Somara Dyaksa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Febriandikayasa ., I Kadek Febriandikayasa ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Putu Suamba Wijaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Kadek Boy Satriawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Ketut Sri Pusparini ., Ketut Sri Pusparini ., Made Githa Swami Mardawati ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Wayan Dini Diantari ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wy Oktavia Usadi ., Putu Agus Widiana ., Putu Agus Widiana ., Putu Febby Laksmi Decker ., Rangga Krisna Saputra ., Rangga Krisna Saputra ., Ria Cristina ., Ria Cristina ., Rika Persada Jati ., Rika Persada Jati Alit Tri Santika Ningsih Anak Agung Istri Rita Santi Kusuma Ayu, Ni Kadek Nia Ivana Bimantara, Ketut Lingga Cahyani, Made Trisna Damayanti, Putu Vergi Desak Gede Devi Pratami Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Drs.Gede Batan,MA . Fitriani, Desy G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Parianingsih Hadi Saputra, I Nyoman Pasek Hardiyanti, Ni Nengah I Gede Budasi I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Indra Kusuma I Wayan Sastra Oka Paramartha I.G.A. Lokita Purnamika Utami Kadek Shinta Fridayanti Kadek Sintya Dewi Khrismaswari, Anak Agung Sagung Sri Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Eka Wahyuni Luh Putu Artini Luh Putu Shanti Yuliastiti M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Hery Santosa Made Trisna Cahyani Maharani, Ni Wayan Linda Marhaeni, Ni Nengah Resti Mohammad Adnan Latief Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Julia Dewi Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Resti Marhaeni Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Surya Mahayanti Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Nyoman Pasek Hadi Saputra Oktavirani, Ni Luh Gede Indah Parianingsih, Gusti Agung Ayu Pradnyawati, Kadek Rikha Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Purwanita, Kadek Agina Putu Erna Adnyani Putu Erna Adnyani Rizka Fitriani Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sudarsana, Gede Arya Suharmanto Susantara, I Putu Anom Didik Ulandari, Sang Ayu Komang Yuli Wati, Ni Putu Harista Wulandari, Putu Indah