Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Values of Local Wisdom in the Muang Jong (Salamat Laut) Tradition of the Sawang Tribe in Selinsing Village, Belitung Timur Regency Dandy Rinaldo; Trisna Sukmayadi
Jurnal Civicus Vol 22, No 1 (2022): JURNAL CIVICUS, JUNE 2022
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v22i1.44608

Abstract

As the era of globalization goes on in the entire order of the nation's life, it requires the Indonesian state to be aware of things that have a negative impact, such as the impact of the development of anti-character values. The development and preservation of cultural values and local wisdom is very much needed. This study aims to describe the values of local wisdom in the Muang Jong (sea salvation) tradition of the Sawang tribe in Selinssing Village, East Belitung Regency. This study uses a qualitative approach with the type of descriptive research. Data collection techniques were carried out using interviews and observations. The data obtained in this study were analyzed through data reduction, data display, and drawing conclusions/verification. The results of this study show that 1) the background of the Muang Jong tradition is that it started when the Sawang people were in the ocean and they got a disaster where they were finally saved by the God of the Sea. After that incident, there was the Muang Jong tradition where this tradition is an expression of gratitude for the Sawang Tribe community to the God of the Ruler of the ocean. 2) The values of local wisdom contained in the Muang Jong tradition are spiritual values, religious values, mutual cooperation values, togetherness values, artistic values and historical values. 3) Efforts to preserve and introduce the values of local wisdom contained in the Muang Jong (sea safety) tradition of the Sawang Tribe is to collaborate with the local government to introduce the tradition through the tourism office and policies from the local government. In addition, to preserve the Muang Jong tradition for the youth of the Sawang Tribe is to directly involve the youth in a series of Muang Jong tradition activities.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SE-KAPANEWON DEPOK YOGYAKARTA Suyitno Suyitno; Trisna Sukmayadi; Jhingga Mahadhni
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 6, No 2 (2021): VOLUME 6 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v6i2.2571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pendidikan antikorupsi di SD Muhammadiyah Kapanewon Depok Sleman. Populasi dalam penelitian ini adalah 6 guru AIK SD Muhammadiyah se-Kapanewon Depok Sleman yang terdiri dari 2 guru AIK SD Muhammadiyah Condongcatur, 2 guru SD Muhammadiyah Kolombo dan 2 guru AIK SD Muhammadiyah Kayen. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research, dengan jenis penelitian kualitatif. Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data dan informasi tentang integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan antikorupsi di SD se-Kapanewon, Depok, Sleman. Data disajikan secara deskriptif dengan metode observasi pelaksanaan pendidikan nilai-nilai Islam dan antikorupsi di sekolah dasar, wawancara dengan guru Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan dokumentasi pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman yaitu dengan mengumpulkan data dari lapangan, mereduksi data sesuai dengan kajian teori dan kenyataan di lapangan, dan menyajikan data secara utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai-nilai antikorupsi terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, baik akhlak, adab maupun keteladanan yang bersifat akhakul karimah. 2) Bagaimana menanamkan dan mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi dan nilai-nilai keislaman melalui semua pembelajaran, khususnya pelajaran kemuhammadiyahan al-Islam. Kesimpulannya, nilai-nilai antikorupsi merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang terintegrasi melalui pelajaran Al Islam kemuhammadiyahan.
Penanaman Nilai Antikorupsi Melalui Al-Islam Kemuhammadiyahan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Se-Kapanewon Depok Yogyakarta Suyitno Suyitno; Trisna Sukmayadi
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v14i1.7100

Abstract

Understanding and practicing Islamic teachings greatly influences every action. The higher the level of understanding and practice of Islamic values ​​will be proportional to the level of honesty, so it is expected to be able to suppress acts of corruption. This study aims to describe how to instill anti-corruption values ​​through Al Islam Muhammadiyah in Muhammadiyah Elementary Schools in Depok Sleman. The research subjects were all Al Islam Muhammadiyah teachers at Muhammadiyah Elementary Schools throughout Depok, Sleman. This research is a qualitative descriptive study. The results of the study stated that 1) How to instill anti-corruption values ​​through contextual learning in Al Islam Muhammadiyah lessons. 2) The impact of the integration of Islamic values ​​and anti-corruption values ​​is to increase faith and piety in words, attitudes and behavior and avoid corrupt actions.
Penerapan Literasi Digital Melalui Mata Pelajaran PPKn di Kelas VII SMP Negeri 1 Galur Kulon Progo Dika Utami; Trisna Sukmayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.471 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3438

