Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Creative Research Journal

A Review of Term of Reference And Budget Plan of SMEs and Cooperatives Development Priority Project : A Logical Framework Approach Kharisma, Bayu
Creative Research Journal Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v6i2.280

Abstract

Abstract: One of the most crucial stages in the new system of PP 17/2017 on Synchronization of National Development Planning and Budgeting is creating a comprehensive and accurate Terms of References (TOR) and budget plan, which define all aspects of how line ministries or stakeholders will conduct the priority project. Taking one example of priority projects of the Ministry of Cooperatives and SMEs, which is called Pusat Layanan Usaha Terpadu/ PLUT KUMKM, this study aims to identify how line ministry (the Ministry of Cooperatives and SMEs) describes its project and overall perceives the new system of planning and budgeting. Using logical framework approach, this study analyzes a number of documents such as TOR, budget plan, and government plan that related to PLUT KUMKM project. The result shows that the Ministry of Cooperatives and SMEs needs to improve the perception of the new system since the TOR and budget plan cannot fully describe the project comprehensively.
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENURUNAN KEMISKINAN DI KABUPATEN GARUT Sewaminggi, Ayuka Pradina Ashara Primadipta; Muhajirin, Ahmad; Paruta, Garan; Dwikania, Keni; Yustisi, Mira Janu; Qori’ah, Ribut; Basuki, Urip; Kharisma, Bayu
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 9 No 01 (2023): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v9i1.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kemiskinan, peran partisipasi masyarakat dalam upaya penanganan kemiskinan dan merumuskan strategi alternatif penanganan kemiskinan dari aspek sosial. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Garut Jawa Barat. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan analisis, analisis korelasi serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di Kabupaten Garut pada periode 2015-2020 mengalami penurunan dalam kurun waktu 6 (enam) tahun terakhir, namun capaiannya masih belum optimal bandingkan dengan daerah lain. Terdapat hubungan yang kuat antara partisipasi masyarakat, kemiskinan, dan pembangunan manusia dengan korelasi diatas 0,9 pada masing-masing variabel. Hubungan yang kuat tersebut perlu disikapi dengan mengoptimalkan keterkaitan antar variabel dengan strategi yang komprehensif. Strategi agresif (S-O) sebagai strategi terbaik dengan pemanfaatan SDA di Kabupaten Garut melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat sebagai subjek pembangunan di Kabupaten Garut. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia, tersebut khususnya pada aspek pendidikan dan ekonomi yang berkaitan erat dengan kemiskinan. Dengan demikian, melalui keterlibatan masyarakat secara aktif untuk mendorong partisipasi seluruh pihak membangun ekonomi daerah dengan potensi yang dimiliki dapat menjadi alternatif upaya pengentasan kemiskinan.
A LOGICAL FRAMEWORK APPROACH FOR SME'S TERM OF REFERENCE, BUDGET PLAN AND COOPERATIVE PROJECT Putri, Dini Ajani; Hidayat, Muhammad Thariq; Kharisma, Bayu; Hadian, Yudha
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v6i2.280

