Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Karakteristik Pendidikan yang Menebus di Suatu Sekolah Kristen [The Characteristics of Redemptive Education In a Christian School] Erni Hanna Nadeak; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 13, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i2.439

Abstract

The vision and mission of a Christian School are to implement redemptive education in the school that includes learning processes and other school components. The purpose of this research is to determine the understanding of leaders and teachers about redemptive education. The research constitutes theory-grounded qualitative research. The instruments were interview guideline, documents, and observation. The subjects were 13 teachers and leaders of the school. The data processing was conducted by means of analyzing open coding, axial coding and selective coding. The research revealed 5 characteristics of redemptive education in the school, namely education that is consciousness of sin, Christ-centered education, education that has eternal perspective, education with holistic subjects, and discipleship education.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Visi dan misi dari suatu sekolah Kristen adalah untuk menerapkan pendidikan yang menebus di dalam sekolah yang meliputi proses pembelajaran dan komponen sekolah lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman pimpinan dan guru tentang pendidikan yang menebus di sekolah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif grounded theory. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, dokumen, dan observasi. Subjek penelitian adalah 13 guru dan pimpinan dari Sekolah Kristen tersebut. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan analisis kode terbuka, kode aksial, kode selektif. Penelitian ini mengungkap 5 karakteristik pendidikan yang menebus pada sekolah tersebut, yaitu pendidikan yang memiliki kesadaran akan dosa, pendidikan yang berpusat kepada Kristus, pendidikan yang memiliki perspektif kekekalan, pendidikan dengan holistik subjek dan pendidikan yang memuridkan.
PENERAPAN IMBALAN DAN KONSEKUENSI BERBASIS DEMOKRASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR KUPANG [THE IMPLEMENTATION OF DEMOCRATIC-BASED REWARDS AND CONSEQUENCES TO IMPROVE DISCIPLINE OF GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN KUPANG] Ester Margareth Wagiu; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.933

Abstract

The problem of discipline is an issue that is considered common in the classroom setting.  The researcher found that the lack of discipline in some students in a grade 3 elementary school in Kupang made the atmosphere in the classroom uncomfortable and not conducive to learning. The researcher's aim was to integrate democratic-based rewards and consequences into the discipline process. Classroom Action Research was used with 4 students as the subjects. The study implemented in three cycles from October 16, 2017, to November 1, 2017. The instruments that were used in continuing to the next cycle were students' activities and observation; other instruments were observation of the method's implementation, mentor's interview, and students' questionnaires. The result of the research showed improved changes to student discipline from cycle one to cycle three.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Masalah disiplin di dalam kelas adalah suatu kebiasaan yang sudah dianggap umum terjadi di dalam kelas. Pada saat mengajar peneliti menemukan masalah kurangnya disiplin pada beberapa siswa di kelas 3 sekolah dasar Kupang yang menjadikan kelas tidak nyaman dan tidak kondusif untuk dilaksanakan pembelajaran. Peneliti bertujuan untuk memadukan antara demokrasi, imbalan dan konsekuensi dalam proses pendisiplinan. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan 4 orang siswa sebagai subyek. Penelitian ini dilaksanakan sampai tiga siklus dari tanggal 16 Oktober 2017 sampai dengan 1 November 2017. Instrumen yang digunakan untuk melanjutkan siklus adalah lembar observasi aktivitas siswa dan instrumen lainnya adalah lembar observasi penerapan metode, wawancara mentor dan angket siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perubahan kedisiplinan yang lebih baik pada siswa dari siklus satu hingga siklus ke tiga.
MODEL KEPEMIMPINAN CARE GROUP DALAM PENDIDIKAN HOLISTIS [A LEADERSHIP MODEL OF CARE GROUPS IN HOLISTIC EDUCATION] Nico Tanles Tjhin; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 15, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i2.1078