Abstract

AbstrakPerkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang begitu pesat memberikan dampak terhadap segala aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Namun, masih terdapat beberapa masalah-masalah yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitaif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Sedangkan subjek penelitiannya yaitu guru PPKn dan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang kemudian diolah dengan melakukan analisis sesuai tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian / display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran, memberikan izin, mendampingi, dan memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menggunakan teknologi digital dan mengakses internet, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitas melalui tugas berupa proyek dengan memanfaatkan teknologi digital. Terdapat juga faktor pendukung dan faktor pengambat penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur.Kata Kunci: Penerapan, Literasi Digital, Mata Pelajaran PPKn AbstractThe rapid development of Science and Technology (IPTEK) has an impact on all aspects of life, including in the field of education. However, there are still some problems that occur in the use of digital technology in education. This study aims to determine the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. This type of research uses qualitative research with a qualitative descriptive approach. The object of the research is the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. While the research subjects were PPKn teachers and seventh grade students of SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data were obtained by using observation, interview, and documentation techniques. The data is then processed by conducting an analysis according to the stages which include data reduction, data presentation / display, and drawing conclusions. The results showed that the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur was carried out by utilizing digital technology as a learning medium, giving permission, assisting, and providing understanding to students in using digital technology and accessing the internet, as well as training students in increase creativity through project assignments by utilizing digital technology. There are also supporting factors and inhibiting factors for the application of digital literacy through Civics subjects in grade VII SMP Negeri 1 Galur.Keywords: Application, Digital Literacy, PPKn . Subjects
Mosque-based anti-corruption village: Community empowerment program in Prenggan, Kemantren Kotagede Yogyakarta Suyadi Suyadi; Waharjani Waharjani; Sumaryati Sumaryati; Trisna Sukmayadi; Saedah Binti Siraj
Community Empowerment Vol 7 No 8 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7579

Abstract

Village Prenggan, Kemantren Kotagede Yogyakarta has been piloting an anti-corruption village by the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) since 2013. However, until now (2022) the village has not succeeded in becoming an anti-corruption village. In fact, the KPK prefers Kelurahan Panggungharjo, Bantul Regency as the first anti-corruption village in Yogyakarta. This is because the anti-corruption village programs in Prenggan have not been carried out thoroughly. This article is the result of a community empowerment program in Prenggan village towards an anti-corruption village. The target partner groups for this community service are the Prenggan Mubaligh Association (Paguyuban Mubaligh Prenggan) and the TK ABA Komplek Masjid Perak Yogyakarta. The methods used are training, counseling and anti-corruption assistance. The results of this community service show that: 1) The Prenggan Mubaligh Association has succeeded in developing anti-corruption propaganda gendhings. Every preacher who preaches always carries a message of anti-corruption values ​​with a touch of art; 2) The TK ABA Komplek Masjid Perak, which originally had an anti-corruption literacy reading, has now succeeded in completing it with anti-corruption exercises. Anti-corruption literacy is a ratio exercise, while anti-corruption gymnastics is a sport. As for the values ​​of Islam and Aisyiyahan are the feelings or the heart. Thus, the TK ABA Komplek Masjid Perak combines ratio training through anti-corruption literacy, sports through anti-corruption gymnastics, and heart exercises through Islamic values. In fact, this school became the prototype of the first anti-corruption school at the early childhood level in Indonesia. Thus, a mosque-based anti-corruption village that is more bottom-up in nature can be a complement to the anti-corruption village formed by the KPK which is more top-down.
Strategi Sekolah Dalam Menanamkan Nilai Antikorupsi Melalui Al Islam Kemuhammadiyahan Di SD Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi Suyitno; Trisna Sukmayadi
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 10 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v10i2.22357

Abstract

The case of corruption in Indonesia is very worrying. The more cases, the greater the loss borne by the state, so a great effort is needed to prevent it. Prevention can not only be done by the rule of law alone but also requires the participation of all parties. One of them is through school. Therefore, schools are an essential element in efforts to prevent corruption. Therefore, it requires a school strategy to teach anti-corruption values integrated through Al Islam Kemuhammadiyahan. This study describes the school's strategy for instilling anti-corruption education through Al Islam Kemuhammadiyahan at the Superior Elementary School of Muhammadiyah Lemahdadi Bangunjiwo Bantul. This research is qualitative descriptive research with a field research model. The data are presented descriptively with the observation method about the school's strategy in instilling anti-corruption values ​​integrated with Al Islam Kemuhammadiyahan in elementary schools. The data were obtained through interviews with the principal, vice chairman of the curriculum, and Al-Islam Kemuhammadiyahan teachers, as well as documentation in the form of documents or photos of activities. The data is analyzed by making the one obtained at school, filtered according to the fundamental theory, and presented in full according to the Miles and Huberman model. This study resulted in the concept that the school's strategy instilled anti-corruption values ​​in several ways, namely 1) guided by the school tagline "Qur'ani, Intelligent, and Personality." 2) through school programs, including parenting, market day, tahsin, tahfidz, three languages ​​(English, Arabic, and Javanese), and leadership training. 3) through the insertion of Al Islam Kemuhammadiyahan subjects, namely Moral Creed, Qur'an Hadith, and History of Islamic Culture
Penguatan Identitas Nasional Melalui Nilai Kearifan Lokal Upacara Hajat Sasih pada Masyarakat Adat Kampung Naga Trisna Sukmayadi; Lisa Retnasari; Yulia Gesti Merkuri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14904