Abstract

One of the most crucial stages in the new system of PP 17/2017 on Synchronization of National Development Planning and Budgeting is creating a comprehensive and accurate Terms of References (TOR) and budget plan, which define all aspects of how line ministries or stakeholders will conduct the priority project. Taking one example of priority projects of the Ministry of Cooperatives and SMEs, which is called Pusat Layanan Usaha Terpadu/ PLUT KUMKM, this study aims to identify how line ministry (the Ministry of Cooperatives and SMEs) describes its project and overall perceives the new system of planning and budgeting. Using logical framework approach, this study analyzes a number of documents such as TOR, budget plan, and government plan that related to PLUT KUMKM project. The result shows that the Ministry of Cooperatives and SMEs needs to improve the perception of the new system since the TOR and budget plan cannot fully describe the project comprehensively.
STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN MELALUI PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL: KASUS DI JAWA BARAT Kharisma, Bayu; Hadian Nur, Yudha; Wardhana, Adhitya
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 8 No 01 (2022): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v8i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karateristik dan faktor-faktor yang menjadi determinan dalam kewirausahaan sosial di Provinsi Jawa Barat, (2) menganalisa peran dan pengaruh kewirausahaan sosial dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di Jawa Barat dan (3) merumuskan kebijakan yang perlu dilakukan dalam kewirausahaan sosial yang berbasiskan UMKM sebagai solusi dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di Jawa Barat. Metode analisis data pada penelitian ini mengabungkan antara data kuantitif dengan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, karateristik dan faktor-faktor yang menjadi determinan dalam kewirausahaan sosial di Provinsi Jawa Barat adalah pendapatan usaha/perusahaan, tingkat pendidikan, kepemilikan usahanya, umur dari pengusaha, jumlah pegawai yang dimiliki oleh masing-masing entrepreneur, jiwa sosial yang dimiliki oleh para pengusaha SE dan proses inovasi produk. Kewirausahaan sosial berpengaruh positif terhadap penciptaan lapangan kerja, dimana dengan adanya kewirausahaan sosial dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Kewirausahaan sosial memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan laba dibandingkan dengan wirausaha yang konvensional. Kebijakan yang perlu dilakukan dalam kewirausahaan sosial yang berbasiskan UMKM sebagai solusi dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di Jawa Barat adalah. penciptaan wirausaha sosial baru dengan memberikan beberapa stimulus, perlu dilakukan pendampingan untuk meningkatkan kemandirian dan kesinambungan usahanya, terutama sejak pandemi Covid-19, mendorong pemberdayaan masyarakat, mendorong finansial dan kelembagaan dan terakhir membangun kewirausahaan sosial yang berbasis inovasi sosial.
ANALISIS PERAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PENINGKATAN PEMBANGUNAN MANUSIA DI WILAYAH METROPOLITAN INDONESIA Wardhana, Adhitya; Hadian Nur, Yudha; Kharisma, Bayu; Muhammad Adam , Asep
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 7 No 01 (2021): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v7i01.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam meningkatkan pembangunan manusia melalui pengeluaran infrastruktur, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Kemudian penelitian ini menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah (infrastruktur, ekonomi, kesehatan dan pendidikan) terhadap indikator pendidikan, kesehatan dan pendapatan perkapita. Ruang lingkup penelitian yaitu 54 Kabupaten/Kota di wilayah Metropolitan Indonesia. Model penelitian menggunakan model Generalized Least Square (GLS) panel data. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif seluruh pengeluaran pemerintah terhadap pembangunan manusia yang diproyeksikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kemudian hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa total pengeluaran pemerintah  mempengaruhi positif terhadap rata lama sekolah (indikator pendidikan), angka harapan hidup (indikator kesehatan) dan pendapatan perkapita.
STRATEGI PENGURANGAN KEMISKINAN MELALUI PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN GARUT Hazita, Facia Puspa; Nugraha, Dani; Karina, Devi Rizka; Saputra, Erwin Aditya; Zuldi, Muhamad Hafiz; Gartika, Ria Yessi; Wulandari, Royani; Kharisma, Bayu
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 8 No 02 (2022): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v8i2.312

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun rekomendasi strategi yang dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk pengentasan kemiskinan melalui investasi di sektor pariwisata guna memperluas kesempatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Location Quotient (LQ), Shift-Share Analysis (SSA), Tipologi Klassen untuk mengetahui kondisi ekonomi regional sektor pariwisata, analisis ICOR dan Elastisitas Kesempatan kerja untuk mengetahui tingkat efisiensi investasi dan estimasi penyerapan tenaga kerja dan analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT). Hasil penelitian analisis menyimpulkan sektor pariwisata merupakan sektor basis dan sektor prima yang perlu didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Garut. Hal ini diperkuat dengan elastisitas kesempatan kerja dimana sektor pariwisata mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam menyerap angkatan kerja. Penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata dapat dipercepat dari dukungan investasi di sektor pariwisata. Untuk meningkatkan investasi, Pemerintah Kabupaten Garut perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif, dikarenakan masih adanya indikasi inefisiensi dari penggunaan kapital Kabupaten Garut. Dengan adanya investasi di sektor pariwisata tersebut, diharapkan dapat membuka kesempatan kerja yang menyerap angkatan kerja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang akan berimplikasi pada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Garut.