Abstract

A study program at a private higher education institution, namely CT, a transformational holistic education organization, implements an academic and non-academic guidance program through small groups called CARE Groups (CG). However, regardless of there being a CG program, there are still many cases of CT students breaking rules. These range from general cases to more severe ones that result in warning letters. The discrepancy found in the range of cases is the topic of this study, which focuses on the perspective of the CG leadership. The qualitative method of case study was utilized so that the data may be accurate and in-depth for analysis, in order for there to be further discussion. The three main findings that answered the problem formulated in this study were the description of strategies and CT efforts in equipping CG Leader (CGL), an explanation of the reasons for the emergence of cases among students, and the formulation of an ideal profile for a CGL.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Sebuah program studi di suatu perguruan tinggi swasta, sebut saja CT, suatu lembaga pendidikan holistis yang transformasional menerapkan suatu program bimbingan akademik dan non-akademik berbentuk kelompok kecil bernama CARE Group (CG). Namun, terlepas dari adanya instrumen CG, kasus pelanggaran peraturan di kalangan mahasiswa CT kerap kali muncul, mulai dari kasus umum sampai kasus berat yang memiliki konsekuensi Surat Peringatan (SP). Kesenjangan tersebut menjadi topik pembahasan dalam studi ini, berfokus pada segi pandangan kepemimpinan CG. Metode penelitian kualitatif studi kasus digunakan agar mendapatkan data yang akurat dan mendalam untuk dianalisis dan dibahas lebih lanjut. Diperoleh tiga temuan utama yang menjawab rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu deskripsi strategi dan upaya CT dalam memperlengkapi CG Leader (CGL), penjelasan akan alasan masih munculnya kasus di kalangan mahasiswa, dan rumusan sebuah profil ideal bagi seorang CGL.
Kepemimpinan yang Menebus di Sekolah Lentera Harapan Curug [Redemptive Leadership at Sekolah Lentera Harapan Curug] Janwar J Juriaman; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 13, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i2.515

Abstract

The Lentera Harapan Christian School in Curug has a vision and mission to proclaim the preeminence of Christ and to be actively involved in the redemptive restoration of all things through Him using holistic education. In leadership, the school has implemented redemptive leadership that is in line with the vision and mission of the school. The purpose of this research was to determine the understanding of the school's leaders of redemptive leadership characteristics. The study used a grounded theory of qualitative research. The instruments were interviews, documents, and open ended questionares. The data was collected from ten leaders and analyzed by open coding, axial coding, and selective coding. The research revealed four characteristics of redemptive leadership at the school: leadership that develops sin awareness, Christ-centered leadership, leadership that glorifies God, and leadership aimed at discipleship.BAHASA INDONESIA ABSTRAK:Sekolah Kristen Lentera Harapan Curug memiliki visi dan misi untuk menyatakan keutamaan Kristus dan terlibat aktif dalam pemulihan yang bersifat menebus segala sesuatu di dalam Dia melalui pendidikan Holistis. Dalam hal kepemimpinan, sekolah ini menerapkan kepemimpinan yang menebus yang sejalan dengan visi dan misi sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman leaders mengenai gambaran kepemimpinan yang menebus. Penelitian ini menggunakan grounded theory yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara sepuluh leaders dan diolah dengan analisis koding terbuka, koding aksial, dan koding selektif. Hasil penelitian menngungkap 4 gambaran mengenai kepemimpinan yang menebus dalam penerapannya di sekolah tersebut yaitu kepemimpinan yang menyadarkan keberdosaan, kepemimpinan yang berpusat pada Kristus, kepemimpinan yang memuliakan Tuhan, dan kepemimpinan yang bertujuan untuk pemuridan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KECERDASAN EMOSIONAL KEPALA SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN [THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, THE EMOTIONAL INTELLIGENCE OF THE PRINCIPAL, AND EMPLOYEE MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE] Eko Subagia; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 17, No 1 (2021): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i1.1885