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penguatan identitas nasional melalui nilai kearifan lokal upacara hajat sasih pada masyarakat adat Kampung Naga. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data dan menyajikan data. Selanjutnya diadakan triangulasi untuk menunjukan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, upacara hajat sasih bertujuan untuk mendapatkan keselamatan dan keberkahan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Upacara dilaksanakan sebanyak enam kali dalam setahun, melalui proses pembuatan olahan tumpeng oleh pihak perempuan, pihak laki-laki yang terpilih melakukan ziarah dari bumi ageung ke makam leluhur menggunakan pakaian adat berwarna putih, berdoa bersama di masjid. Kedua, nilai yang terkandung dalam upacara hajat sasih adalah tanggung jawab, religius, dan peduli sosial, yang tercermin dari proses, alat, dan media upacara. Ketiga, penguatan identitas nasional tercermin dalam proses upacara dan nilai yang terkandung didalamnya. Dapat disimpulkan bahwa upacara hajat sasih dapat menguatkan identitas nasional.
Implementasi PPKn berbasis Nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta Sukmayadi, Trisna; Suyitno, Suyitno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.823 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp44-53

Abstract

Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model, pendekatan, strategi, teknik dan perangkat pembelajaran pembelajaran PPKn berbasis nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah di Kecamatan Depok, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mengumpulkan, mereduksi, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pendekatan pembelajaran yang efektif dalam mengimplementasikan PPKn berbasis nilai-nilai Islam adalah dengan menggunakan pendekatan berorientasi kepada siswa, supaya siswa lebih aktif dan kreatif; 2) Strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah melalui pembelajaran kontekstual; 3) Metode pembelajaran menggunakan cermah interkatif, diskusi, penugasan, tematik, tutor sebaya, dan pengelompokan level atas (melalui soal-soal ujian), menengah dan bawah (pendampingan individu); 4) Teknik pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis audio visual; 5) Secara spesifik, tidak ada penulisan nilai-nilai Islam dalam silabus dan RPP. Akan tetapi secara langsung disampaikan pada saat proses pembelajaran dan pembiasaan di kelas.Implementation of PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School, Depok Sleman, Yogyakarta. The purpose of this research is to find out the implementation of models, approaches, strategies, techniques and learning tools for teaching PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School in Depok Subdistrict, using descriptive qualitative research. Presentation of data through observation, interviews and documentation studies. Data were analyzed by collecting, reducing and presenting data. The results showed that 1) An effective learning approach in implementing PPKn based on Islamic values is to use a student-oriented approach, so students are more active and creative; 2) Learning strategies that can be used are through contextual learning; 3) Learning methods use interactive, discussion, assignment, thematic, peer tutoring, and top-level grouping (through exam questions), middle and bottom (individual assistance); 4) Learning techniques are carried out by utilizing audio visual based learning media; 5) Specifically, there is no writing of Islamic values in the syllabus and lesson plans. But directly delivered during the learning process and habituation in class
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT ADAT KAMPUNG KUTA Sukmayadi, Trisna
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 3, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.676 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v3.n1.2018.pp19-29

Abstract

This study aims to explore that the values of local wisdom based on indigenous people. In addition, to develops the character of civic disposition in Kuta Village and its implementation in the level of schooling. The research methodology uses a qualitative approach with case study method. The data was collected by the study of literature, interview, observation and documentation. The results showed that two part of main data.  First of all, the values of the character within the indigenous village of Kuta is reflected in the art, the adage (proverb Sunda), and outlook of life, which consists of a soft character, orderly, efficiency, and discipline. Moreover, mutual love, mutual maintain, teach each other, sincere, obedient or submissive, visionary (thinking ahead), responsible, dedicated, loyalty, sympathy, empathy, compassion, tolerance, sacrifice, devotion, faith and piety, simple, humble, appreciative health, thoughtful, and constructive thinking. Secondly, the implementation of the values of local wisdom in the level of schooling can be through the subject of Civic education, integration in every subject, habituation (habit) of the school and in extra-curricular integration.
Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Laut dalam Meningkatkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu Afriansyah, Ardi; Sukmayadi, Trisna
Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.023 KB) | DOI: 10.23917/sosial.v3i1.549

Abstract

Dewasa ini perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, nilai dan norma sosial merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Globalisasi sebagai pintu untuk melangkah ke dunia luar. Saling berinteraksi dengan dunia luar, namun masuknya globalisasi tidak semata mata berdampak positif tapi ada pula dampak negatif. Globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan, misalnya: terjadinya erosi nilai-nilai budaya, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, gaya hidup yang tidak sesuai dengan adat kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kearifan local tradisi sedekah laut dalam meningkatkan semangat gotong royong masyarakat pesisir pantai Pelabuhan ratu. Pendekatan penelitan menggunakan kualitatif dengan jenis Studi etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tradisi sedekah laut secara bersama sama dilaksanakan oleh masyarakat dari pengumpulan perlengkapan upacara sampai dengan pelaksanaannya. Kegiatan dilaksanakan dengan tertib oleh panitia dan warga masyarakat pesisir Pantai Pelabuhan Ratu secara bersama sama. Masing-masing warga memberikan sumbangan baik berupa materi maupun tenaga sebagai penjelmaan ikatan batin. Dalam mengimplementasikan nilai gotong royong yang terkandung dalam tradisi sedekah laut ini dilandasi oleh perasaan senasib dan sepenanggungan antara anggota masyarakat nelayan.