Abstract

Employee performance plays an important role in determining the quality of an organization. Thus, one of the main reasons for evaluating employee performance is to maintain and even improve the quality of the organization. The transformational leadership style and the emotional intelligence of the principal can play an important role in building employee motivation within a school which can then influence employee performance. The aim of this research is to determine if the transformational leadership style of the principal, the principal’s emotional intelligence, and the motivation of the employees have a positive influence on the employees’ job performance. The research used a quantitative approach with a path analysis to determine whether the coefficient effect of each variable was significant. Data was collected from 75 employees in a school using a questionnaire. The results show that the principal's emotional intelligence and employee motivation have a positive effect on employee performance whereas the transformational leadership style of the principal has no effect on employee performance.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam menentukan kualitas sebuah organisasi. Oleh sebab itu, alasan utama dilakukannya penilaian kinerja karyawan adalah untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas organisasi. Kepemimpinan transformasional dan kecerdasan emosional kepala sekolah memegang peranan penting di dalam membangun motivasi karyawan sehingga dapat memiliki pengaruh pada kinerja karyawan di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh positif kepemimpinan transformasional, kecerdasan emosional kepala sekolah, dan motivasi kerja karyawan terhadap kinerja para karyawan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur untuk mengetahui apakah pengaruh koefisien dari masing-masing variable adalah signifikan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei melalui kuesioner kepada 75 karyawan yang ada di suatu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional kepala sekolah dan motivasi kerja karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Sedangkan kepemimpinan transformasional kepala sekolah tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Brain Gym terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IX IPA dalam Pembelajaran Matematika di SMA XYZ Tangerang [The Effects of Brain Gym in Helping Students' Concentration in Learning Math in Grade XI Science at XYZ Senior High School Tangerang] Tica Chyquitita; Yonathan Winardi; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.438

Abstract

Math is considered to be one of the subjects that make it difficult for students to concentrate during the learning process because their brains become tired and tense. One of the most popular and trusted ways to improve learning is by using a 'gym gym' approach. Therefore, the researchers wanted to see whether the 'gym gym' approach could improve learning concentration. The research used a quasi-experimental post-test only control group design. The population was the students of class XI Science Basic General Math A and B, while the sample was 15 students from XI Science B as the experimental group. Using the Mann-Whitney U-test with an alpha level of 0.05 indicated the asymptote Sig of 0.001 <0.05. This means that the concentration of learning in the experimental group was lower than that of the control group so it is concluded that the ‘brain gym’ approach did not significantly affect students’ concentrationBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Matematika menjadi salah satu pelajaran sulit yang menyebabkan siswa susah untuk berkonsentrasi selama belajar karena otak menjadi lelah dan tegang. Salah satu cara yang populer dan dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi belajar adalah brain gym. Sehingga peneliti ingin melihat apakah terdapat  pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA A dan B dengan sampel 15 siswa dari kelas XI IPA B sebagai kelompok kontrol dan 15 siswa dari kelas XI IPA A sebagai kelompok eksperimen. Dengan menggunakan Mann-Whitney U-test dengan tingkat alfa 0,05 menunjukkan asymp. Sig sebesar 0,001<0,05. Hal ini berarti konsentrasi belajar pada kelompok eksperimen lebih rendah dari pada kelompok kontrol sehingga disimpulkan bahwa brain gym tidak berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa.
THE IMPLEMENTATION OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TECHNIQUE TO INCREASE GRADE 8 STUDENTS’ ACTIVE LEARNING IN AN ENGLISH CLASS Carollina Anggi Puspitasari; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 14, No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i2.900

Abstract

Based on class observations, some students in grade 8 of XYZ Junior High School were not contributing actively in an English class. One of the reason was because they were not used to speaking English. This research was aimed at increasing students’ active learning in studying English in the classroom by implementing the Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) technique. The research method used was Classroom Action Research (CAR) of Kemmis and McTaggart’s, conducted within three cycles. The subjects were four students who were not speaking English actively. The data was collected through questionnaires and mentor’s observation checklist. The result showed that the implementation of the CIRC technique in an English class could increase students’ active learning significantly.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi di VIII SMP XYZ tidak berpartisi aktif saat pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu alasannya adalah siswa tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan siswa kelas VIII SMP dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan teknik Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan 3 siklus. Subyek penelitian berfokus pada empat orang siswa yang tidak terlibat secara aktif di kelas Bahasa Inggris. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist observasi mentor. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan penerapan teknik CIRC dalam kelas Bahasa Inggris, keaktifan siswa mengalami kenaikan yang signifikan. 
Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Persepsi Siswa dalam Berprestasi [The Relationship between Students' Motivation and Students' Perceptions of Achievement] Rosyeline Nesac Djuarsa; Imanuel Adhitya Wulanata; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.349

Abstract

Learning achievement is influenced by many factors, such as teaching methods, the means and facilities available, the environment and student motivation to learn. One of the problems found in the school was weak student motivation for learning. Which in the end has an impact on the perception of students in achieving good results. The purpose of this research is to know if there is any correlation between the students’ learning motivation and students’ perception of learning achievement and what is the correlation of the students’ learning motivation and students’ perception of learning achievement. This research used a quantitative approach with a sample size of 30 students. Data were collected using a questionnaire. The validity of this instrument construction was obtained from three expert judgments. The empirical validity of this instrument was calculated by the formula of Rank Spearman. The variables concerning student learning motivation consisted of 18 items and the variables indicating student perception of learning achievement consisted of 8 items. Reliability is measured with Cronbach Alpha. The Alpha value obtained for the variables of student learning motivation was 0.865 and the Alpha value of the variable students’ perception of learning achievement is 0.781. Data were analyzed using the Spearman rank correlation (Rho-Spearman) and significance test connection with the distribution of t test at a significance level of 5%. The results of this research showed a significant positive correlation between students’ learning motivation and student perception of learning achievement (r = 0.612, sig= 0,000. That means that the higher the student learning motivation the stronger the student perception of learning achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Prestasi belajar dipengaruhi banyak faktor, misalnya metode guru dalam mengajar, sarana dan fasilitas yang tersedia, lingkungan dan motivasi siswa dalam belajar. Salah satu masalah yang ditemukan di sekolah adalah lemahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa yang akhirnya berdampak kepada persepsi siswa dalam berprestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi  dan bagaimanakah hubungan motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Validitas konstruksi instrumen diperoleh dari 3 expert judgment (ahli). Validitas empirik instrumen dihitung dengan rumus Rank Spearman, variabel motivasi belajar siswa terdiri dari 18 item dan variabel persepsi siswa dalam berprestasi terdiri dari 8 item. Reliabilitas diukur dengan Alpha Cronbach, diperoleh nilai Alpha variabel  motivasi belajar siswa adalah 0,865 dan nilai Alpha variabel persepsi siswa dalam berprestasi adalah 0,781. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi peringkat spearman (Rho-Spearman) dan uji signifikansi hubungan dengan uji distribusi t pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis ini menunjukkan adanya hubungan yang positif signifikan antara motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi (r = 0,612, sig = 0,000. Artinya semakin baik atau tinggi motivasi belajar siswa maka akan semakin besar dan kuat juga persepsi siswa untuk meraih prestasi.
The Effect of Using Origami Paper to Teach the Perimeter of Plane Figures on Cognitive Achievement of Students Grade IX Yael Narwastu Jati; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.337

Abstract

This pre-experimental research design aims to know whether there is an effect of using origami paper to teach the perimeter of plane figures on cognitive achievement of students in grade IX and how the use of origami paper can affect students’ cognitive achievement. The subject was taken from 16 students of class IX-A as an experimental class that were going to study using origami paper as the teaching aid. The data obtained was students’ pre-test and post-test. The gained mean of students’ score between pre-test and post-test was significantly greater than the expected score 0.4, in fact the gain reached 0.82 which is categorized high. Thus, it can be concluded that there was an effect of using origami paper to teach the perimeter of plane figures on students’ cognitive achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Desain penelitian eksperimen ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh penggunaan kertas origami untuk mengajar keliling dari suatu bidang datar terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IX dan bagaimana penggunaan tersebut mempengaruhi hsil belajar. Sampel penelitian adalah 16 siswa kelas IX-A sebagai kelompok ekperimen yang akan menggunakan kertas origami. Data diperolehh dari hasil pre-tests dan post-tests. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata skor yang signifikan antara hasil pre-tests dan post-tests yang di duga, yaitu 4.0 (normalized gain), bahkan mencapai 0.8 yang termasuk golongan tinggi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada hasil belajar kognitif pada pengajaran keliling suatu bidang datar dengan menggunakan kertas origami 
A Comparison of STAD and Drill Strategy in Increasing Grade V Students’ Cognitive Achievement on Ratios Dorothy Rimba; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 12, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v12i1.378

Abstract

This research is aimed at determining whether grade V students’ cognitive achievement increase using STAD and drill strategy. This research is also aimed at comparing STAD and drill strategy in increasing the cognitive achievement of grade V students on the topic of ratios in mathematics. The design of this research is a pretest-posttest two-group design. The sampling is done randomly. Descriptive statistics and non-parametric statistics are used to analyze the data. Using SPSS, the results showed that the grade V students’ cognitive achievement on ratios increased after studying mathematics using STAD and drill strategy. However, there was no significant difference in results between STAD and drill strategy in increasing the student’s cognitive achievement. Therefore, the grade V students’ cognitive achievement in both classes increased at a similar level using STAD and drill strategy.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pencapaian kognitif siswa kelas V dapat meningkat menggunakan STAD dan drill strategy. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan STAD dan drill strategy dalam meningkatkan pencapaian kognitif siswa kelas V pada topik perbandingan dalam pembelajaran matematika. Desain dari penelitian ini adalah pretest-posttest two group design. Pengambilan sample dilakukan secara random. Statistik deskriptif dan statistik non-parametrik adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Dengan menggunakan SPSS, penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian kognitif siswa kelas V pada topik perbandingan meningkat setelah pembelajaran matematika menggunakan STAD dan drill strategy. Namun, tidak ada perbedaan antara STAD dan drill strategy dalam meningkatkan pencapaian kognitif siswa kelas V pada topik perbandingan. Maka dari itu, pencapaian kognitif siswa kelas V pada kedua kelas meningkat pada tingkatan yang hampir setara dengan menggunakan STAD dan drill strategy.
Co-Authors AGUS PURWANTO Agustin, Atalia Agustina Reni Setianingsih Amirrudin Zalukhu Anditya, Novia Hoki Asbari, Masduki Astuti, Dea Dri Atalya Agustin, Atalya Atozanolo Lahagu Atozanolo Lahagu* Bernard Wijaya Napitupulu Carollina Anggi Puspitasari Chrissya Apitula Danang Setyadi Desri Kristina Silalahi Desri Silalahi Dessy Anggreiny Saragih Dewa Komang Tri mahayana Dewi Anggreani Dewi Tjhin Dorothy Rimba Eko Hadi Purnomo Eko Prastyo Eko Prastyo Eko Subagia Erikasari, Elisabeth Erni Hanna Nadeak Erwin Santoso Ester Margareth Wagiu Felix Yojinato Hastuti Pakpahan Hastuti Pakpahan, Hastuti Hayma Elphis Bangngu Helti Lygia Mampouw Imanuel Adhitya Wulanata, Imanuel Adhitya Imran, Septianus Jacob Stevy Seleky Janwar J Juriaman Jessica Nova Sagita Kim, Tina Kotamena, Fredson Kowinto, Susanti Kristiana, Tabita Gabriela Kuddi, Sonianto Kumalasari, Maria Yashinta Putri Liebertus, Jefry Linda Liana Listyani, Laras Mahayana, Dewa Komang Tri Maitimo, Vinsensius V. S. Maya Sofa Meildy Louisa Kese Melda Jaya Melda Jaya Melda Jaya Saragih, Melda Jaya Melda Jaya, Melda Murdanu Murdanu Natalia Natalia Natalie Chito Mayuni Natan, Azerina Priskila Neri Astriana Koehuan Nico Tanles Tjhin Oce Datu Appulembang, Oce Datu Oki Hermawati Oktapratama, Ryan Otto Berman Sihite PANGGABEAN, DEDY Panggabean, Meicky S Poltak Sinaga Poltak Sinaga, Poltak Robby Prissly Rosdiana Sijabat Rosyeline Nesac Djuarsa Ryan Oktapratama Selvi Esther Suwu, Selvi Esther Serliana Christian Setianingsih, Agustina Reni Sidharta, Ervan Sihite, Otto Berna Sinaga Poltak Slamet Harjaya Soesanto, Robert Harry Sudibjo, Niko Tamba, Kimura Patar Tanti Listiani Tanti Listiani, Tanti Theodora, Febe Ratu Nada Tica Chyquitita Tina Kim Vinsensius V. S. Maitimo Wening Indriani, Wening Wesly Baan Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng Winardi, Yonathan Wiyun Philipus Wylen Djap Yael Narwastu Jati